เข้าสู่ระบบ“Ethan tidak mau minum obat,” tolak Ethan yang tahu jika sakit dia harus minum obat.
“Nah... itu Ethan tahu. Kalau sakit harus minum obat, jadi kalau Ethan tidak mau minum obat, Ethan tidak boleh ...?”“Nangis,” jawab Ethan di sela senggukannya.“Betul sekali. Bagaimana kalau kita makan sekarang? Perut Ethan pasti lapar kan karena sudah kosong?” Leah membujuk Ethan untuk makan.Mendengar hal tersebut, Ethan menutup mulut dengan kedua tangan sambil menggelenMarck langsung meraih tubuh Bella dan membawanya ke pantai. Saat sudah berada di air dangkal, dia menggendong dan membawa tubuh Bella menjauh dari laut.Melihat handuk Bella yang tergeletak di atas pasir, dia meletakkan tubuh wanita itu di atas handuk tersebut dan berusaha memeriksa keadaan Bella.Dengan jari tangannya, Marck mencari tanda kehidupan di nadi yang berada di pergelangan tangan dan leher Bella. Dia bisa bernafas lega ketika masih bisa merasakan denyut nadi Bella yang berdetak sedikit lemah.Pernah belajar pertolongan pertama, Marck mencoba memberi nafas buatan pada Bella untuk menyadarkan wanita itu. Baru saja dia ingin menurunkan kepalanya, tiba-tiba mata Bella terbuka lebar, senyum di bibirnya merekah, membuat Marck terlonjak kaget.“Ini yang namanya bersenang-senang,” gumam Bella yang langsung mendorong dada Marck dan berlari menjauh dari pria itu.Awalnya Marck masih membeku, tidak menyadari apa yang terjadi. Dirinya syok
Beruntung apa yang dia lakukan tidak membuat Marck terbangun. Dia dengan perlahan menjauhkan tubuhnya dari posisi semula, tapi terpekik terkejut ketika Marck tiba-tiba melingkarkan tangannya dan mendekapnya dengan erat, seolah itu adalah bantal guling yang bisa pria itu peluk seenaknya.Tangannya sudah berniat untuk mendorong dada Marck untuk melepaskan diri pelukan pria itu, tapi aroma tubuh Marck begitu menggoda sekaligus menenangkan. Kapan lagi dia bisa mendapatkan kesempatan seperti sekarang ini?Bella kemudian memberanikan diri untuk membalas melingkarkan tangannya di pinggang kokoh Marck, menyembunyikan wajahnya di dada pria itu dan menghirup aroma Marck sebanyak mungkin sebagai penghantar tidur. Merasakan semua itu, hatinya merasa tenang, perutnya yang sakit kini berangsur terasa nyaman berkat botol hangat yang Marck memberikan padanya. Matanya terasa berat, lalu perlahan terpejam, tak lama kemudian dia menyusul Marck ke alam mimpi.Debur
Sadar jika tangan wanita itu kotor oleh makanan, Marck mengambil tisu dan membersihkan bibir Bella dari makanan yang mengotori mulutnya. Bella seketika menghentikan acara makannya dan sangat terkejut dengan sikap Marck. Mereka sama-sama terdiam dengan tangan Marck masih di mulut Bella. Mata mereka saling terkunci, membuat jantung Bella berdetak kencang akibat tatapan Marck yang tertuju padanya. Untuk beberapa waktu yang singkat, Bella lupa tentang trauma yang dideritanya, yang ada di pikirannya adalah pria tampan yang dicintainya selama ini. Keadaan di antara keduanya menjadi canggung setelah Marck mengusap bibir Bella. Bella semakin menenggelamkan dirinya pada makanan di depannya dan menghabiskan makanan tersebut meskipun perutnya sudah kenyang. Sedangkan Marck mulai memakan makanannya dengan santai. Setelah selesai makan, mereka pulang ke villa milik Marck, keduanya masih saling diam karena tidak tahu
Bella kemudian mengangguk pelan mengiyakan apa yang Marck katakan. Seketika tubuh Marck membeku, mulutnya mengering bahkan dia kesulitan menelan ludahnya sendiri. Dia memejamkan mata mencoba menenangkan diri, menata perkataannya kemudian bersuara kembali.“Apa yang kamu rasakan? Apakah kamu merasa ketakutan dan khawatir sepanjang waktu? Apakah setiap malam kamu bermimpi buruk dan tidak bisa tidur,” tanya MarckKetika mendapatkan pertanyaan tersebut, Bella menoleh dan ganti menatap wajah Marck dengan lekat. “Apakah itu yang kamu rasakan saat kamu mengalami trauma itu?”“Ya, aku mengalaminya selama bertahun-tahun dan aku akan merasa sangat bersalah padamu jika kamu juga mengalami apa yang aku rasakan,” ujar Marck penuh dengan rasa bersalah dan penyesalan.“Aku tidak bisa membayangkan betapa menderitanya dirimu merasakan semuanya itu,” kata Bella.“Itulah alasanku bekerja siang dan malam tanpa mengenal waktu, bukan karena aku gila kerja tapi
“Apa maksudmu memberi pelajaran?” tanya Marck..“Aku rasa Andrea terlalu terobsesi untuk menjatuhkan keluarga Collins karena masa lalunya bersama Kevin. Sayangnya dia tidak bisa menjatuhkan Kevin lagi karena pekerjaan Kevin tidak ada sangkut pautnya dengan keluarga Collins. Dia mencari celah untuk menjatuhkan apa pun yang berhubungan dengan keluarga ini dan kebetulan produkmu bersaing dengan produknya sehingga kamu menjadi sasaran wanita itu,” terang Jossie.“Lalu apa yang akan kamu lakukan?” tanya Marck.“Melakukan apa yang seharusnya aku lakukan dari dulu,” geram Jossie.Mendengar hal tersebut, Marck tidak berani ikut campur karena itu berarti urusan Jossie adalah urusan keluarga Bones.“Terima kasih telah membantuku merahasiakan hal ini dari keluarga Collins. Jika mamaku tahu, dia pasti akan membunuhku,” ujar Marck.“Kamu harus menemui Bella sekarang dan meminta maaf padanya,” desak Jossie.“Baiklah, aku akan menemuin
Seharusnya Marck menjadi tersangka dan dia bisa ikut menjatuhkan pria itu untuk membalas rasa sakitnya, tapi bukan kebencian yang dia rasakan pada Marck, sebaliknya dia malah merasa kasihan pada pria itu.“Sepertinya diriku sudah gila, mencintai pria sampai tak mampu membenci perbuatan yang telah dia lakukan,” gumam Bella.Bella terkejut ketika ponselnya berbunyi. Tangannya mengambil remote TV dan mematikan berita yang sudah dia dengar sepanjang hari. Dia mengambil ponsel yang ada di meja di depannya dan terkejut ketika tahu Jossie yang menelepon.“Halo Bella apa kabar?” suara Jossie terdengar begitu bersemangat.“Hai Jossie, senang sekali mendengar suaramu. Aku dengar kamu telah melahirkan, selamat untuk kelahiran bayimu yang pertama. Aku berdoa semoga kamu dan bayimu sehat selalu,” sambut Bella menerima telepon dari Jossie.“Terima kasih untuk doamu. Aku merindukanmu, Bella,” ucap Jossie.“Aku pun merindukanmu,” balas Bella.
Sepanjang perjalanan, tidak ada satu pun dari mereka yang berbicara. Zack tampak serius dengan kemudinya. Tatapan matanya terus lurus ke depan, berkonsentrasi dengan jalan yang mobil yang dilalui. Sedangkan Kelly menatap keluar jendela, asyik dengan pikirannya sendiri.Bayangan tentang d
“Bagaimana dengan Nona Kelly? Karena tampaknya Anda masih sangat muda,” usul Maria. “Itu jauh lebih baik dibanding Nyonya,” kata Kelly. “Nona, bolehkah aku menggendong Tuan Muda Ethan? Agar Anda bisa makan dengan nyaman,” seorang pelayan yang du
“Bukan bagitu caranya. Aku menginginkan bagianmu sekaligus bagian Ethan. Kamu sebagai wali dari Ethan harus memastikan jika harta Ethan menjadi milikku setelah itu aku akan melepaskanmu dan kamu bisa pergi jauh dari kehidupanku. Bahkan aku tidak ingin melihatmu dengan Ethan lagi,” papar Zack.Kelly
Apa yang dilakukan Zack membuat kaki Kelly semakin berdenyut menyakitkan, tapi Kelly menahan rasa sakit tersebut. Kelly tidak ingin Zack meninggalkannya jika dia menghambat langkah pria itu. Ini satu-satunya kesempatan dia bertemu dengan Ethan kembali.Zack membuka pintu mobil dan mendorong tubuh K







