Beranda / Urban / Menantu Pahlawan Negara / Bab 2006 Mengundang Pak Farlin Kembali untuk Minum Teh

Share

Bab 2006 Mengundang Pak Farlin Kembali untuk Minum Teh

Penulis: Sarjana
Pada akhirnya, pandangan Wirhan tertuju pada Ardika. Dia berkata sambil tersenyum, "Pak Ardika, aku hanya ingin pergi menemui Pak Farlin, nggak perlu sampai sebegitunya, bukan?"

"Mungkinkah kamu takut aku bertemu mereka?"

Tentu saja Ardika tahu Wirhan sedang merangsangnya. Dia berkata dengan acuh tak acuh, "Wirhan, nggak peduli trik seperti apa pun yang ingin kamu mainkan, hari ini aku punya banyak waktu untuk menemanimu bermain."

"Buka jalan."

Walaupun enggan, karena Ardika sudah memberi instruksi, orang-orang Grup Susanto Raya tetap membukakan jalan.

"Kalau begitu, tunggu saja."

Setelah melontarkan satu kalimat itu dengan acuh tak acuh, Wirhan langsung melangkahkan kakinya memasuki ruang istirahat.

Banyak orang ikut memasuki ruangan, Ardika dan orang-orang Grup Susanto Raya juga ikut memasuki ruangan. Dia ingin lihat trik seperti apa yang ingin dimainkan oleh Wirhan.

Suasana di dalam ruangan tersebut hening.

Karena Farlin bergegas datang kemari setelah selesai melakukan operasi, butu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3394 Dipaksa Berlutut

    Di luar, semuanya adalah anggota kepolisian. Pembunuh Organisasi Fierchi Tigor juga akan datang untuk membunuh Jacky sekeluarga.Tentu saja Lesti tidak perlu sampai mengeluarkan perintah penembakan untuk membunuh orang di hadapan banyak orang begini.Namun, dia tidak keberatan untuk menakut-nakuti satu keluarga ini. Melihat mereka meneteskan air mata dan memohon padanya, membuatnya merasa sangat puas."Brak!"Jacky dan Desi berlutut terlebih dulu.Saking ketakutannya, sekujur tubuh Desi sudah gemetaran. Dia buru-buru berkata, "Nenek Lesti, jangan marah, ya. Kami nggak pernah bermaksud untuk nggak menghormati Nenek!""Semua ini salah Ardika. Ya, benar. Dia sendiri yang cari mati, menantang wibawa Nenek lagi dan lagi.""Dia yang telah mematahkan tongkat Nenek, memukuli Citra, dia juga yang telah menghambat kalian!""Nggak ada hubungannya dengan kami!"Saat berbicara, dia bahkan menoleh, lalu pergi menarik putra dan putrinya. "Luna, Handoko, apa lagi yang kalian tunggu? Cepat berlutut! Ke

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3393 Kamu Juga Tidak Boleh

    "Pada hari penjemputan di bandara, kamu mematahkan tongkatku yang bernilai 6 miliar, lalu memukuli dan melukai Citra, mencelakai tunangannya sekeluarga hingga mereka kehilangan nyawa, bahkan menyuruh Jace untuk menghambat kami.""Sekarang kamu langsung melawanku, begitu?!"Lesti melontarkan kata-kata itu dengan kesal. Dia berkata dengan tajam, "Eh, cabang Keluarga Bangsawan Basagita Suraba Provinsi Denpapan lainnya baik-baik saja, hanya kalian sekeluarga yang selalu berulah.""Sekarang aku baru tahu ternyata kamu si pembuat onar itu! Dasar bajingan!""Jacky, kalian sekeluarga adalah pecundang! Itulah sebabnya seorang menantu benalu yang hanya bisa mengandalkan wanita berani bertindak semena-mena!""Jacky, apa kalian sekeluarga pantas memiliki nama belakang Basagita?"Menghadapi Lesti yang sedang mempertanyakannya, Jacky hanya menutupi kepalanya tanpa berani bersuara.Namun, tentu saja Ardika tidak berpikir banyak. Dia berkata dengan lantang, "Eh, Lesti, kamu tahu jelas kenapa aku memat

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3392 Menghajar Habis-Habisan

    "Orang yang menjadi korban di sini adalah orang yang sudah lanjut usia. Bagaimana dia bisa tega melakukan hal kejam seperti itu?""Yang lebih penting lagi adalah, nggak puas hanya dengan mematahkan lengan orang, dia juga mengatur truk sampah untuk membunuh dan membungkam orang, membuat jasad Nenek Dhea bahkan nggak bisa tetap utuh.""Benar-benar kejam, nggak berperasaan!""Aku hanya ingin bertanya, apakah dia itu masih layak disebut sebagai manusia?"Citra mengadu dengan nada bicara sedih sekaligus marah. Setiap kata yang keluar dari mulutnya seakan-akan menggambarkan betapa sedihnya dirinya saat ini.Sementara itu, seiring dengan mendengar keluh kesahnya ini, baik dengan sengaja maupun tidak sengaja pandangan semua orang langsung tertuju pada arah paling belakang kerumunan orang-orang, yaitu Luna sekeluarga yang bersembunyi di sudut ruangan dan tidak berani mengucapkan sepatah kata pun sedari tadi.Tentu saja, yang menjadi pusat perhatian di sini adalah Ardika yang tengah berdiri bers

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3391 Kemampuan Akting

    Selain itu, juga ada beberapa orang murid Organisasi Snakei berpakaian kasual yang datang kemari secara diam-diam.Kalau bukan karena Vita dalam kondisi terluka, Ardika juga akan memanggilnya kemari.Walaupun rencana aksi hari ini telah disepakati dengan Organisasi Fierchi Tigor, tetapi tidak ada yang tahu apakah Organisasi Fierchi Tigor akan menjadikan sandiwara itu menjadi kenyataan.Selain itu, Organisasi Fierchi Tigor terlalu misterius, sangat sulit tertebak.Tidak ada yang tahu apakah mereka akan mengerahkan semua pembunuh mereka dalam aksi hari ini.Itulah sebabnya Ardika berusaha untuk mengatur lebih banyak anggota, agar bisa menjamin keselamatan Luna sekeluarga.Dengan dipandu oleh staf rumah duka, Ardika dan Luna sekeluarga dibawa ke sebuah ruangan di mana jasad diletakkan. Saat itulah, mereka mendapati sudah ada banyak orang di dalam ruangan tersebut.Perwakilan dari berbagai cabang Keluarga Basagita Provinsi Denpapan juga sudah datang. Lesti yang bertopang pada tongkatnya da

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3390 Berutang Budi Padanya

    Akria menghela napas dan berkata, "Kak Ardika, kamu nggak mengenal ketua kami. Dia adalah orang yang sangat cerdas dan berpenglihatan jauh ke depan.""Dia bilang Keluarga Bangsawan Basagita Suraba berada di sisi terang, sedangkan Organisasi Fierchi Tigor berada di sisi gelap.""Kalau Keluarga Bangsawan Basagita Suraba ingin membalas dendam pada Organisasi Fierchi Tigor, begitu banyak anggota keluarga mereka akan menjadi sasaran empuk kami.""Tapi kamu berbeda. Dia nggak bisa membaca apa yang kamu pikirkan. Jadi, dia lebih memilih untuk menjalin hubungan baik denganmu, juga nggak ingin menjadi musuhmu sepenuhnya karena alasan nggak jelas."Ardika tersenyum tipis dan berkata, "Hmm, pilihan yang bijaksana. Sekarang aku sudah jadi makin penasaran pada ketua kalian itu.""Tolong bantu aku sampaikan pada ketua kalian, aku akan kooperatif dalam aksi kalian.""Kali ini anggap saja aku berutang budi padanya."Baru saja mengakhiri panggilan telepon dengan Akria, Vasco, Kapolda Provinsi Denpapan

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3389 Menunjukkan Niat Baik

    "Memangnya kenapa kalau putriku mencurigaimu?"Desi berkata dengan marah, "Berani berbuat, tapi nggak terima dikatai orang? Putriku adalah presdir, berwawasan luas. Dia nggak akan tertipu olehmu seperti Handoko si bodoh ini. Wajar saja dia mencurigaimu!""Aku pergi angkat telepon dulu."Ardika sudah malas bicara omong kosong dengan Desi lagi. Kebetulan saat ini ponselnya bergetar. Melihat itu adalah panggilan telepon dari Akria, dia segera berjalan keluar dengan membawa ponselnya.Seolah-olah sudah mendapatkan bukti, Desi langsung berkata dengan penuh semangat, "Lihat, lihat saja itu! Dia sudah ketahuan, 'kan? Pasti dia sedang bertukar informasi dengan pembunuh!""Dengar baik-baik, jangan memercayai orang seperti itu.""Dia bahkan bisa melakukan hal gila seperti itu, dia sudah nggak tertolong lagi ...."Saat Desi masih sedang mengomel panjang lebar, Ardika sudah menjawab panggilan telepon itu."Kak Ardika, Lesti tiba-tiba mengirim orang untuk menghubungi dan membocorkan informasi pada

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status