Beranda / Romansa / Menikah Dengan Paman Tunanganku / Bab. 254: Menikah Dengan Paman Tunanganku

Share

Bab. 254: Menikah Dengan Paman Tunanganku

Penulis: Faoo pey
last update Terakhir Diperbarui: 2025-09-20 21:45:23

Di Rumah Tua Addison

Nyonya Addison menemukan suaminya duduk di tangga taman. Di tangannya, sebotol arak putih. Wajahnya muram, kesepian, meneguk satu demi satu tanpa peduli jantungnya yang sudah lama bermasalah.

Dengan cemas, ia segera menghampiri. “Lukas! Apa kau ingin mati? Jantungmu lemah, tapi kau malah minum arak dengan kadar alkohol setinggi ini!”

Ia meraih botol itu, mencoba merebutnya.

Namun Tuan Addison bersikeras menariknya kembali, wajahnya keras kepala. “Apa pedulimu! Jangan ikut c
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menikah Dengan Paman Tunanganku    Bab. 384: Menikah Dengan Paman Tunanganku

    Kiara mencibir pelan.Dalam hati, ia bersyukur telah mendengarkan nasihat pengacara yayasan—tentang satu kata yang kini terasa begitu manis: pembekuan aset.Ia menatap Kakak iparnya dengan dingin, tatapan tajam itu membuat wanita itu tersebut tanpa sadar bergeser setengah langkah ke belakang.“Katakan padaku,” ucap Kiara perlahan, “kalau aku tidak membekukan aset, apa kau akan berbicara denganku dengan nada setenang ini?”Ia tersenyum tipis, namun senyumnya sama sekali tak hangat.“Aku akan tetap membekukan aset. Pertama, aku menuntut pernikahan kedua. Setelah itu, likuidasi aset. Terakhir—gugatan cerai.”Alis Helena langsung berkerut.“Rekening perusahaan sudah dibekukan! Rekening perusahaan atas nama Jordy juga ikut dibekukan!” suaranya meninggi.“Tahukah kau berapa banyak pesanan yang tertahan? Berapa besar kerugian yang kau timbulkan? Apa gunanya semua ini untuk pembagian aset?!”Kiara menatapnya datar.“Aku tidak mendapatkan keuntungan apa pun dari itu.”Helena tertegun. “Kalau b

  • Menikah Dengan Paman Tunanganku    Bab. 383: Menikah Dengan Paman Tunanganku

    “Kau benar-benar tidak tahu malu… sampai tingkat yang memalukan.”Adithya pernah menempuh pendidikan seni di luar negeri. Aura yang melekat padanya berbeda dari kebanyakan tuan muda—halus, terpelajar, namun berbahaya.Nada bicaranya sopan, bahkan tenang.Namun setiap katanya tajam, menusuk tanpa perlu ditinggikan.“Kau begitu tak tahu malu,” lanjutnya ringan, “lalu apa salahnya jika pacarku mencakar dirimu beberapa kali? Setidaknya, dia masih tahu batas.”Ia tersenyum samar.“Sedangkan kau—bahkan rasa malu pun tidak punya. Keaslian foto-foto itu bisa dibuktikan lewat analisis teknis.Pakaian di lemari—apakah milik suami Nyonya Kiara—bisa ditentukan melalui analisis rambut.""Dan anak dalam kandunganmu…” Ia berhenti sejenak, suaranya datar, “…bisa dipastikan lewat amniosentesis.”Tatapan Adithya mengeras.“Jadi, Kau, sebagai wanita tak tahu malu—memang bodoh, atau kau mengira semua orang di dunia ini semudah dirimu untuk dibohongi?”Setelah itu, ia menoleh ke arah pengacaranya. “Aku a

  • Menikah Dengan Paman Tunanganku    Bab. 382: Menikah Dengan Paman Tunanganku

    Brielee mengendarai mobil sportnya menuju dermaga. Angin laut berembus kencang, mengacak-acak rambut panjangnya hingga tampak berantakan. Ia menghentikan mobil, bersandar santai di kap mesin, lalu mengangkat ponselnya. Dengan latar belakang laut biru dan rambut yang tertiup angin, ia memotret dirinya sendiri.Tak lama kemudian, foto itu diunggah ke WeChat Moments.[Brielee: Selamat tinggal, Bumi~ Ngomong-ngomong, apa ada orang di dunia ini yang mau menerima makhluk kecil malang ini? Hiks hiks~]Tak butuh waktu lama, unggahan itu langsung dipenuhi tanda suka.Foto itu memang indah. Rambutnya yang berantakan justru menambah kesan malas tapi anggun. Kecantikan Brielee bukan tipe lembut dan manis—fitur wajahnya tegas dan mencolok, seperti supermodel internasional. Tulang pipinya tinggi, garis wajahnya tajam, tubuhnya tinggi ramping, dan auranya selalu ceria serta penuh energi.Ia memang kesayangan para pewaris kaya. Hampir semua orang menyukainya.Saat itu, Alexander kebetulan sedang men

  • Menikah Dengan Paman Tunanganku    Bab. 381: Menikah Dengan Paman Tunanganku

    Adithya dengan santai meneruskan unggahan Weibo yang tengah viral itu kepada Ainsley.Meski Brielee sudah buru-buru menghapusnya, tetap saja ada netizen bermata elang yang lebih dulu menyimpan tangkapan layar.【Tautan Weibo: “Gambar Tidak Pernah Berbohong! Foto Keponakan Tuan Ketiga!"】Dalam unggahan itu, status Tuan Ketiga di rumah digambarkan begitu rendah—bahkan disebut hanya selangkah di atas seekor anjing.Ainsley melirik foto tersebut. Wajah tampannya seketika memanas, rona merah merambat hingga ke telinganya.Ia menekan kolom komentar.【Ya Tuhan, sekarang aku makin yakin Tuan Ketiga itu belum bercerai.】【Benar! Mau bercerai butuh nyali besar, ya. Kemoceng, kulit durian, hukuman menghadap tembok—semua sudah siap~】【Hahaha, jejak kaki anjing di tembok itu maksudnya apa? Tuan Ketiga harus ikut berdiri juga?】【Dia memang tidak berdiri seperti anjing, tapi punggungnya yang menghadap tembok itu kelihatan sangat… teraniaya. Sangat teraniaya! Hahaha, maaf, aku ngakak!】【Tuan Ketiga ben

  • Menikah Dengan Paman Tunanganku    Bab. 380: Menikah Dengan Paman Tunanganku

    “Brielee, sebenarnya apa yang ingin kau katakan?” Dahi Anatasya dipenuhi tanda tanya.“Anna, tolong jangan bohongi aku lagi!” Brielee menggenggam tangan Anatasya dengan kuat. “Aku tahu Paman Ketiga memperlakukanmu dengan buruk! Orang-orang di luar sudah menyebarkan gosip bahwa kalian berdua akan bercerai, dan dia tidak memberimu sepeser pun!”Anatasya berkedip. “Gosip?”“Bahkan para pelayan di Mansion juga membicarakannya!” Brielee semakin emosional. “Katanya… setiap malam Paman Ketiga memukulmu sampai kau berteriak keras. Semua orang mendengarnya!”Pfft—Anatasya hampir tersedak. Wajahnya memerah setengah mati.Para pelayan itu… sejak kapan mereka hobi menguping?!Melihat Anatasya tidak langsung membantah, Brielee semakin yakin. Ia buru-buru membuka tangkapan layar percakapan di ponselnya.“Anna, aku tidak datang hanya karena rumor. Aku memeriksa satu per satu! Dan lihat foto profil ini—aku kenal betul, ini pelayan dari Mansion kita!”Anatasya: ……“Ini keterlaluan!” Brielee makin gu

  • Menikah Dengan Paman Tunanganku    Bab. 379: Menikah Dengan Paman Tunanganku

    Mendengar itu, tubuh Aria bergetar hebat. Ia tersentak duduk tegak, jantungnya berdegup begitu kencang hingga nyaris melompat keluar dari dadanya.Bobby segera meraih tangannya yang dingin, menggenggam erat dengan lembut. Suaranya rendah namun menenangkan, “Jangan panik. Aku di sini.”Aria mengangguk pelan, tatapannya kosong. Ia berganti pakaian dengan tangan gemetar, mandi sekadarnya, lalu bergegas turun ke bawah.Langkahnya begitu cepat hingga ia tak menunggu Bobby sama sekali.Tak punya pilihan, Bobby pun mengganti pakaian formal dan mengikutinya turun.Begitu tiba di ruang tamu, Aria terengah-engah. Ia menundukkan kepala dan memanggil lirih, “Ayah… Ibu…”“Kau—kau!” Bram menunjuk ke arahnya, wajahnya merah padam karena marah. “Kau benar-benar berani pergi dan bermalam di luar?!”Suaranya meninggi, napasnya tersengal.“Tahukah kau bahwa ibu dan ayah tidak tidur semalaman? Kami menelepon semua teman sekelasmu! Kalau bukan karena tak ada cara lain, apakah kami akan datang ke sini?” Ia

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status