بيت / Romansa / Mengubah Takdir Lunaya / Bab 44 Pindah Tempat Tinggal

مشاركة

Bab 44 Pindah Tempat Tinggal

مؤلف: Manila Z
last update تاريخ النشر: 2026-09-12 11:53:58
Evano berjalan mendekati kerumunan dengan langkah tegas. Semua orang yang berada di sana perlahan menoleh ketika melihat pria itu datang.

Lunaya yang sejak tadi menahan air mata langsung terkejut.

"Evano?"

Evano tidak langsung menjawab.

Tatapannya justru tertuju kepada Lunaya.

Dia bisa melihat dengan jelas bagaimana wanita itu berusaha terlihat kuat meskipun matanya sudah berkaca-kaca.

Evano merasa kasihan. Bukan karena Lunaya lemah. Tetapi karena wanita itu tidak seharusnya diperlak
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 64 Pesan Tersembunyi

    Lunaya masih memandangi layar ponselnya.Pesan tersebut membuat pikirannya kembali dipenuhi pertanyaan.Apa yang sebenarnya disembunyikan Evano darimu?Kalimat itu terus terngiang di kepalanya. Namun kali ini Lunaya tidak berniat menyelidikinya sendirian. Dia berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mencari Evano. Tidak butuh waktu lama sampai dia menemukannya di ruang kerja.Evano sedang berbicara melalui telepon ketika Lunaya muncul di depan pintu. Tatapan Evano langsung tertuju kepadanya.Dia menyelesaikan pembicaraan singkatnya, lalu meletakkan ponsel."Ada apa?"Lunaya berjalan mendekat."Aku mendapat pesan lagi."Ekspresi Evano langsung berubah."Dari nomor yang sama?""Bukan."Lunaya menyerahkan ponselnya kepada Evano untuk memberitahu apa yang dia lihat. Evano membaca pesan tersebut. Rahangnya mengeras dan tangannya mengepal. "Aku sudah bilang, jangan pernah datang sendiri.""Aku tahu."Lunaya duduk di hadapannya. Dia tahu kalau orang itu pasti merencanakan sesuatu. Dia tid

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 63 Hampir Ketahuan

    Evano masih memegang ponselnya setelah membaca pesan dari anak buahnya. Wajahnya terlihat serius. Lunaya yang duduk di sampingnya ikut memperhatikan perubahan ekspresi pria itu. "Siapa yang mengikuti kita?" tanyanya. "Belum diketahui." "Terus bagaimana?" tanya Lunaya kini menatap kearah Evano dengan khawatir. "Aku sudah meminta mereka mencari tahu." Lunaya terdiam. Untuk beberapa saat, suasana di ruang keluarga Nenek Niar terasa hening. Kemudian Lunaya menghela napas. "Evano." Lunaya memanggil Evano. "Hm?" "Menurutmu, semua ini ada hubungannya dengan Karina?" tanya Lunaya mulai cukuo ga. Pertanyaan itu membuat Evano menatapnya. Dia baru kepikiran dengan Kakaknya. Terlebih dia tahu kalau Edward memang sekarang tengah dekat dengan Kakaknya. "Kenapa kamu berpikir begitu?" "Karena pesan pertama menyuruhku menjauh darimu. Lalu ada pesan yang menyuruhku bertanya tentang Karina." Lunaya menunduk. "Dan sekarang ada orang yang mengikuti kita." Evano tidak lan

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 62 Evano Menyelidiki

    Evano masih menatap layar ponsel Lunaya.Alamat yang dikirimkan nomor tidak dikenal itu terlihat seperti sebuah bangunan lama yang berada cukup jauh dari pusat kota."Berikan aku waktu sebentar," ucap Evano.Lunaya mengangguk.Evano segera menghubungi salah satu orang kepercayaannya."Periksa alamat ini."Dia menyebutkan alamat tersebut."Jangan datang terlalu dekat. Aku ingin tahu siapa pemilik tempat itu, siapa yang sering datang ke sana, dan apakah ada orang yang mengawasi lokasi tersebut."Setelah menerima jawaban, Evano menutup panggilan.Lunaya menatapnya."Kamu curiga?""Sangat.""Karena pesan itu?""Bukan hanya karena pesannya."Evano duduk di samping Lunaya."Orang yang benar-benar ingin memberitahumu sesuatu tidak akan memintamu datang sendirian dan melarangmu memberitahuku."Lunaya terdiam.Ucapan itu memang masuk akal."Aku juga berpikir begitu."Evano menatapnya."Jadi, jangan pergi ke mana pun sebelum aku tahu siapa yang mengirimnya."Lunaya mengangguk."Baik."Di tempat

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 61 Rencana Menjebak

    Bab 61Lunaya masih menatap layar ponselnya.Alamat yang dikirimkan oleh nomor tidak dikenal itu terasa begitu mencurigakan.Terlebih ada satu kalimat yang membuatnya semakin waspada.Jangan beri tahu Evano.Lunaya menghela napas panjang."Kenapa selalu seperti ini..."Sejak kembali ke masa lalu, hidupnya memang berubah drastis. Namun, semakin dia berusaha menjauh dari masalah, semakin banyak orang yang justru mencoba menariknya kembali.Lunaya akhirnya menyimpan ponselnya. Dia tidak akan langsung pergi. Setidaknya, tidak tanpa mencari tahu terlebih dahulu.Lunaya tidak akan memberitahu Evano, tetapi kenapa perasaan dirinya malah tidak nyaman. "Bagaimana kalau ini hanya jebakan saja?" Batin Lunaya. ***Sementara itu, di sebuah ruangan yang berbeda, Edward sedang duduk berhadapan dengan Karina.Karina meletakkan ponselnya di atas meja."Pesannya sudah dikirim."Edward tersenyum karena sebentar lagi rencana dirinya dengan Karina akan berhasil. bagaimana pun Lunaya harus kembali menjadi

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 60 Rencana Jahat

    Malam semakin larut.Mobil Evano melaju meninggalkan restoran, membawa Lunaya kembali ke rumah Nenek Niar.Di sepanjang perjalanan, Lunaya masih memikirkan ucapan Evano. "Jangan pernah kembali melihat ke belakang."Entah kenapa kalimat sederhana itu terus terngiang di kepalanya.Lunaya menoleh ke arah Evano yang sedang fokus mengemudi."Evano.""Hm?" dehem Evano yang kini menoleh kearah Lunaya yang kebetulan ada disampingnya. "Kenapa kamu selalu begitu?"Evano meliriknya sekilas. "Begitu bagaimana?""Selalu membuatku merasa aman."Evano terdiam sesaat. Kemudian senyum tipis muncul di wajahnya."Karena aku memang ingin kamu merasa aman."Jantung Lunaya berdegup lebih cepat. Dia buru-buru mengalihkan pandangan ke jendela. pria itu benar-benar melindungi dirinya. Lunaya merasa aman ketika dekat bersama dengan Evano. "Terimakasih Evano.""Iya." Sementara Evano kembali fokus pada jalan. Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang mulai mengawasi pergerakan mereka***Di tempat lain, Edwar

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 59 Pulang Ke Rumah

    Edward masih berdiri di tempatnya.Tatapannya tidak pernah benar-benar lepas dari Lunaya. Terlebih ketika melihat tangan Evano yang masih menggenggam tangan wanita itu. Ada sesuatu yang terasa menyesakkan di dalam dadanya.Lunaya yang dulu selalu menunggunya, selalu mencari perhatiannya, kini bahkan tidak peduli ketika mereka berada di tempat yang sama.Seolah Edward sudah tidak memiliki arti apa pun baginya."Edward."Suara Selena membuat Edward tersadar. Dia menoleh dengan wajah datar."Apa?" tanya Edward yang kini menoleh kearah Selena. Dia masih tidak terima ketika melihat Lunaya yang dirangkul dengan begitu mesra oleh Evano. "Kita pulang."Edward tidak menjawab. Matanya kembali menatap Lunaya.Selena mengikuti pandangannya dan langsung merasa semakin kesal. Lagi-lagi semuanya tentang Lunaya. Selena dibuat kesal, tetapi lebih penasaran lagi dengan apa yang direncanakan oleh Edward dan Karina. "Kamu masih melihatnya?" dengus Selena. Edward akhirnya menoleh kepada Selena."Jangan

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status