Share

Bab 892

Author: Liazta
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-07 22:38:55

Pagi itu datang terlalu cepat bagi Anisa.

Ia terbangun sebelum alarm berbunyi, dengan dada yang terasa berat seolah ada tangan tak kasatmata menekan dari dalam.

Cahaya tipis matahari Zurich menyelinap lewat celah tirai, dingin dan pucat. Tidak menenangkan. Justru mengingatkan bahwa hari ini adalah hari yang tidak bisa ia tunda lagi.

Hari pengambilan sampel.

Anisa memandangi kakinya yang terbalut perban tipis. Ia menarik napas perlahan, memastikan dirinya masih mampu mengendalikan tubuh—dan pik
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (3)
goodnovel comment avatar
Sri Widiyanti
tanggung banget.....kebiasaan nih author bikin 0rg penasaran
goodnovel comment avatar
Rasyid Ramadhan
lanjutin LG ceritanya
goodnovel comment avatar
Khatijah Rahais
kenapa penulis memanjang cerita nie hasilkan watak baru..fokus penulis sudah lari dr tajuk novel..kita tiada penghujungnya..
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1027

    Rumah sakit itu terasa sunyi.Lorong panjang berwarna putih dipenuhi aroma obat-obatan dan suara langkah kaki perawat yang berlalu-lalang sejak pagi.Berbeda dengan keluarga Hermawan yang sudah kembali ke Paris— Leo dan Anisa, justru memilih tetap tinggal beberapa hari lebih lama di Indonesia.Bukan tanpa alasan.Mereka datang untuk melihat kondisi dua orang yang selama ini menjadi bagian dari masa lalu kelam Anisa.Mirna. Dan Sandy.Suasana di lantai perawatan VIP terasa begitu hening ketika langkah kaki Anisa berhenti di depan sebuah pintu kamar.Tangannya perlahan mengepal.Sedangkan Leo berdiri di samping istrinya sambil memperhatikan wajah Anisa dengan tenang.“Kalau nggak siap… kita bisa pulang,” ucap pria itu pelan.Anisa menggeleng kecil.“Aku harus masuk.”Leo akhirnya mengangguk.Dan perlahan— pintu kamar itu terbuka.Cahaya matahari pagi masuk melalui jendela besar di sudut ruangan. Namun suasana di dalam kamar tetap terasa dingin.Mirna duduk sendiri di atas ranjang rumah

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1026

    Salju masih turun perlahan.Lampu-lampu kota mulai menyala satu per satu, membuat jalanan Jepang terlihat seperti potongan adegan film romantis.Namun di antara banyak pasangan yang berjalan menikmati musim dingin— Atar dan Jasmine justru sibuk berdebat soal makanan.“Aku mau itu.”Jasmine menunjuk kios kecil penjual taiyaki di pinggir jalan.Atar mengikuti arah telunjuk istrinya. Lalu mengangguk pelan.“Oke.”Beberapa menit kemudian— Jasmine sudah memegang taiyaki hangat berbentuk ikan sambil meniup-niup pelan karena masih terlalu panas.Sedangkan Atar berdiri di sampingnya sambil kedua tangan masuk ke saku coat.“Aku ngerti sekarang,” gumam pria itu.“Ngerti apa?” tanya Jasmine sambil menggigit sedikit kue itu.“Kenapa orang rela keluar rumah pas musim dingin.”“Karena saljunya cantik?”“Karena makanan hangat," kata Atar.Jasmine langsung tertawa kecil.“Mas pikirannya makan terus.”“Ya realistis.”“Mas dari tadi realistis mulu.”“Atar memang pria penuh kenyataan.”Jasmine kembali t

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1025

    Jepang menyambut pasangan baru itu dengan musim dingin yang tenang.Salju turun perlahan sejak pagi. Menutupi jalanan, pepohonan, dan atap bangunan dengan warna putih lembut yang terlihat seperti lukisan.Dari jendela hotel mewah tempat mereka menginap, pemandangan kota terlihat begitu indah.Namun berbeda dengan Jasmine— Atar justru memandang keluar jendela dengan ekspresi seperti orang sedang dizalimi kehidupan.“Mas…” Jasmine berdiri di dekat kaca sambil menahan senyum. “Ini cantik banget.”“Hm.”“Saljunya turun.”“Hm.”“Mas nggak Excited?”Atar menoleh pelan. Wajah tampan pria itu terlihat datar sambil memeluk selimut tebal.“Tentu saja bersemangat.” Jawabannya pendek sekali.Jasmine langsung tertawa kecil.Karena sejak sampai tadi malam— suaminya itu benar-benar seperti beruang musim dingin.Kerjanya cuma: masuk selimut. minum yang hangat. dan bilang dingin setiap lima menit sekali.Padahal di Indonesia, Atar terlihat begitu keren dan berwibawa.Begitu sampai Jepang— langsung ber

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1024

    Bandara internasional pagi itu tampak ramai.Namun keluarga Hermawan tetap menjadi pusat perhatian.Bukan hanya karena jumlah mereka yang banyak.Namun juga karena aura keluarga besar itu benar-benar mencolok.Anak-anak kecil berlarian.Para pria sibuk memastikan koper.Sedangkan para wanita saling mengobrol sambil sesekali tertawa.Albert berdiri paling depan.Wajah pria itu kembali serius seperti biasa.Mode pebisnisnya sudah aktif lagi."Semua sudah masuk?" tanyanya."Sudah, Daddy," jawab Darren."Paspor?""Aman.""Barang?""Aman juga.""Anak-anak?""Nah itu nggak aman," gumam Noah sambil mengejar Deon.Semua langsung tertawa.Eve juga tidak kalah aktif.Samuel bahkan sampai harus menggendong putrinya karena gadis kecil itu terus ingin lari dan kejar-kejaran dengan sepupunya.Sedangkan Melien sibuk berjalan sambil memakai kacamata hitam kecilnya."Aku mirip artis nggak?" tanyanya pada Michael."Mirip bodyguard artis," jawab Michael jujur."Daddy jahat."Michael langsung tertawa sam

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1023

    “Aku benci harus pergi…” bisik Alicia pelan.Arbi memejamkan mata sesaat.“Aku juga.”Suara pria itu rendah sekali. Serak.Dan itu cukup membuat hati Alicia makin kacau.Gadis itu mendongak perlahan.Menatap wajah Arbi dari jarak sangat dekat.Matanya mulai memerah. Namun bibirnya justru tersenyum kecil.“Kamu jangan lupa sama aku.”Arbi langsung mengernyit pelan. “Mana mungkin.”“Aku serius.”“Alicia,” bisik Arbi sambil mengusap rambut gadis itu perlahan, “aku bahkan nggak bisa tenang dua hari nggak ketemu kamu.”Kalimat itu membuat napas Alicia tercekat.Karena ia tahu— Arbi bukan tipe pria yang pandai merangkai kata romantis.Namun sekali pria itu bicara jujur— rasanya jauh lebih menghancurkan.“Aku takut…” gumam Alicia lirih. “Takut nanti kita jauh terus.”Arbi menatapnya dalam. Lama.Lalu dahinya menyentuh dahi Alicia pelan.“Nggak akan selamanya.”“Janji?”“Janji.”Tatapan mereka saling terkunci.Dan untuk beberapa detik— tidak ada suara apa pun.Hanya napas yang saling bertabra

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 1022

    Suasana mansion langsung kembali ramai.Dan di tengah semua tawa itu—ada satu orang yang justru diam.Alicia.Gadis itu duduk di lantai kamarnya sambil menatap koper yang sudah tertutup rapi.Biasanya ia paling semangat kalau akan kembali ke Paris.Namun kali ini—hatinya terasa berat.Karena ia tahu.Begitu pesawat lepas landas nanti—jarak antara dirinya dan Arbi kembali menjadi ribuan kilometer.Alicia menunduk pelan.Mengusap layar ponselnya.Pesan terakhir Arbi masih ada di sana.Aku bakal nyusul kamu ke Paris.Namun kapan?Seminggu lagi?Sebulan?Atau lebih lama?Dadanya terasa sesak.Dan di saat itulah—suara ketukan terdengar dari pintu kamarnya.Tok.Tok.Alicia menoleh cepat."Masuk…"Pintu terbuka perlahan.Dan detik berikutnya—mata Alicia langsung berbinar.Arbi berdiri di sana.Dengan wajah tenang khasnya.Namun tatapan pria itu begitu hangat saat melihat dirinya.Seketika seluruh rasa sedih Alicia runtuh begitu saja."Arbi…"Senyum kecil langsung muncul di wajah pria i

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 908

    Seorang wanita cantik berdiri di tengah taman bunga yang sedang bermekaran. Angin sore berembus lembut, membuat kelopak-kelopak warna-warni itu bergoyang pelan, seolah ikut menari bersama cahaya matahari yang mulai turun.Rambutnya yang panjang lurus, ikut bergerak mengikuti gerak tubuhnya.Anisa t

    last updateHuling Na-update : 2026-04-05
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 917

    Leo menggenggam tangan Anisa dan menariknya pergi.Tidak menoleh. Tidak ragu.Namun langkah mereka baru dua meter ketika suara tongkat Wati menghentak lantai.“Berhenti!” teriaknya. “Kalian kira bisa pergi begitu saja?”Wati berbalik dan membentak ke arah pintu samping.“Panggil security! Sekarang!

    last updateHuling Na-update : 2026-04-05
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 914

    Anisa menunduk sebentar, menarik napas panjang. Dada terasa sesak, tapi ia memaksa paru-parunya bekerja."Sayang, aku bersama dengan mu. Jangan pernah lupakan aku." Bisikan itu berhasil menarik kesadaran Anisa. Ia sempat merasakan bahwa dirinya benar-benar sendiri di rumah ini.Tenang, katanya pad

    last updateHuling Na-update : 2026-04-05
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 939

    Ia menatap Alicia beberapa saat, lalu berkata ringan,“Kamu sering ke Indonesia?”Alicia sedikit terkejut mendengar pertanyaan itu.“Tidak terlalu sering.”Ia akhirnya menoleh lagi."Kakek, nenek, dan kedua adik mommy, sudah meninggal. Jadi tidak ada saudara yang di kunjungi, terkecuali paman Natha

    last updateHuling Na-update : 2026-04-05
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status