共有

Part 13

作者: Kara
last update 公開日: 2023-01-04 16:20:28
Aku seperti anak kecil yang sedang menghadapi papa. Sama persis seperti saat itu. Tidak bisa melakukan apapun dan hanya bisa memandang wajah tuanya, menatap satu-satunya orang tua yang aku punya..

"Aluna, Papa nggak ngerti... gimana bisa kamu jadi persis kayak dia?"

Bagian yang paling menyedihkan adalah aku mengerti dan amat sangat mengerti apa yang dia bicarakan.

Setiap katanya benar-benar menyakiti kami berdua. Aku bahkan tidak bisa menyalahkan papa karena kebodohanku yang menunda-nunda hal
Kara

Eksibisionis artinya kondisi di mana seseorang memiliki dorongan, fantasi dan tindakan untuk memperlihatkan alat kelaminnya pada orang asing tanpa persetujuan orang tersebut

| のように
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (1)
goodnovel comment avatar
Ike Rahma
Luna sabar ya......
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Mendadak Hamil Setelah Bangun dari Koma   Hal Kecil yang Terlewat

    Hari itu seharusnya tidak berjalan lebih sederhana dibandingkan hari-hari sebelumnya. Hari ini tidak ada panggung besar yang dipasang berhari-hari. Tidak ada juga undangan yang dicetak rapi. Hingga, tidak ada lampu sorot atau pakaian khusus yang harus dikenakan di hari ini. Sekolah memang mengadakan acara, tapi itu hanya sebuah pentas kecil di kelas. Dimana anak-anak akan bernyanyi bersama seraya berdiri di depan papan tulis, memakai topi kertas buatan tangan mereka sendiri. Namun sejak pagi, rumah terasa berbeda. Raka bangun lebih awal dari biasanya. Ia kini sudah berdiri di depan cermin kamar sambil mencoba merapikan kerah bajunya dengan wajah serius, seolah hari itu menuntut keberanian ekstra. Rama berlarian kecil sambil memegang topi kertasnya, memastikan hiasan di atasnya tidak lepas. Rajen duduk di tepi tempat tidur, memperhatikan topinya lama-lama sebelum bertanya pelan, hampir berbisik, “Kalau aku nyanyi pelan, boleh?” “Boleh,” jawab Aluna sambil tersenyum. “Yang penting

  • Mendadak Hamil Setelah Bangun dari Koma   Dua Dunia yang Berjalan Bersamaan

    Pagi itu berjalan dengan ritme yang tampak biasa, tapi mengandung banyak lapisan. Aluna melangkah memasuki halaman sekolah negeri tempat Rama, Raka, dan Rajen belajar. Sekolah itu tidak besar. Cat dindingnya sudah beberapa kali diperbarui, warnanya tidak lagi terang. Halamannya sederhana, tanpa lapangan luas atau bangunan tambahan yang mencolok. Tapi pagi itu hidup. Anak-anak berlarian kecil, menyebut nama temannya, tertawa tanpa beban. Suara bel belum berbunyi, namun udara sudah penuh energi. Aluna berjalan berdampingan dengan Tama. Mereka datang bersama, bukan karena diminta, bukan karena ingin dilihat, melainkan karena bagi mereka, pertemuan seperti ini penting. Tumbuh di lingkungan yang menganggap pendidikan sebagai fondasi membuat mereka terbiasa hadir di ruang-ruang seperti ini dengan sikap serius, meski tidak berlebihan. Raka berjalan sedikit di depan, tasnya bergoyang mengikuti langkah. Rama sibuk menoleh ke kanan dan kiri,

  • Mendadak Hamil Setelah Bangun dari Koma   Hal-hal Kecil yang Terlihat

    Raka tidak langsung sadar saat ada yang berubah. Perubahan itu terlalu kecil untuk diberi nama. Tidak seperti ulang tahun, atau pindah rumah, atau kejadian besar lain yang biasanya mudah diingat. Ini lebih seperti sesuatu yang bergeser pelan, hampir tak terasa, tapi membuat pagi berjalan sedikit berbeda. Hari itu, Raka bangun sebelum alarm berbunyi. Ia mengucek mata, mendengar suara dari ruang tengah. Bukan suara Mama. Suara itu lebih berat, lebih pelan. Ada bunyi piring diletakkan dan suara air yang mengalir sebentar. Raka duduk di tempat tidur. Ia masih mengumpulkan nyawa sambil masih memasang telinga. Mencerna bunyi-bunyi yang familiar. Biasanya, jam segini Papa sudah tidak ada. Kadang hanya meninggalkan bau kopi dan pintu yang sudah tertutup pelan. Tapi pagi ini, Raka masih melihat sosok Papa yang berdiri di dapur ketika ia keluar kamar. “Papa?” tanyanya, setengah ragu.

  • Mendadak Hamil Setelah Bangun dari Koma   Di Depan Gerbang Sekolah

    Pagi di depan gerbang sekolah selalu terasa lebih ramai daripada yang Aluna bayangkan. Bukan karena suara anak-anak saja, tapi karena orang dewasa yang berkumpul dengan wajah-wajah berbeda. Ada yang penuh semangat, ada yang lelah, ada yang tampak sudah hafal ritmenya. Seragam putih-merah bergerak seperti arus kecil yang tidak pernah berhenti, tas-tas tergantung di punggung mungil, sepatu hitam beradu dengan aspal. Raka, Rama, dan Rajen berdiri di samping Aluna. Rama mencoba terlihat santai, meski pundaknya sedikit tegang. Raka terus menoleh ke kiri dan kanan, mengamati anak-anak lain. Rajen menggenggam ujung baju Aluna sebentar, lalu melepaskannya sendiri. Sebuah keberanian kecil yang Aluna catat tanpa komentar. “Masuk ya,” katanya lembut. Mereka mengangguk. Tidak serempak. Tidak dramatis. Lalu berlari kecil ke dalam halaman sekolah, bergabung dengan kerumunan yang perlahan menelan mereka. Aluna tidak langsung pergi.

  • Mendadak Hamil Setelah Bangun dari Koma   Gedung Tinggi dan Lampu Kantor

    Pagi itu, Tama sudah pergi sebelum matahari benar-benar naik.Rumah masih setengah tidur ketika ia menutup kancing terakhir kemejanya. Setrika sudah dingin, lipatan rapi. Jas tergantung di lengannya, beratnya terasa familiar.Ia meneguk kopi cepat, hampir tanpa rasa, hanya untuk memastikan matanya terbuka dan pikirannya bergerak.Ia berjalan pelan melewati lorong. Berhenti di depan pintu kamar anak-anak.Raka, Rama, dan Rajen masih tertidur. Wajah mereka tenang, pipi sedikit memerah, napas kecil teratur. Tama berdiri di ambang pintu lebih lama dari yang ia rencanakan. Matanya menyusuri tiga tubuh kecil itu, satu per satu, seolah ingin menghafal detail yang terlalu sering ia lewatkan.Ia menutup pintu perlahan. Bunyi klik kunci terasa terlalu keras di telinganya sendiri.Di luar, udara pagi dingin. Jalanan masih lengang. Mobil melaju tanpa hambatan. Tama menatap ke depan, pikirannya sudah mulai beralih. Agenda hari ini, rapat berturut-turut, keputusan yang tid

  • Mendadak Hamil Setelah Bangun dari Koma   Percakapan Tengah Malam

    Malam itu, rumah tertidur lebih cepat dari biasanya.Raka, Rama, dan Rajen tidak banyak protes saat lampu dimatikan. Tidak ada permintaan cerita tambahan. Tidak ada tawar-menawar lima menit lagi. Tubuh kecil mereka menyerah lebih cepat, seolah lelah hari itu bukan hanya di otot, tapi juga di sesuatu yang belum mereka pahami.Aluna berdiri lebih lama di depan pintu kamar anak-anak. Ia mendengarkan napas yang sudah teratur, memastikan tidak ada mimpi buruk yang datang diam-diam. Tangannya menyentuh gagang pintu dengan ragu sebelum akhirnya menutupnya pelan.Di ruang tengah, hanya satu lampu yang menyala. Redup. Cukup untuk membentuk bayangan, tidak cukup untuk mengusir sunyi.Tama duduk di sofa, punggungnya sedikit membungkuk, kedua telapak tangannya bertaut di depan. Ia tidak membuka ponsel. Tidak juga menyalakan televisi. Kepalanya penuh, tapi ia tahu, malam ini, tidak ada tempat untuk melarikan diri.Aluna duduk di sampingnya. Tidak terlalu dekat. Tidak jug

  • Mendadak Hamil Setelah Bangun dari Koma   Secercah Harapan

    “Tadi gue ketemu sama Pak Iman.“Itu adalah kalimat pembuka yang diucapkan Damar begitu mereka memulai pembicaraan. Tidak ada basa-basi, tidak ada pemanasan. Intinya hanya langsung menjurus pada obrolan yang ingin disampaikan.“Jangan salahin dia karena gue emang minta ke Pak Iman buat nggak kasih tah

  • Mendadak Hamil Setelah Bangun dari Koma   Progres Baru

    Semalam, Tama tidak kembali ke kamar. Dia juga tidak datang untuk sarapan. Aku rasa dia memikirkan tentang apa yang aku katakan. Padahal niat aku mengatakan itu karena aku hanya ingin memberitahu mereka. Bukan karena aku ingin membuat Tama kepikiran. Harusnya aku memang tidak mengatakan apa-apa pada

  • Mendadak Hamil Setelah Bangun dari Koma   Tamu tak Terduga

    Mau tidak mau aku harus mengiyakan pertemuan dengan Papa Irfandi meski sesungguhnya aku enggan. Memangnya siapa yang sudi bertemu dengan manusia bejat macam dia. Jika bukan karena aku tidak memiliki banyak bukti, pasti aku sudah melaporkan pria itu pada pihak yang berwajib. Aku dan papa duduk berhad

  • Mendadak Hamil Setelah Bangun dari Koma   Mulai membuka kasus

    Setelah urusan penculikan itu selesai, Dinda diperbolehkan kembali bekerja setelah tahu kalau dia tidak bersalah. Dia bahkan sampai menangis sesenggukan karena diperbolehkan kembali bekerja denganku. Awalnya dia pasrah kalau memang akan dituntut dan dia juga mengatakan kalau dia juga bersalah karena

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status