Compartilhar

Bab 4

Autor: Jihan Maharani
Hati Alisha terasa sakit berdenyut-denyut.

Selama dua tahun ini, dia mencintai Ricky sepenuh hati dan tidak memperhatikan banyak hal kecil, sehingga bisa ditipu sampai separah ini. “Kiara, jangan sembunyikan apa pun dariku.”

Kiara akhirnya tidak punya pilihan selain menceritakan semua yang dia ketahui kepada Alisha.

Empat tahun lalu, Ricky yang saat itu berusia 23 tahun, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Belinda di sebuah balapan motor.

Demi menemukan Belinda, Ricky hampir menyusuri seluruh Kota Anala.

Saat itu, Belinda baru berusia 19 tahun dan sedang kuliah di Kota Anala.

Ricky yang berwibawa dan angkuh mengejar Belinda selama dua tahun. Di tepi laut, dia menyiapkan acara lamaran yang megah untuk Belinda. Seluruh kapal pesiar dipenuhi mawar berwarna baby pink, yang diterbangkan langsung dari luar negeri.

Pertunjukan kembang apinya yang berlangsung selama tiga jam itu menghabiskan biaya puluhan miliar.

Semua orang mengira Ricky akan berhasil mendapatkan sang pujaan hati. Akan tetapi, Belinda justru menolaknya mentah-mentah. Belinda menyatakan bahwa dirinya tidak akan pernah jatuh cinta pada Ricky, menyuruh Ricky melupakan harapannya dan berhenti mengganggunya.

Belinda bahkan berkata bahwa lebih baik dia memilih seekor anjing daripada Ricky!

Alasan Belinda tetap menjalin kontak dengan Ricky selama dua tahun ini adalah demi hari ini, yaitu mempermalukan Ricky di depan umum dan memulihkan kehormatan Keluarga Avandra yang hilang sejak puluhan tahun lalu.

Sejak saat itu, Ricky seakan berubah menjadi orang lain. Dia terus saja berganti-ganti pasangan.

Setelah lulus kuliah, Belinda kembali ke Kota Banari dan mulai bekerja di Grup Avandra. Persaingan antara Keluarga Devanta dan Keluarga Avandra pun makin memanas.

Alisha tahu kakaknya sangat menyukai motor dan sudah meraih trofi demi trofi di berbagai ajang balapan jalanan.

Akan tetapi, kakaknya tidak kecanduan dan tidak terobsesi. Belinda sadar jika kelak dia akan mewarisi Grup Avandra, sehingga balapan hanyalah menjadi hobi sampingan saja. Tujuan Belinda mengikuti balapan motor juga untuk berteman dengan para putra keluarga terpandang dari kalangan berpengaruh, demi membuka jalan bagi perkembangan Grup Avandra di masa depan.

Keluarga Avandra hanya memiliki dua putri. Sejak kecil, Belinda sudah disiapkan untuk menjadi penerus Grup Avandra, sehingga keluarga bersikap sangat keras kepadanya. Sementara itu, Alisha adalah putri bungsu yang lembut serta penurut. Keluarga mereka memanjakannya layaknya gadis yang rapuh.

Demi mendekati Ricky, empat tahun lalu, Alisha diam-diam mengendarai motor kakaknya dan mengalahkan Ricky dalam sebuah balapan.

Setelah ketahuan Belinda, Belinda menjadi murka dan memarahi Alisha habis-habisan. Menurut Belinda, motor bukanlah hal yang pantas untuk dimainkan Alisha karena berbahaya dan lingkungannya juga terlalu bebas. Alisha yang polos dan lemah lembut dikhawatirkan akan dirugikan atau dimanfaatkan.

Agar tidak membuat kakak yang menyayanginya itu marah, sejak saat itu, Alisha tidak pernah lagi menyentuh motor.

Alisha pun mengatupkan bibirnya. “Bagaimana kamu bisa tahu semua ini?”

“Pacarku kan banyak. Salah satu mantan pacarku, entah mantan yang keberapa, itu sahabat dekat Ricky. Dia yang cerita. Kak Belinda itu wanita impian di hati Ricky dan cinta sejati yang nggak terlupakan bagi Ricky. Meski sudah ditolak sekejam itu, Ricky tetap nggak bisa melupakannya.”

Alisha menggenggam ponselnya erat-erat, sampai telapak tangannya sakit tertekan casing ponsel.

Kakaknya bukan hanya cantik dan memesona, tetapi juga tegas dan kejam di dunia bisnis. Belinda adalah salah satu yang terbaik di antara para wanita muda. Tak terhitung jumlahnya para tokoh besar dunia politik dan bisnis yang ingin menaklukkan Belinda.

Pantas saja Belinda menjadi wanita impian yang dicintai Ricky, tetapi tidak pernah bisa dimilikinya.

Alisha terdiam.

Kiara pun berkata, “Jadi, urusan Keluarga Avandra nggak perlu kamu pusingkan. Ada Kak Belinda di sana. Kamu cukup jadi gadis baik-baik dan jangan macam-macam.”

“Hmm, aku mengerti.”

Setelah itu mereka mengobrolkan hal lain, lalu mengakhiri telepon itu.

Hari sudah larut. Saat Alisha berbaring di tempat tidur sambil menggulir ponselnya, dia melihat unggahan di akun media sosial orang yang baru saja menambahkannya sebagai teman hari ini.

[Hari ini ulang tahunnya. Harusnya aku yang memberinya hadiah. Tapi, malah dia yang memberiku hadiah. Rasanya senang sekali. Semoga kami memiliki malam yang menyenangkan.]

Gambar yang menyertainya memperlihatkan seorang pria sedang memasangkan cincin di jari seorang wanita.

Nama akun media sosial wanita itu adalah Bella.

Alisha mengulurkan tangannya dan menatap cincin berlian merah muda di jari manisnya.

Cincin itu sama persis dengan cincin berlian di unggahan akun media sosial Bella.

Cincin itu dikirim orang suruhan Ricky ke kampus Alisha siang tadi.

Berlian merah muda murni seberat 9,99 karat itu adalah model terbaru yang baru saja diluncurkan merek perhiasan asal luar negeri, dengan kuota terbatas hanya satu buah untuk setiap toko resmi merek tersebut di tiap provinsi.

Alisha melepas cincin itu dan melemparkannya begitu saja ke atas meja di samping tempat tidurnya.

Dia lalu membuka unggahan akun media sosial Bella.

Tatapan Alisha langsung terpaku.

Tas yang sama, sepatu yang sama, anting yang sama, gelang yang sama ….

Alisha sangat menghargai semua hadiah pemberian Ricky dan hampir selalu ingat kapan dia menerima setiap hadiah itu.

Ternyata, semuanya diterima pada hari yang sama!

Mobil mewah yang dikendarai Alisha adalah hadiah dari Ricky, sehari setelah mereka berhubungan intim untuk pertama kalinya.

Lalu, pada hari yang tercatat di unggahan akun media sosial Bella, Bella juga menerima mobil mewah yang sama persis.

Alisha mengetuk foto profil di akun media sosial Bella.

Setelah gambarnya diperbesar, Alisha pun memejamkan matanya.

Ternyata, Bella lebih mirip Belinda dibanding dirinya sendiri, yang notabene merupakan adik kandung Belinda sendiri.

Bahkan, namanya pun semirip ini ….

Baru sekarang Alisha menyadari bahwa selama bertahun-tahun ini, para wanita yang pernah menjalin hubungan dengan Ricky, sedikit banyak memiliki kemiripan dengan kakaknya.

Termasuk dirinya!

Tidak diragukan lagi, Bella adalah yang paling mirip.

Pantas saja Ricky mau menikah dengan Bella.

Seumur hidupnya, Ricky tidak akan bisa menikahi kakaknya. Jika harus menikah, Ricky pasti akan memilih wanita yang paling mirip dengan Belinda.

Sementara dirinya … sepertinya belum cukup pantas.

Dua tahun saling mencintai …. Bukan, seharusnya disebut cinta sepihak dari Alisha seorang.

Tubuhnya sudah diberikannya kepada Ricky, hatinya juga sudah diberikan kepada Ricky.

Pada akhirnya, Alisha kalah telak.

Alisha menggigit bibirnya sampai berdarah.

Dia menahan diri sekuat tenaga agar air matanya tidak jatuh.

Ricky tidak pantas ditangisi.

Keesokan harinya.

Fajar mulai menyingsing.

Setelah bangun tidur, Alisha langsung menghubungi toko barang mewah bekas.

Semua hadiah yang diberikan Ricky kepadanya selama dua tahun ini dikemas dan dijual seluruhnya.

Termasuk mobil mewah itu.

Totalnya terjual 100 miliar.

Dalam dua tahun, Ricky sudah memberinya hadiah senilai lebih dari 200 miliar.

Itu juga belum termasuk Kediaman Alisha.

Jika hal ini terjadi pada orang lain, dia pasti akan mengira Ricky sangat mencintainya.

Baru sekarang Alisha teringat jika Ricky tidak pernah sekali pun mengucapkan kata cinta kepadanya.

Uang yang dihabiskan Ricky untuknya, ternyata hanyalah untuk menghancurkannya satu setengah bulan lagi.

Setelah toko barang mewah bekas itu mengangkut semua barang tersebut, ruang ganti itu pun langsung menjadi kosong melompong.

Alisha berdiri di dalam ruangan itu sambil termenung.

Tiba-tiba, sepasang tangan terulur dari belakang dan memeluk pinggang Alisha.

Punggung Alisha bersandar ke pelukan yang hangat, yang sangat dikenalnya. Aroma cedar yang harum dan elegan langsung tercium di hidung Alisha.

Alisha melamun terlalu lama, sampai tidak mendengar langkah kaki Ricky yang masuk ke ruangan tersebut.

“Alisha,” panggil Ricky dengan suara rendah. Dagunya menggesek tengkuk Alisha. “Aku kangen kamu.”

Ricky pasti baru saja bangun dari ranjang Bella.

Alisha menahan rasa mualnya, menyingkirkan tangan Ricky, lalu berbalik dan menatap bola mata Ricky yang sehitam tinta itu.

Hawa dingin di matanya yang jernih dan indah itu langsung lenyap dalam sekejap.

Mata Ricky sedikit memicing. Kemudian, dia menyapukan pandangannya ke seluruh ruang ganti.

Kosong melompong ….

Hanya tersisa beberapa barang yang berserakan.

Ricky langsung mengangkat alisnya. “Mana barang-barang di ruang gantimu?”

Suara Alisha terdengar tenang dan acuh tak acuh. “Tiba-tiba, aku merasa nggak lagi menyukainya. Jadi, kujual ke toko barang mewah bekas. Ada juga beberapa yang merupakan hadiah darimu. Apa kamu akan marah?”

Bibir tipis Ricky yang kemerahan itu mengatup untuk sesaat, tetapi kemudian tersenyum tipis. “Mana mungkin? Kalau kamu sudah nggak suka, tinggal kubelikan yang baru.”

Ricky tiba-tiba mengangkat tubuh Alisha dengan cara merangkul pinggang Alisha, seperti menggendong anak kecil. Telapak tangannya yang kuat menyangga bokong Alisha yang montok, lalu sekalian meremasnya dengan santai.

Ricky menatap Alisha dengan sorot mata yang dalam. Suaranya terdengar serak dan menggoda. “Baru berpisah semalam saja, aku sudah begitu merindukanmu ….”

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App

Último capítulo

  • Menjadi Kekasih Musuh Kakakku   Bab 50

    Suasana hati Alisha sedang buruk ketika ponselnya berdering. Ternyata Belinda yang menelepon.Begitu telepon tersambung, suara Belinda terdengar panik.“Alisha, Adjie terluka. Sekarang sedang dirawat di ruang unit gawat darurat Rumah Sakit Umum Kota Anala. Bibi Arini dan Paman Lutfi sedang berlibur ke luar negeri. Bibi Arini sudah meneleponku. Mereka nggak bisa pulang secepat itu. Katanya, karena kamu berada di Kota Anala, dia meminta tolong agar kamu pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Adjie terlebih dulu dan membantu merawatnya.”“Terluka karena apa? Apakah parah?”“Aku sendiri juga kurang jelas. Bibi Arini juga nggak ada di lokasi. Kamu kan lebih dekat, pergilah dulu untuk melihatnya.”“Oke.”Urusan perjodohan itu bermula karena dirinya, maka sudah seharusnya Alisha juga yang menyelesaikannya.Terlepas dari semua itu, mengingat hubungan antara kedua keluarga, karena sudah dihubungi, Alisha memang seharusnya pergi menjenguk.Alisha pun bergegas ke rumah sakit dan berlari menuj

  • Menjadi Kekasih Musuh Kakakku   Bab 49

    Ricky mendekap Alisha erat-erat. Sambil meronta, Alisha berkata, “Lepaskan aku! Pergi saja cari wanita lain, mulai sekarang jangan temui aku lagi!”“Alisha, dengarkan aku,” bujuk Ricky dengan lembut. “Aku benar-benar nggak ada apa-apa dengannya. Aku khawatir kamu salah paham, makanya aku nggak bilang kalau aku pergi menemuinya.”Alisha berbalik dan menatap mata Ricky. “Kalau begitu, katakan padaku, sebenarnya apa hubungan kalian?”“Sudah kubilang, dia istri temanku. Aku dititipi untuk membantu menjaganya.”Masih saja membohonginya!Padahal mereka sudah menikah.“Benarkah?”“Hmm. Aku sudah janji pada temanku untuk menjaganya baik-baik. Dia sedang hamil. Kalau ada urusan, dia mencariku. Jadi, aku harus datang. Alisha, jangan marah lagi, ya?”Ricky tampak penuh kasih sayang dan bersungguh-sungguh, sama sekali tidak terlihat tanda-tanda sedang membohonginya.Sebenarnya, Alisha tidak peduli dengan semua itu. Dia hanya ingin segera mendapatkan videonya, sekaligus ingin menguji apakah Ricky m

  • Menjadi Kekasih Musuh Kakakku   Bab 48

    Alisha melangkah keluar dari Farley. Mobil Ricky belum pergi. Di bawah cahaya lampu jalan, masih terlihat dua orang di dalam mobil itu sedang membicarakan sesuatu.Alisha bergegas menghampiri mobil Ricky. Lalu, dengan pura-pura riang, dia mengetuk jendela mobil.Ricky menurunkan kaca jendelanya. Begitu melihat Bella duduk di kursi penumpang depan, senyum di wajah Alisha langsung membeku.Kemudian, Alisha berbalik dan berlari pergi.Ricky pun bergegas membuka pintu mobil.“Alisha!”Ricky mengejarnya, lalu meraih pinggang Alisha dan memeluknya dari belakang.Bella yang masih duduk di dalam mobil, mengepalkan tangannya erat-erat.“Lepaskan aku!”Alisha meronta."Alisha, dengarkan aku dulu!"Saat keluar tadi, Alisha masih memakai sepatu hak tinggi yang dia kenakan untuk bekerja di siang hari. Dia lalu menginjak kaki Ricky dengan sekuat tenaga.Ricky merasakan sakit di kakinya dan cengkeramannya sedikit mengendur. Alisha pun menyingkirkan lengan Ricky, lalu berlari pergi.Ricky menahan saki

  • Menjadi Kekasih Musuh Kakakku   Bab 47

    Barulah Ricky bangun dengan perasaan kesal. Dia lalu mengambil ponselnya di atas meja, di samping tempat tidur.Benar saja, setelah selesai menerima telepon, Ricky langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak lama kemudian, Ricky keluar dan mulai berganti pakaian.Setelah Ricky selesai berpakaian, Alisha juga sudah selesai merapikan pakaiannya yang berantakan.Ricky mendekat dan berkata dengan suara serak, “Maaf, ada urusan mendesak yang harus kuselesaikan di luar. Malam ini … aku utang padamu, besok kutebus.”“Ricky, sudah selarut ini, kamu mau ke mana?” tanya Alisha dengan sengaja. “Apa kamu mau menemui wanita yang kutemui di rumah sakit waktu itu?”“Alisha, jangan berpikiran macam-macam. Aku dan dia nggak ada hubungan apa-apa. Aku ada janji, malam ini nggak pulang. Besok pagi aku jemput kamu, kita berangkat ke kantor bersama, ya?”Alisha seperti biasa, tidak bertanya lebih jauh.Begitu Ricky keluar dari kamar tidur, Alisha cepat-cepat berganti pakaian dan menyusul kelu

  • Menjadi Kekasih Musuh Kakakku   Bab 46

    Ramah dan santun, terpelajar dan berwibawa.Tutur kata Ricky juga terdengar begitu menyenangkan di telinga.Namun, justru Ricky-lah yang bersikeras ingin menghancurkan Alisha.Selesai makan, mereka pulang ke Kediaman Alisha.Begitu mobil berhenti, Ricky langsung menarik Alisha ke dalam pelukannya dan menciumnya dalam-dalam.Malam ini, restoran bergaya klasik tempat mereka makan menyajikan minuman keras dari buah.Ricky menghabiskan satu botol.Minuman ini rasanya asam manis dan enak diminum. Namun, seperti anggur merah, efeknya baru terasa belakangan.Terlihat jelas bahwa Ricky sedikit mabuk. Di sela bibir dan giginya masih tersisa aroma harum dan lembut dari minuman keras berbahan buah itu.Beberapa hari terakhir ini, bukan sekali dua kali Ricky menginginkannya.Ciuman di dalam mobil tadi sudah menjadi isyarat.Tak lama kemudian, Ricky turun dari mobil, lalu menggendong Alisha masuk ke kamar utama.Ciuman bertubi-tubi menghujani Alisha bagai badai.Alisha tahu bahwa setelah minum, has

  • Menjadi Kekasih Musuh Kakakku   Bab 45

    “Kenapa nggak memberitahuku?”“Aku takut kamu khawatir. Aku baik-baik saja, cuma kap mesin dan bumpernya yang rusak.”“Aku akan carikan sopir untukmu. Aku nggak tenang melihatmu seperti ini.”“Benar-benar nggak perlu. Aku cuma kurang hati-hati kali ini, nggak sempat menginjak rem. Aku jamin nggak akan terulang lagi.”Alisha sama sekali tidak ingin Ricky menempatkan satu orang lagi di sisinya.Ricky tidak lagi mengatakan apa-apa. Dia membukakan pintu mobil dan Alisha duduk di kursi penumpang depan. Kemudian, mobil melaju dan berhenti di depan sebuah pusat perbelanjaan.Alisha pun bertanya dengan bingung. “Kamu mau beli sesuatu?”“Nggak belanja bahan masakan?”Alisha tiba-tiba ingat, setiap kali Ricky pulang ke Kediaman Alisha, Alisha selalu memasak sendiri.Tentu saja, kadang-kadang Ricky juga memasak.Entah saat Alisha sedang sakit, atau saat tidak enak badan karena datang bulan.Orang biasanya menjadi rapuh secara psikologis dalam keadaan seperti itu, sehingga perhatian-perhatian Rick

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status