LOGINBagaimana jika hubungan yang terjalin sebagai guru dan murid perlahan, menumbuhkan benih - benih asmara yang harus mereka sembunyikan diantara perjanjian diatas cap keluarga? surat rekomendasi dari Eric Dominique memaksa Harrie seorang guru sekaligus penjaga perpustakaan keluarga Dominique, untuk bekerja pada keluarga Winston sebagai guru sekaligus menyiapkan calon tunangan Eric sendiri, clairence. Yang sebentar lagi akan secara resmi menjadi bagian dari keluarga Dominique. Menjadikannya sebagai guru di berbagai aspek kehidupan seperti tata Krama, pengetahuan umum dan juga berbagai peraturan yang harus di patuhi claire senantinya ia menjadi bagian dari keluarga Dominique. Semuanya berjalan normal hingga perlahan tumbuh sesuatu yang harusnya tidak tumbuh diantara keduanya. Sebuah rasa yang terlarang untuk di ungkapkan. Lantas? Apa yang harus mereka lakukan. Membiarkannya tumbuh semakin besar? Atau justru membunuhnya dengan cara keji?
View MorePertanyaan itu sontak membuat raut emosi yang menggebu - gebu diwajah Rei kian memudar. Dengan helaan nafas panjang, "Festival itu dibatalkan" Mataku seketika terbelalak sempurna "Dibatalkan? Tapi.. kenapa?" Mata Rei kini berpendar kearah lainnya seraya spontan memijat pelipisnya, merasa bingung bagaimana ia harus mengawalinya ceritanya. Rei kini melipat kedua tangannya kedepan dada dan menatapku dengan sorot mata yang sendu. dan dengan helaan nafas berat, Rei akhirnya kembali membuka suara. "awalnya saya dan juga nona begitu kaget melihat pusat kota yang begitu kosong dan juga sepi. bahkan tidak ada toko atau pedagang yang berjualan kala itu. Semuanya dalam kondisi kosong dan tertutup" "hingga, salah seorang warga desa tiba - tiba berjalan melewati kami sambil bertanya maksud kedatangannya kesini" "Tentu, nona dengan lantang bilang bahwa ia ingin tampil di festival musim gugur. tapi orang itu justru tertawa dan bilang bahwa festival itu dibatalkan" "dia juga bilang bahwa musi
Kuhela nafasku kembali, seraya menutup dan memasukannya kembali kedalam jas pakaianku. pandanganku kini kembali tertuju pada pepohonan disekitar kediaman yang telah kehilangan daun - daun mereka semenjak musim gugur telah hadir. Perasaan cemas kini menyelimutiku. Aku tidak tau apakah aku harus hadir, atau tetap berpegang teguh pada prinsipku untuk sementara waktu. Disatu sisi, aku merasa bahwa ada janji yang harus ditepati. Tapi disisi lainnya, aku tidak ingin perasaan ini semakin membesar seiring berjalannya waktu. Hingga terkadang, setiap aku memejamkan mataku, aku selalu bertanya pada diriku. Menanyakan dimana bagian yang salah? Bagaimana hal ini bisa dimulai? Kapan benih itu datang? Pertanyaan itu terus berputar dikepalaku hingga lama - lama aku terlelap. Terus seperti itu, bahkan hingga hari ini. Kuusap wajahku dan berjalan menuju pintu untuk meminta segelas air segar dari dalam dapur. Lorong - lorong yang sama kini kulewati hingga wajah yang seharusnya tidak berada
disela keheningan kami, rei tiba - tiba datang menghampiri kami berdua dengan pakaian berbeda dari pakaian yang biasa gunakan sehari - hari. mengingat bahwa sebulan ini, aku hanya melihatnya menggunakan pakaian pelayan yang selalu identik dengan warna hitam dan putih. tentu, melihatnya menggunakan pakaian dengan warna berbeda sedikit membuatku takjub untuk sementara. ''yaampun! cantik sekali sih bintang utama kita pada hari ini'' puji rei yang hanya dibalas senyuman tipis oleh claire. "Ohh iyaa, tuan Harrie- Rei kini mendekatkan bibirnya ke samping telinga kananku seraya berbisik "Kapan anda akan datang? saya tidak bisa terlalu lama di pusat kota. Ada pekerjaan yang harus saya tuntaskan sore ini" Rei kembali menambahkan "saya juga tidak bisa mengatakannya pada nona, takut ia akan memaksakan diri pergi ke pusat kota seorang diri. memangnya tuan tidak iba dengannya?" "Intinya yaa, cepat selesaikan pekerjaanmu itu dan pergi menyusul kami ke pusat kota oke?" Jelasnya sam
claire kini berdiri didekat pintu utama dengan rambut terurai seperti biasa. gaun berwarna coklat tua yang dilengkapi dengan motif daun maple diberbagai sudut renda membuat gaunnya terlihat sederhana namun juga cocok dengan nuansanya. claire terus menoleh kekanan dan kekiri seperti menunggu seseorang yang kini, masih terpaku memandangnya dari pagar tangga. dan belum berniat untuk turun sebelum puas melihatnya.entahlah, apa suara derap langkah kakiku mudah dikenali, atau memang ia menyadari siluet tubuhku di anak tangga. claire tiba - tiba berjalan menghampiriku yang masih berada disepertiga anak tangga sambil menunjukan senyum lebarnya bersama dengan energi positif yang ia tunjukan. ''selamat pagi tuan harrie!'' sapanya dengan nada begitu riang. reflek bibirku mengukir senyuman tipis dan berjalan cepat menuruni tangga. aku menaikan satu alisku berpura - pura tidak menyukai nada sapanya ''tumben? biasanya juga gak nyapa'' tukasku dengan nada yang dibuat ketus. sontak senyum lebar






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews