Share

Bab 873

Author: Camelia
"Halo." Philip yang menelepon.

Suaranya terdengar agak tergesa-gesa. "Bos, ada sedikit masalah. Aku ingin melaporkan ke kamu."

Jose tetap tenang, ekspresinya datar saat mengikat perban di tangan Aura, bahkan menyisakan simpul kecil berbentuk pita di atasnya. Dia membalas singkat, "Katakan."

Di seberang sana, Philip berkata, "Jordan sudah dibawa pergi oleh orang-orang Keluarga Alatas."

Jose tidak langsung menjawab.

Philip terdiam sesaat sebelum melanjutkan, "Aku curiga ada orang yang membocorkan kabar ini. Kemungkinan besar mereka sudah tahu kalau Jordan itu diserang oleh Kakak Ipar ...."

Kalimatnya belum selesai, tangan Jose yang sedang membereskan kotak P3K mendadak berhenti. "Orang kakekku yang datang menjemput Jordan?"

Philip menjawab, "Ya."

Jose menggertakkan giginya, lalu tersenyum samar. "Baiklah."

Setelah itu, dia mengangkat tangannya dan menutup sambungan telepon.

Philip menatap layar hitam ponselnya, memanggil dua kali lagi, tetapi tidak ada respons. Alisnya berkerut karena kh
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Chalya Inara
harusnya Aura bilang ke Jose kalau dia takut kehilangan nya..bahwa dia mencintai nya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1095

    Jose memancarkan hawa dingin yang sulit diabaikan. Seluruh orang di ruang medis pun tanpa sadar mempercepat gerakan tangan mereka, seolah-olah ada duri menusuk punggung.Aura menundukkan kepalanya dengan diam, seolah-olah mengabaikan keberadaan Jose yang berdiri di hadapannya. Setelah lukanya diperban dengan baik, dia berdiri dan mengucapkan terima kasih pada dokter. Setelah itu, dia langsung berbalik dan melangkah ke luar.Di luar, hujan masih turun rintik-rintik.Sebelum Aura sempat melangkah jauh, Jose yang ekspresinya muram pun sudah keluar beberapa langkah dan meraih lengannya dengan kasar. Dia menoleh dan memelototi Jose dengan kesal. "Pak Jose, boleh tahu ada urusan apa?"Jose mengangkat tangan dan memijat pelipisnya, lalu ekspresinya terlihat kesal. "Aura, kamu mau ribut sampai kapan? Urusan di sini nggak semudah yang kamu pikirkan, ikut aku kembali ke Jakoro sekarang juga."Aura lebih pendek setengah kepala dari Jose, tetapi auranya sama sekali tidak kalah saat menatap Jose. "

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1094

    Wanita itu menoleh, lalu memelototi Aura dengan marah dan berkata, "Kalau aku mati, aku juga akan menarik satu orang sebagai tumbal."Dengan bantuan Thea, Aura akhirnya berhasil berdiri. "Kami datang ke sini untuk menyelesaikan masalah, bukan membuat masalah. Untuk kecelakaan kali ini, Grup Kusuma akan menanganinya dengan baik. Soal tuntutan kalian. Silakan keluar dan antre, lalu masuk satu per satu untuk bicara pada Pak Indra dan melakukan pendataan.""Berdasarkan tuntutan itu, nanti kami akan mengajukan kompensasi yang paling masuk akal dan menandatangani perjanjian kompensasi di bawah pengawasan pengacara. Aku akan berusaha keras memperjuangkan hasil terbaik untuk kalian semua."Saat Aura menekan luka di kepalanya, darah segar mengalir keluar dari sela-sela jarinya.Jose tertegun sejenak saat melihat luka Aura, lalu tatapannya langsung menjadi muram.Mendengar penjelasan itu, wanita itu bergumam dengan pelan, "Hanya tahu bicara yang manis."Sebelum Aura sempat menjawab, Jose yang be

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1093

    Begitu wanita paruh baya itu membuka mulut, orang-orang yang berdiri di belakang pun ikut maju dan menarik Aura."Kembalikan nyawa anakku. Grup Kusuma itu pembawa petaka. Karena sistem keselamatannya nggak memadai, kecelakaan tambang ini baru bisa terjadi.""Benar. Bagaimana kehidupan keluarga kami nantinya?"Saat akan berangkat ke sini, Aura sudah memperkirakan akan terjadi situasi seperti ini. Namun, dia tidak menyangka semuanya akan datang begitu cepat.Indra pun bangkit dan menjelaskan pada orang-orang itu, "Kalian nggak perlu khawatir. Tadi Bu Aura sudah bilang semuanya akan diurus dengan baik dan kompensasi juga akan diberikan paling maksimal. Urusan keluarga para korban pun akan diatur."Wanita paruh baya tadi langsung menoleh dan membentak Indra, "Aku nggak percaya. Pak Indra, kamu sudah disuap ya?"Aura yang merasa kepalanya sakit baru saja hendak menjelaskan.Namun, wanita yang emosinya sudah meledak itu tiba-tiba mengangkat tangan, lalu mencengkeram kerah baju Aura dan mendo

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1092

    Aura membuka mulut dan baru saja hendak mengatakan sesuatu, tetapi Thea yang berdiri di belakang sudah berkata terlebih dahulu, "Ini adalah Bu Aura dari kantor pusat Grup Kusuma. Dia datang untuk menangani kecelakaan ini. Apa yang dia tanya, kamu tinggal jawab saja."Mendengar itu, pria itu mengamati Aura dari ujung kepala sampai ujung kaki. "Bu Aura. Haha. Sepertinya pernah ketemu sebelumnya. Apa Grup Kusuma nggak ada orang lain ya? Kejadian sebesar ini pun mengirim seorang wanita, para pria malah bersembunyi di belakang. Mana Presdir Grup Kusuma?"Ucapan itu membuat Aura dan Thea tanpa sadar sama-sama mengernyitkan alis.Mendengar perkataan itu, Thea malah merasa makin marah. "Apa maksudmu ini ....""Thea!"Aura menoleh ke arah Thea dan memberikan isyarat mata agar Thea menenangkan dirinya.Thea pun menelan kembali perkataannya dengan susah payah saat melihat isyarat itu, lalu menggertakkan giginya dan memelototi pria itu.Namun, pria itu sama sekali tidak gentar. Dia mendengus, lalu

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1091

    Aura menghindari tatapan Jose. "Aku saja yang pergi."Sebagai presdir Alatas Heir, Jose tidak perlu turun tangan sendiri untuk urusan kecil seperti ini. Kebetulan, waktu ini juga pas untuk dia menenangkan diri dan berpikir dengan baik. Dia melirik Aura sekilas, lalu berdiri. "Kalau begitu, Alatas Heir nggak akan ikut campur lagi. Masalah ini diserahkan sepenuhnya pada Grup Kusuma."Setelah mengatakan itu, Jose langsung berbalik dan pergi. Dia tidak menoleh ke arah Aura lagi, mungkin karena dia benar-benar dibuat kesal oleh Aura saat berada di kediaman Keluarga Kusuma sebelumnya.Aura pun menurunkan kepalanya, berpura-pura tidak melihat apa pun.Setelah Jose pergi, Roy melambaikan tangannya. "Semua departemen bekerja sama sesuai yang tadi kita bahas. Rapat selesai."Begitu semua orang keluar, Roy baru menoleh ke arah Aura. "Kamu sudah memikirkannya matang-matang? Tadi aku lihat sikap Jose, sepertinya dia agak nggak senang.""Dia senang atau nggak, itu sudah nggak ada hubungannya dengank

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1090

    Tunas-tunas hijau itu penuh dengan vitalitas kehidupan, sementara kakeknya justru ....Parviz tersenyum. "Dengan begitu, kalau Kakek kelak pergi ke alam baka dan bertemu ibumu, Kakek juga bisa tersenyum menghadapinya.""Kakek!" Aura berdiri, tetapi sebelum dia sempat melanjutkan, Parviz sudah mengangkat tangannya."Sudah cukup. Itu saja yang ingin Kakek sampaikan. Pulanglah dan pikirkan baik-baik," ucap Parviz.Aura mengatupkan bibirnya, menunduk, lalu berkata, "Baik."Dia tahu, semua yang dikatakan Parviz itu demi kebaikannya. Namun ....Begitu keluar dari tempat Parviz, Aura menerima telepon dari Roy."Kamu di mana?" Suara Roy terdengar agak cemas.Aura terdiam sejenak sebelum menjawab, "Di rumah. Ada apa?""Datang ke kantor."Aura bertanya, "Ada urusan?"Roy mengangkat tangan dan mengusap keningnya. "Ada sedikit masalah. Proyek kerja sama sebelumnya dengan Jose bermasalah. Mungkin perlu kamu ...."Alis Aura berkerut tanpa sadar. "Baik, aku segera ke sana."Proyek itu sebelumnya mema

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status