Share

5. Dipecat

There masuk ke ruang direktur. Wajahnya berubah musam, seperti habis makan buah sirsak yang belum matang sepenuhnya. Entah hukuman apa yang akan diberikan Nara hingga membuat perempuan itu jera.

Merasa tidak enak dengan Davin yang dihina bawahannya sendiri, Nara segera minta maaf.

"Saya tidak menyangka There akan melakukannya lagi. Dua kali teguran dan surat peringatan dilayangkan, tapi perempuan itu tak kunjung berubah. Sekali lagi saya minta maaf atas kelakuan tidak sopan salah satu sales di sini."

Davin mengernyitkan dahi. "Kenapa kamu begitu sopan? Bukankah orang kaya suka menilai dari tampilan fisiknya saja?"

"Direktur adalah cerminan semua pegawainya. Saya tidak mau perilaku buruk itu jadi tradiri di showroom ini. Kami tidak pernah membedakan pelanggan yang masuk. Karena motto kami, pelanggan adalah raja."

"Bagus. Lalu bagaimana dengan perempuan tadi?"

"There maksud Anda?" Pertanyaan Nara hanya dijawab anggukan oleh Davin. "Dia harus dihukum. Potong gaji mungkin pilihan terbaik. Bisa juga dia dipecat dari showroom ini."

Icha terkejut. Mendengar ungkapan dipecat adalah momok paling menakutkan dalam hidupnya. Dia baru bekerja di sini, mungkin baru beberapa hari. Kata-kata Nara bagai panah yang menusuk relung hatinya.

Mengetahui hal tersebut, Davin segera menghibur Icha.

"Tenang. Kamu sudah bekerja sangat baik, kok. Kamu harus naik gaji. Jika tidak, manajernya sungguh keterlaluan membiarkan sales sebaik kamu digaji sangat rendah. Ucapanku benar, kan?" Davin memandang Nara.

Nara membatin pelan, mana mungkin dia menaikkan gaji Icha yang baru bekerja di sini, sales-sales lain pasti iri dan minta naik gaji juga?

Mengingat itu permintaan Davin, terpaksa Nara menurutinya.

"Oh iya, mobil Valkyrie putih sudah siap dibawa ke istana Anda. Tapi kalau boleh tahu, Anda adalah calon penerus semua bisnis Nayama, kan?"

"Aku tidak suka basa-basi. Cepat urus surat-suratnya agar aku bisa membalas semua sales yang tadi menghinaku!" Davin mendongakkan kepalanya. "Berapa lama aku harus menunggu surat-surat itu selesai ditandatangani?"

"Secepatnya, Tuan."

Samar-samar There mendengar percakapan yang terjadi antara Nara dan Davin. Berjalan memasuki ruang kerjanya, Nara terkejut melihat There berdiri di balik pintu.

"There, kamu sudah beberapa kali membuat keributan. Ini adalah surat peringatan ketiga. Perbuatanmu harus dihukum sesuai AD-ART yang berlaku di showroom. Jangan salahkan aku jika tiba-tiba aku memaksamu tanda tangan surat pengunduran diri!"

Perempuan berambut pirang itu tidak menjawab, dan malah mengalihkan topik pembicaraan. "Apa saya tidak salah dengar kalau mobil Valkyrie itu akan dibeli olehnya?"

"Heh! Tidak ada yang memberimu izin berdiri di sini. Jika kamu mengulanginya lagi, aku bisa memecatmu. Dasar bawahan tidak sopan! Kamu pikir dia itu siapa? Dia adalah tamu paling istimewa yang pernah datang di showroom. Mulut kalau tidak pernah disekolahkan ya begini!" Nara membentak There. Matanya merah, menunjukkan jika dia sedang emosi.

Sekujur tubuh There lemas begitu mendengar ucapan Nara. Antara percaya atau tidak, dia menatap manajernya sendiri. Mereka tidak sadar, Davin sudah berdiri di ambang pintu, menyaksikan bagaimana Nara mendidik There.

Melihat Davin semakin menaikkan rasa takut There. Dia tidak bisa apa-apa. Kunang-kunang mulai muncul di depan matanya.

Davin melihat There melongo kebingungan. Menggandeng tangan Icha dan mengajaknya masuk ke ruangan direktur, Davin mengajari Nara bagaimana cara mendidik pegawai tidak punya tata krama.

"Kesalahanmu terlampau fatal. Kata Nara, kamu sudah buat kesalahan dua kali, dan mengulanginya lagi. Untung aku yang jadi korban, bukan miliarder lain. Aku hanya ingin bonusmu dipotong 80% sampai bulan Agustus. Anggap saja itu sebagai hukumanmu!"

"Tapi?"

"Tidak ada tapi!" Davin mengambil alih kekuasaan showroom. "Aku beri kamu dua pilihan; bawa barang-barangmu keluar dari showroom, atau tetap kerja di sini dengan potongan gaji selama empat bulan."

Nara coba mencairkan suasana. "Maafkan pegawai saya, dia memang..."

"Keterlaluan! Satu orang sepertinya bisa meruntuhkan citra showroom milikmu. Bagaimana mungkin perusahaan sebesar ini memiliki karyawan yang tak pandai melayani pelanggan? Kalian mau kehilangan berapa pelanggan lagi? Pikirkan lagi jika ingin mempertahankannya di sini!"

Perdebatan akhirnya selesai.

Melvin menjemput Davin dan minta maaf atas keterlambatannya. Nara, Melvin, dan Davin duduk di ruangan direktur lantai dua. Tidak hanya membeli mobil Valkyrie 46 miliar, Davin ingin membeli semua mobil yang ada di showroom.

Mendengar hal tersebut, Nara seketika terjengkang dari kursinya. "Apa, Tuan? Membeli semua mobil di showroom kata Anda?" Kejadian serupa juga dialami Melvin.

"Cepat urus semua suratnya! Showroom ini resmi jadi milik Nayama." Davin menghela nafas, lalu melanjutkan kalimatnya. "Ada dua hal yang ingin kuminta darimu. Pertama, jangan bilang siapapun kalau Nayama sudah mengakusisi perusahaan. Kedua, aku ingin kamu tetap jadi direktur di sini. Kinerjamu sangat apik. Kamu sangat bertanggung jawab."

Semua surat sudah diurus. Sidik jari Davin diminta sebagai bukti pemindahan kuasa perusahaan. Davin dan Melvin menjabat tangan Nara. Ketuk palu dilakukan. Luxury FX Showroom akhirnya resmi menjadi milik Nayama.

Davin turun dari tangga, memandangi satu per satu sales yang tadi merendahkannya.

"Kalian puas? Orang yang tadi kalian hina gembel ternyata sanggup membeli mobil di sini. Bukan mobil saja, aku membeli 100% saham perusahaan. Sekarang akulah bosnya, kalian hanya budak!"

Berjalan menuju pintu keluar, Davin menyempatkan diri mampir menemui Icha. Dia duduk di pojokan, seperti anak magang yang takut dengan senior.

Davin menghampiri Icha, lalu mengelus rambut hitamnya. Dua puluhan kunci mobil dihamparkan di atas meja. Laki-laki itu lantas berucap halus. "Pilih salah satu!"

"Sa-saya tidak bisa menerima ini, Tuan."

"Pilih saja satu di antara dua puluh tujuh kunci itu. Anggap saja ucapan terima kasih karena telah menyambutku dengan baik di sini. Tidak perlu sungkan, kamu pantas mendapatkannya."

Urusan Davin selesai. Dia pergi menaiki Valkyrie mewah yang jumlahnya hanya 15 di dunia. Baru merebahkan diri di kasur villa mewahnya, tiba-tiba Davin mendapat telepon dari seseorang.

Pria itu ingat sesuatu. Tiga hari dia bolos kerja karena harus menyelesaikan admininstrasi Nayama. Tiga hari itu pula dia tidak memberi kabar pada rekan kerjanya di perusahaan. Teriakan seorang wanita menggema dari ujung telepon. Dia adalah Claudia, mantan kekasih Davin.

"Woi babu, ke mana saja kamu? Cepat kemari atau aku pecat kamu dan semua teman-teman pegawaimu!"

Komen (15)
goodnovel comment avatar
Achmad Syakir
Davin semakin hebat
goodnovel comment avatar
Hitam Putih
bingung dg nama-namanya, antara icha dllnya
goodnovel comment avatar
silas sada
the good the bed and the ugly.... everyone has discretion on something in daily live.
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status