Share

Penawar Sekaligus Pemberi Luka

Duta larut dalam lamunan. Andai hidup punya tombol pause, dia teramat ingin menggunakannya saat ini. Biarkan dunia jalan tanpa dirinya dulu. Dia butuh hening paling hening untuk mengurai kekusutan di kepalanya.

Dosa apa yang telah dia perbuat selama ini hingga harus mencicipi aroma tahanan yang pengap ini? Dia memang tidak salah, tapi ini jelas cara Tuhan menegurnya. Barangkali dia sudah terlalu jauh melenceng dari hal entah. Sejujurnya sejak tiba di tahanan ini beberapa jam yang lalu, Duta langsung kepikiran satu hal, tentang kebohongannya selama ini kepada Ibu. Hingga detik ini, Ibu masih mengira dia kerja kantoran seperti pengakuannya. Meski tujuannya agar Ibu tidak perlu mencemaskan apa-apa, tapi yang namanya bohong tetap saja salah. Terlebih terhadap orangtua.

Semoga malasah ini cepat selesai. Duta akan pulang ke Makassar dan jujur sepenuhnya.

"Saudara Duta, ada tamu untuk Anda."

Suara itu mengangkat Duta dari lamunan. Dia menoleh. Melihat Pak Polisi itu sedang membuka pintu taha
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status