Mag-log inMia, perempuan yang selama ini hidup sebatang kara dan bekerja keras untuk melunasi hutang orang tuanya, mendapat rezeki tiba-tiba. Dia diangkat menjadi cucu adopsi Adam, sahabat mendiang kakeknya yang kaya raya, dan mendapat butlernya sendiri. Mampukah Mia beradaptasi dengan dunia para miliarder? Bisakah dia memenangkan persaingan di dalamnya?
view moreSean menutup pintu kamar Mia perlahan. Badannya terasa pegal, tetapi masih banyak yang harus dia lakukan sebelum beristirahat. Memastikan menu sarapan besok pagi, mengecek kembali jadwal Mia esok hari, bahkan memastikan pilihan pakaian untuk besok pun menjadi tanggung jawabnya. Setidaknya mansion ini sudah sepi, sehingga dia bisa melakukan segalanya dengan lebih santai. Sean bersenandung kecil seraya mengecek catatan kecil yang selalu dibawa kemana-mana. Ah, jadwal Nona Mia besok tampaknya cukup sibuk. Semoga saja Sean masih sempat istirahat di tengah kesibukannya besok. Tangan Sean memukul-mukul punggungnya, meredakan kaku di bahu. "Apa cucuku sudah tidur, Sean?" Sean menghentikan langkahnya dan berdiri tegak sebelum membungkuk hormat kepada Adam. "Sudah, Tuan. Nona Mia sepertinya kelelahan setelah berlari-lari di taman tadi sore." "Ah, kamu benar!" seru Adam dengan mata berbinar. "Aku tidak menyangka cucu sahabatku begitu lincah. Kamu pasti kesusahan mengejar cucu baruku." "Ti
“Nona Mia!”“Nona, tolong segera keluar!”“Nona Mia, sekarang waktunya belajar!”Sean mengurut dahinya yang pening. Bukan hanya dia, sekarang para maid pun diperintahkan untuk membantu menemukan keberadaan Mia. Masalahnya, bukan hanya perempuan itu masih belum makan, semua pekerja di mansion ini—termasuk dirinya—dilarang makan sebelum seluruh anggota keluarga makan. Dan itu berarti bencana, sehingga mereka semua harus menemukan Mia secepat mungkin.Sean memutuskan melangkah ke kamar Mia yang terletak di lantai dua, mencoba mencari peruntungannya sendiri. Pria itu menghela nafas ketika menyadari nonanya juga tidak ditemukan di tempat itu. “Padahal aku kira Nona Mia nggak mungkin berani kabur jauh-jauh sendirian.”Merasa putus asa, Sean melangkah ke jendela, memandang dengan tatapan menerawang. Kalau nonanya tidak bisa ditemukan di manapun, apa yang harus dia lakukan? Tidak mungkin kan dia terus-terusan bermain kucing-kucingan? Bagaimana dengan nasib pekerja lainnya yang harus menahan l
"Jadi aku akan mulai bertemu pembeliku sekarang? Kamu serius? Dia galak nggak? Ganteng nggak? Aku bakal jadi istri keberapa? Kelima? Sepuluh?"Sean melangkah dengan pandangan lurus, mengabaikan setiap pertanyaan Mia. Dia sudah lelah menjelaskan bahwa perempuan ini tidak dijual, melainkan diadopsi. Entah terbuat dari apa otak perempuan ini, hingga bisa begitu keras kepala mengira dirinya telah diculik. "Hei, berhentilah dulu," minta Mia yang tentu saja diabaikan oleh Sean. "Aku bilang berhenti!" Sean masih terus berjalan dengan tenang hingga… "Aku perintahkan kau berhenti!"Ckiiit!Sial!Salahkan reaksi tubuhnya yang secara otomatis akan mengikuti setiap perintah yang dikeluarkan nonanya. Dengan senyum terpaksa Sean menoleh ke Mia. "Ada yang bisa saya bantu, Nona?""Jawab pertanyaanku dulu! Jadi siapa pembeliku?""Nona Mia, Nona diadopsi menjadi cucu, bukan dibeli.""Aku nggak percaya!""Nona, seorang butler tidak boleh berbohong.""Halah! Mau namamu Sean, mau namamu Buder, bohong ya
"Sakit.." Mia mengerang merasakan pusing di kepalanya. Entah sudah berapa lama dia tidur, yang jelas dia sekarang perlu bangun. Mia membuka matanya perlahan. Kenapa langit-langitnya bukan putih? Bukannya biasanya rumah sakit catnya serba putih, ya? Mia kembali memejamkan mata, namun ketika matanya kembali terbuka, dia masih melihat warna krem, bukan putih."Tidaaak!" Mia bangkit dengan nafas terengah. Dia melihat sekitar dan mendapati dirinya terbangun di ruangan serba asing. Di manakah dirinya kini berada?Mia memukul-mukul pelan keningnya, mencoba memaksa otaknya bekerja. Sayangnya, hingga keningnya memerah, dia masih tidak mengerti apa yang terjadi. Dia pun menyerah, memilih kembali merebahkan badan di atas kasur.Tunggu, aku kan nggak boleh nyerah gitu aja? Mia kembali mendudukkan tubuhnya, bersiap memikirkan apa yang terjadi. "Oke, mari kita pikirkan ini dari awal. Seingatku tadi kan lagi kerja, cafe pas lagi rame. Terus aku ngelayani pembeli cafe. Terus tiba-tiba ada yang mukul
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.