Beranda / Romansa / Menipu Sang CEO Buta / #183 Hilang Tapi Aneh

Share

#183 Hilang Tapi Aneh

Penulis: aisakurachan
last update Tanggal publikasi: 2026-02-11 07:04:39
Ellie tidak tahu kalau ketidakhadiran Raven di sebelahnya, ternyata mampu membuatnya merasa sangat kosong.

Padahal dia menghabiskan waktu jauh lebih lama untuk sendiri, sebelum bersamanya. Tapi sekarang hanya butuh waktu satu jam dia sudah menagih kehadiran Raven.

Ellie bangun dan mengetuk pintu kamar mandi. Saat tidak ada jawaban, Ellie membuka dan ternyata memang kosong. Dia mulai bertanya-tanya, kemana perginya Raven sepagi ini.

Meski masih penasaran, tapi Ellie memutuskan untuk untuk tidak t
aisakurachan

😢😢😢 Ellll

| 3
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Andilie fong
kejam banget jebakannya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #406 Tekanan dan Permintaan

    "Aku pernah melihatmu berjalan bersama wanita di Lake Magiorre, tahun lalu. Apa itu wanita yang akan kau nikahi?"Matteo terdiam berpikir. Ellie tidak salah, dia memang pernah berada di sana bersama Ivy, dan hanya sekali. Dia kemudian sadar, jika Ellie juga berada di kota itu. Rose dan Dante pergi ke sana bersama Ellie dan Raven. Jadi Ellie melihat Ivy bersamanya setelah dia membunuh salah satu penyerang Ivy."Kau benar-benar melihatku?" Matteo tak percaya Ellie bisa kebetulan melihat mereka."Hanya dari kejauhan. Aku tidak ingat melihat wajahnya dengan jelas. Aku ingat dia memakai turtleneck." Ingatan Ellie detail soal baju, karena menurutnya aneh. Saat itu musim panas.Matteo kini yakin Ellie benar-benar melihatnya hari itu. Sampai sekarang, Ivy masih memiliki kebiasaan untuk memakai scarf atau turtleneck untuk menutupi luka. Jadi gadis yang dilihat Ellie benar-benar Ivy."Aku akan menikah dengan gadis itu," kata Matteo."Oh wow! Kau tidak bercanda?!" Ellie kembali berseru."Tidak, E

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #405 Kabar dan Kejutan

    "Kau belum menghubunginya?"Ivy bertanya, karena saat kembali masuk ke kamar, dia masih melihat Matteo berada dalam posisi yang sama. Berdiri memandangi ponsel.Matteo menggeleng.Ivy mendesah sambil memilih sepatu dari rak. Pilihannya jatuh kepada sepatu boot berwarna hitam yang dulu dibelinya di Italy. Modelnya sangat cocok dengan musim gugur, dan cocok dengan gaun selutut warna merah, yang dipakainya sekarang.Mantel dan scarf yang dipakainya nanti, juga akan berwarna hitam. Tidak terlalu casual, tapi tidak juga resmi berlebihan. Cocok untuk acaranya hari ini. Yang membuat Ivy paling puas, penampilannya sangat serasi dengan Matteo. Dia memakai jas hitam dan kaos turtle neck merah tua hari ini.Acara hari ini, mereka akan berkeliling ke beberapa tempat untuk memilih lokasi pernikahan, dan setelah itu masih harus melakukan fitting baju pengantin.Hari yang sangat sibuk, karena itu Ivy tidak ingin Matteo membuang waktu, dengan menimbang dan berpikir soal menghubungi Ellie. Sudah sejak

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #404 Tamu dan

    "Maaf, Macy. Tapi bisakah aku memberinya besok? Hari ini ada beberapa tamu yang tidak terduga, jadi kami belum bisa memutuskan."Ivy meminta dengan sangat sopan dan hati-hati. Terdengar Macy bernafas berat."Baiklah, aku mengerti. Tapi tolong secepatnya ya! Dan aku sudah mengirimkan beberapa gambar lokasi melalui email. Kau boleh memilih lokasi mana yang kau sukai, dan kita bisa berkunjung ke sana untuk survey. Hanya ada sedikit tempat yang bisa aku berikan, karena terbatasnya waktu persiapan."Macy mengurai tugas lain Ivy panjang lebar."Tentu saja. Tidak masalah. Terima kasih Macy," kata Ivy. Lega Macy tidak terdengar kesal.Bagaimana pun seharusnya dia menyerahkan daftar tamu hari ini, tapi terpaksa mengingkari janji itu, karena kedatangan Ibunya dan Jossie.Jossie sendiri baru pulang setelah hampir sore. Gadis itu sedikit terlalu bersemangat. Karena itu Ivy sama sekali belum bisa mengirimkan daftar tamu undangan yang diminta.Setelah mengucapkan maaf dan terima kasih sekali lagi pa

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #403 Kalah dan Ayah

    Namun untuk kedua kalinya, Mateo menyelamatkan pipi Ivy. Kali ini dengan mengangkat tangan. Amadea hanya berhasil menampar punggung tangan Matteo."Anda mungkin melihat yang terburuk dari ayah saya, dan pada diri saya. Tetapi saya tahu satu hal pasti, saya tidak akan pernah melukai Ivy. Karena saya tidak pernah rela melihat Ivy terluka maupun kesakitan."Kalimatnya masih sopan, tapi mengandung teguran. Ini kedua kalinya Amadea berniat untuk melukai Ivy. Memang ucapan Ivy sangat tidak sopan, tapi Amadea juga sama.Matteo tidak menyukai bagaimana tangan Amadea sangat ringan berusaha menyakiti Ivy. Matteo masih bersifat hormat dan sopan, hanya karena statusnya sebagai ibu Ivy."Kau boleh menutupi kebususkan keluarga Ranallo dengan kata-kata manis. Tapi ingat saja, aku tahu hitam apa yang ada di keluarga itu!" Bukan hanya pada Ivy, kini Amadea murni marah pada Matteo, setelah mendengar teguran itu. Dan lebih kesal lagi, karena tidak bisa melakukan apapun padanya.Amadea kembali berpaling p

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #402 Ibu dan Penolakan

    Jossie diantar oleh Luigi ke ruangan baca, menjauhi bencana yang sebentar lagi datang. Meninggalkan Matteo dan Ivy yang kini berdiri dengan sedikit tegang.Seperti Ivy, Matteo juga berpendapat Amadea tidak akan datang dalam damai. Jantung Ivy berdetak kencang, saat bel pintu depan berbunyi. Mauro yang berlari membukanya.Dan masuklah sosok Amadea masih persis seperti apa yang ada dalam ingatan Matteo. Berselimut mantel hitam, wanita itu menatap tajam pada Ivy, dan berkerut tak suka melihat Matteo."Aku mengira kau sudah lebih waras, saat memutuskan untuk kembali ke New York. Tapi ternyata kau masih membawanya.."Yang Amadea maksud tentu saja Matteo. Karena sudah tidak berada di Neive, sepertinya Amadea merasa lebih berani menghadapi Matteo. Jika dulu dia masih segan karena Matteo adalah Ranallo, rasa segan itu sudah jauh berkurang sekarang, saat mereka berada di luar Neive."Aku tidak mungkin akan kembali jika Matteo tidak ada disini!" balas Ivy."Kau memang sudah gila!" bentak Amadea.

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #401 Teman dan Sesal

    Jossie terus terisak memeluk tubuh Ivy, sampai dia terpaksa menepuk punggung Jossie untuk membuatnya tenang. Ivy memandang Matteo, tidak berkata apapun, tapi kurang lebih artinya adalah 'apa yang kau lakukan padanya?'"Aku tidak melakukan apapun." Matteo mengelak.Alis Ivy bergerak ke atas, tanda tidak percaya."Aku hanya menyuruhnya pergi, karena tidak seharusnya dia bicara padamu lagi!" tukas Matteo.Perbuatan yang jelas tidak bisa dikategorikan sebagai tidak melakukan apa-apa. Ivy menggeleng, lalu meminta tisu pada Mauro. Dia menyerahkannya pada ada Jossie, sambil melepas pelukan itu bajunya sudah basah oleh air mata."Kau tidak boleh menangis jika ingin berbicara padaku," kata Ivy. "Aku tidak akan mengerti apa yang kau katakan, apa yang kau maksud," bujuk Ivy.Ivy mengulang apa yang dilakukan Mauro tadi, sedikit memaksa Jossie untuk duduk di sofa. Dia juga meraih gelas yang tadi diambil Mauor, menyuruh Jossie untuk minum, agar lebih tenang.Sedu sedan itu masih berlangsung, walau J

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #442 Goresan dan Rupa

    Ivy mengangkat kepala, saat merasakan terang dibalik pelupuk mata. Sedikit kebingungan, karena begitu sekelilingnya jelas terlihat, dia ternyata tidak sedang terbaring di ranjang.Dia ada di sofa yang dulu dipakai Matteo saat terapi. Ivy akhirnya ingat, dia tertidur saat memeluk punggung Matteo, men

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #441 Buruk dan Indah

    Matteo menatap Ivy yang telah tertidur pulas.Seperti biasa, dia tertidur terlebih dahulu, karena Matteo harus mengerjakan beberapa dokumen. Lagi pula hari ini melelahkan. Pantas jika dia tertidur lebih cepat tadi.Mata Matteo bergulir menatap tangan Ivy yang terbuka di samping tubuhnya. Tangan itu

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #440 Awal dan Lancar

    Tapi Matteo menggeleng tak setuju. "Kau tahu cat minyak tidak bisa terhapus dengan mudah dari kulit bukan?""Oh.. NO!"Ivy kini benar-benar panik, memandang tangannya yang berwarna ungu merata. Dia tidak berpikir sejauh itu tadi. Ivy tadi hanya ingin menarik perhatian Matteo, agar rasa khawatir dan

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #439 Warna dan Lukisan

    Mereka tiba di Alba hanya dalam waktu dua puluh menit. Seharusnya tidak selama itu, tapi lalu lintas hari minggu cukup padat merayap.Luigi menjalankan mobilnya perlahan sesuai dengan arahan dari Ivy. Dia menolak memberikan alamat persisnya dimana toko yang menjadi tujuannya. Alih-alih Ivy menggunak

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status