INICIAR SESIÓN“Ethan tidak mau minum obat,” tolak Ethan yang tahu jika sakit dia harus minum obat.
“Nah... itu Ethan tahu. Kalau sakit harus minum obat, jadi kalau Ethan tidak mau minum obat, Ethan tidak boleh ...?”“Nangis,” jawab Ethan di sela senggukannya.“Betul sekali. Bagaimana kalau kita makan sekarang? Perut Ethan pasti lapar kan karena sudah kosong?” Leah membujuk Ethan untuk makan.Mendengar hal tersebut, Ethan menutup mulut dengan kedua tangan sambil menggelenAthena kemudian mencoba memejamkan mata menanti hari esok di mana tidak akan ada cerita lagi tentang Dorian.Klik... terdengar suara pintu yang terkunci, menyadarkan Athena dari rasa kantuknya. Dia langsung membuka mata dan melihat Dorian berdiri di depan pintu kamar yang telah tertutup rapat. Dengan cepat dia turun dari ranjang dan berlari mendapatkan pria itu. Tangannya langsung mendekap tubuh Dorian yang disambut oleh pria itu.“Miliki aku untuk malam ini dan aku tidak akan membukanya lagi untuk pria mana pun. Mereka bisa menyentuh tubuhku tapi tidak dengan hatiku,” ucap Athena dengan kesungguhan hati.Mendengar hal tersebut, emosi Dorian membuncah. Air mata keduanya mengalir deras, bibir mereka saling melumat hingga rasa asin menjadi rasa yang dominan dalam cecapan mereka.“Aku berharap di kehidupan mendatang kita bertemu dengan keadaan yang lebih baik,” ucap Dorian di sela cecapan mereka.“Jika aku tak mengen
“Apa yang kamu lakukan di sini ...?” gumam Athena yang tidak didengar oleh yang lain, tapi tamu pria itu sangat tahu ekspresi keterkejutan Athena.“DORIAN ...!” teriak Leah yang langsung memeluk adiknya tersebut. “Kemarilah! Aku akan memperkenalkanmu pada keluarga Kakak,” lanjut Leah dengan penuh kebanggaan. Leah memperkenalkan satu persatu keluarga Collins, mulai dari suaminya sampai yang terakhir adalah Athena dan tunangannya.“Senang bertemu dengan Anda, Nona Athena,” goda Dorian yang tidak ditanggapi oleh Athena. Dia masih tidak percaya jika Dorian adalah adik dari Kakak iparnya dan dia merasa sangat kesal karena Dorian tidak pernah menceritakan hal tersebut padanya.“Nona Athena, apakah Anda mendengarkanku?” tanya Dorian membuyarkan lamunan Athena.“I-iya, aku mendengarkanmu. Senang bertemu dengan Anda Tuan Dorian,” ucap Athena dengan nada formal.Dorian tersenyum dan menjabat tangan Athena dengan sangat erat, mem
Sepanjang acara makan, dia duduk dengan tidak tenang karena mata Dorian terus menatapnya tajam. Bahkan ketika Joshua bercerita pengalamannya panjang lebar tentang Turki, dia sama sekali tidak memperhatikan. Pikirannya terus tertuju pada Dorian.“Aku akan ke toilet sebentar,” kata Joshua lalu berdiri meninggalkan Athena di mejanya.Melihat Athena sendiri, kesempatan tersebut tidak disia-siakan oleh Dorian. Pria itu berdiri dan mendekati meja Athena. Tanpa segan, dia duduk di tempat di mana Joshua duduk sebelumnya.“Dorian, apa yang kamu lakukan di sini? Joshua bisa melihatmu,” tegur Athena.“Aku cemburu melihatmu terus berduaan dengan pria itu. Ingat statusmu masih istriku!” geram Dorian.“Sudah aku bilang padamu jika keadaan kita sudah jauh berbeda dalam satu tahun ini. Jangan mempersulit keadaan, kita hanya bertemu di waktu dan tempat yang salah. Jadi sebaiknya, cepat tanda tangani surat perceraian kita,” ucap Athena.“Aku menci
“Pria itu bernama Niel, aku tidak begitu mengenalnya, tapi beberapa kali dia main ke rumah dan bersikap sangat ramah dan sopan.”“Niel,” ulang Dorian seakan tidak asing dengan nama tersebut. “Bukankah dia mantan kekasih Viola?” ucap Dorian ketika mengingat pria itu.“Apa ...?! Mantan kekasih Viola?” seru Athena tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Dorian kemudian menceritakan apa yang terjadi antara Niel dan Viola seperti yang dia ketahui.“Dari ceritamu, apakah kamu ingin berkata jika semua yang terjadi hanyalah permainan Viola agar aku pergi menjauh darimu?” tanya Athena tidak percaya.“Viola sangat terobsesi padaku. Dia bilang mencintaiku dan mulai mengekang dan mengaturku dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi. Hal itu membuat aku pergi dari peternakan dan bekerja bersama perusahaan internasional sampai sekarang. Meskipun begitu, aku dan Viola masih berteman karena bagaimana pun juga dia yang memperkenalkan aku dengan p
Bibir Dorian tersenyum senang melihat pemandangan indah terpampang di depannya. Dua bukit kembar yang menantang, memanjakan mata. Dia menarik tangan Athena dan memasukkan tangan wanita itu ke balik celana boxer yang di pakaiannya. Tahu apa yang diinginkan Dorian, Athena memanjakan milik Dorian yang telah mengeras dengan tangan lentiknya, menangkup dan menggerakkan tangannya di dalam sana. Sedangkan Dorian sibuk menghujani bahu putih Athena dengan gigitan-gigitan kecil, menyapu leher jenjang wanita itu dengan lidah panasnya, lalu membenamkan wajahnya di belahan dada Athena. Bibir Dorian merangkak naik dari lereng bukit milik Athena, menuju puncak yang seperti anggur matang yang siap dipanen. Anggur yang bakal memabukkan siapa saja yang menyantapnya dan malam ini dialah yang mendapat keberuntungan untuk melahapnya. Desahan keras menggema ketika mulut Dorian melahapnya, mengecap rasa manis dan melumat menikmatinya. Membuat tan
Ketika turun dari pesawat, Athena langsung menghidupkan ponsel untuk memberitahu Joshua jika dia sudah sampai di Paris. Pada panggilan pertama, Joshua sudah mengangkatnya. Dia pun terlibat obrolan seru dengan tunangannya, menceritakan betapa dia begitu menikmati perjalanannya. “Ternyata tidak semenakutkan yang aku bayangkan?” ujar Athena. Obrolan tersebut membuat dirinya tidak memperhatikan jalan. Tanpa sengaja, bahunya menabrak bahu seorang pria. “Maafkan aku,” ucap Athena sambil menundukkan tubuhnya. Tanpa saling melihat wajah masing-masing, keduanya saling menundukkan tubuh dan berlalu begitu saja. Ketika Athena melihat punggung pria yang dia tabrak, tampaknya pria itu juga sedang sibuk dengan ponselnya dan tampak terburu-buru. Athena mengangkat bahu tampak tak peduli dan melanjutkan perjalanannya. Tanpa dia tahu, jika pria tersebut adalah seorang CEO dari perusahaan internasional







