author-banner
Lovely Pearly
Lovely Pearly
Author

Romans de Lovely Pearly

Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya

Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya

Dalam novel aslinya, Valeriana de Vallas adalah wanita antagonis yang mati dipenggal karena meracuni kekasih Putra Mahkota. Suaminya, Duke Kael, pria yang diam-diam mencintainya, dituduh melakukan pemberontakan dan berakhir bunuh diri karena gagal melindungi Valeriana. Mengetahui akhir tragis itu, aku—Kirana, seorang gadis modern yang kini merasuki tubuh Valeriana—memutuskan satu hal: Persetan dengan Pangeran! Misi utamaku sekarang adalah pulang, memeluk suamiku yang tampan, dan mencegah kematiannya. Namun, mengubah takdir tidak semudah membalikkan telapak tangan. Saat aku mulai bersikap manis pada Kael dan menyelidiki dalang di balik “pemberontakan” itu, Pangeran Arthur malah mulai menaruh perhatian padaku. Bisakah aku sebagai Valeriana membersihkan nama Kael sebelum tanggal eksekusi tiba, sementara musuh dalam selimut mulai mengincar nyawanya?
Lire
Chapter: Bab 182. Tuduhan kudeta
Valeriana turun dari kereta dengan anggun. Gaun putih gadingnya berkibar lembut tertiup angin. Ia menegakkan kepala, memasang wajah tenang dan bermartabat, seolah-olah ia adalah seorang ratu yang tengah mengunjungi rakyatnya, bukan seorang terdakwa yang akan diadili.“Mereka semua melihat kita,” bisik Valeriana, sambil melemparkan senyum tipis kepada kerumunan bangsawan yang menatap mereka dengan campuran rasa takut dan kagum.“Biarkan mereka melihat,” jawab Kael tenang, seraya menggenggam tangan Valeriana. “Sebentar lagi, mereka akan melihat siapa pemenangnya.”Lucas, yang semula duduk di kursi kusir, segera turun dan berdiri sigap di samping kereta. Sesekali, ia melirik cemas ke arah bagasi belakang, berharap Petrus yang bersembunyi di dalam sana tidak bersin, bergerak, atau mengeluarkan suara sedikit pun.“Ayo,” ajak Kael.Namun, mereka baru melangkah beberapa jengkal dari kereta ketika sebuah teriakan keras terdengar dari arah samping.“TAHAN!”Itu bukan suara Kapten Hugo yang tad
Dernière mise à jour: 2026-04-26
Chapter: Bab 181. Bukti palsu di kereta
“Apakah kami boleh membuka peti ini untuk memastikan isinya?” tanya salah satu prajurit.Lucas, yang duduk di kursi kusir, segera menyela dengan nada santai. “Oh, itu ayam kalkun,” katanya cepat. “Hadiah untuk koki istana. Nyonya Duchess membawa oleh-oleh dari desa.”Tentu saja, itu bohong.Kapten Hugo menatap Lucas dengan curiga, lalu melirik ke arah Kael. Kael hanya mengangkat bahu dengan wajah datar, seolah berkata, istriku memang kadang aneh.Untungnya, Kapten Hugo dan para prajuritnya tampak enggan membuka peti yang, menurut Lucas, berisi unggas berbau tajam. Perhatian mereka lebih tertuju pada pencarian senjata tajam, barang terlarang, lambang pemberontakan, atau benda apa pun yang dapat dijadikan bukti adanya niat makar.“Bagian dalam kereta bersih,” lapor salah satu prajurit penggeledah. “Tidak ada senjata tajam. Tidak ada lambang pemberontakan. Tidak ada benda mencurigakan.”Mendengar laporan itu, Hugo mengembuskan napas lega tanpa sadar.Jenderal yang selama ini ia kagumi te
Dernière mise à jour: 2026-04-26
Chapter: Bsb 180. Kereta Vallas diperiksa
Pintu kereta ditutup.Duk.Di dalam kereta yang tertutup rapat, suara dunia luar perlahan meredam. Valeriana langsung menghela napas panjang. Bahunya yang sejak tadi tegak perlahan merosot. Sosok Duchess anggun dan berwibawa yang ia tampilkan di hadapan para pelayan runtuh sejenak, menyisakan seorang wanita yang masih berusaha menenangkan debar jantungnya sendiri.“Jantungku rasanya hampir copot,” aku Valeriana jujur sambil memegang dadanya. “Kakiku gemetar di balik rok ini.”Kael duduk di sampingnya, lalu segera menggenggam tangan istrinya erat-erat. “Kau terlihat sangat tenang tadi,” puji Kael pelan.“Itu sandiwara, Suamiku. Sandiwara,” jawab Valeriana dengan senyum kecut.Ia menepuk pelan pahanya, tepat di tempat kantong rahasia berisi Stempel Ular Ungu dan dokumen asli disembunyikan. “Benda ini rasanya seperti bara yang menempel di kulitku.”Kereta mulai bergerak. Roda-rodanya berderak di atas jalan berbatu, membawa mereka meninggalkan halaman Kediaman Vallas yang aman menuju jala
Dernière mise à jour: 2026-04-26
Chapter: Bab 179. Berangkat ke sidang tahunan
Kael tertawa lepas. Untuk pertama kalinya malam itu, beban di pundaknya terasa sedikit lebih ringan.“Besok,” ucap Kael. Wajahnya berubah serius, tetapi keyakinan terpancar jelas dari matanya. “Besok kita akan mengakhiri semuanya. Kita akan membuat Gosh menyesal karena pernah terlahir di dunia ini.”“Dan setelah itu …” Kael berdiri, mensejajarkan wajahnya dengan Valeriana. “Kita akan pulang, makan malam enak, lalu tidur selama tiga hari berturut-turut tanpa gangguan.”“Setuju. Aku rindu tidur nyenyak tanpa mimpi dikejar Gosh,” jawab Valeriana sambil mengangguk.Mereka berdua berjalan menuju tempat tidur, lalu memadamkan beberapa lilin yang menerangi kamar. Cahaya di ruangan itu perlahan meredup, menyisakan suasana temaram yang hangat dan tenang.Malam itu, mereka tidak melakukan hal-hal dewasa. Mereka hanya berbaring bersisian di bawah selimut, saling menggenggam tangan dengan erat, seolah sedang menyalurkan kekuatan satu sama lain.“Suamiku,” bisik Valeriana dalam gelap.“Ya?”“Suami
Dernière mise à jour: 2026-04-25
Chapter: Bab 178. Persiapan sebelum sidang
Kael menghela napas panjang. “Tapi itu seragam kebesaranku, Sayang. Ada lambang serigala perak di bahunya.”“Ganti,” perintah Valeriana mutlak. “Pakai seragam biru laut. Yang ada selempang emasnya.”Kael menatapnya curiga. “Kenapa?”“Karena seragam itu membuatmu terlihat seperti pangeran dalam kisah lama, bukan penjagal medan perang.”Kael terdiam sebentar. Lalu, seperti biasa, ia menurut. Bagaimanapun, ia tidak berani membantah ahli siasatnya sendiri.Pria itu bangkit, lalu mengambil seragam biru laut yang jarang ia kenakan. Seragam itu terlalu rapi, terlalu bersih, dan terlalu anggun untuk seleranya. Tidak ada kesan brutal di sana. Tidak ada aura darah dan perang. Hanya wibawa seorang bangsawan tinggi yang lahir untuk memimpin.Saat Kael mengenakannya, sosok “Anjing Perang” yang selama ini melekat padanya perlahan meredup, digantikan oleh pesona seorang Duke yang tenang, berkarisma, dan berbahaya dengan cara yang lebih halus.Valeriana mendekat, lalu membantu mengancingkan kancing e
Dernière mise à jour: 2026-04-25
Chapter: Bab 177. Gaun putih untuk sidang
Jam dinding besar di kamar utama Kediaman Duchy Vallas berdetak dengan irama tenang, namun tegas.Tik ... tak ... tik ... tak ...Waktu telah menunjukkan pukul dua dini hari. Seharusnya, manusia normal sedang terlelap pada jam seperti ini. Apalagi jika keesokan paginya mereka harus berdiri di hadapan Kaisar dan seluruh pejabat negara dalam sidang paling krusial abad ini.Namun, Valeriana dan Kael benar-benar tidak bisa tidur.Sejak tadi mereka hanya berbaring sambil menatap langit-langit kamar, sesekali saling memeluk dalam diam. Bahkan tautan tangan mereka tidak terlepas sedikit pun. Setiap kali Valeriana mencoba menarik tangannya karena merasa gerah, Kael langsung menahannya kembali, seolah tangan itu adalah satu-satunya hal yang membuatnya tetap tenang.Valeriana menghela napas berat. Sebenarnya ia berniat tidur lebih awal malam ini, setidaknya agar wajahnya tampak segar saat memasuki istana esok pagi. Ia tidak ingin muncul di hadapan para bangsawan dan Kaisar dengan lingkaran hita
Dernière mise à jour: 2026-04-25
Anak dari Sang CEO

Anak dari Sang CEO

Lima tahun lalu, Arra meninggalkan pria yang paling ia cintai, Revan Alendra: pewaris keluarga konglomerat. Ia pergi diam-diam, membawa rahasia besar yang tak sempat ia katakan bahwa ia mengandung anak Revan. Arra hidup sederhana bersama putranya, Rafa. Dunianya tenang, sampai takdir mempertemukannya lagi dengan Revan, yang kini menjadi CEO muda paling berpengaruh di negeri ini. Satu tatapan dari Revan menghancurkan dinding yang Arra bangun selama ini. Ketika mata Revan bertemu dengan mata Rafa yang identik dengannya, rahasia lima tahun lalu mulai terkuak. Dan … cinta yang mereka kubur dalam-dalam, ternyata tak pernah benar-benar mati.
Lire
Chapter: Bab 51. Alasan Arra
“Gak bisa gitu, Van,” ujar Arra pelan. Ia menggenggam tangan Revan yang berada di atas punggung tangannya, sementara tangan kanannya tetap fokus menyetir mobil.“Kita belum menikah. Kita gak bisa tinggal serumah. Apa kata orang nanti? Dan Rafa bagaimana? Orang tua kamu juga,” lanjutnya lirih.Arra sangat tahu diri. Bukan berarti ia menolak Revan. Namun tinggal bersama seorang pria di apartemen mewah—terlebih saat hubungan mereka baru saja membaik—terasa terlalu mencolok. Ia juga memikirkan reaksi orang tua Revan, terutama Mommy-nya, yang pasti tak akan tinggal diam. Dan yang paling membuatnya gelisah, kenyamanan Rafa.“Persetan dengan omongan orang, Arra!” suara Revan meninggi, meski matanya justru memancarkan luka yang dalam. “Aku sudah kehilangan lima tahun yang berharga. Aku gak mau kehilangan satu menit pun lagi.”Ia menelan napas, suaranya bergetar. “Kamu mau Rafa terus-terusan bertanya siapa ayahnya? Kamu mau dia iri setiap lihat temannya dijemput ayahnya? Kamu tega?”Arra terdi
Dernière mise à jour: 2026-01-30
Chapter: Bab 50. Tinggal bersama
Malam semakin larut, namun Revan tak kunjung datang. Arra sudah siap untuk pulang; bahkan Rafa, yang sejak tadi menunggu dengan penuh antusias, kini tertidur lelap. Ada rasa tidak enak yang mengganjal di hati Arra—ia merasa telah merepotkan pria itu.Sebenarnya, Arra sempat berniat pulang berdua dengan Rafa menggunakan taksi online. Namun Revan melarangnya dan meminta Arra menunggu sebentar, dengan alasan ia sedang mengurus urusan pribadi.Arra menghela napas pelan, jemarinya terangkat memijat pelipis yang mulai terasa berdenyut. Dinda dan Niko sudah lebih dulu pulang. Sebelum pergi, Arra sempat menceritakan pada Dinda tentang hubungannya dengan Revan dan meminta sahabatnya itu untuk merahasiakannya. Untung saja, Dinda mengerti.Tiba-tiba, pintu ruang rawat Rafa terbuka. Revan muncul dengan penampilan yang sedikit kusut. Seketika rasa bersalah Arra kian menguat. Siapa tahu Revan sebenarnya sedang sibuk bekerja, dan kehadirannya justru menghambat. Seharusnya tadi ia bersikeras pulang n
Dernière mise à jour: 2026-01-22
Chapter: Bab 49. Arra mengaku ke Dinda
Setibanya di basement, Revan melihat Kevin berdiri di depan mobil sambil mengamati sekitar. Begitu melihat Revan keluar dari pintu rumah sakit, Kevin segera menghampirinya.“Selanjutnya, Pak?”“Kita belanja kebutuhan Arra dan Rafa. Hari ini hari terakhir Rafa dirawat. Saya akan membawa mereka ke apartemen saya, dan mulai hari ini kami bertiga tinggal bersama,” ujar Revan tegas.Ia sudah mantap mengambil keputusan itu. Arra dan putranya akan tinggal bersamanya. Tapi sebelum itu, ia harus membeli semua kebutuhan mereka terlebih dahulu. Setelahnya, ia akan membujuk Arra secara perlahan.“Baik, Pak. Kita pergi sekarang?”“Iya. Kali ini kita belanja banyak. Baju wanita, mainan anak, dan semua yang dibutuhkan.”“Siap, Pak.”Kevin membuka pintu penumpang dan mempersilakan Revan masuk, lalu segera membawa mobil menuju pusat perbelanjaan.***“Astaga, Rafa! Kamu nggak apa-apa, kan?!” teriak Dinda histeris. Ia baru saja datang untuk menjenguk “keponakan tersayang”-nya. Meski bukan keponakan kan
Dernière mise à jour: 2026-01-20
Chapter: Bab 48. Kebenaran di atas kertas
Kertas di tangan Revan bergetar. Lututnya lemas, memaksanya jatuh terduduk di kursi yang tadi diduduki Gunawan. Napasnya tercekat di tenggorokan.Benar. Selama ini instingnya tidak keliru.Rafa adalah anaknya—darah dagingnya sendiri.Dalam dua detik pertama, Revan merasakan kelegaan yang luar biasa, seolah beban ribuan ton terangkat dari pundaknya. Ia tidak gila. Ia tidak halu. Rafa benar-benar putranya.Namun detik berikutnya, gelombang emosi lain menghantam jauh lebih keras: rasa bersalah, penyesalan, dan kesedihan yang dalam.Revan menutup wajah dengan kedua telapak tangan. Di dalam kesunyian ruang pribadi Gunawan itu, pertahanan seorang Revan Alendra runtuh total.Bahu tegapnya berguncang hebat. Isak yang selama ini tertahan pecah dari bibirnya, berubah menjadi raungan pilu yang menyayat hati.“Ya Tuhan…” rintihnya di sela tangis.Bayangan lima tahun terakhir berputar di kepalanya seperti sebuah film dokumenter yang kejam.Ia membayangkan Arra hamil sendirian—mungkin muntah-muntah
Dernière mise à jour: 2026-01-19
Chapter: Bab 47. Hasil
Kevin: “Hasilnya sudah keluar, Pak. Saya masih di Rumah Sakit Cipto. Saya tunggu di sini. Kata Dokter Gunawan, beliau ingin bertemu Bapak secara langsung.”Revan menghembuskan napas panjang yang sejak tadi tertahan. Saatnya telah tiba. Ia tahu persis alasan Gunawan ingin menemuinya. Pria itu pasti bertanya-tanya—bagaimana mungkin Revan memiliki seorang anak, sementara ia belum menikah dan bahkan belum pernah menyebarkan undangan pernikahan.Revan berdiri, lalu memasukkan ponselnya ke saku celana. Ia berusaha memasang wajah setenang mungkin, topeng seorang CEO yang selalu ia kenakan saat menghadapi krisis perusahaan.“Arra,” panggil Revan.Arra menoleh sambil meletakkan piring buahnya. “Ya, Van? Kenapa?”“Aku harus ke perusahaan sebentar. Kevin bilang ada berkas kontrak yang harus aku tanda tangani sekarang juga. Urgent,” kata Revan lancar, berbohong tanpa ragu.“Oh, iya, Van. Silakan. Kamu pasti sibuk sekali,” ucap Arra dengan nada bersalah. “Maaf ya, gara-gara nemenin kita di sini ka
Dernière mise à jour: 2026-01-17
Chapter: Bab 46. Menunggu hasil
Revan kembali duduk di kursi di samping ranjang Rafa. Jantungnya masih berdegup kencang, sisa adrenalin dari kejadian tadi. Ia menatap Rafa yang kini tampak tenang, asyik menonton kartun di televisi dinding.“Om, tadi temennya Om bawa makanan apa?” tanya Rafa tanpa mengalihkan pandangan dari layar.“Bubur ayam spesial buat kita bertiga, sama kopi buat Om,” jawab Revan. Suaranya sudah kembali normal.Revan menyandarkan punggungnya ke kursi. Rasa bersalah perlahan merayap di dadanya karena melakukan semua ini tanpa sepengetahuan Arra. Jika Arra tahu ia mengambil sampel Rafa diam-diam, perempuan itu pasti marah besar. Seolah-olah Revan sedang berusaha merebut anaknya.Namun Revan tak punya pilihan.Bayangan wajah mommy-nya kemarin kembali terlintas. Tamparan itu. Tatapan penuh kebencian saat Mirna menyerang Arra tanpa ampun. Ia tahu, mommy-nya tidak akan berhenti. Jika suatu hari Revan mengakui Rafa sebagai anaknya di hadapan keluarga besar Alendra, Mirna pasti akan menyangkal habis-habi
Dernière mise à jour: 2026-01-16
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status