Home / Romansa / Mencintai Seorang Climber / bab 129. Dari Mana Asal Racun?

Share

bab 129. Dari Mana Asal Racun?

last update publish date: 2025-03-13 13:26:44

Zakki Wiratama datang ke kantor polisi untuk memberikan kesaksiannya. Pada saat itu, di kantor polisi sedang ada seorang petugas laboratorium dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yang kelak akan diminta menjadi saksi ahli atas kasus keracunan arsenik yang menewaskan Valentina. Petugas BPOM itu turut menyimak tanya jawab antara penyidik dengan Zakki, selaku orang tua korban.

“Apakah putri Anda memakan kue black forest lebih banyak daripada anak-anak lain, sehingga lebih banyak racun yang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mencintai Seorang Climber   bab 387. Mencari Istri Kedua

    Bimo terlibat percakapan dengan Bi Inah, tentang Maisaroh yang menyusui bayi dari istri mudanya Zakki. Bimo mengira, Maisaroh sudah banyak mengobrol dengan Bi Inah, ketika sedang berada di mess, dalam pengawasan Bi Inah.Bimo bertanya, “Kalau enggak kenal, bagaimana Maisaroh bisa menyusui bayi dari wanita lain?”Bi Inah menjelaskan sesuai yang dia ketahui, “Kata Saroh, mulanya suaminya kerja renovasi bangunan bengkel punya Den Zakki. Suaminya Saroh mendengar Den Zakki menelepon seseorang, mencari ibu susu buat bayinya. Suami Maisaroh memberanikan diri menawarkan istrinya untuk menyusui bayi itu. Ternyata Den Zakki setuju.”“Jadi Maisaroh dikasi bayi dari Den Zakki?”“Enggak begitu, Pak. Kata Maisaroh, dia dan suaminya disuruh datang ke sebuah klinik bersalin di Kabupaten Bandung.”“Klinik apa?”“Katanya nama klinik itu “Harapan Ummi”. Di sana, bayi itu diserahkan sama perawat, ke tangan Maisaroh dan suaminya. Begitu ceritanya.”“Oooh, jadi mungkin istri kedua Den Zakki melahirkan di k

  • Mencintai Seorang Climber   bab 386. Info Tentang Ibu Susu

    Bimo sebenarnyan pesimis jika pemilik warung yang pernah mengobrol dengannya itu, akan menghubungi nomornya. Dia pikir pemilik warung itu hanya berbasa-basi mengobrol dengannya dan memperlihatkan rasa simpati. Namun ternyata pada pukul delapan malam, pemilik warung itu menghubungi nomor Bimo melalui chat.(Ini nomornya bapak yang tadi siang mampir ke warung saya, mau mencari kerabatnya Bi Inah?)Bimo : Iya, benar. Ada kabar baik, Bu?”(Bapak masih mencari ibu susu untuk bayi?)Bimo : Masih.(saya sudah ngomong sama Bi Inah. Kalau bisa, Bapak datang ke warung saya, Bi Inah mau ketemu dengan Bapak.)Bimo : Apakah sekarang warung Ibu masih buka?”(Warung saya tutup jam sepuluh malam.)Bimo yang sudah ada di rumah, segera memacu motornya menuju kawasan Dago, tapi di bagian pemukiman padat kelas menengah ke bawah. Bimo memarkir motor di depan warung sembako yang tadi siang disambanginya. Ternyata di dalam sudah ada seorang wanita usia separuh abad.“Ini Bi Inah.” ucap pemilik warung.“Nama

  • Mencintai Seorang Climber   bab 385. Mencari Ibu Susu

    Bimo, mantan polisi yang jadi detektif swasta, sudah mendapatkan nomor ponsel Ridan, suami Maisaroh. Nomor itu didapat dari tetangga Ridan. Kesaksian Ridan tentang bayi itu sangat penting. Bimo ingin tahu, siapa yang menitipkan bayi itu kepada istri Ridan? Bimo yakin, hanya Ridan yang tahu siapa orang itu, sedangkan istrinya hanya dititipi bayi, yang diberikan oleh suaminya. Bimo menghubungi nomor Ridan, tapi nomor itu tidak aktif. Entah ponsel Ridan dimatikan, atau posisi Ridan sedang berada di daerah yang tidak ada sinyal telepon.Akhirnya Bimo berjalan ke luar dari kafe. Seorang juru parkir mendekatinya. Sebenarnya juru parkir itulah yang sedang ditunggu oleh Bimo.“Kang, sudah lama kerja parkir di sini?” tanya Bimo.“Sudah Pak.”“Tahu atuh soal butik di seberang itu?”“Oh, itu butik punya Ibu Marianne. Ada apa, Pak? Mau belanja di sana, tapi isin?” juru parkir itu menyeringai, “di sana memang jualannya baju perempuan, tapi enggak apa-apa kalau laki-laki mau belanja sendirian, tanp

  • Mencintai Seorang Climber   bab 384. Mencari Bayi

    Bimo masih berbincang dengan seorang wanita yang merupakan tetangga Maisaroh. Bimo berusaha mencari tahu nomor telepon Maisaroh, ataupun suaminya.Bimo berujar, “Begini, nasabah bank memang mencatatkan nomor telepon pada datanya, tapi nomornya Ibu Maisaroh dan suaminya ternyata tidak aktif. Makanya saya ke sini, karena nomor mereka tidak bisa dihubungi. Saya pengin tahu, mereka serius atau tidak, soal pinjaman itu.”Bimo melihat seorang anak laki-laki usia sekitar 10 tahunan, memakai seragam SD, datang ke rumah tetangga Maisaroh, lantas duduk di bale-bale bambu depan rumah itu sembari melepas sepatu dan kaus kakinya.“Ini putra Ibu?” tanya Bimo.“Iya, anak sulung saya.”“Mah, buku tulis sudah penuh, mau beli lagi.” ucap anak itu.“Uang mamah barusan sudah dipakai buat belanja. Nanti tunggu bapak pulang, mudah-mudahan banyak penumpang.”Mendengar obrolan ibu dan anak itu, hati Pak Bimo meleleh. Hanya sekadar buku tulis, wanita itu ternyata tidak punya uang untuk membelinya. Anaknya har

  • Mencintai Seorang Climber   bab 383. Istri yang Cemburu

    Marco mengambil kertas hasil tes DNA yang masih dipegang oleh Maryam. Dia melipat kertas itu, dimasukkan lagi ke dalam tas kerjanya.Maryam masih terus bertanya, “Kenapa Abang melakukan tes DNA pada seorang bayi? Siapa wanita yang melahirkan bayi itu? Abang menjalin hubungan dengan wanita lain?”Marco menjawab, “Sekarang kamu pikirkan pakai logika!” Marco menyentuh pelipis Maryam. “Kalau misalnya aku punya hubungan pribadi dengan wanita lain, dan saat ini ada bayi yang lahir, coba kamu hitung mundur selama ... sembilan bulan, sampai setahun deh!”“Buat apa?” Maryam cemberut.“Coba saja hitung mundur, kamu tahu ada di mana aku pada saat sembilan bulan lalu.”“Ada di Makassar.”“Pada saat itu, dengan siapa aku hidup di Makassar?”“Dengan aku .... ““Lantas kalau aku hidup denganmu, siapa yang bakal hamil anakku?”Maryam masih cemberut. “Tapi waktu itu Abang kan, sering bepergian ke banyak tempat, sampai beberapa hari enggak pulang.”“Terus kenapa pada saat itu kamu enggak cemburu? Padah

  • Mencintai Seorang Climber   bab 382. Ada Wanita Lain

    Ketika Pak Bimo bertanya soal istri muda Zakki, Marco tidak bisa menjawab dengan jelas.“Sebenarnya saya tidak tahu banyak soal istri muda kakak saya. Semua info itu saya dapat dari menguping obrolan Zakki dengan papa saya. Saya pribadi tidak pernah menanyakannya, karena ... saya sungkan, khawatir menyinggung kakak ipar saya.”“Bagaimana obrolan antara papamu dengan kakakmu, soal istri muda itu?”“Ehmmm ... saya kira waktu itu papa saya menanyakan isyu yang terlanjur beredar di keluarga besar saya, soal Zakki yang punya istri muda, dan kabarnya istri muda itu sudah melahirkan bayi laki-laki. Papa saya menanyakan bayi itu. Zakki bilang bayinya ada bersama istri muda itu. Lantas papa saya meminta Zakki membawa istri dan anaknya, ke hadapan orang tua. Zakki bilang nanti saja.”“Apakah pada akhirnya orang tuamu bisa bertemu dengan istri muda kakakmu?”“Saya kira tidak, karena Zakki bilang dia sudah bercerai dari istri mudanya itu. Padahal papa saya ingin Zakki tidak perlu bercerai dari wa

  • Mencintai Seorang Climber   bab 240. Pertengkaran

    “Suami saya sakit berhari-hari, kenapa kamu tidak memberi tahu saya?” Nada suara Bu Marianne dingin, tegas, dan dia belum melangkah masuk ke rumah itu karena Rino masih berdiri di ambang pintu.“Maafkan saya Bu ... saya ingin merawat Pak Ardi, supaya saat pulang ke rumah Ibu sudah dalam kondisi sem

  • Mencintai Seorang Climber   bab 239. Rumah Pelakor

    Wanita bernama Elisa yang jadi istri siri itu tidak bisa menggunakan kartu kredit milik Pak Ardi. Sebenarnya dia punya rekening atas nama pribadi, namun wanita itu punya prinsip, jika bisa belanja menggunakan uang orang lain, tidak perlu dia pakai uangnya sendiri. Karena kartu kredit tidak bisa dia

  • Mencintai Seorang Climber   bab 238. Ketika Suami Sakit

    Hanif dan rekannya yang bernama Cahyo masih mengobrol di sebuah kafe. Yang mereka bicarakan adalah perkara yang terjadi pada Marco dan keluarganya.Cahyo bertutur, “Jadi pada mulanya Ibu Marianne meminta tolong pada anaknya agar mencari keberadaan papa mereka, yaitu Pak Ardi. Karena sudah beberapa

  • Mencintai Seorang Climber   bab 237. Ada Pelakor

    “Kamu ingin Marco kembali pada kakakmu?” tanya Hanif. “Begini Mas, karena pada saat menikah, ada situasi yang darurat, mungkin saja waktu itu Bang Marco hanya ingin membuat ayah saya merasa tenang, maka dia bersedia menikah dengan kakak saya. Jika setelah itu dia merasa bahwa pernikahan seperti it

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status