تسجيل الدخولDitugaskan mengantar pesanan ke rumah seorang pelanggan, Xander Sanjaya tidak pernah menyangka dirinya malah berujung menangkap basah perselingkuhan sang istri dengan pria lain. Seakan tidak cukup menyedihkan, kala bergelut dengan selingkuhan istrinya tersebut, dirinya malah berakhir kehilangan nyawa karena ketidak sengajaan sengatan listrik. Namun, detik berikutnya, dia malah terbangun di suatu tempat yang asing, yang justru memberinya suatu sistem kekayaan. Xander Sanjaya pada awalnya gembira setelah memiliki sistem yang membuatnya menjadi kaya dalam sekejab mata. Dan dia yakin, misi balas dendam pada semua yang pernah menyakiti dan menghinanya pasti berjalan mulus setelah memiliki kekayaan sebesar satu Kuadralin. Namun, kenyataan demi kenyataan di depan mata membuka mata Xander Sanjaya, semua kekayaan itu harus ia tebus dengan misi demi misi dengan nyawa sebagai taruhannya. Apakah Xander Sanjaya dapat menyelesaikan misi demi misi dari Sistem, dan mempertahakan kekayaan? Apakah misi balas dendamnya akan berjalan lancar? Mati baca kisahnya.
عرض المزيدEpisode 1
Catherine's POV:
I fixed my shoes and grabbed my bag from the bed, I walked towards the door and took a deep breath, my uncle was transfered to New York last week and I got transferred to Riverside high school too, my first day in school and I was already getting anxious.
I closed my eyes and inhale then exhaled harshly.
You can do this Cat, you can do it.
I opened my eyes and unlocked the door, standing in front of my door was aunt Vivian, my uncle's wife. She glared at me and stepped away from my reach.
She never liked me,and to be honest I never liked her either.
Maybe at some point I did loved her but as time passes when I got a glimpse of the real her I hated myself for liking her.
"What are you staring at? It is 8:10am, your first day in school and you're late!" She yelled at me her hand swinging towards me. I started running down the stairs, I jumped the stairs and quickly rushed to the door.
"You better come back immediately after school, you have to braid my hair." I heard her say but I ignored her and ran out of the house.
When I got to the street ten blocks away from my uncle's house I sighed softly.
Few minutes later I walked through the school gate and gasped when I saw the garage, everywhere was filled up with cars.
I thought this is a high school, why is these cars needed?
I glanced around the compound while walking towards the main building, the school was nothing like my old school, my old school was average but my new school looked like a castle.
Why will uncle Morris send me to a school like this?
He doesn't care, he sees me as a burden in his life. I'm just grateful that he hasn't throw me out yet.
When I got to the main building, I wasted five minutes searching for the principal's office. As soon as I found it, I walked inside the office.
"Good morning, Sir." I greeted, the man looked up from his computer and nodded his head.
"A transferred student, Catherine Meyers." I introduced myself, the principal stood up from his chair and smiled widely at me.
"It's so nice to have you here with us, Miss Meyers."
***
I walked out of the principal's office and glanced down at my uniform, a short yoke skirt and a white shirt with a black red tie and a black jacket.
More beautiful than my previous school uniform.
I glanced down at the map in my hand and started walking to the direction of my classroom.
I walked through the door and noticed the teacher's voice dead down, raising my head up I could see the students watching me. I quickly looked down and fixed my eyes on the ground.
"Miss Meyers, please find a seat for yourself." The teacher said, I nodded and quickly glanced around the room, I saw a vacant seat and quietly sat down on it. I unzipped my backpack and brought out a book and a pen then zipped it back and placed it at the back of my chair.
"Hi," a voice whispered to me, I glanced around and my eyes came in contact with that of a brunette. Pointed nose and a full pink lips.
She looked so beautiful.
"Hi," I responded.
"I am Talia, Talia Scott. What is your name?"
"Catherine Meyers,"
"Well Catherine, nice to meet you." I nodded my head and turned back to face the teacher whose eyes were fixed on I and Talia.
"Miss Meyers, I don't tolerate tardiness in my class." She reprimanded me, I blushed and nodded my head.
First day in school and the teacher was already reprimanding me. This will be a whole lotta ride.
Another person walked inside the class and I heard the students gasped, I turned around to see what they saw.
Two teenage boys walked inside the class like they own the school, they were both...oh shit! Both dead handsome, I couldn't even look away from them, especially the first one, he had a rough look to himself, his hair was wild and he carried himself like a king.
When I was about to look away he raised his head up and his eyes met mine.
I gasped and my face heated up, I looked away and cursed myself inwardly.
He saw me staring at him, shit!
I slowly look back and our eyes met again, he was still watching me.
Oh God.
Talia pinched my thigh and I whipped my head around to face her.
"Don't." She whispered.
"What?"
"Don't look at him, don't give yourself away."
"I don't understand what you are saying, don't look at who?" I asked frustratedly.
"Don't look at Ace, you'll be sorry if you grab his attention." She whispered.
Ace.
So his name is Ace.
"I wasn't looking," I lied, Talia shrugged casually and bite on her own.
"They are of no good, Ace and Liam. Stay away from them."
Our English class ended and Talia grabbed her backpack.
"Which class do you have next?" She inquired.
"Chemistry practical,"
"The next one hour is ours, come let me show you around,"
I grabbed my backpack and joined Talia and the other students walking out of the class.
"So this is the football field, Riverside high school is very good." Talia said as we pass the football field, she had shown me the basketball court, the swimming pool and the cafeteria.
The school was amazing, I have never seen anything like that before.
"I felt pressed, I need to pee."
"Oh shit! Quickly go to the restroom before anyone come there, it is the boys restroom." She said and nudge me ahead. I practically ran to the bathroom and slammed the door shut, after easing myself a soft sigh left my lips.
I stood up from the toilet seat and walked towards the basin to wash my hands. When I worked out of the restroom I saw Ace standing in a corner, a few steps from me.
My heart skipped and started beating fast.
When he noticed my presence, he started walking towards me.
He stood in front of me and grabbed me by my neck.
I gasped and grabbed his hand, trying to remove it from my neck.
"You are for me!" He sneered.
I'm for him?
****
Ternyata, perasaan Lisa Nuya sama sekali tidak berdasar.Nyonya pemarah itu, mengenakan mantel bulu cerpelai mewah yang mengkilap, tampak seperti seseorang yang terbiasa dengan perhatian. Ia adalah seorang anggota Dewan Kota, dengan pengaruh yang tak perlu dipertanyakan. Kepergiannya menggunakan pesawat Diamond Air bukan hanya sekadar perjalanan biasa.Itu adalah ujicoba—kesempatan langka untuk menguji kecepatan dan pelayanan pesawat baru yang menghubungkan Kota Air dengan dunia luar, membuka pintu bagi semua yang ingin merasakan sensasi bepergian dengan layanan eksklusif.Di dalam pesawat, wanita eksklusif itu memanfaatkan momen dengan sangat baik.Dengan gaya khasnya, dia mulai mengambil gambar dari berbagai sudut, berusaha menangkap setiap detil yang menunjukkan kemewahan pesawat tersebut.Setelah beberapa kali mengambil gambar, ia akhirnya mengunggahnya ke akun media sosial pribadinya, seperti yang sudah diprediksi banyak orang.“Semua pemirsa, Pesawat Diamond Air ini benar-benar
Akhirnya, David Li mendapatkan masa percobaan selama tiga bulan.Jika dalam periode itu ia gagal mengubah kepemimpinan di perusahaan penerbangan yang sebelumnya lemah dan kurang pengawasan, maka kali ini Xander, sebagai pemilik perusahaan, menegaskan bahwa ia harus bersikap lebih tegas."Setelah tiga bulan, saya akan melakukan evaluasi terhadap kinerja Anda.” Jangan salahkan saya jika kali berikutnya saya terpaksa mengambil keputusan tegas, bahkan mungkin memecat Anda," ancam Xander, tatapannya tajam dan dingin."Mengerti, Tuan Sanjaya. Saya paham..." jawab David Li, sembari mengusap keringat dingin yang mengucur deras dari keningnya—padahal suhu ruangan itu sangat dingin."Saya akan bekerja lebih keras dan meningkatkan pengawasan di perusahaan. Terima kasih, Tuan Sanjaya, telah memberi saya kesempatan untuk terus menjadi direktur utama," tambah David Li dengan suara yang penuh kekukuhan.David Li menjabat tangan Xander dengan kuat.Xander hanya melempar senyum tipis kepada sang direk
Di dalam kantor Direktur Utama, Michael Chen duduk sendiri dengan tubuh gemetar dan pikiran kalut.Rasa takut terus menghantuinya sejak pertama kali menyadari kemungkinan mengerikan—pemuda yang ia anggap remeh itu ternyata benar-benar Tuan Sanjaya.Keyakinannya semakin kuat ketika melihat bagaimana Direktur Utama, David Li, memperlakukan pemuda sederhana itu dengan penuh hormat, nyaris seperti seorang abdi pada majikannya."Apa yang harus kukatakan untuk menyelamatkan diri?" pikir Michael, berulang kali, seperti mantra yang terus menggema di dalam kepalanya.Pikiran itu menggerogoti ketenangannya, membuat waktu terasa berjalan sangat lambat, bahkan hingga pendingin udara di ruangan yang terlalu dingin membuat tubuhnya menggigil.Akhirnya, setelah penantian panjang yang terasa seperti siksaan, pintu ruangan terbuka.Xander masuk lebih dulu, berjalan dengan tenang namun penuh wibawa.Di belakangnya, David Li mengekor seperti anak ayam yang patuh pada induknya.Dua perempuan yang sebelum
Sophia adalah seorang influencer. Meskipun pengikutnya tidak lebih dari lima ribu orang, dia tetap rutin mengadakan siaran langsung.Setiap sesi ia manfaatkan untuk fleksing gaya hidupnya yang terlihat mewah dan glamor.Mayoritas kontennya hanya pamer, mulai dari tutorial makeup dengan produk-produk mahal yang ia beli dari uang hasil memeras Michael Chen, hingga tips berpakaian “stylish” dengan barang-barang dari butik premium.Sophia sangat cerdik memanfaatkan pengikutnya yang berasal dari masyarakat kelas bawah.Dengan manipulasi halus, ia membangun citra sebagai wanita karier sukses, meskipun kenyataannya jauh berbeda.Sebagian besar biaya hidup Sophia dibiayai Michael Chen. Liburan ke tempat-tempat terkenal yang biasa dikunjungi pasangan bulan madu, hingga biaya operasi plastik untuk mengubah hidungnya yang dulu pesek menjadi menjulang seperti puncak Gunung Himalaya, semua dibiayai oleh pria itu.Dengan cermat, Sophia menutupi fakta di balik kemewahan hidupnya, menciptakan citra
Karena roti buatan Yuto menggunakan bahan berkualitas premium dan didukung teknik pembuatan adonan serta pemanggangan kelas internasional, dagangan mereka habis terjual dalam waktu singkat.Aroma mentega dan adonan segar yang terpanggang sempurna ternyata cukup untuk memikat pembeli di sekitar kawa
“Katakan siapa yang mengambil mesin yang diinginkan isteriku?” Suara Nate menggema di udara, keras dan menggelegar, menarik perhatian beberapa pengunjung mall yang baru saja melenggang.Kepalanya berputar mencari sasaran, matanya seperti api yang melotot. Wajahnya yang kurus semakin terlihat menyer
Saat itu juga, Xander memutuskan untuk memulai bisnis roti. Ini bukan semata-mata langkah mencari keuntungan, tetapi sebagai strategi untuk menyelamatkan Panti Asuhan Penuh Kasih dari ancaman penggusuran oleh Setiawan Company.Perusahaan ini, di bawah kendali Tjiang Global Corporation, memiliki ren
Setelah kegagalan Setiawan Corporation dalam mendapatkan pinjaman dari Bank Central Halilintar, Nyonya Ouyang tidak tinggal diam. Ia segera mencari jalan lain untuk menyelamatkan perusahaannya yang mulai terancam, mengajukan permohonan pinjaman ke berbagai lembaga keuangan lain.Namun, seperti kata p












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
التقييمات
المراجعاتأكثر