Beranda / Urban / Menantu Pahlawan Negara / Bab 42 Si Gigi Emas yang Sombong

Share

Bab 42 Si Gigi Emas yang Sombong

Penulis: Sarjana
Vila Cakrawala.

Saat ini, Dengan ekspresi khawatir, Desi menceritakan kepada Luna tentang kejadian tadi pagi di mana Bambang datang mengusir mereka.

"Luna, orang-orang itu bilang kalau mereka akan datang lagi sore ini. Sebaiknya kita pindah saja."

Bahkan seorang ibu rumah tangga seperti Desi tahu tentang Jinto.

"Bu, kalau mereka datang, kita hanya perlu lapor polisi saja. Aku nggak percaya mereka bisa bertindak seenaknya."

Ini rumah mereka, kenapa mereka harus pindah?

"Aduh, lapor polisi nggak a
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Ita Setyawati
bagus cm sering sering beli koin ...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3626 Traktir Kamu Makan

    Setelah meninggalkan Hotel Biston, Kesya merasa sangat rileks.Walaupun kurang praktis baginya untuk berjalan dalam balutan gaun ala tuan putri itu, tetapi saat dia berjalan, terkesan seperti tuan putri yang sedang kabur.Meskipun gaun yang dipakainya ini berat, tetapi seperti baju zirah, membuat merasa makin percaya diri untuk mendapatkan kebebasan."Apa kamu sesenang itu? Sejak keluar, kamu terus tersenyum. Pesta ulang tahunmu sudah dirusak, tapi kamu malah nggak peduli."Ardika menatap Kesya dengan tatapan agak terkejut, tidak semua orang bisa memiliki suasana hati yang baik seperti dirinya saat ini."Yang terpenting ada kamu di sini, aku sangat senang."Kesya tidak berpikir banyak, dia hanya ingin mengutarakan hal tersebut.Kesya terus mencari Ardika, tetapi dia sama sekali tidak melihat pria itu. Mungkin setiap kali saat di menghadapi masalah, pria itu akan selalu datang di sisinya seperti sosok Dewa Perang."Benar-benar gadis bodoh. Ayo, pergi. Kita cari sebuah tempat untuk trakt

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3625 Kapan Dia Akan Dewasa

    "Hanya sedikit luka kecil, hanya saja sayang sekali aku nggak bisa membantu."Alendo mengalihkan pandangannya dengan malu, dia benar-benar tidak tahu harus bagaimana menjawab pertanyaan itu."Cepat pergi ke rumah sakit dan periksa dulu! Kalau nggak, aku tetap agak khawatir.""Kamu sudah membantu, aku sangat berterima kasih padamu. Hanya saja, terlalu banyak kejadian yang terjadi hari ini, jadi aku nggak akan menahanmu di sini lagi."Mengingat adegan putrinya dibawa pergi, Andelin benar-benar merasa lelah jiwa dan raga.Dia mengira putrinya itu masih penurut, tetapi sekarang kelihatannya putrinya itu sangat pembangkang."Kalau begitu, kamu juga jangan terlalu khawatir lagi. Keluarga Demode pasti akan memberikan sebuah penjelasan soal ini."Alendo hanya bisa mengucapkan satu kalimat penghiburan itu.Awalnya hari ini dia datang masih ingin meminta Andelin untuk mengerahkan kekuatan Organisasi Snakei untuk membantunya menyelidiki orang di balik layar itu.Namun, sekarang malah muncul kejad

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3624 Aku Tidak Suka Tempat Ini

    "Aku juga bukannya terlalu memedulikan pesta ulang tahun ini. Yah, hanyalah sebuah pertunjukan untuk dipertontonkan pada orang lain saja."Kesya benar-benar tidak menyukai acara seperti ini. Kalau bukan karena ibunya memaksanya kemari, mungkin dia bahkan tidak bersedia untuk menghadiri acara ini.Terlebih lagi, orang-orang yang datang mengucapkan selamat ulang tahun padanya, hanya ada segelintir orang saja yang tulus. Dia benar-benar sangat membenci acara munafik seperti ini.Mendengar ucapan ini, Andelin sangat marah.Dia merasa dia sudah mencurahkan segenap pikirannya mengadakan pesta ulang tahun ini, agar putrinya bisa bersinar. Namun, alhasil putrinya sama sekali tidak peduli, bahkan mengucapkan kata-kata seperti itu."Omong kosong apa yang kamu bicarakan? Pesta ulang tahun ini diadakan untukmu. Hari ini sudah dirusak, lain kali aku akan mengadakannya untukmu lagi."Tiba-tiba saja, Andelin merasakan seperti akan kehilangan putrinya."Memangnya kenapa? Tetap saja bukan yang kusukai.

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3623 Memangnya Kenapa

    "Aku nggak akan terseret dalam masalah."Ardika tidak akan membiarkan Linko masih punya modal untuk bersikap arogan."Itu juga nggak bisa, kamu nggak bisa menyerang."Kesya melemparkan sorot mata panik ke arah ibunya, tetapi ibunya malah menyaksikan pemandangan di sini dengan tatapan dingin, seakan-akan urusan di sini tidak ada hubungannya dengannya.Kesya langsung mengerti, ibunya juga tidak memedulikan hal ini.Kalau Ardika menyinggung Keluarga Demode, nggak akan ada hasil yang baik, tetapi ini juga adalah hal yang ingin dilihatnya."Sudah kubilang, kamu adalah seorang pengecut, sama sekali tidak berani menyerangku."Sambil berbicara, Linko mencoba untuk menarik kembali tangannya.Dia beranggapan Ardika tidak akan berani menyakitinya, dia menatap Kesya dengan senyum bangga menghiasi wajahnya."Nanti kamu ikut pergi denganku, aku traktir kamu makan. Hari ini adalah ulang tahunmu, aku pasti akan menebusnya dengan mengadakan sebuah pesta ulang tahun yang megah untukmu."Dengan seulas se

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3622 Apa Kamu Merasa Aku Akan Takut Padanya

    Di bawah tatapan banyak orang, Andelin beranggapan Ardika tidak akan berani melakukan tindakan yang terlalu ekstrem.Namun, pada akhirnya dia tetap merasa agak gugup. Kalau Ardika benar-benar menyinggung Keluarga Demode, itu tidak ada hubungannya dengan dirinya.Akan tetapi, kalau terjadi sesuatu pada Linko di wilayah kekuasaannya, Keluarga Demode pasti akan melampiaskan amarah padanya.Alasan Andelin membiarkan putrinya berpacaran dengan Linko adalah tertarik pada bisnis Keluarga Demode.Kemudian, mereka berdua putus, dia juga tidak memedulikan apa pun, karena tindakan Linko memang sudah keterlaluan.Kesya juga benar-benar tidak menyukai Linko lagi, jadi Andelin merasa mereka putus, ya putus saja.Namun, kalau benar-benar terjadi sesuatu pada Linko di wilayah kekuasaannya, maka dia harus bertanggung jawab.Ucapan ejekan yang ditujukan oleh Andelin terhadap Ardika tadi sesungguhnya juga sedang merangsang pria tersebut.Ardika adalah seorang bocah miskin yang tidak punya sandaran. Kalau

  • Menantu Pahlawan Negara   Bab 3621 Jangan Menyesal

    "Sebaiknya kamu jangan gegabah, kami berbicara seperti ini juga demi kebaikanmu sendiri. Kalau kamu ingin menunjukkan sisi jantan seorang pria, sama sekali nggak perlu menggunakan cara seperti ini."Andelin tetap menatap Ardika dengan sorot mata meremehkan. Dalam benaknya, orang itu hanya datang untuk membohongi perasaan putrinya.Dan, orang itu bahkan adalah seorang bocah miskin yang tidak punya apa-apa.Seorang bocah miskin tanpa latar belakang sama sekali tidak pantas untuk putrinya.Saat ini, Andelin malah ingin Ardika menyerang.Dengan begitu, api amarah Keluarga Demode baru bisa dialihkan pada Ardika."Kamu nggak berhak atur-atur apa yang kulakukan."Ardika mengerahkan kekuatan yang lebih besar, membuat Linko kembali berteriak kesakitan."Lepaskan aku! Apa kamu benar-benar ingin mati? Saat Keluarga Demode membalasmu, kami akan memastikan kamu menyesal!""Jangan menyesal nantinya, dasar miskin!"Linko terus melontarkan kata-kata kasar. Dalam situasi seperti ini, dia tetap berangga

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status