ログイン"Kalau begitu, apa yang harus kita lakukan? Bagaimana kalau kita beralasan dan tolak saja?"Lucas merasa agak khawatir, dia takut begitu mereka masuk, situasi akan menjadi tak terkendali."Kita bahkan sudah sampai di depan pintu masuk, bagaimana caranya beralasan dan tolak saja? Terlebih lagi, Pak Muklis masih sedang mengawasi di sini, dia nggak akan membiarkanku pergi. Dia sudah menyiapkan perangkap seperti ini, agar aku masuk ke dalam perangkap dan membiarkan mereka menghinaku sesuka hati mereka."Saat ini raut wajah Alendo tampak sangat tenang, sama sekali tidak kelihatan gejolak emosinya.Namun, makin dia menunjukkan ekspresi seperti ini, makin bisa dirasakan api amarahnya sudah bergejolak."Orang-orang itu juga sudah keterlaluan. Kalau ada apa-apa, bisa dibicarakan secara baik-baik, untuk apa sampai memasang perangkap seperti ini?""Sejak dulu hingga sekarang, orang yang lemah atau kelihatan menurut selalu saja ditindas."Dengan seulas senyum menghiasi wajahnya, Alendo berjalan ke
"Soal menarik investasi, apa masih bisa didiskusikan lagi?"Alendo berusaha keras untuk menekan api amarah yang bergejolak dalam hatinya, tidak melampiaskan emosinya saat ini.Sekarang dia harus berdiskusi dengan Muklis secara baik-baik. Dia tidak bisa menyetujui persyaratan keterlaluan yang diajukan oleh Organisasi Snakei, maka dia sudah tidak bisa mendapatkan bantuan dana lagi.Yang Muklis butuhkan adalah uang hasil dari menarik investasi. Kalau uang itu tidak bisa dikeluarkan, dia pasti akan melakukan hal gila.Sekarang Alendo sudah terjebak dalam situasi yang sulit. Tidak peduli seberapa enggan pun dirinya, dia juga harus memikirkan solusi lain."Tentu saja ini nggak bisa didiskusikan lagi. Sebelumnya sudah kubilang. Kalian berikan uang hasil dari menarik investasi padaku, maka hal ini akan berakhir sampai di sini. Aku nggak akan menimbulkan masalah apa pun untuk kalian lagi.""Tapi kalau kamu nggak memenuhi keinginanku, aku akan membuat situasi kalian menjadi makin kacau lagi.""S
Muklis sengaja mengabaikan Alendo, juga karena memang bermaksud untuk membalas pria itu.Alendo berinisiatif datang menemuinya, seharusnya demi membujuknya untuk jangan menarik investasi dan mundur.Muklis mengerti hal ini, itulah sebabnya dia tidak bersedia untuk bertemu dengan Alendo.Namun, Alendo tetap berjaga di luar, enggan pergi. Kalau pria itu tidak pergi, dia juga tidak bisa pulang kerja.Ini membuat Muklis agak kesal.Namun, saat ini adalah momen dirinya paling bangga, jadi dia juga tidak peduli kalau harus menunggu sedikit lebih lama.Perusahaan Muklis juga berlokasi di pusat kota. Walaupun tidak terlalu besar, tetapi karena berada di pusat bisnis, tentu saja kejadian di sini lebih mudah tersebar.Alendo menunggu di dalam mobil, diabaikan oleh Muklis seperti itu, juga menarik perhatian banyak orang.Namun, urusan antara tokoh hebat juga tidak berpengaruh apa-apa bagi karyawan-karyawan itu.Mereka juga hanya menganggap itu sebagai sebuah pertunjukan, juga tidak memasukkannya
"Yah, mungkin Alendo ini sudah terlalu panik. Mungkin saja dia nggak menyadari niat baik Bu Andelin."Mira menanggapi seadanya."Awalnya aku sangat puas pada Alendo, ingin dia menjadi menantuku. Sekarang kelihatannya masih terlalu dini, masih harus lanjut diamati lagi."Kali ini Andelin benar-benar sudah kecewa.Mira tidak mengatakan apa-apa lagi. Hanya saja dia merasa agak senang, mungkin saja Kesya masih bisa menunggu, tidak perlu terburu-buru dinikahkan oleh ibunya.Mungkin juga tidak lama lagi dia sudah bisa menemukan pria yang lebih cocok dengannya."Kenapa hari ini Kesya nggak datang? Apa dia beristirahat di vila lagi? Kenapa belakangan ini dia nggak kelihatan keluar?""Seharusnya dia juga lebih banyak bergaul, lebih banyak mengenal orang."Sebelumnya Andelin menahan putrinya, tidak membiarkan putrinya keluar bukan hanya rumor yang beredar di luar sana, tetapi dia juga tidak ingin putrinya bergaul dengan orang yang tidak baik lagi.Sekarang, Alendo sudah tidak ada harapan lagi, j
"Nggak perlu makan lagi, aku masih ada urusan lain."Alendo langsung menolak."Kebetulan aku juga belum makan, anggap saja kamu menemaniku."Andelin tidak bisa melepaskan kesempatan sebagus ini.Alendo melihat Andelin sejenak. Mengingat hari ini wanita itu telah membantunya, dia benar-benar tidak enak hati untuk menolak lagi. Karena itulah, dia mengangguk."Kalau begitu, maaf merepotkan, Bibi Andelin.""Soal ada pemegang saham perusahaanmu yang mau mundur, sebenarnya kamu juga nggak perlu panik. Bicarakanlah baik-baik dengannya. Kalaupun nggak bisa, kamu juga bisa memintanya untuk menunggu. Uang sedikit terlambat ditransfer juga nggak masalah."Sambil berbicara, Andelin mengambil tas ranselnya dan mengikuti Alendo keluar dari ruangan."Aku juga berpikir begitu, tapi dia terlalu keras kepala, sama sekali nggak bisa dibujuk."Alendo menyunggingkan seulas senyum getir."Kami ini masih terlalu muda. Hal seperti ini sama sekali nggak perlu ditanggapi seserius itu. Kalaupun dia benar-benar m
Andelin mengeluarkan ponselnya, lalu langsung menghubungi nomor internal Organisasi Snakei."Ini aku, Andelin. Ada yang perlu kulaporkan pada kantor cabang dan meminta petunjuk."Begitu mendengar panggilan telepon diangkat, Andelin bertanya dengan penuh hormat dan bersikap dengan penuh hormat.Sejak awal Alendo sudah tahu taktik Organisasi Snakei sangat luar biasa, juga tahu Andelin, presdir Grup Biston juga merupakan anggota Organisasi Snakei. Namun, dia tidak menyangka saat Andelin menghubungi nomor internal Organisasi Snakei, dia bisa bersikap penuh hormat begitu.Ini membuatnya merasa agak terkejut, juga bisa membuatnya merasakan semacam tekanan.Bahkan Andelin saja bersikap begitu hormat pada Organisasi Snakei. Kalau dia tidak bisa mengembalikan uang itu, apa yang akan terjadi padanya? Hanya memikirkan itu saja, sudah membuat keringat membasahi seluruh punggungnya.Namun, saat ini dia sudah tidak punya pilihan lain lagi, dia hanya bisa menjalani pilihan yang satu-satunya ini hingg
"Tuan Muda Trinu, kamu nggak perlu minta maaf. Sebenarnya aku juga salah. Kamu adalah pacarnya, seharusnya aku nggak berbicara denganmu ...."Bagaikan seekor rusa kecil yang ketakutan, tubuh Clara gemetaran. Dia segera bergeser sedikit ke samping.Melihat gadis itu begitu takut padanya, Trinu merasa
Kalau mengatakan Dekho mengikuti Jerfis karena benar-benar setia pada Jerfis, sangat jelas itu adalah lelucon.Hubungan yang terjalin antara mereka berdua adalah hubungan saling memanfaatkan.Jerfis tertarik pada kemampuan menembak dan relasi Dekho di dunia preman. Itulah sebabnya, dia merekrut Dekh
"Eh, Ardika, kamu benar-benar licik!"Dekho berteriak dengan suara rendah, ingin membuat isyarat dengan tangannya.Kalau saat ini ada orang yang mengamati situasi di dalam vila dari luar area vila, pasti bisa menangkap isyarat darinya."Bam!"Namun, saat Dekho baru saja akan membuat pergerakan, angg
Walaupun dalam hatinya dia sudah jauh memandang tinggi Ardika sekarang, tetapi menghadapi pemuda yang telah melayangkan sebuah tamparan ke wajahnya, memecah belah hubungannya dengan putrinya, bahkan menghalangi jalannya untuk menduduki posisi sebagai ketua cabang, Wilgo tetap sangat membenci Ardika.







