Home / Romansa / Mengubah Takdir Lunaya / Bab 55 Jangan Gegabah

Share

Bab 55 Jangan Gegabah

Author: Manila Z
last update publish date: 2026-09-15 21:31:29

Akhirnya, mobil yang membawa Selena dan Desi berhenti tepat di depan sebuah restoran mewah. Restoran tersebut merupakan salah satu restoran bintang lima yang cukup terkenal.

Begitu mobil berhenti, Selena langsung melihat ke arah pintu masuk. Wajahnya terlihat tidak sabar.

Dia ingin segera mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan Edward di tempat itu.

"Sudah sampai," ujar Desi.

Selena langsung membuka pintu mobil.

"Ayo, Tante."

Desi turun setelahnya. Keduanya berjalan berdampingan menuju pintu r
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 66 Edward Marah

    Edward masih berdiri di depan bangunan tua itu dengan wajah penuh amarah. Tatapannya bergantian mengarah kepada Evano dan Lunaya.Sementara Karina terlihat jauh lebih gelisah. Dia tidak menyangka adiknya akan mengetahui rencana mereka secepat ini."Kak, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Evano, menatap Karina tajam.Karina mengalihkan pandangan."Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan."Evano tertawa kecil tanpa menunjukkan sedikit pun rasa geli."Tidak tahu?"Dia mengeluarkan ponselnya, lalu memperlihatkan tangkapan layar pesan yang diterima Lunaya."Kalau begitu, bagaimana kamu menjelaskan ini?"Karina terdiam. Lunaya yang berdiri di samping Evano akhirnya ikut berbicara."Kak Karina, seseorang mengirimiku pesan dan menyuruhku datang ke tempat ini. Dia mengatakan akan menunjukkan sesuatu tentang Evano."Karina menatap Lunaya."Aku tidak mengirim pesan apa pun kepadamu.""Aku tidak mengatakan Kakak yang mengirimnya."Lunaya menjawab dengan tenang."Tapi aku ingin tahu kenapa Kakak a

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 65 Rencana Gagal

    Pagi itu, Lunaya masih memikirkan pesan misterius yang diterimanya semalam.Dia duduk di ruang keluarga rumah Nenek Niar sambil memandangi layar ponselnya.Pesan tersebut menyebutkan bahwa seseorang akan menunjukkan bukti mengenai rahasia yang disembunyikan Evano.Awalnya, Lunaya tidak berniat menanggapi pesan itu. Namun, setelah berbicara dengan Evano, dia mulai menyadari bahwa mereka harus mencari tahu siapa orang yang berada di balik semua ancaman tersebut.Terlebih, orang itu seolah mengetahui setiap pergerakan mereka.Tidak lama kemudian, Evano datang menghampirinya."Kamu masih memikirkan pesan itu?" tanyanya.Lunaya mengangguk."Aku penasaran siapa yang mengirimnya."Evano duduk di sampingnya."Aku juga."Lunaya menatap pria itu."Kalau kita terus menunggu, bagaimana kalau mereka justru melakukan sesuatu kepada Nenek Niar?"Ekspresi Evano berubah serius."Itu sebabnya aku ingin menyelesaikan masalah ini."Lunaya terdiam sejenak.Kemudian dia mengangkat ponselnya."Bagaimana kal

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 64 Pesan Tersembunyi

    Lunaya masih memandangi layar ponselnya.Pesan tersebut membuat pikirannya kembali dipenuhi pertanyaan.Apa yang sebenarnya disembunyikan Evano darimu?Kalimat itu terus terngiang di kepalanya. Namun kali ini Lunaya tidak berniat menyelidikinya sendirian. Dia berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mencari Evano. Tidak butuh waktu lama sampai dia menemukannya di ruang kerja.Evano sedang berbicara melalui telepon ketika Lunaya muncul di depan pintu. Tatapan Evano langsung tertuju kepadanya.Dia menyelesaikan pembicaraan singkatnya, lalu meletakkan ponsel."Ada apa?"Lunaya berjalan mendekat."Aku mendapat pesan lagi."Ekspresi Evano langsung berubah."Dari nomor yang sama?""Bukan."Lunaya menyerahkan ponselnya kepada Evano untuk memberitahu apa yang dia lihat. Evano membaca pesan tersebut. Rahangnya mengeras dan tangannya mengepal. "Aku sudah bilang, jangan pernah datang sendiri.""Aku tahu."Lunaya duduk di hadapannya. Dia tahu kalau orang itu pasti merencanakan sesuatu. Dia tid

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 63 Hampir Ketahuan

    Evano masih memegang ponselnya setelah membaca pesan dari anak buahnya. Wajahnya terlihat serius. Lunaya yang duduk di sampingnya ikut memperhatikan perubahan ekspresi pria itu. "Siapa yang mengikuti kita?" tanyanya. "Belum diketahui." "Terus bagaimana?" tanya Lunaya kini menatap kearah Evano dengan khawatir. "Aku sudah meminta mereka mencari tahu." Lunaya terdiam. Untuk beberapa saat, suasana di ruang keluarga Nenek Niar terasa hening. Kemudian Lunaya menghela napas. "Evano." Lunaya memanggil Evano. "Hm?" "Menurutmu, semua ini ada hubungannya dengan Karina?" tanya Lunaya mulai cukuo ga. Pertanyaan itu membuat Evano menatapnya. Dia baru kepikiran dengan Kakaknya. Terlebih dia tahu kalau Edward memang sekarang tengah dekat dengan Kakaknya. "Kenapa kamu berpikir begitu?" "Karena pesan pertama menyuruhku menjauh darimu. Lalu ada pesan yang menyuruhku bertanya tentang Karina." Lunaya menunduk. "Dan sekarang ada orang yang mengikuti kita." Evano tidak lan

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 62 Evano Menyelidiki

    Evano masih menatap layar ponsel Lunaya.Alamat yang dikirimkan nomor tidak dikenal itu terlihat seperti sebuah bangunan lama yang berada cukup jauh dari pusat kota."Berikan aku waktu sebentar," ucap Evano.Lunaya mengangguk.Evano segera menghubungi salah satu orang kepercayaannya."Periksa alamat ini."Dia menyebutkan alamat tersebut."Jangan datang terlalu dekat. Aku ingin tahu siapa pemilik tempat itu, siapa yang sering datang ke sana, dan apakah ada orang yang mengawasi lokasi tersebut."Setelah menerima jawaban, Evano menutup panggilan.Lunaya menatapnya."Kamu curiga?""Sangat.""Karena pesan itu?""Bukan hanya karena pesannya."Evano duduk di samping Lunaya."Orang yang benar-benar ingin memberitahumu sesuatu tidak akan memintamu datang sendirian dan melarangmu memberitahuku."Lunaya terdiam.Ucapan itu memang masuk akal."Aku juga berpikir begitu."Evano menatapnya."Jadi, jangan pergi ke mana pun sebelum aku tahu siapa yang mengirimnya."Lunaya mengangguk."Baik."Di tempat

  • Mengubah Takdir Lunaya    Bab 61 Rencana Menjebak

    Bab 61Lunaya masih menatap layar ponselnya.Alamat yang dikirimkan oleh nomor tidak dikenal itu terasa begitu mencurigakan.Terlebih ada satu kalimat yang membuatnya semakin waspada.Jangan beri tahu Evano.Lunaya menghela napas panjang."Kenapa selalu seperti ini..."Sejak kembali ke masa lalu, hidupnya memang berubah drastis. Namun, semakin dia berusaha menjauh dari masalah, semakin banyak orang yang justru mencoba menariknya kembali.Lunaya akhirnya menyimpan ponselnya. Dia tidak akan langsung pergi. Setidaknya, tidak tanpa mencari tahu terlebih dahulu.Lunaya tidak akan memberitahu Evano, tetapi kenapa perasaan dirinya malah tidak nyaman. "Bagaimana kalau ini hanya jebakan saja?" Batin Lunaya. ***Sementara itu, di sebuah ruangan yang berbeda, Edward sedang duduk berhadapan dengan Karina.Karina meletakkan ponselnya di atas meja."Pesannya sudah dikirim."Edward tersenyum karena sebentar lagi rencana dirinya dengan Karina akan berhasil. bagaimana pun Lunaya harus kembali menjadi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status