MasukKanaya menikah dengan pilihan orang tuanya, ia berharap pernikahannya akan berjalan sesuai perkataan ibunya. Hingga ia tersadar, ia berada di atas bara api pernikahan. Devano hanya memanfaatkan tubuhnya. ia tidak benar-benar mencintainya atau lebih parahnya, devano tidak menganggap kanaya adalah istrinya. Hingga suatu saat, kedatangan Seorang pria bernama Arthur mengubah kehidupan kanaya.
Lihat lebih banyakWajah Kanaya memerah karena malu."Tapi...""Dia asisten saya," tiba-tiba jessica datang menghampirinya.Petugas itu segera mengangguk dan mempersilakan Kanaya masuk."Ikut aku. Kalau nggak, nanti kamu diusir karena dikira pencuri."Kanaya hanya mengangguk pelan. Ia mengikuti Jessica ke mana pun wanita itu berjalan.Ia benar-benar tidak memahami bagaimana kehidupan orang-orang kaya.Sementara itu, Devano duduk santai di sofa mewah di tengah butik, sibuk memainkan ponselnya tanpa sedikit pun memedulikan keadaan sekitar."Pegang."Jessica menyerahkan beberapa potong pakaian kepada Kanaya. Kanaya menerimanya tanpa membantah."Biar saya bantu, Nona," ujar seorang pramuniaga."No. Biar dia yang kerja." Jessica tersenyum sinis.Selama hampir setengah jam mereka berkeliling butik. Kini kedua tangan Kanaya sudah penuh oleh baju, tas, sepatu, dan berbagai aksesori hingga ia kesulitan membawanya."Bawa ke kasir." Kanaya kembali menurut.Setelah semua selesai dibayar, Jessica dan Devano duduk sa
Devano, Jessica, dan Richard adalah teman kuliah. Ketiganya berasal dari keluarga pengusaha sukses di Indonesia. Richard merupakan putra pemilik perusahaan tambang besar di Kalimantan, sedangkan Jessica adalah anak tunggal pengusaha tekstil terbesar di Indonesia. Ibunya pernah menjadi model ternama pada masanya, dan kini Jessica mewarisi kecantikan sekaligus bakat sang ibu. Di usianya yang masih muda, ia telah menjadi salah satu model papan atas Indonesia.Jessica memiliki paras yang sangat menawan. Tubuhnya tinggi semampai dan ramping, rambut panjang berwarna hazelnut tergerai indah, serta wajah blasteran Indonesia-Korea yang membuatnya selalu menjadi pusat perhatian.Sejak dulu, Jessica menyukai Devano. Namun, pria itu terasa begitu sulit untuk diraih. Devano tidak pernah menjalin hubungan yang serius. Semasa kuliah, ia dikenal sebagai player yang selalu dikelilingi banyak wanita.Ketika mengetahui Devano menikah, Jessica sempat mengurung diri di kamar karena kecewa. Namun, setelah
Kanaya sedang duduk melamun di taman siang itu. Ia memainkan kakinya di atas rumput. Tak lama kemudian Davina datang menghampirinya dengan wajah kesal.“Enak banget kerjaan lo cuma duduk-duduk,” ucapnya kasar.Kanaya menundukkan kepalanya. Selama sebulan ia tinggal di rumah ini, Davina-lah orang yang paling tidak bersahabat dengannya. Seperti sengaja menunjukkan ketidaksukaannya kepada Kanaya secara terang-terangan.“Ada yang bisa saya bantu, Davina?”Kanaya mengangkat kepalanya, menatap ke arah Davina yang sedang bertolak pinggang di hadapannya.“Jemput Ali ke sekolahnya.”“Baiklah.”Kanaya mengangguk. Ia berdiri dan berjalan ke dalam rumah. Ia lalu berpakaian rapi menggunakan dress bunga kecil berwarna putih dan cardigan berwarna butter yellow.Ketika ia turun ke bawah dan berjalan ke arah luar, ia mendengar tawa Davina yang sedang bertelepon.“Gue ke café sekarang. Tunggu gue, Ali udah diurus sama ipar kampungan gue itu.”Ia tertawa santai.Kanaya tahu Davina sengaja menghinanya sa
Keesokan harinya Rahma membangunkan Kanaya yang masih tertidur. Tubuhnya masih menggunakan baju yang kemarin ia gunakan. Semalaman ia hanya menangis dan tertidur tanpa membersihkan dirinya.“Non, ayo bangun. Nona harus membersihkan diri dan turun ke bawah. Sebentar lagi Tuan Devano dan Nyonya akan sarapan. Nona harus bersiap dahulu,” ucapnya pelan.Kanaya membuka matanya perlahan. Matanya terasa bengkak. Ia mengangguk dan perlahan bangkit dari tempat tidurnya. Rahma membantunya berdiri. Kepala Kanaya sangat berat. Ia tak sanggup untuk berjalan. Melihat Kanaya yang tampak kesakitan, Rahma membantunya untuk berjalan menuju kamar mandi.Kanaya masuk ke dalam sendirian. Ditatapnya wajahnya yang bengkak dan rambutnya yang acak-acakan di cermin. Ia menghidupkan keran air dan membasuh wajahnya agar ia cepat tersadar. Kemudian ia mandi dan membersihkan seluruh tubuhnya dengan cepat.Ketika ia keluar dari kamar mandi, tampak Rahma masih berdiri menunggunya di sana. Sepotong dress berlengan pen






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan