Home / Urban / Menantu sang Dewa Perang / Permainan Anak-anak?

Share

Permainan Anak-anak?

last update Last Updated: 2024-08-04 23:23:18

Seorang pria tua usianya namun tidak dengan fisiknya yang seperti pria berusia 30 tahun, pria itu menawar dengan jumlah yang lebih tinggi dari yang ditawar oleh Dandy.

3 miliar adalah jumlah yang cukup banyak untuk sebuah kalung giok, terutama itu merupakan giok yang memiliki kualitas tinggi.

Namun, dibalik itu Baron seperti cukup familiar dengan pria tua tersebut terutama orang-orang dibelakangnya.

“Pria itu, apa mungkin dia—”

“Baron, dia Surya Vigo pemimpin keluarga Vigo. Dia, adalah harim
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Ilham Azzam
mana lanjutan'y bos apa cuma sampe sgini ja cerita'y?ah bikin kecewa ja
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menantu sang Dewa Perang   Eksekutor!

    Suara tembakan yang menggelegar di seluruh Tarot Palace Auction menghentikan ucapan sang Juru Lelang. Teriakan histeris para miliarder yang kehilangan martabatnya memenuhi ruangan Tarot Palace Auction. Mereka yang tadinya merasa di atas angin, kini merangkak di lantai seperti tikus yang terjebak di lubang gelap, semuanya berhamburan karena takut akan menjadi sasaran. Semua menuju pintu keluar, namun pintu tersebut tertutup dan terkunci seperti sudah disabotase oleh pihak luar.“Pintunya! Buka pintunya!” Semua mencoba menggedor-gedor pintu dan berteriak berharap ada yang membuka pintu dari luar."Baron! Ayo cepat kita keluar!" teriak Praja sembari menarik bahu Baron. Namun, Baron tetap berdiri tegak. Pupil matanya melebar, mencoba menangkap sisa cahaya atau gerakan di tengah kegelapan total ini."Praja, diam. Jangan nyalakan lampu ponselmu kalau kau tidak ingin kepalamu menjadi sasaran empuk," desis Baron dengan nada dingin yang belum pernah didengar Praja sebelumnya.“Tempat in

  • Menantu sang Dewa Perang   Hawa Kematian

    Banyak orang yang berbondong-bondong untuk menawar perahiasan tersebut dengan harga yang tinggi. Namun, disisi lain Baron Vasilias memperhatikan dengan seksama Surya Vigo yang terlihat dengan sangat jelas begitu menginginkan berlian tersebut. Dari harga pembukaan yang lelang dengan nilai yang fantastis tentunya hanya orang-orang yang memiliki kekayaan tak berseri yang berani menawar perhiasan tersebut, di sisi lain Baron tampak bimbang karena berlian tersebut sangat ingin ia miliki untuk hadiah bagi Aghnia. Praja melihat Baron yang begitu terfokus pada berlian tersebut meskipun seluruh ruangan gelap gulita tapi Praja bisa merasakan aura yang dipancarkan oleh Baron."Baron ini, dia terlihat sekali menginginkan berlian itu, tapi dibuka dari 50 miliar? ditambah dengan orang-orang itu yang sedang menghubungi pihak bank," batin Praja sembari melihat para peserta lelang."Berlian Cullinan itu, kalau aku dapat memilikinya lalu apa yang harus aku katakan pada Aghnia, ya? terlebih lagi berl

  • Menantu sang Dewa Perang   Termakan Oleh Ego!

    Dandy sudah termakan oleh egonya, ia benar-benar tidak peduli dengan uang yang ia keluarkan hanya gengsi yang ia miliki.“12 miliar! Aku tawar itu, anak-anak seperti kalian tidak cocok dengan giok!” Surya yang kini menunjukkan aura yang ia miliki adalah keangkuhan yang absolut.Baron tersenyum sinis. Dia tahu persis apa yang akan terjadi selanjutnya. Dandy, dengan egonya yang tinggi, pasti akan terus menaikkan harga sampai titik di mana dia tidak mampu lagi, “Surya, dia benar-benar ingin menunjukkan semuanya, ya?” gumam Baron. Baron sebenarnya sudah tidak begitu tertarik kepada giok itu dan dia memilih untuk mundur terlebih dahulu, “Praja, aku rasa aku akan mundur kali ini. Aku ingin melihat sejauh mana ego Dandy akan mengelabuinya,” bisik Baron yang disetujui oleh Praja.“Bagus Baron, tidak ada gunanya jika kamu hanya terus memberi makan ego Dandy!” balas Praja. Dandy semakin frustasi karena ia harus kembali merogoh kocek dengan harga yang fantastis. Tapi, ketika ia melirik ke Baro

  • Menantu sang Dewa Perang   Permainan Anak-anak?

    Seorang pria tua usianya namun tidak dengan fisiknya yang seperti pria berusia 30 tahun, pria itu menawar dengan jumlah yang lebih tinggi dari yang ditawar oleh Dandy. 3 miliar adalah jumlah yang cukup banyak untuk sebuah kalung giok, terutama itu merupakan giok yang memiliki kualitas tinggi. Namun, dibalik itu Baron seperti cukup familiar dengan pria tua tersebut terutama orang-orang dibelakangnya.“Pria itu, apa mungkin dia—”“Baron, dia Surya Vigo pemimpin keluarga Vigo. Dia, adalah harimau yang sudah tua namun harimau tetaplah harimau,” bisik Praja. Baron pun tertawa kecil, “Baru saja aku atasi anaknya, apa kini aku harus bersinggungan dengannya?” kata Baron. Praja menasehati Baron dengan kata-kata yang sedikit menyindir Baron, “Baron, aku tidak tahu kamu tinggal di negara mana yang bisa bebas memukul orang. Tapi, jangan gegabah melawan Surya Vigo, dia salah satu orang yang berpengaruh di negeri ini. Dan, dia juga pernah masuk jajaran orang terkaya di dunia, kamu pasti tahu F

  • Menantu sang Dewa Perang   Pelelangan!

    “Selamat malam, para kolektor sejati! Malam ini, kita menghadirkan banyak sekali barang-barang yang berkualitas tinggi serta langka! Dan, hasil dari lelang ini semuanya akan diserahkan ke panti asuhan!”Ruang lelang yang mewah itu dipenuhi oleh para kolektor kaya raya dan pengusaha sukses. Mata mereka berbinar-binar penuh ambisi, siap untuk saling sikut demi mendapatkan harta yang mereka inginkan Biasanya, orang-orang yang menghadiri lelang hanyalah perwakilan saja. Dan, orang kaya yang sesungguhnya tidak perlu repot-repot pergi ke tempat lelang. Namun, beda halnya dengan Tarot Palace Auction, tidak boleh ada perwakilan sama sekali, hanya orang-orang yang memiliki kekayaan yang cukup untuk ikut salan lelang tersebut . Praja berbisik pada Baron, “Baron lihat semua orang-orang ini. Mereka, bukan hanya dari negara Asia saja. Bahkan, orang Eropa pun ada!” Baron melihat semua orang dan memang benar, mereka semua adalah orang yang cukup berpengaruh. Terutama, ada seseorang yang menjadi

  • Menantu sang Dewa Perang   Dipeluk Kematian?

    Di tengah ketegangan antara Baron, Dandy, dan Elina, Louis muncul dengan ide baru untuk meredakan situasi dan sekaligus membuat Baron semakin dihormati.Louis mengumumkan diadakannya lelang amal di Tarot Palace Auction, sebuah tempat lelang ternama yang hanya dihadiri oleh para elit dan orang-orang kaya. Lelang ini akan menjadi kesempatan bagi para tamu untuk menunjukkan kekayaan mereka dan saling memperkuat posisi dan juga kehormatan mereka. Dandy dan Elina, yang terobsesi dengan kekayaan dan status, langsung tertarik dengan ide lelang ini. Mereka berdua bertekad untuk menjadi pemenang lelang dan menunjukkan kepada Baron siapa yang lebih kaya dan berkuasa.“Bagaimana? Tarot Palace Auction sangat terkenal melelang banyak sekali barang-barang berharga. Bahkan, tidak jarang para Raja-raja di Timur Tengah datang untuk mendapatkan permata,” jelas Louis. Dandy tersenyum sinis, “Untuk apa melakukan lelang? Bukannya sudah jelas, bahwa aku adalah yang paling kaya?” Elina melirik Baron ya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status