แชร์

bab 298. Demi Anak

ผู้เขียน: Yanti Soeparmo
last update วันที่เผยแพร่: 2025-11-17 18:13:36

“Bapak sakit?” Vino menatap Pak Ardi yang tampak pucat dan berkeringat.

“Rasanya dingin, padahal saya sudah pakai jaket.”

“Di sini memang dataran tinggi, Pak, suhunya dingin.”

Pak Ardi berbaring, lantas menyelubungi tubuhnya dengan selimut, tapi dia masih menggigil.

“Pak, waktu kita mau berangkat ke wilayah timur, saya kasi Bapak pil. Bapak minum pil itu?”

“Entahlah.” gumam Pak Ardi, “saya ini baru sebulan sembuh dari sakit jantung, masih harus minum obat. Ada beberapa macam pil yang biasa saya
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Mencintai Seorang Climber   bab 378. Hasil Tes DNA

    Hari itu, saat istirahat kerja, Marco datang ke rumah sakit untuk mengambil hasil tes DNA, yang menurut dokter sudah dikirim dari rumah sakit besar. Mulanya Marco biasa saja ketika menerima sebuah amplop dari asisten dokter. Kemudian Marco kembali ke mobilnya di halaman parkir.“Bagaimana kalau ....” Marco menggeleng, tidak mau lanjut memikirkan hal buruk. Namun tangannya sedikit gemetar ketika membuka amplop putih panjang yang berisi lembar hasil tes DNA dari bayi yang ada di pemakaman keluarganya. Dia membaca beberapa keterangan yang bahasanya sangat ilmiah, kemudian tiba pada bagian akhir yang tampaknya merupakan kesimpulan dari seluruh tes tersebut.Kesimpulan itu ditulis dalam Bahasa Inggris: “Mr. Marco R. Wiratama is not biological father ....” Marco tidak lanjut membaca, jari jemarinya meremas kertas itu.Ponselnya berdering, dari nomor Maryam.“Ada apa?” tanya Marco.“Bang, aku sudah sampai di bengkel, tapi Abang enggak ada. Aku cari di rumah makan seberang bengkel, enggak ada

  • Mencintai Seorang Climber   bab 377. Tangis Bayi

    Menunggu adalah hal yang paling menjengkelkan. Marco sedang menunggu keluarnya hasil tes DNA dari jenazah bayi. Seminggu telah lewat, Marco telah menelepon pihak rumah sakit, namun jawabannya adalah hasil tes belum ada.Marco berpikir, apapun hasilnya, kondisi bayi tetap menjadi tanda tanya besar. Kenapa hasil autopsi menunjukkan kalau bayi itu sempat bernapas secara normal, namun kemudian mengalami kesulitan bernapas akibat tenggelam di air yang berlumpur? Sebenarnya yang bisa menjawab semua pertanyaan itu adalah Zakki, karena dia yang membawa jenazah bayi untuk dimakamkan. Namun Marco tidak yakin jika Zakki mau menceritakan hal yang sebenarnya terjadi. Saat ini, satu-satunya cara untuk mencari tahu, adalah dengan melakukan tes medis, yaitu autopsi dan tes DNA. Hasil tes medis tentang jenazah bayi itu akan menjadi dokumen yang punya kekuatan hukum andai nanti perlu membuktikan sesuatu.Hari Minggu Marco libur kerja, dia mengajak Maryam jalan-jalan.“Ke mana, Bang?”“Ke lokasi wisata

  • Mencintai Seorang Climber   bab 376. Tewas Tenggelam

    Maryam mengaku agak pusing, dan ingin istirahat sebentar. Marco menunjukkan sebuah dipan kecil dengan kasur busa di atasnya. Dipan itu ditaruh di pojok ruangan, terhalang rak yang cukup lebar, sehingga tak terlihat oleh orang yang masuk ke ruangan itu. Maryam berbaring di atas dipan, dan Marco kembali ke kursinya.Kemunculan Windy di bengkel, menerbitkan kembali rasa cemburu dan curiga di hati Maryam. Barusan memang Windy sudah pergi, dan Marco baru muncul setelah Windy pergi. Namun Maryam ingin tahu, ingin membuktikan, jika mereka ada hubungan, maka akan ada yang menelepon. Maryam berbaring sembari mendengarkan suara Marco. Beberapa kali memang terdengar Marco menjawab telepon, ataupun menelepon, tapi percakapannya hanya seputar urusan bengkel.Maryam berpikir, tidak semestinya dia terus saja curiga dan cemburu pada suaminya. Kemudian dia melihat Marco menengoknya.“Kamu enggak tidur?”“Enggak bisa tidur.”“Di sini memang berisik sama suara motor. Eh, kamu mau makan sate? Aku pesan y

  • Mencintai Seorang Climber   bab 375. Luka Batin

    Siang itu Maryam ingin memberi kejutan pada Marco, dengan cara datang ke bengkel tanpa janjian terlebih dahulu. Maryam membawa dimsum ayam buatannya. Biasanya Marco sangat suka makan dimsum ayam itu. Ketika Maryam turun dari taksi di depan bengkel itu, dia melihat seorang wanita muda yang sedang bicara dengan supervisor.“Saya tadi sudah janjian dengan Bang Marco, lewat telepon. Katanya dia ada di kantornya. Saya sudah datang, tolong dong, kasi tahu ke bos kalian. Barusan saya sudah coba hubungi nomornya, tapi lagi enggak aktif.”“Bang Marco lagi enggak ada di sini, Kak.”“Tapi sekitar dua jam lalu saya teleponan dengan dia, katanya dia lagi ada di bengkel ini. Kita sudah janjian ketemu di sini, ada yang mau saya omongkan sama dia, penting banget.”“Iya, memang tadi pagi Bang Marco datang ke bengkel sini, tapi kemudian pergi lagi.”“Ke mana?”“Tidak tahu Kak, mungkin ke bengkel Black Falcon yang lain. Bos kan, memang suka keliling ke bengkel-bengkelnya. Atau mungkin ke showroom, kare

  • Mencintai Seorang Climber   bab 374. Ingin Bertemu

    Marco membaca hasil autopsi, dan menemukan kata “Asfiksia” sebagai penyebab kematian bayi. Marco lantas mengambil ponsel, mencari arti kata tersebut di google.“Kondisi gawat darurat akibat tubuh kekurangan oksigen. Asfiksia bisa disebabkan oleh tersedak, tercekik, tenggelam, penyakit asma, overdosis obat tertentu. Asfiksia pada bayi baru lahir terjadi karena bayi tidak bernapas secara spontan dan teratur segera setelah lahir, ditandai dengan bayi yang tidak menangis ....”Marco termenung, sedang menimbang-nimbang, apakah dia perlu memperlihatkan hasil autopsi itu kepada Maryam? Masalahnya, Marco masih penasaran, apakah bayi yang dilahirkan Maryam, menangis waktu lahir? Atau tidak? Maryam pasti masih bisa mendengar suara di sekitarnya, walau dia menjalani operasi caesar. Jika Maryam tidak mendengar suara tangis bayi, berarti benar bayi itu tiada karena asfiksia.“Terus, kenapa bayi lain bisa menangis, sedangkan bayiku tidak?” pikir Marco lagi, dia melihat salah satu penyebab asfiksia

  • Mencintai Seorang Climber   bab 373. Hasil Autopsi

    Wanita muda itu berjalan menghampiri Marco, “Maaf, saya yang bikin foto Windy sama Mas. Waktu itu Windy bilang dia butuh difoto bareng cowok ....”“Buat apa?” tanya Marco.“Katanya ada cowok rese yang mengejar-ngejar dia. Windy enggak suka, makanya dia pengin nolak dengan mengaku sudah punya pacar.”“Mestinya dia jangan bawa-bawa saya!” Marco geleng kepala, “Windy tahu saya sudah punya istri. Kalau dia iseng-iseng mengunggah foto bersama saya, itu seperti mau bikin masalah dalam rumah tangga saya.”“Iya Mas, eh Bos, nanti saya omongkan sama si Windy, rumahnya dekat dengan saya.”“Lain kali, kalau ada yang minta kamu bikin foto pria dan wanita, pikir ulang! Siapa tahu foto yang kamu bikin bisa membuat rumah tangga orang rusak!”“Iya Bos, maaf.”Pemilik rumah makan juga menegur pegawainya itu. “Lain kali kalau sedang kerja, jangan nyambi bikin foto!”Pelayan itu menunduk. “Maaf Pak, tapi kalau ada customer yang pengin berfoto di rumah makan ini, dan minta difotoin sama pegawai di sini,

  • Mencintai Seorang Climber   bab 338. Bayi Kita

    Pada malam harinya, usai makan malam, emaknya Maryam yaitu Bu Juwariyah menanyakan pada Anita, kenapa Maryam harus dioperasi caesar. Anita sengaja datang ke kamar Maryam, karena dia tahu cepat atau lambat, akan ada pertanyaan terhadap dirinya yang ketika itu membawa Maryam ke rumah sakit.“Mohon ma

  • Mencintai Seorang Climber   bab 337. Sudah Tiada

    Di negeri tetangga, Bu Marianne telah mengetahui berita tentang penindakan aparat terhadap kelompok separatis dari pegunungan di wilayah timur. Penindakan yang memicu kontak senjata, dan mengakibatkan belasan korban jiwa, ada dari pihak aparat, dan juga ada dari pihak kelompok tersebut. Yang membua

  • Mencintai Seorang Climber   bab 336. Sesuai Rencana

    Tiba di rumah sakit, kondisi Maryam sudah tampak lemah karena kesakitan. Bi Neti membantu Maryam ke luar dari mobil. Ternyata sudah ada cairan yang menetes dari jalan lahir. Seorang petugas security segera mengambilkan kursi roda yang tersedia di dekat pintu utama rumah sakit itu. Maryam disuruh du

  • Mencintai Seorang Climber   bab 335. RS Kelas C

    Anita menyuruh seorang ART untuk mengambilkan travel bag berisi pakaian yang sudah dipersiapkan di kamar Maryam. Anita menelepon dan mengirim pesan pada beberapa orang. Kemudian Anita meminta satpam rumah yang bernama Didin untuk mempersiapkan mobil. Didin adalah satpam berusia 45 tahun, sudah sepu

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status