Share

Bab 79. Rutinitas baru

Author: Lovely Pearly
last update publish date: 2026-02-28 21:55:54

Lucas terdiam. “Petrus? Kepala administrasi pajak itu? Dia tampak tidak berbahaya.”

Sejauh yang Lucas tahu, Petrus adalah orang tua yang sangat dipercaya Kael. Ia telah bekerja di kediaman ini sejak ayah Kael masih hidup, bahkan sejak Lucas masih kecil. Karena itu, Lucas tak pernah benar-benar mencurigainya. Meski usianya tak lagi muda, gerak-geriknya tetap cekatan dan pekerjaannya selalu rapi. Tak pernah sekali pun ia melakukan kesalahan.

Namun Lucas tak pernah menyangka bahwa Tuan Duke-nya ak
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 285. Keberangkatan Kael

    Tiga hari berlalu sejak pertemuan darurat di istana. Selama waktu itu, Kael hampir tidak pernah benar-benar beristirahat. Siang dan malam dihabiskannya bersama Kaisar serta para petinggi militer untuk menyusun strategi terbaik menghadapi serangan Kerajaan Ferros yang terus mendesak wilayah selatan. Setelah melalui berbagai perhitungan dan pertimbangan yang panjang, keputusan itu akhirnya diambil.Kael de Vallas akan kembali memimpin pasukan.Bukan sebagai Jenderal Kekaisaran.Melainkan sebagai Duke Vallas yang memilih mengangkat pedangnya sekali lagi demi melindungi rakyat Arcelia.Sebelum keberangkatannya, Kael memanggil seluruh penghuni utama Kediaman Vallas untuk berkumpul di ruang tamu. Lucas datang lebih dahulu, disusul Anna, kemudian Tabib Pym yang berjalan pelan dengan wajah yang tampak jauh lebih muram dibanding hari-hari sebelumnya.Setelah semua berkumpul, Kael berdiri di hadapan mereka dengan pakaian perang yang belum sepenuhnya dikenakan. Tatapannya menyapu satu per satu w

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 284. Kebohongan Valeriana 2

    Malam berlalu dalam keheningan yang terasa terlalu rapuh untuk disentuh. Di dalam kamar utama Kediaman Vallas, cahaya remang dari lilin minyak menari pelan di dinding, sementara Valeriana sama sekali tidak mampu memejamkan matanya meski tubuhnya telah terasa begitu lelah.Di sisinya, Kael akhirnya tertidur setelah berhari-hari menahan begitu banyak beban di pundaknya. Napas pria itu terdengar dalam dan teratur, meskipun sesekali dahinya masih berkerut seolah bahkan di dalam tidurnya ia tetap memikirkan perang, kekaisaran, dan keluarga kecil yang begitu ingin ia lindungi.Valeriana memandang wajah itu cukup lama.Wajah yang selama ini selalu berdiri di hadapannya setiap kali bahaya datang. Wajah seorang pria yang tidak pernah ragu menjadikan dirinya sendiri sebagai perisai jika itu berarti Valeriana tetap aman.Perlahan, Valeriana mengangkat tangannya dan menyapu beberapa helai rambut Kael yang jatuh menutupi dahinya."Maafkan aku..." bisiknya sekali lagi. Bibirnya bergetar. "Aku tidak

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 283. Kebohongan Valeriana

    Valeriana perlahan memejamkan matanya. Dadanya terasa semakin sesak setiap kali mengingat semua yang baru saja dikatakan Kael. Kini ia benar-benar memahami bahwa pria itu tidak sedang bimbang. Tidak sedang mencari alasan. Kael telah mengambil keputusan yang tidak akan berubah, bahkan jika seluruh kekaisaran datang berlutut memohon di hadapannya.Dan justru karena itulah, sebuah keputusan lain perlahan tumbuh di dalam hati Valeriana. Keputusan yang sejak tadi berusaha ia abaikan. Keputusan yang perlahan terasa semakin jelas.Ia menarik napas panjang sebelum akhirnya membuka matanya kembali. Bibirnya membentuk senyum yang begitu tipis, nyaris tidak terlihat, namun cukup untuk menyembunyikan gejolak yang sedang mengoyak hatinya."Suamiku..."Kael yang masih menggenggam tangannya langsung mengangkat wajah."Ada apa?"Valeriana menatapnya dengan lembut."Aku belum sempat memberitahumu sesuatu."Alis Kael langsung berkerut."Apa?""Tadi siang—" Valeriana berhenti sejenak, seolah sedang meng

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 282. Ketakutan seorang suami

    Kael terdiam cukup lama setelah selesai menceritakan keadaan di wilayah selatan. Ruangan itu kembali tenggelam dalam keheningan yang berat, sementara suara kayu yang terbakar di dalam perapian sesekali terdengar berderak pelan, menjadi satu-satunya suara yang memecah kesunyian di antara mereka.Valeriana menundukkan pandangannya perlahan ke arah tangan mereka yang masih saling bertaut di atas selimut. Jari-jari Kael menggenggam tangannya begitu erat, hingga hampir terasa seolah pria itu takut dirinya akan menghilang jika ia melepaskannya walau hanya sesaat.Beberapa saat berlalu sebelum Valeriana akhirnya menarik napas panjang."Suamiku..."Kael mengangkat wajahnya perlahan. Entah mengapa, sejak mendengar suara itu, dadanya tiba-tiba terasa menegang oleh firasat yang tidak ia sukai."Aku ingin kau menerima permintaan Yang Mulia."Kalimat itu membuat sorot mata Kael berubah seketika."Apa?"Ia menatap istrinya seolah tidak yakin telah mendengar dengan benar. "Itu tidak mungkin, sayang.

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 281. Panggilan dari istana

    Mereka bahkan belum sempat melanjutkan pembicaraan yang menggantung di udara ketika suara ketukan keras terdengar dari balik pintu ruang kerja.Tok.Tok.Tok.Pintu segera terbuka, memperlihatkan Lucas yang masuk dengan napas sedikit memburu, sesuatu yang sangat jarang terlihat pada pria yang biasanya selalu tenang itu."Tuan."Kael segera menoleh dari tempatnya berdiri di dekat jendela."Ada apa?"Lucas menelan ludah sebelum menjawab."Ada utusan kerajaan yang datang dengan sangat tergesa-gesa."Ia berhenti sejenak."Yang Mulia Kaisar meminta Tuan segera datang ke istana."Kael mengernyit pelan."Sekarang?""Iya."Lucas menganggukkan kepala."Katanya keadaan darurat."6t---Kurang dari satu jam kemudian, kereta keluarga Vallas telah memasuki halaman utama istana kekaisaran.Namun suasana yang menyambut mereka jauh berbeda dari biasanya.Tidak ada ketenangan.Tidak ada kesunyian khas bangunan megah yang selama ini menjadi pusat pemerintahan kekaisaran.Para pengawal terlihat berlari

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 280. Sindrom kehabisan Kehidupan

    Beberapa minggu berlalu jauh lebih cepat daripada yang mereka sadari. Musim perlahan kembali berganti, membawa perubahan kecil yang terlihat jelas di seluruh wilayah utara. Udara pagi yang sebelumnya masih menyisakan kesejukan khas musim semi kini mulai terasa lebih hangat, sementara bunga-bunga di taman Kediaman Vallas telah bermekaran sepenuhnya, memenuhi halaman dengan warna-warna lembut yang menenangkan mata. Dedaunan muda bergoyang perlahan setiap kali angin berembus melewati pepohonan, menciptakan suara gemerisik pelan yang biasanya mampu menenangkan hati siapa pun yang mendengarnya.Namun di dalam Kediaman Vallas sendiri, seluruh perhatian hanya tertuju pada satu orang.Valeriana.Usia kandungannya kini telah memasuki bulan kesembilan. Perutnya telah membesar dengan sempurna, menjadi bukti nyata dari kehidupan kecil yang selama berbulan-bulan tumbuh dengan tenang di dalam dirinya. Namun di balik kebahagiaan yang seharusnya menyertai hari-hari menjelang kelahiran itu, kondisi tu

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 4. Keheningan di kereta kuda

    Kirana duduk gelisah. Korset terkutuk ini benar-benar menyiksa. Setiap kali kereta berguncang melewati jalanan berbatu, kawat penyangganya menusuk rusuk tanpa ampun. Rasanya ia ingin sekali bersandar, merosot malas, atau mengangkat kaki ke kursi seperti kebiasaannya dulu saat naik angkot atau taksi

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 3. Permintaan maaf yang aneh

    Pangeran Arthur, yang semula sudah siap melontarkan kalimat sinis berikutnya, mendadak terdiam. Matanya membelalak. Kael, yang menangkap perubahan itu dari sudut matanya, seketika menegang. Apa yang akan Valeriana lakukan? Pikirnya panik. Apakah ia akan melempar sepatu ke Arthur? Atau meludahi Elena

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 2. Kedatangan sang suami

    Pria itu berhenti tepat di batas antara kerumunan bangsawan dan "zona konflik" tempat Kirana berdiri. Dia adalah Kael de Vallas, suami Valeriana asli. Jika ilustrasi novel menggambarkan Kael sebagai pria tampan, melihatnya secara langsung terasa seperti serangan jantung visual. Tubuhnya menjulang n

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 1. Teh panas dan ingatan masa depan

    PRANG! Bunyi porselen mahal yang menghantam lantai marmer menggema nyaring, membelah keheningan sore. Pecahannya berhamburan, memantulkan sinar matahari layaknya serpihan berlian-indah namun berbahaya. Belum sempat gema itu hilang, jeritan melengking segera menyayat telinga. "KYAAAAA! Panas! Pan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status