Início / Romansa / Mencintai Seorang Climber / bab 195. Pinjam Rumah

Compartilhar

bab 195. Pinjam Rumah

last update Data de publicação: 2025-05-15 20:21:39

Pagi hari, di markas polisi wilayah Cirebon, seorang reserse dari Satuan Reskrim, bernama Inspektur Polisi Dua [Ipda.] Jayadi, 25 tahun, melaporkan hasil penyelidikannya.

“Rumah milik Almarhum Sugiyono, dijual oleh anak-anaknya. Sebulan lalu rumah itu dibeli oleh Ruhiyat, 50 tahun, seorang pengusaha transportasi. Menurut keterangan Ketua RT. setempat, Ruhiyat menikah dua minggu lalu di rumah itu. Pernikahan siri dengan wanita muda yang menjadi istri kedua. Kemudian ada laporan bahwa istri perta
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Mencintai Seorang Climber   bab 406. Akhirnya Pergi

    Maryam berdiri di halaman dengan bayi di gendongan, menatap satpam klinik yang mendekat ke arahnya.“Maaf Bu ....”“Ada apa, Pak?” Maryam deg-degan tak keruan.“Ada yang jatuh dari gendongan Ibu.” Satpam menuding topi bayi.“Oh iya.” Maryam hendak membungkuk untuk memungut topi itu. Satpam sudah lebih dulu mengambilnya, lalu memberikan pada Maryam.“Terima kasih, Pak.”“Ibu, silakan duduk di dalam. Ibu sedang menunggu dipanggil ke ruangan dokter, kan?”Untuk sesaat Maryam kehilangan kata. Dia tahu dirinya baru tiba, dan satpam itu sudah mengawasi setiap orang yang masuk ke area klinik. Maryam berpikir, jika dirinya mengatakan bahwa bayinya sudah selesai diperiksa oleh dokter, mungkin bakal kentara bohong, karena baru saja dia masuk ke area klinik.“Saya lagi nungguin suami, ngantarin kartu imunisasi. Kartunya ketinggalan di rumah, jadi saya belum bisa daftar.”“Oooh, pantasan dari tadi ibu di luar terus. Kalau capek, Ibu bisa duduk di bangku teras.”Maryam melihat ke teras, di sana ad

  • Mencintai Seorang Climber   bab 405. Mau Minggat

    Maryam meletakkan ponsel, lantas kembali duduk bersandar di ranjang, bayi ada di dekapannya, tidak tidur, tapi tidak menangis. Bayi itu menatap Maryam dengan matanya yang bulat. Maryam menciumi tubuh bayi itu, sembari menahan isak tangisnya. Lalu ada suara ketukan di pintu.“Yang, kenapa pintunya dikunci? Aku mau masuk!”Maryam menaruh bayi di tempat tidur, lantas membuka pintu. Marco masuk.“Enggak sengaja kekunci Bang. Aku sudah terbiasa ngunci pintu, waktu kemarin-kemarin Abang sering pergi semalaman.”“Kamu habis nangis?”“Enggak, cuma capek.”Marco menuju tempat tidur, lalu berbaring di sisi bayi.“Bang, itu lapakku! Abang kan, lapaknya yang sebelah sana!”“Ah, kamu, apa sih, bedanya? Spreinya juga sama.”“Ya beda lah, bang. Tanya bayi kita, kalau boboknya dekat bunda, pasti beda dengan bobok dekat ayah. Ya kan, Nak?” lantas Maryam berbaring di ranjang, mepet ke tepinya. Marco terpaksa kembali ke lapaknya, supaya Maryam bisa bergeser, dan mendapat tempat yang lebih luas di ranjan

  • Mencintai Seorang Climber   bab 404. Bayi yang Akan Diambil Lagi

    Malam itu Maryam sedang berada di luar paviliun, menguping beberapa orang yang sedang mengobrol, atau berdebat, di dalam ruang duduk paviliun itu.Terdengar lagi suara Bu Marianne, “Mama rasa sudah cukuplah Maryam bisa merasakan mengasuh Calvin. Kita pertemukan Calvin dengan Maryam itu kan, tujuannya supaya Maryam tahu kalau sebenarnya bayinya tidak m@ti saat lahir. Jadi dia jangan lagi menganggap ada hal yang salah di tubuhnya, yang bisa bikin bayinya meninggal. Tubuhnya sehat, baik-baik saja. Makanya segera kamu suruh dia buka KB, segera hamil lagi. keluarga Wiratama butuh banyak cucu!”Marco menjawab, “Mama masih punya anak dua lagi, Nirmala dan Evan. Mama bisa minta cucu sama mereka.”“Si Nirmala itu malah bilang mau childfree! Entah pikiran sesat dari mana itu?! Suara Bu Marianne menahan rasa geram. “Sedangkan Evan, katanya belum kepikiran mau nikah, dia pengin lanjut kuliah S-2, terus S-3. Jadi yang bisa mama harapkan punya anak lagi, adalah kamu, Marco!”Hening.Lalu suara Bu

  • Mencintai Seorang Climber   bab 403. Bayi yang Kembali

    Anita lanjut bicara, “Sewaktu kamu hamil, kamu sering terlihat stress, karena saat itu Marco lagi disandera di tempat jauh. Lalu ketika menjelang kamu melahirkan, ada berita di TV, aparat mengepung lokasi penyanderaan itu, dan terjadi kontak senjata. Ada sandera yang meninggal. Kamu langsung saja mengira hal buruk terjadi pada Marco. Kamu mengira sandera yang meninggal itu adalah Marco. Kondisi kamu drop.”Anita bertutur lagi, tentu saja separuh ucapannya adalah bohong. “Karena kondisi kamu menurun, akhirnya dokter menyiapkan operasi caesar. Setelah kamu melahirkan, bahkan kamu ... seperti mengingau, kamu bilang enggak mau hidup lagi, pengin ikut Marco. Kita jadi khawatir sekali dengan kondisi kamu.”“Masak sih, aku mengigau seperti itu?” tanya Maryam.“Namanya juga kamu lagi enggak sadar, masih ada sedikit pengaruh obat bius, pokoknya kamu bicara seolah ... kamu enggak peduli lagi sama apapun, kecuali pengin ikut Marco. Waktu itu kita juga belum dapat info soal kondisi Marco, apakah

  • Mencintai Seorang Climber   bab 402. Depresi

    Pak Ardi melihat situasi yang makin panas di dalam keluarganya. Yang terlihat seolah Marco sedang dikeroyok dengan banyak permintaan, bujukan, oleh kakaknya dan mamanya. Namun Pak Ardi tahu, Marco itu keras kepala dan pantang menyerah. Tidak akan ada yang menang jika bertengkar dengan Marco, yang ada malah emosi berkepanjangan.“Baiklah, sekarang kita pulang ke rumah papa, bayi itu dibawa!”Anita menggeleng, “Tidak Pa. Secara hukum Calvin adalah anak kami, dan sekarang kami akan membawanya ke rumah kami di Serang.”“Apa kamu bisa ambil bayi itu dari tangan Marco, tanpa kena tonjok?”Anita menatap Marco yang masih menggendong bayi. Zakki berbisik pada istrinya, “Kita ikuti saja rencana papa.”“Itu berarti kita bisa kehilangan Calvin.” isak Anita.“Kita ke rumah papa saja, mungkin papa punya penyelesaian terbaik.”Marco mau masuk ke mobilnya tanpa melepas dekapan tangannya dari bayi, tapi Pak Ardi melarang Marco menaruh Calvin di jok mobil.“Marco, berikan Calvin pada mama, jadi kamu bi

  • Mencintai Seorang Climber   bab 401. Mencuri Identitas

    Bu Marianne sedang membujuk Marco, “Tolong biarkan Calvin menjadi anak kakakmu. Calvin tetap menjadi cucu Pak Ardi Wiratama. Calvin akan dirawat dengan sangat baik. Calvin akan menjadi pewaris. Kamu dan Maryam akan punya anak lagi. Kamu bisa memantau perkembangan Calvin, sembari mengasuh anak-anakmu yang kelak akan lahir. Kamu juga bisa bertemu Calvin kapan saja. Tapi jangan katakan pada istrimu kalau Calvin adalah anaknya.”“Jadi anakku sendiri, akan memanggil aku dengan sebutan Om Marco? Ironis sekali.”Bu Marianne mengusap lengan putranya. “Ini penyelesaian yang paling logis dan damai untuk keluarga kita. Pada dasarnya juga tidak ada yang dirugikan.”Marco tertawa pahit. “Bahkan tidak ada yang buka mulut untuk meminta maaf padaku karena sudah mencuri bayiku. Tidak ada yang merasa bersalah, sudah menipu istriku?” “Kakakmu sudah mengakuinya. Jangan kamu buat Zakki seperti kriminal. Tidak ada yang dirugikan. Anakmu masih ada, jadi jangan kamu sebut anakmu dicuri!”Marco berdiri, men

  • Mencintai Seorang Climber   bab 258. Rencana Terselubung

    Marco menatap pamannya, Pak Jatnika Wiratama, yang ternyata tidak bisa diangkat sebagai CEO menggantikan Pak Ardi. Marco bertanya, “Terus Paman dapat jabatan apa di perusahaan itu?” “Kalau nggak bisa jadi CEO, ya minimal jadi direktur keuangan,” jawab Pak Jatnika, “biar bagaimana pun, saya ini

  • Mencintai Seorang Climber   bab 255. Pindah

    Marco tiba di hotel tempat keluarga Maryam menginap. Maryam merasa kedatangan Marco sembari membawa kemarahan.Heru menatap Marco dengan sorot mata kesal. “Siapa kamu? Jangan ikut campur urusan orang lain!” ujar Heru.“Saya nggak ada urusan dengan Anda!” sahut Marco, lantas beralih pada Maryam, “ap

  • Mencintai Seorang Climber   bab 254. Katakan yang Sebenarnya

    Seorang petugas hotel memberi tahu bahwa ada tamu untuk Maryam. Setelah mengembalikan ponsel pada Nanang, Maryam berjalan ke luar kamar, dipapah oleh adiknya. Di lobi hotel, Maryam melihat keluarga Bu Farida ada di situ.“Bagaimana Anda bisa tahu saya ada di sini?”“Saya mengikuti mobil yang membaw

  • Mencintai Seorang Climber   bab 253. Pulang Ke mana?

    Gadis kecil itu naik ke pangkuan Maryam. “Bi Rumsih, tolong ambil Sarah dari pangkuan saya, kaki saya masih sakit.”Sarah menangis ketika Bi Rumsih menggendongnya. “Mau sama Bunda, huhuhu ....”Heru menatap Maryam, “Kamu mau pulang ke mana?”“Ke tempat saya.” jawab pria muda yang masih berdiri di

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status