Beranda / Romansa / Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif / Bab 151. Kasihan Sad Boy Ini

Share

Bab 151. Kasihan Sad Boy Ini

Penulis: Angsa Kecil
last update Terakhir Diperbarui: 2025-09-13 23:51:08

Mata Reyvan langsung menyipit geram. "Kalau belum jadi halaman utama majalah bisnis kelas Asia, jangan membahas hal seperti itu di depanku. Menggelikan. Dasar anak kecil!"

"Apa katamu? Anak kecil?"

Reyvan tersenyum lebar sambil menaikkan dua alisnya.

Amber menelan ludah. Ya, dia memang sudah melihat. Apalagi itu sampai viral di media sosial. David jadi idola baru banyak wanita. Tapi mana berani dia menyinggung itu sekarang?

“Oh, kebetulan lewat wall pas aku scroll. Kamu keren, jadi inspirasi anak muda. CEO dan dokter. Itu tidak mudah.”

David tersenyum bangga. “Makasih. Aku cuma mau kamu tahu kalau di sekitarmu masih banyak orang hebat yang memperhatikanmu.”

Reyvan tertawa sinis. “Hebat? Anak ingusan baru masuk dunia bisnis, tampil di acara seperti itu saja sudah kepalanya besar. Dadanya membusung sampai mau meledak. Hey, jangan buru-buru bangga. Kubilang levelmu itu masih receh.”

David menggeram. “Receh? Bilang saja kamu kalah saing.”

Dalam hati Reyvan akan memviralkan wajahnya di ma
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif   Bab 346. Nggak Kuat

    "Pelan, Boy!" teriak David saat sedikit saja Boy menambah kecepatan.David memegang bahu dan perut istrinya. Takut terjadi banyak guncangan.Boy hanya mengangguk-angguk terus, meski dalam hati sangat bergemuruh hebat, rasanya ingin mengomel-ngomel balik. Karena itu saja sudah kecepatan siput menurutnya.Apalagi di saat ingin menyalip. "Ini bukan balapan, Boy. Kamu lagi bawa anak dan istriku! Nggak usah sok keren mau unjuk kebolehan!" teriak David lagi.Boy tahan sabar. Dia aktifkan mode tuli, atau pura-pura tak dengar, demi menjaga kewarasan. Sampai Irish memijit pelipisnya karena pusing mendengar teriakan suaminya.Begitu saja terus selama dalam perjalanan.Hingga akhirnya, mobil sedan hitam berhenti dengan sempurna di depan kediaman.Irish sudah meletakkan tangannya di gagang pintu, bersiap untuk keluar sendiri, seperti biasanya.Akan tetapi, sebuah tangan besar dengan cepat mencengkeram pergelangan tangannya."Jangan bergerak, Irish. Tetap di posisimu! Aku yang akan membawamu mas

  • Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif   Bab 435. Calon Ayah

    "Kenapa kamu cepat sekali menggerakkannya!" bentak David geram.Dokter itu gemetar dan mulai mengatur lebih lambat probe (transduser)."Tunggu! Aku mau lihat lagi. Putar bagian itu! Iya ... Iya yang itu." David tersenyum lebar dengan rahang gemetar saat melihat layar monitor. Dadanya terus berdenyut, rasanya tak sabar ingin melihat kecebong itu lahir.Mata Irish berkaca-kaca dan saat melihat layar monitor yang menampilkan kantung kehamilan. "Vid, aku beneran hamil .... Lihat, lihat itu dia ...." Dia bahkan enggan berkedip.Meski masih tampak sebiji kacang polong, tapi bagi pasangan itu sudah membuat jantung berdetak cepat, melebihi saat dulu David mengutarakan perasaannya.Dokter mengatakan kalau usia kehamilannya sekitar 6 Minggu. Tangan David gemetar memegang lembut tangan istrinya. "Sayang, lihat. Anak kita. Anak kita ....""Aku lihat, Vid. Aku melihatnya. Dia akan tampan atau cantik?" Irish meremas tangan suaminya."Tampan sepertiku atau cantik sepertimu, yang penting dia lahir s

  • Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif   Bab 434. Tante Hamil?

    "Vid, jangan menakutiku. Kenapa kamu malah nangis?" Air mata Irish mulai luruh. David menatap kertas di tangannya dengan tangan bergetar hebat. Napasnya tercekat.Lalu, pelan dia menatap Irish yang sudah menangis ketakutan.Mulut David sudah terbuka, ingin mengeluarkan kata-kata, tapi suaranya seolah terkunci oleh rasa haru yang meluap-luap. Dia belum pernah merasa tidak berdaya seperti ini sebelumnya. Bahkan saat menemui pasien hampir mati sekali pun.Irish semakin gelisah, tubuhnya yang lemas mencoba bangkit. "Vid, bicaralah. Ada apa sama hasilnya? Aku sakit apa?"David menarik napas dalam-dalam, mencoba menetralkan rasa. "A-aku ... aku akan jadi ayah, Irish. Kamu hamil."Seketika Irish terdiam. Matanya yang sembab kini melebar, menatap David dan mencari kebenaran di balik mata pria itu. "A-aku ... hamil?" Irish mengangguk kecil, memastikan.David mengedip mata dengan senyum haru."Kamu hamil, Sayang. Ada anak kita di perutmu ...." David langsung mendekap tubuh istrinya erat.Seda

  • Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif   Bab 433. Dokter? Tapi--

    "Sebenarnya siapa yang salah? Kalian merasa benar, tapi kami juga nggak salah. Komunikasi itu bukan cuma soal bicara, tapi biar nggak salah asumsi. Masalah ini dimulai dari salah paham karena kalian malas buat jelasin. Jangan pernah ngerasa pasanganmu sudah tahu apa yang kamu pikirkan. Kita itu pasangan suami istri, bukan lagi main game tebak-tebak perasaan dan pikiran," ucap Irish. Membuat David menoleh dan tersenyum kaku pada Irish. "Andai kalian bicara sama kamu sejak awal, semua nggak akan kacau seperti ini," ucap Amber menatap dua pria itu. Reyvan diam menatap wajah istrinya. "Komunikasi itu jembatan agar dua hati terus saling memahami, tapi kalau nggak ada ada omongan, hal kecil saja bisa jadi masalah besar karena gagal paham." Irish menajamkan tatapannya pada suami. Amber menaikkan sedikit dagunya. "Benar. Memangnya kami ini cenayang, bisa langsung paham dengan apa yang kalian lakukan?" Reyvan dan David saling lirik. "Setelah aku simak dari tadi, sepertinya kalian memang

  • Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif   Bab 432. Bibit Dominan

    Reyvan dan David berdiri di depan anak yang sedang duduk di sofa itu. Dua suami tampan itu sengaja pakai kemeja digulung pakai siku dengan dua kancing atas dibuka. Gaya mereka cool berkelas. Karena apa? Karena saat di podium mereka dikatakan kurang tampan.Sedang Amber dan Irish duduk di dua kursi samping Galaxy. Dua wanita itu sedikit menahan senyum, tapi masih kesal."Sudah paham sekarang?" Reyvan menatap anaknya tajam. Dia berdiri dengan dua tangan masuk saku.Galaxy tak mau mengangguk. Wajahnya dibuat menyamping, menahan kesal."Kenapa baru tanya sekarang? Aku sudah sangat paham sejak kekacauan di cafe. Tapi karena aku kurang hiburan, dan juga karena ditelantarkan, ya aku buat saja semakin kacau." Sedikit menaikkan dagunya. "Apa kamu bilang? Sengaja buat kacau? Kamu lupa ini Resort punya siapa? Punya papamu. Kamu itu harusnya bagaimana caranya Resort punya nama baik, bukan malah sebaliknya. Ini bukan tempat bermain-main, Laxy!" Reyvan menahan geregetan.Semua dibuat tercengang d

  • Menjadi Istri Dadakan CEO Posesif   Bab 431. Siapa yang Menang?

    Di sisi David. Adegan dimulai saat pria itu membawa istrinya bak karung beras ke kamar. "Turunin!" teriak Irish, dua kakinya bergerak berontak. David yang wajahnya merah padam. Dia menurunkan istrinya di sofa. Irish gegas duduk kasar. "Sejak kapan kamu main wanita?" Sedikit menyentak dengan mata merah tajam. "Sejak kapan? Kenapa kamu tanya padaku? Aku nggak suka main wanita. Kalau dekat sama wanita, pasti serius." David membuang napasnya yang berat. Mata Irish berkaca-kaca. Jadi yang dia lihat di kafe itu, semua serius? Bukan cuma main-main cari selingan? Apa mungkin lagi nyari yang sesuai selera buat dipilih? Dia meremas dadanya. Rasanya hancur lebur hatinya saat ini. Tak sadar ada rintik air mata yang lolos dari ujung kelopak matanya. "Ternyata seperti ini rasanya jadi istri orang kaya? Manis di depan, manis juga di belakang." Irish membekap mulutnya. David membuang napasnya dan mengusap wajah kasar. "Kapan aku manis di belakang? Ya, aku tetap tersenyum manis meski wanitaku

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status