แชร์

Bab 856

ผู้เขียน: Liazta
last update วันที่เผยแพร่: 2025-09-02 23:35:35

Gudang itu terasa seperti labirin. Lorong demi lorong membentang panjang, dipenuhi pintu besi yang tampak sama satu dengan lainnya. Lampu neon yang berkedip membuat bayangan di dinding menari, seolah mengintai setiap langkah Marchel.

Napasnya berat, keringat bercucuran meski udara di dalam dingin menusuk. Ia sudah mengecek ruangan dengan jeruji besi tempat anak-anak lain ditahan. Tapi Yura tidak ada di sana.

“Yura… kamu di mana?” bisiknya, suaranya bergetar. Rasa cemas dan takut, seakan membuat
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (8)
goodnovel comment avatar
Rully Adi prasetyo
wahhh skr peringkat 3 ya thor. .penasaran makin ksini makin seruuuu
goodnovel comment avatar
Mei Sri
kok gak bs dibuk Thor
goodnovel comment avatar
Nur Elifa
seru banget pokoknya. terima kasih udah up Thor, sehat semangat selalu.
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1064

    Pagi itu, langit Paris tampak begitu cerah.Sinar matahari musim semi menyelinap lembut melalui jendela-jendela besar mansion Samuel dan Violet.Hari yang telah ditunggu selama bertahun-tahun akhirnya tiba.Hari pernikahan Arbi dan Alicia.Sejak subuh, suasana rumah sudah dipenuhi kesibukan.Para pelayan keluar masuk membawa pakaian, kotak-kotak perlengkapan, serta berbagai kebutuhan untuk acara pernikahan.Samuel bahkan sudah sibuk sejak pagi mengurus berbagai hal, sementara Violet beberapa kali menerima panggilan dari mansion Albert yang hari ini jauh lebih ramai.Namun di tengah semua kesibukan itu—Arbi justru duduk sendirian di balkon kamar yang disediakan untuknya.Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun berjuang...ia merasa gugup.Sangat gugup.Bahkan saat pertama kali mendirikan perusahaan.Bahkan saat menandatangani kontrak bernilai miliaran.Bahkan saat berbicara di depan ratusan investor.Ia tidak pernah segugup ini.Hari ini berbeda.Karena hari ini bukan tentang uan

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1063

    Mereka bertiga kemudian langsung tertawa. Mungkin karena sama-sama pusing.Silsilah keluarga mereka memang sudah terlalu rumit untuk dijelaskan.Akhirnya Arbi mengangkat kedua tangan."Aku menyerah.""Bagus." Jawab Samuel."Aku cemas. Jika kamu tidak menyerah, apa lagi besok hari pernikahan mu.""Panggil apa saja terserah."Samuel menganggukkan kepalanya.Lalu menatap Arbi beberapa saat."Kamu deg-degan ya?"Arbi mengangguk pelan.Kali ini tanpa bercanda."Iya, Sangat."Samuel tersenyum tipis.Ekspresinya berubah lebih hangat."Aku juga begitu dulu.""Michael juga.""Bahkan Leo dan Noah lebih parah."Arbi tertawa kecil.."Serius?""Iya.""Malam sebelum menikah mereka gak tidur. Padahal sudah jelas besok acara."Arbi menggeleng.Ternyata dirinya tidak sendirian.Samuel menyandarkan tubuhnya ke sofa.Lalu berkata pelan."Besok semuanya akan baik-baik saja."Arbi diam."Kamu sudah menunggu empat tahun. Sudah bekerja keras. Sudah membuktikan dirimu."Samuel tersenyum kecil. Samuel, Micha

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1062

    Akhirnya Arbi menyerah dan keluar dari kamar.Rumah Samuel masih cukup terang.Beberapa lampu masih menyala.Dan dari ruang keluarga terdengar suara-suara kecil.Ketika mendekat, Arbi langsung menemukan sumber keributan itu.Violet sedang duduk di lantai dengan wajah yang mulai terlihat lelah.Samuel duduk di samping istrinya sambil membaca sebuah buku.Sedangkan Eve...Gadis kecil berusia lima tahun itu duduk bersila di atas karpet dengan wajah serius.Sangat serius.Seolah sedang menghadapi ujian masuk universitas."Kamu punya lima permen," ujar Violet sabar."Iya.""Lalu kamu kasih dua permen untuk Amelia.""Iya.""Berapa sisa permenmu?"Eve berpikir beberapa detik.Lalu menjawab mantap."Tetap lima."Violet membeku.Samuel langsung menutup bukunya perlahan."Kenapa tetap lima?" tanya Violet.Karena aku nggak kasih permen ke Amelia.""Hah?""Dia pelit."Violet memejamkan mata."Eve...""Dia juga suka ambil pensilku.""Eve..." Violet sampai kehilangan kata-kata."Aku nggak suka dia.

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1061

    Satu hari jelang pernikahan. Kamar Alicia berubah menjadi markas besar dengan intensitas kesibukan yang jauh melampaui level tesis magister.Aruna, Olivia, Eliza, Yura, Violet, Anisa dan Jasmine berkumpul di sana, sementara Kiara dan Lusi mondar-mandir memastikan segalanya sempurna."Aduh, pelan-pelan dong!" rintih Alicia saat seorang terapis kecantikan menarik alisnya."Kalau nggak sakit, berarti nggak cantik," sahut Olivia santai sambil menahan napas karena wajahnya sedang dibaluri masker."Kak Olivia!""Ini belum seberapa dibandingkan malam pertama nanti," celetuk Aishwa.Semua wanita di ruangan itu tertawa, membuat Olivia hampir merusak maskernya sendiri. Alicia hanya bisa mendengus kesal melihat kakak-kakak iparnya yang kompak mengerjainya.Setelah luluran, perawatan rambut, hingga manikur yang tidak ada habisnya, Alicia akhirnya menyandarkan kepala ke kursi dengan putus asa. "Aku menyerah. Kalau menikah sesulit ini, kenapa orang-orang masih mau melakukannya berulang kali?""Mer

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1060

    Frustrasi Arbi sudah mencapai level mematikan.Setelah insiden fiting baju yang gagal total kemarin, pria itu benar-benar tidak bisa tidur semalaman. Di otaknya hanya ada bayangan wajah Alicia, tawa Alicia, dan fakta bahwa gadis itu hanya berjarak beberapa kilometer darinya, namun rasanya seperti terpisah antar galaksi.Aturan pingitan ini sudah tidak sehat untuk kewarasannya."Kalau aku tidak bisa menemuinya lewat jalur resmi, berarti aku harus pakai jalur belakang," bisik Arbi pada dirinya sendiri di dalam kamar.Sepasang matanya menyipit tajam, menatap jam dinding yang menunjukkan pukul sebelas malam. Ini waktu yang tepat. Di jam begini, rumah utama keluarga Albert pasti sudah sepi. Pelayan sudah beristirahat, dan para singa penjaga—Michael dan Darren—pasti sudah berada di kamar masing-masing.Arbi menyambar jaket hoodie hitam longgar dan topi dengan warna senada. Gaya ala pencuri. Dia tidak peduli lagi jika besok harus dihajar Michael atau disindir habis-habisan oleh Darren. Yang

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1059

    "Mas Samuel, mobil jemputan untuk ke butik sudah siap?" tanya Arbi dengan binar mata yang tidak bisa disembunyikan.Samuel menurunkan korannya sedikit, menatap Arbi dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan pandangan datar. "Mau ke butik mana?""Butik desainer gaun pengantin aku dan Alicia, Mas. Bukankah hari ini jadwal fiting busana?" jawab Arbi, dahi sedikit berkerut melihat ekspresi santai calon kakak ipar.Violet yang sedang memegang pisau buah seketika menghentikan gerakannya, lalu menatap Arbi dengan pandangan kasihan yang sangat kentara."Paman Arbi... kamu belum dikabari oleh desainer papan atas Paris itu?" tanya Violet hati-hati.Perasaan Arbi mendadak tidak enak. Jantungnya berdebar cepat. "Dikabari soal apa, Vio?"Tepat pada saat itu, bel pintu rumah mewah Samuel berbunyi nyaring. Seorang pelayan berjalan cepat membukakan pintu, dan tak lama kemudian, tiga orang asing berjas rapi masuk ke dalam ruangan tamu sambil mendorong sebuah rak gantung beroda yang ditutupi oleh kain

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 731

    Satu kecupan secepat kilat itu jelas tidak cukup untuk Noah.Begitu Aishwa menjauh, wajahnya yang memerah itu justru semakin membuat pria itu kehilangan akalnya.“Mas, sudah… lepaskan aku,” ucap Aishwa pelan, hampir berbisik.Noah masih memegang pergelangan tangannya. Pegangannya tidak kuat, tapi h

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-01
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 725

    “Anisa, berhentilah berpura-pura sakit. Kakimu palsu, tidak mungkin bisa sakit.”Suara itu terdengar jelas, tajam seperti pisau yang menusuk di tengah keramaian.Jenny, gadis berambut pirang yang duduk tak jauh dari meja itu bersandar santai di kursinya. Ia menatap Anisa tanpa sedikit pun rasa iba.

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-01
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 735

    Albert mengirimkan sebuah video tanpa keterangan apa pun. Hanya beberapa detik setelah Nathan membuka file itu, wajahnya langsung berubah. Matanya melebar, napasnya tertahan. Di layar, terlihat Samuel tertangkap basah tidur satu ranjang bersama Violet. Yang lebih membuat ia terdiam, Violet tidur di

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-01
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 749

    Masalah satu belum selesai, mengapa Violet harus membuat masalah baru lagi?Wajah Eliza tampak tegang. Ia marah pada kecerobohan Violet, malu atas ucapan putrinya barusan, tetapi di saat yang sama ia pun iba. Violet masih sangat muda. Terlalu muda untuk terjebak dalam tekanan pernikahan dan ekspekt

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-01
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status