Beranda / Urban / Menantu sang Dewa Perang / Kepulangan Sang Jendral!

Share

Menantu sang Dewa Perang
Menantu sang Dewa Perang
Penulis: Indra Aris Setiawan

Kepulangan Sang Jendral!

last update Terakhir Diperbarui: 2024-01-23 20:07:24

Di sebuah Negeri berdiri seorang yang ditakuti oleh militer di seluruh Negara. Orang dari Asia yang mampu menguasai Eropa dalam pertempuran Agung. Dialah sang Jendral Theos Yang Agung, Baron Vasilias.

Di belakang Baron, berdiri barisan para tentara yang sudah menyelesaikan tugasnya, Baron membalikkan badannya dan para tentara itu memberi hormat kepada Baron.

Sebelum menjadi sosok jenderal yang ditakuti dan disegani, Baron hanya seorang menantu tak berguna yang selalu diinjak-injak oleh keluarga istrinya.

Dulu, di kediaman keluarga Hasya, Baron sering diperlakukan tidak manusiawi. Bahkan, mereka memberi makan Baron dengan nampan dan piring yang biasanya diberikan pada Anjing.

Tak hanya itu, ia bahkan dianggap oleh lingkungannya sebagai anak haram yang dibuang oleh keluarganya sendiri.

Sampai akhirnya keburukan nasibnya memuncak. Di dalam sebuah kamar, semua keluarga istrinya melihat Baron dan seorang wanita yang merupakan sahabat istrinya tengah berada di satu ranjang dengan tanpa busana.

Sebab itu, Baron pun dihajar habis-habisan dan dibuang oleh keluarga istrinya yang menganggapnya telah berselingkuh.

Namun, fakta sebenarnya adalah semua itu hanyalah jebakan kakak iparnya yang takut posisinya di keluarga akan digantikan oleh Baron yang terkenal cerdas.

Saat Baron merasa hidupnya tak lagi memiliki arti dan hendak bunuh diri, muncul sosok misterius yang menyelamatkannya.

Tzagia Romanov, sosok 'misterius' yang merupakan legenda militer negara itu menganggap Baron memiliki potensi besar dan ia pun memberikan 'karunia' padanya dan melatihnya menjadi sosok sekarang ini.

Dan mulai saat itu Baron mendapatkan pelatihan militer yang keras bahkan Tzagia Romanov sendiri menyebut pelatihan itu merupakan pelatihan Neraka. Namun itu semua berbanding lurus dengan semua kekuasaan Baron yang ia miliki saat ini.

Tiba-tiba, seseorang menyadarkan Baron dari masa lalunya yang kelam.

Seseorang dengan pakaian yang berwarna hitam dipadukan dengan merah datang dengan membawa pesan kepada Baron, bahwa Baron harus sang legenda militer.

“Lapor Jenderal! Jenderal dipanggil oleh Menteri Pertahanan Tzagia!”

Dengan wajah yang dingin, Baron menggangguk dan ia langsung dijemput dengan helikopter, dan Baron pun langsung datang ke sebuah wilayah yang dipenuhi militer, kedatangan Baron jelas membuat pasukan yang ada di sana langsung bersiap menyambut Baron.

Baron membuka pintu dan tentara yang di sana memberi hormat kepada Baron, Baron membalas hormat mereka dan pergi menuju ruangan Tzagia.

“Jendral, sebelah sini!”

Di depan ruangan yang dimaksud ada dua orang lagi yang mengenakan pakaian yang sama, mereka berdua memberi salam kepada Baron Vasilias.

“Salam Jendral. Yang Agung!” ujar mereka berdua.

Baron membuka pintu dan melihat seseorang yang berusia sekitar 50 tahunan dan sedang menghadap ke arah jendela yang memperlihatkan hamparan salju yang luas.

“Salam, Tzagia Romanov!”

Tzagia Romanov, merupakan petinggi dari pasukan yang dipimpin oleh Baron Vasilias, dan dia adalah orang yang paling berjasa dalam hidup Baron.

“Baron? Kamu sudah datang? Sudah berapa kali aku bilang bicara denganku dalam bahasa yang santai!”

“Maaf, apa ada urusan penting yang harus segera diselesaikan olehku dan pasukan?” tanya Baron.

Tzagia Romanov mengeluarkan amplop coklat yang berisi tentang dokumen penting.

“Baron, kamu masih ingat dengan istrimu?” tanya Tzagia Romanov dengan wajah yang serius.

“Tentu, aku masih mengingatnya dengan jelas. Bahkan, kejadian 7 tahun lalu masih aku ingat!”

Baron mengingat semua kejadian itu, beberapa orang dari keluarga Hasya yang mencoba membunuhnya membuat Baron sangat emosi terutama pada Ivan Hasya. Pria yang menjebaknya pada 7 tahun silam.

Baron semakin ingin untuk membalaskan dendamnya kepada keluarga yang tidak tahu diuntung padahal Baron sudah sangat baik dan tidak terlintas sedikitpun untuk meraup keuntungan.

“Bukalah!”

Baron membuka amplop itu dan memperlihatkan sebuah dokumen yang berisikan informasi tentang istrinya dan pertunangan yang akan dilaksanakan.

“Apa? Apa ini maksudnya Tzagia?” tanya Baron dengan nada yang sedikit tinggi.

“Bacalah sampai akhir!”

Baron membaca lanjutannya, dan tertulis bahwa istrinya sering melakukan percobaan bunuh diri, mulai dari meminum obat hingga hampir overdosis, berlari di tengah jalan raya, dan hampir kehilangan nafas saat mencoba untuk menggantung dirinya.

“Tzagia! Jelaskan padaku sekarang juga!”

“Baron! Istrimu mencoba untuk mengakhiri hidupnya karena ia tidak ingin menikah dengan pria lain, alasannya yang aku dapatkan karena dia masih mencintaimu! Pulanglah! Istrimu sedang dalam perawatan, terakhir informasi yang aku dapatkan dia hampir terkena hipotermia karena menenggelamkan dirinya di laut!”

Baron yang mendengar itu pun jelas marah dan menggenggam dokumen itu dengan kuat. Ia teringat dengan segala kejadian yang ia terima dulu, bahkan dendam yang ia bawa hingga saat ini masih tersimpan jelas saat ia harus dipaksa untuk berpisah dengan istrinya.

“Baron, pulang lah! Akan ku siapkan semuanya, kembalilah ke istrimu! Dia membutuhkanmu!”

Tanpa berpikir panjang, Baron mengiyakan perkataan Tzagia Romanov.

“Baik!” Baron memberi hormat dan pergi ke luar ruangan.

Pada esoknya Baron langsung pergi ke bandara dengan pengawalan yang ketat, Baron terbang dengan menggunakan jet pribadi miliknya.

Saat di pesawat, Baron membuka surat yang diberikan oleh Tzagia kepada Baron. Surat itu berisikan hal yang telah disiapkan oleh Tzagia Romanov di negara asalnya, serta memberikan sebuah nama rumah sakit tempat istrinya dirawat.

“Aghnia! Tunggu aku!” gumam Baron.

Setibanya Baron di kota J, ia sedikit teringat dengan semua kenangan buruk yang ia terima dulu. Bahkan, itu terkadang sering muncul di mimpinya.

“Sial! Tidak aku sangka, aku harus kembali ke kota ini lagi. Semua kenangan, dendam, rasa sakit, direndahkan, semua ada di sini! Jika bukan karena Aghnia aku tidak akan kembali ke sini!” gumam Baron.

Kedatangan Baron haruslah dirahasiakan, maka 1 bandara terpaksa ditutup untuk menutupi identitas Baron, Baron sudah dijemput dengan menggunakan mobil Rolls Royce dengan diiringi mobil Mercedes S Class berwarna hitam.

Mereka adalah orang-orang yang diperintahkan oleh Tzagia Romanov untuk menjadi ajudan dari Baron Vasilias selama ada di Indonesia.

Lalu muncul seorang pria dengan setelan jas hitam putih berdiri di depan Baron.

“Salam, Theos Yang Agung, Baron Vasilias! Perkenalkan nama saya adalah Nolan, dan saya bertugas menjadi asisten Jendral di sini.”

Wajah Nolan tidak asing di ingatan Baron, karena Nolan merupakan salah satu pasukan di infantrinya.

“Kamu? Apa kamu komandan pasukan infantri?” tanya Baron.

“Benar Jendral, sekarang saya akan menjadi asisten anda!”

“Kalau begitu, kita pergi ke rumah sakit ini sekarang!”

Baron dan juga Nolan pergi ke rumah sakit yang sudah diberitahu oleh Tzagia Romanov. Sesampainya Baron di rumah sakit, Baron langsung menuju ke ruangan dimana istrinya dirawat.

Ia tiba di kamar VVIP, dan di sana ia melihat istrinya yang terbaring lemah dengan alat medis di tubuhnya.

Baron berdiri di luar dan memandangi istrinya, ia mengepal tangannya kuat-kuat karena ia menahan seluruh emosinya. Tapi, terdengar suara yang ia benci.

“Siapa kamu?”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Benny Bento
mulai terlihat seru nih.
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Menantu sang Dewa Perang   Eksekutor!

    Suara tembakan yang menggelegar di seluruh Tarot Palace Auction menghentikan ucapan sang Juru Lelang. Teriakan histeris para miliarder yang kehilangan martabatnya memenuhi ruangan Tarot Palace Auction. Mereka yang tadinya merasa di atas angin, kini merangkak di lantai seperti tikus yang terjebak di lubang gelap, semuanya berhamburan karena takut akan menjadi sasaran. Semua menuju pintu keluar, namun pintu tersebut tertutup dan terkunci seperti sudah disabotase oleh pihak luar.“Pintunya! Buka pintunya!” Semua mencoba menggedor-gedor pintu dan berteriak berharap ada yang membuka pintu dari luar."Baron! Ayo cepat kita keluar!" teriak Praja sembari menarik bahu Baron. Namun, Baron tetap berdiri tegak. Pupil matanya melebar, mencoba menangkap sisa cahaya atau gerakan di tengah kegelapan total ini."Praja, diam. Jangan nyalakan lampu ponselmu kalau kau tidak ingin kepalamu menjadi sasaran empuk," desis Baron dengan nada dingin yang belum pernah didengar Praja sebelumnya.“Tempat in

  • Menantu sang Dewa Perang   Hawa Kematian

    Banyak orang yang berbondong-bondong untuk menawar perahiasan tersebut dengan harga yang tinggi. Namun, disisi lain Baron Vasilias memperhatikan dengan seksama Surya Vigo yang terlihat dengan sangat jelas begitu menginginkan berlian tersebut. Dari harga pembukaan yang lelang dengan nilai yang fantastis tentunya hanya orang-orang yang memiliki kekayaan tak berseri yang berani menawar perhiasan tersebut, di sisi lain Baron tampak bimbang karena berlian tersebut sangat ingin ia miliki untuk hadiah bagi Aghnia. Praja melihat Baron yang begitu terfokus pada berlian tersebut meskipun seluruh ruangan gelap gulita tapi Praja bisa merasakan aura yang dipancarkan oleh Baron."Baron ini, dia terlihat sekali menginginkan berlian itu, tapi dibuka dari 50 miliar? ditambah dengan orang-orang itu yang sedang menghubungi pihak bank," batin Praja sembari melihat para peserta lelang."Berlian Cullinan itu, kalau aku dapat memilikinya lalu apa yang harus aku katakan pada Aghnia, ya? terlebih lagi berl

  • Menantu sang Dewa Perang   Termakan Oleh Ego!

    Dandy sudah termakan oleh egonya, ia benar-benar tidak peduli dengan uang yang ia keluarkan hanya gengsi yang ia miliki.“12 miliar! Aku tawar itu, anak-anak seperti kalian tidak cocok dengan giok!” Surya yang kini menunjukkan aura yang ia miliki adalah keangkuhan yang absolut.Baron tersenyum sinis. Dia tahu persis apa yang akan terjadi selanjutnya. Dandy, dengan egonya yang tinggi, pasti akan terus menaikkan harga sampai titik di mana dia tidak mampu lagi, “Surya, dia benar-benar ingin menunjukkan semuanya, ya?” gumam Baron. Baron sebenarnya sudah tidak begitu tertarik kepada giok itu dan dia memilih untuk mundur terlebih dahulu, “Praja, aku rasa aku akan mundur kali ini. Aku ingin melihat sejauh mana ego Dandy akan mengelabuinya,” bisik Baron yang disetujui oleh Praja.“Bagus Baron, tidak ada gunanya jika kamu hanya terus memberi makan ego Dandy!” balas Praja. Dandy semakin frustasi karena ia harus kembali merogoh kocek dengan harga yang fantastis. Tapi, ketika ia melirik ke Baro

  • Menantu sang Dewa Perang   Permainan Anak-anak?

    Seorang pria tua usianya namun tidak dengan fisiknya yang seperti pria berusia 30 tahun, pria itu menawar dengan jumlah yang lebih tinggi dari yang ditawar oleh Dandy. 3 miliar adalah jumlah yang cukup banyak untuk sebuah kalung giok, terutama itu merupakan giok yang memiliki kualitas tinggi. Namun, dibalik itu Baron seperti cukup familiar dengan pria tua tersebut terutama orang-orang dibelakangnya.“Pria itu, apa mungkin dia—”“Baron, dia Surya Vigo pemimpin keluarga Vigo. Dia, adalah harimau yang sudah tua namun harimau tetaplah harimau,” bisik Praja. Baron pun tertawa kecil, “Baru saja aku atasi anaknya, apa kini aku harus bersinggungan dengannya?” kata Baron. Praja menasehati Baron dengan kata-kata yang sedikit menyindir Baron, “Baron, aku tidak tahu kamu tinggal di negara mana yang bisa bebas memukul orang. Tapi, jangan gegabah melawan Surya Vigo, dia salah satu orang yang berpengaruh di negeri ini. Dan, dia juga pernah masuk jajaran orang terkaya di dunia, kamu pasti tahu F

  • Menantu sang Dewa Perang   Pelelangan!

    “Selamat malam, para kolektor sejati! Malam ini, kita menghadirkan banyak sekali barang-barang yang berkualitas tinggi serta langka! Dan, hasil dari lelang ini semuanya akan diserahkan ke panti asuhan!”Ruang lelang yang mewah itu dipenuhi oleh para kolektor kaya raya dan pengusaha sukses. Mata mereka berbinar-binar penuh ambisi, siap untuk saling sikut demi mendapatkan harta yang mereka inginkan Biasanya, orang-orang yang menghadiri lelang hanyalah perwakilan saja. Dan, orang kaya yang sesungguhnya tidak perlu repot-repot pergi ke tempat lelang. Namun, beda halnya dengan Tarot Palace Auction, tidak boleh ada perwakilan sama sekali, hanya orang-orang yang memiliki kekayaan yang cukup untuk ikut salan lelang tersebut . Praja berbisik pada Baron, “Baron lihat semua orang-orang ini. Mereka, bukan hanya dari negara Asia saja. Bahkan, orang Eropa pun ada!” Baron melihat semua orang dan memang benar, mereka semua adalah orang yang cukup berpengaruh. Terutama, ada seseorang yang menjadi

  • Menantu sang Dewa Perang   Dipeluk Kematian?

    Di tengah ketegangan antara Baron, Dandy, dan Elina, Louis muncul dengan ide baru untuk meredakan situasi dan sekaligus membuat Baron semakin dihormati.Louis mengumumkan diadakannya lelang amal di Tarot Palace Auction, sebuah tempat lelang ternama yang hanya dihadiri oleh para elit dan orang-orang kaya. Lelang ini akan menjadi kesempatan bagi para tamu untuk menunjukkan kekayaan mereka dan saling memperkuat posisi dan juga kehormatan mereka. Dandy dan Elina, yang terobsesi dengan kekayaan dan status, langsung tertarik dengan ide lelang ini. Mereka berdua bertekad untuk menjadi pemenang lelang dan menunjukkan kepada Baron siapa yang lebih kaya dan berkuasa.“Bagaimana? Tarot Palace Auction sangat terkenal melelang banyak sekali barang-barang berharga. Bahkan, tidak jarang para Raja-raja di Timur Tengah datang untuk mendapatkan permata,” jelas Louis. Dandy tersenyum sinis, “Untuk apa melakukan lelang? Bukannya sudah jelas, bahwa aku adalah yang paling kaya?” Elina melirik Baron ya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status