Home / Urban / Menantu Pahlawan Negara / Bab 2920 Sekolah Bela Diri Sopran

Share

Bab 2920 Sekolah Bela Diri Sopran

Author: Sarjana
"Ya, biar aku saja!"

Melihat sorot mata Ardika tertuju padanya, Thomas langsung berkata, "Kebetulan sekali, aku juga sudah sangat lama nggak bertarung. Tujuanku ke ibu kota provinsi kali ini adalah untuk melakukan hal-hal yang bisa memicu adrenalin."

Melihat ekspresi acuh tak acuh bocah itu, Ardika tahu dia tidak terlalu menganggap serius duel malam ini.

Atau boleh dibilang, dia tidak menganggap serius lawannya malam ini.

Ardika berkata dengan acuh tak acuh, "Karena kamu akan maju malam ini, aku harus mengingatkanmu, jangan menganggap remeh lawan. Wilgo punya banyak kartu as. Jangan sampai kalah karena meremehkan lawan, jangan sampai reputasimu sendiri hancur."

"Aku mengerti."

Thomas memercayai ucapan Ardika tanpa syarat.

Mendengar Ardika berbicara demikian, dia juga langsung berubah menjadi serius.

Mendengar percakapan antara dua orang ini, sorot mata Tina terlihat sangat menarik.

Dia tahu jelas betapa sombongnya kakak sepupunya yang satu ini.

Thomas sudah pergi ke medan perang di usi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Adi Defatima
oiiiii anjing terlalu lama endingnya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3410 Aku Tidak Salah

    Setelah mendengar ucapan suaminya, akhirnya Desi tenang kembali. "Ya, benar. Memangnya keluarga kita nggak bisa bertahan hidup tanpa dia?""Dengan mengandalkan putri kesayanganku, keluarga kita tetap bisa menikmati kehidupan yang nyaman dan serba berkecukupan ....""Luna, Luna!"Sebelum Desi selesai berbicara, ada satu orang yang menerobos masuk ke dalam vila lagi.Irvy yang dalam kondisi rambut berantakan dan sekujur tubuh memar-memar langsung menerjang masuk ke ruang tamu. Begitu masuk ke ruang tamu, dia langsung menarik Luna dan berkata dengan terisak, "Luna, dulu aku salah. Aku memandang rendah orang, terus menerus menargetkanmu. Semuanya salahku. Aku benar-benar berengsek! Aku sudah memandang rendah orang lain!"Sambil berbicara, Irvy melayangkan dua tamparan ke wajahnya sendiri. Kemudian, dia berkata dengan ekspresi memelas, "Luna, tolong minta bantuan Ardika, ya. Minta dia beri tahu Jefandro untuk balikan denganku, ya?""Setelah aku putus dengan Jefandro, dia menjalin hubungan d

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3409 Kerja Sama Terakhir

    Sekarang, orang-orang dari Keluarga Bangsawan Basagita Suraba ini diliputi perasaan ketakutan mengingat kejadian-kejadian sebelumnya.Untung saja sebelumnya mereka tidak menyinggung Luna sepenuhnya. Sepertinya kelak mereka harus berusaha lebih keras lagi untuk menjilat pemimpin cabang yang satu ini.Desi makin merasa bangga. Dia langsung maju dan berkata, "Terima kasih kalian sangat kooperatif dengan Luna. Aku tahu sebelumnya kalian sengaja menghambat Grup Hatari pasti karena hubungan kalian dengan Ardika si bocah itu cukup baik.""Tapi sekarang Ardika sudah bercerai dengan putriku, nggak ada hubungan apa pun lagi. Jadi, kalau dia meminta kalian untuk menghambat Grup Hatari lagi di kemudian hari, jangan dengarkan dia.""Dan, Ardika pergi tanpa membawa apa-apa. Sekarang dia bukanlah siapa-siapa, nggak bisa memberi kalian keuntungan apa pun. Mulai sekarang, kalian bisa sepenuhnya bekerja sama dengan putriku."Walaupun dia tahu kali ini Grup Susanto Raya dan Kediaman Wali Kota kooperatif

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3408 Semuanya Berjalan Normal Kembali

    Tidak mudah baginya untuk membuat putrinya bercerai dengan Ardika. Desi tidak akan memberikan kesempatan pada dua orang itu untuk rujuk.Lagi pula, menurutnya putrinya adalah pimpinan cabang Keluarga Bangsawan Basagita Suraba, juga merupakan presdir Grup Hatari, ditambah lagi putrinya sangat cantik, sudah pasti akan ada banyak pria unggul yang mengejar putrinya.Ardika bukanlah apa-apa!Tepat pada saat Desi sedang berbangga diri, beberapa buah mobil melaju lagi dan berhenti di depan pintu.Hanya dengan sekali lihat saja, sudah bisa dilihat dengan jelas pemilik mobil-mobil terbagi menjadi dua kelompok yang berbeda. Satu kelompok adalah mobil mewah, sedangkan yang satunya lagi lebih tidak menonjol, tetapi adalah mobil yang digunakan oleh instansi pemerintahan dan tidak berani diremehkan oleh orang lain.Melihat kedatangan orang-orang ini, Luna tertegun sejenak, lalu buru-buru menyambut kedatangan mereka. "Pak Yedi, Pak Devin, ada apa kalian kemari?"Bagi Luna sekeluarga, pemimpin dua kel

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3407 Lelucon Tragis

    "Itu nggak mungkin, 'kan? Bagaimana mungkin Nenek Lesti membunuh Dhea untuk membungkamnya. Dia sama sekali nggak perlu melakukan hal seperti itu, bukan?"Suasana di dalam vila nomor satu Gunung Halfi sangat heboh. Biarpun anggota kepolisian sendiri yang mengatakan hal tersebut, mereka tetap saja tidak terlalu memercayai Lesti adalah dalang di balik pembunuhan dan pembungkaman itu.Orang yang lebih sulit menerima hal tersebut adalah Desi dan Luna.Kalau Lesti benar-benar adalah dalang di balik kejadian itu, bukankah mereka telah salah menuduh Ardika?Polisi berkata, "Berdasarkan hasil penyelidikan kami, kami mendapati sebelum kecelakaan mobil itu terjadi, sopir truk sampah telah menerima transfer dana sebesar 2,4 miliar. Dan dengan memanfaatkan teknologi investigasi kami, pada akhirnya kami mendapati rekening transfer dana itu di bawah kendali seorang anak buah yang dibawa oleh Lesti dari Suraba.""Setelahnya, kami juga menyelidiki riwayat panggilan telepon Lesti dan mendapati dia bahka

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3406 Bercerai

    "Ardika, apa kamu tahu sekarang kamu membuatku merasa sangat asing dan sangat takut?""Kenapa pembunuh Organisasi Fierchi Tigor mau membunuhmu? Kalau kejadian hari ini bukan terjadi tepat di depan mataku, aku bahkan nggak tahu kamu telah memprovokasi musuh semengerikan itu!""Aku nggak tahu ada berapa banyak hal lagi yang kamu sembunyikan dariku. Sekarang aku bahkan nggak berani memastikan sebenarnya Dhea dan yang lainnya tertabrak mati oleh truk adalah atas instruksimu atau bukan!""Aku memang punya perasaan untukmu, tapi aku tahu keluargaku juga sama pentingnya bagiku.""Aku benar-benar takut, aku takut suatu hari nanti kamu akan mencelakai orang tuaku dan adikku hingga mereka kehilangan nyawa!"Luna melontarkan serangkaian kata-kata itu dalam satu tarikan napas.Awalnya sorot mata marah masih terlihat di mata Ardika, tetapi mata akhirnya api amarah di matanya kian memudar.Dia mengambil pena, menandatangani surat perjanjian perceraian itu, lalu mengambil satu rangkap untuk dirinya s

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3405 Konflik Makin Memanas

    "Jangan coba-coba mengalihkan topik pembicaraan!" Desi tetap mempertahankan opininya dengan keras kepala. "Intinya, aku hanya tahu kamu nggak menyelamatkan mereka, bahkan sengaja mencelakai Nenek Lesti.""Ardika, kamu benar-benar nggak takut mati, ya. Kalau Keluarga Bangsawan Basagita Suraba mempermasalahkan ini, bagaimana kamu menghadapinya?""Apa kamu pikir masalah ini sudah berakhir sekarang? Nenek Lesti sudah mati, Keluarga Bangsawan Basagita Suraba pasti akan menuntut sebuah penjelasan!""Jelas-jelas kamu ingin mencelakai kami sekeluarga!""Cerai! Cepat bercerai dengan putriku sekarang juga!"Desi kembali berteriak, "Tinggal bersama racun beracun sepertimu, tidur pun aku nggak bisa tenang.""Luna, kamu pilih satu sendiri, dia tinggal di sini atau aku pergi!"Hari ini Desi sudah bertekad, dia harus memaksa putrinya untuk bercerai dengan Ardika.Ardika mengalihkan pandangannya ke arah Luna dan berkata, "Sayang, sebaiknya kita pindah saja, beli rumah baru untuk kita tinggal sendiri."

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status