Beranda / Romansa / Menipu Sang CEO Buta / #347 Tidak Suka Tapi Terbaik

Share

#347 Tidak Suka Tapi Terbaik

Penulis: aisakurachan
last update Tanggal publikasi: 2026-03-07 06:09:17
Ellie tadi ingin bertanya siapa Tilda, tapi dari reaksi Raven yang begitu keras, dia bisa membentuk dugaan di dalam kepala. Siapapun Tilda itu, sudah jelas Raven sangat peduli padanya.

"Kenapa aku tidak boleh menyebutnya? Dia Ibu dari Willow!"

Dan prasangka Ellie sangat tepat. Dengan menjijikkan King Gustaf memanggil satu nama yang pasti akan membuat Raven goyah. Dia memanggil nama salah satu orang yang disayangi Raven seperti keluarganya sendiri. Itu adalah tindakan curang

Wajah Raven membara p
aisakurachan

Nggak usah kebanyakan mikir, Pak 😏😏

| 4
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Andilie fong
begini lebih baik kan. ..
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #461 Kembali dan Tanpamu

    Keputusan untuk kembali ke apartemen Park Avenue, sepulangnya dari rumah sakit, mungkin bukan hal yang tepat untuk mengembalikan semangat Ivy. Tapi Ivy tidak bisa menghindar, karena Ellie terus mengatakan jika semua sempurna.Ini mengajuk tentang keadaan mereka kini akan kembali bertetangga. Ellie tidak pernah benar-benar meninggalkan New York. Kemarin dia ada di Neive, hanya untuk menunggu Raven. Jadi tempat tinggal terakhirnya adalah New York.Fakta ini sangat menggembirakan Ellie, karena dia tidak perlu bekerja keras untuk berpindah rumah untuk berada dekat dengan Ivy. Ellie sudah menetapkan, jika semua itu adalah takdir yang sangat kebetulan. Ellie semakin merasa jika dia memang ditugaskan untuk menjaga Ivy.Dengan semua keyakinan seperti itu, Ivy tidak mungkin menolak untuk pulang ke apartemennya itu, meski dia tidak suka.Keputusan Ivy untuk menurut, juga karena dirinya merasa membutuhkan teman. Ivy sangat sadar, jika sedikit saja dirinya mengambil langkah yang salah, maka tekatn

  • Menipu Sang CEO Buta   #460 Kenyataan dan Mimpi

    Ivy tidak menyukai suasana sunyi di sekitarnya. Dia ingin ada suara yang memanggil namanya saat nanti membuka mata. Bertanya apakah keadaannya baik-baik saja.Ivy juga ingin ada yang menggenggam tangannya, mengelus kepalanya perlahan. Lalu dalam bisikan lembut, mengabarkan jika keadaan dunia baik-baik saja. Menjelaskan jika dirinya hanya sedang bermimpi. Dan pedih yang saat ini merajai hatinya akan hilang.Namun, semua rasa sakit fisik, yang saat ini Ivy rasakan, hampir di setiap lekuk tubuhnya, memberi tahu jika dirinya tidak bermimpi.Meski begitu, Ivy masih bertahan memejamkan mata. Dengan bodoh berharap jika dirinya kembali pingsan, dia tidak perlu merasakan semua rasa sakit itu. Dia ingin menunda menghadapi kehilangan itu.Tapi Ivy tak mungkin terus memejamkan mata. Dengan gerakan sangat perlahan, Ivy membuka mata, dan melihat langit-langit putih bersih. Itu adalah tempat asing. Ivy belum pernah melihatnya.Lalu terlihat tiang infus, memberi tahu jika dia sedang berada di rumah sa

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #459 Lagi Dan Jatuh

    Ivy seolah sedang melihat adegan film dalam gerak lambat, menolak jika keadaan yang ada di depannya saat ini adalah nyata. Tidak mungkin dia baru saja melihat Dante menembak Matteo.Tapi semua itu kenyataan. Ivy menatap Matteo perlahan meraba perutnya, lalu mengangkat tangan dengan heran, karena tangan itu basah dan merah.Mungkin rasa heran itu yang membuat Matteo tidak tumbang, dia perlahan berbalik, memandang ke arah Dante yang belum menurunkan senjata.Tidak ada amarah di wajah Matteo, hanya heran."Dengan ini, Notte akan menjadi milikku," kata Dante, dengan nada datar, lalu menurunkan senjatanya. Dia menatap lurus pada Matteo. Tidak ada suara gemetar ragu, apalagi ketakutan. Dia memang berniat melakukan itu, tidak merasa sedang melakukan kesalahan.Matteo melangkah pelan sambil menahan luka di perutnya, ingin mendengar penjelasan lain, karena penjelasan yang tadi didengarnya, terlalu mustahil."DOM!" Dante berteriak sekali."Yes!" Matteo juga mendengarnya, jawaban tegas dari Dom,

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #458 Keputusan Dan Akibat

    Matteo berteriak nyaring saat melihat mobil itu menubruk pagar, tanpa tahu apa yang terjadi di dalamnya. Ia lalu berlari menghampiri, namun langkah kakinya terhenti.Leone keluar dari dalam mobil yang telah rusak itu, menyeret Ivy, dalam cengkeraman lengannya. Tumbukan itu membuat mobil rusak, dan akan sulit berjalan, tapi tidak menimbulkan luka berat pada Leone, Ivy yang justru terlihat lebih parah.Wajahnya ternoda warna merah darah, dari dahi yang sobek akibat benturan dengan dashboard, lalu juga darah mengering di sudut bibir akibat tamparan dari Leone.Matteo mengeratkan genggaman pada senjatanya, yang kini terpaksa turun, karena Leone menodongkan senjata pada kepala Ivy.Leone yang sama sekali tidak bisa mempertahankan ketenangan, karena panik dia menyeret Ivy ke arah yang salah. Seharusnya, kalau ingin lari dia akan berjalan ke arah gerbang, namun dia justru menyeret Ivy kembali ke arah rumah. Sepertinya benturan mengganggu jalan pikirannya."Buang senjatamu!" kata Leone. "SEKAR

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #457 Lari Dan Salah

    Ivy menatap Al dengan lega, karena dia mulai mengunyah makanannya dengan lancar, meski masih ada sisa tangis di wajahnya. Rahangnya bergerak mengunyah sandwich yang tadi diantar oleh salah satu penjaga.Dari segala jenis sandwich yang ada di dunia ini, mereka mengantarkan satu jenis yang paling tidak bisa dimakan oleh Ivy, sandwich tuna mayo.Beruntung Ivy sempat memeriksa isinya sebelum memakannya tadi. Jika tidak, maka keadaannya akan lebih buruk daripada hanya sekedar terkurung."Apakah enak?" tanya Ivy sambil mengelus kepala Al. Ivy kagum bagaimana Al bisa sangat berani dan tabah, untuk ukuran anak yang baru berumur dua tahun lebih.Al memang menangis setelah rambutnya dijambak oleh Leone, ini sangat wajar, karena Ivy juga ingin melakukan hal yang sama. Tapi tangisan itu cepat luruh begitu Ivy memeluknya, dan hanya terisak pelan, dalam kegelapan, lalu tertidur. Diikuti Ivy yang terkuras secara emosional.Mereka terbangun, saat penjaga mengantar makanan, dan memberi kesempatan merek

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #456 Gas Dan Pancingan

    Dengan memakai semacam alat pembuat pijakan portabel, mereka merayap naik, dengan gaya pemanjat tebing. Tak sampai lima menit, mereka sudah menghilang di balik tembok.Terlihat mudah, tapi sebenarnya tidak. Butuh otot tangan yang sangat kuat untuk melakukannya, dan kesulitan ini yang membuat Matteo memutuskan sisa pasukan akan masuk melalui gerbang. Akan butuh waktu berjam-jam, jika semua anggota rombongan memakai cara yang sama untuk menyusup.Kini sisa rombongan bergerak mengendap menghampiri gerbang rumah, sedekat mungkin."Lima meter." Terdengar suara dari radio komunikasi. Itu bukan Dom, tapi dari anak buah Matteo yang ada didalam. Mereka berjarak lima meter lagi dari gerbang, dan masih belum ada yang melihat.Cukup menggembirakan, Matteo memperkirakan penjaga seharusnya sudah memergoki mereka sejak tadi. Penjaga di dalam sana sepertinya lebih payah dari pada yang dia bayangkan.Namun Matteo lega terlalu cepat."Terlihat!" Suara itu sekarang terdengar lebih lantang.Ada yang melih

  • Menipu Sang CEO Buta   #326 Duniaku Tapi Untukmu Juga

    Saat menatap wajahya, Ellie seolah bisa melihat bagaimana amarah Raven yang sudah tersulut karena pekerjaan mendadak itu akan semakin menyala.Tapi mata yang tajam itu juga perlahan turun saat Raven menghela napas berulang kali."Caius benar. Pelajaran empati dan kesabaran di dalam sana berguna," gu

  • Menipu Sang CEO Buta   #325 Duniamu Tapi Baru

    "Kau jaga dia baik-baik!" Matteo hanya berpesan, tapi terdengar serupa teguran."Tidak perlu kau suruh!" bentak Raven, saat mendengarnya.Begitu mereka meninggalkan penjara, Matteo sekali lagi mengutarakan keinginannya untuk kembali ke Italia. Ada urusan penting yang harus segera ditangani.Tidak mu

  • Menipu Sang CEO Buta   #324 Rindu tapi Bersambut

    Dunia politik Swedia terguncang kemarin, ketika perdana menteri Ronald Errikson tiba-tiba mundur dari jabatannya Dia memakai alasan sakit, tapi tiga orang yang ada di mobil itu tahu alasan yang sebenarnya.Ellie yakin Caius juga tahu, karena Ellie menceritakan apa yang terjadi di dalam ruangan itu s

  • Menipu Sang CEO Buta   #323 Bertemu Tapi Sebentar Lagi

    Ellie memandang bangunan di depannya dengan wajah heran, lalu berpaling kepada Matteo, yang sedang mengernyit. Mencoba untuk memarkir mobil dengan rapi.Lahan parkir yang tersisa cukup sempit, butuh konsentrasi tinggi agar mobil mereka bisa masuk, tanpa menyenggol mobil yang ada di samping."Kau yak

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status