Share

Bab 24. Bertanam bunga matahari

Penulis: Lovely Pearly
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-30 14:33:51

Sepulang dari butik setelah memesan jas untuk Kael, Valeriana sama sekali tidak berniat bersantai. Alih-alih kembali ke kamarnya, ia justru melangkah menuju halaman belakang Kediaman Vallas—area yang luasnya nyaris tak masuk akal.

Tempat itu seharusnya bisa disebut taman bunga. Seharusnya. Namun kenyataannya, halaman tersebut lebih mirip hutan belantara mini yang suram dan angker. Rumput liar tumbuh setinggi lutut, semak berduri merambat di patung-patung air mancur yang sudah lama kering dan di
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 90. Pengakuan Valeriana

    Tatapan Valeriana bergetar nyaris tak terlihat.Lavender.Ia ingat dengan jelas saat menyelipkan kantung kecil berisi bunga lavender itu di bawah bantal Kael. Ia melakukannya dengan sangat hati-hati agar pria itu bisa tidur lebih nyenyak tanpa terbangun.Namun ia tidak menyadari bahwa rencananya sudah gagal sejak awal.Kael tetap terbangun.Mungkin karena naluri seorang prajurit. Sebanyak apa pun ia tidur dengan nyenyak, jika ada pergerakan sekecil apa pun di sekitarnya, tubuhnya akan otomatis terjaga dan bersiap waspada.“Lalu aku pura-pura tidur,” kata Kael lagi. “Aku ingin tahu apa yang kau lakukan.”Angin bertiup sedikit lebih kencang, menggoyangkan ujung taplak meja.Valeriana menatap mangkuk sup di depannya, tetapi sebenarnya ia tidak benar-benar melihatnya. Kael tidak memalingkan pandangannya sedikit pun.“Aku melihatmu keluar dari kamar,” lanjutnya. “Aku melihatmu menuju sayap timur.”Kael berhenti sejenak. Cukup lama untuk membuat dada Valeriana terasa semakin sesak.“Dan kau

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 89. Kita perlu bicara

    Sebenarnya Kael sangat malas menghadiri pesta jamuan teh para bangsawan seperti itu. Baginya, tidak ada gunanya datang. Kegiatannya hanya minum teh dan berbincang dengan para bangsawan lain atau membahas kerja sama bisnis yang membosankan.Yang paling ia benci adalah sifat para bangsawan di sana yang bermuka dua. Kael tidak suka berhadapan dengan orang-orang seperti itu. Baginya, lebih baik pergi ke medan perang dan menghadapi musuh secara langsung daripada menghadapi orang yang menusuk dari belakang secara diam-diam.Dulu ia datang ke acara semacam itu hanya untuk mengawasi istrinya dari jauh. Saat itu Valeriana masih mengejar Pangeran Arthur. Jadi keberadaannya di sana lebih sering untuk membereskan masalah yang dibuat oleh istrinya.Namun sekarang Valeriana telah berubah. Dan kali ini, justru wanita itu yang mengajaknya pergi bersama ke pesta jamuan teh para bangsawan."Kau mau ikut, kan, suamiku? Ayolah. Aku tidak akan membuat keributan seperti dulu. Aku hanya ingin menikmati pest

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 88. Penyelamat Lucas

    "Suamiku!" teriak Valeriana, memecah suasana tegang di antara Lucas dan Kael.Saat itu juga Lucas menghela napas lega. Jantungnya berdebar kencang karena ia hampir saja membongkar rahasia antara dirinya dan Nyonya Duchess.Ekspresi lega di wajah Lucas tidak luput dari pengamatan Kael. Pria itu semakin yakin bahwa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Valeriana dan Lucas. Ia harus mengetahuinya. Namun Kael tidak berniat memaksa Valeriana. Nanti, ia akan membujuk istrinya perlahan agar mau menceritakan semuanya."Iya, istriku. Kenapa kau berada di sini? Apa kau membutuhkan sesuatu?" tanya Kael lembut.Ia merentangkan kedua tangannya tanpa ragu, meskipun para prajurit dan Lucas masih berada di sana, menyaksikan adegan itu. "Benar-benar ingin pamer kemesraan," cibir Valeriana dalam hati.Baiklah, jika Kael suka melakukan hal seperti itu, maka Valeriana akan mengimbanginya.Dengan manja, Valeriana langsung memeluk Kael erat dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang pria itu. Para prajurit,

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 87. Interogasi Kael

    Lucas membeku sepersekian detik. Ah, sialan. Baru saat itu ia sadar bahwa sejak tadi ia terlalu sering menggerakkan jari-jarinya. Tangan kanannya memang terasa sedikit nyeri setelah semalaman menyalin ratusan baris laporan.Lucas segera menggenggam tangannya di belakang punggung. “Tidak apa-apa, Tuan. Hanya sedikit kram.”“Kram?” ulang Kael datar.“Ya, Tuan. Mungkin karena … eh …” Lucas berpikir cepat. “Kemarin saya membantu para prajurit baru berlatih pedang terlalu lama.”Kael tidak langsung menjawab. Tatapannya turun ke arah tangan Lucas yang berusaha disembunyikan di belakang punggung. “Benarkah?”Lucas menelan ludah.“Biasanya orang yang terlalu lama berlatih pedang justru mengeluh bahunya sakit,” lanjut Kael tenang. “Bukan jari-jarinya.”Lucas hampir tersedak oleh napasnya sendiri. Tuan Duke ini benar-benar menyebalkan jika sedang mengamati orang.“Saya juga membantu bagian administrasi sebentar kemarin, Tuan,” tambah Lucas cepat. “Beberapa laporan logistik perlu disalin ulang.”

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 86. Saling menguji

    Valeriana menatap Petrus beberapa detik lebih lama dari yang seharusnya. Senyumnya tidak berubah, tetapi matanya mengamati pria tua itu dengan saksama—cara ia berdiri, posisi tangannya, bahkan napasnya yang teratur seperti seseorang yang sudah terbiasa menghadapi interogasi.“Begitu ya?” jawab Valeriana ringan. “Kalau begitu mungkin hari ini aku harus mulai belajar memahami isi ruangan ini.”Beberapa juru tulis yang berada paling dekat langsung menundukkan kepala mereka kembali ke pekerjaan, pura-pura sibuk. Suasana ruangan yang tadinya ramai tiba-tiba terasa lebih sunyi. Hanya suara pena yang kembali menggores perkamen.Petrus tersenyum tipis.“Tentu saja, Nyonya. Namun saya khawatir laporan-laporan ini akan terasa sangat membosankan bagi seseorang yang tidak berkecimpung dalam urusan keuangan.”“Ah, jangan meremehkanku begitu,” balas Valeriana santai. Ia melangkah beberapa langkah mendekati meja kerja Petrus. “Aku hanya ingin tahu bagaimana orang-orang yang bekerja untuk suamiku men

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 85. Mengunjungi Petrus

    “Di mana Lucas?! Kenapa sampai jam segini belum datang juga?” tanya Kael kepada para prajurit yang tengah berlatih.Latihan mereka seketika terhenti. Semua saling berpandangan ketika tuan mereka menanyakan keberadaan Lucas—sang ajudan yang hampir selalu berada di sisinya setiap saat. Kini Kael berdiri sendirian, menatap mereka dengan tatapan tajam.“Kami tidak tahu, Tuan. Pagi ini saya belum melihat Lucas. Biasanya dia sudah berada di sini—”“Hadir, Tuan!!”Suara itu terdengar nyaring dari kejauhan. Lucas berlari tergesa-gesa menghampiri Kael. Ia datang terlambat akibat misi semalam bersama Sang Nyonya untuk menyalin data. Niatnya hanya ingin tidur dua jam dan bangun pukul enam pagi, tetapi tanpa sadar ia baru terbangun saat jarum jam menunjukkan pukul delapan. Dengan panik, ia segera bersiap dan bergegas menuju lapangan latihan.Napasnya terengah-engah ketika akhirnya tiba di hadapan Kael.Kael menatapnya dengan sorot mata curiga. Tidak biasa ajudannya datang terlambat seperti ini. P

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status