Share

BAB 65 - Dijahit

Author: Anna Naura
last update publish date: 2026-07-07 22:35:21
“Tidak ada yang tersisa ...? Lalu, bagaimana Alan bisa ...?” Rose tak mampu melanjutkannya kata-katanya, masih terkejut dengan fakta yang baru dia ketahui.

“Yah, mungkin saja dia mantan perawat atau dokter yang sudah tidak aktif saat wabah meluas. Atau pernah mempelajari lebih banyak soal pengobatan, makanya sangat kompeten,” kata Cade, “sungguh beruntung penduduk Avery memiliki orang sepertinya. Kebanyakan orang Wilayah Luar tahu ilmu pengobatan sebatas dasarnya saja.”

Rose termenung memi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan   BAB 160 - Masuk Ruangan Rose

    Cade mengira dia dibawa ke laboratorium untuk sekedar melakukan pemeriksaan fisik lanjutan saja. Akan tetapi, Alan rupanya menjelaskan lebih lanjut terkait penelitian yang ingin para tenaga medis lakukan pada darah Rose. Termasuk bagaimana cara terbaik untuk mengambil sample darahnya dengan bantuan Cade.Di lorong yang panjang dan diterangi banyak lampu, Cade berjalan di antara penjaga keamanan yang mengawalnya. Dua di depan, dua di belakang. Suasananya begitu tegang, sampai-sampai Cade tak mampu untuk berdeham walau sekali saja. Sebelum dibawa pergi dari laboratorium, Cade diminta untuk berganti pakaian yang disediakan dari Sanctuary Dome. Beruntung bukan pakaian pasien rumah sakit seperti yang Cade bayangkan sebelumnya. Dia diberikan kaos hitam berlengan pendek dengan kerah sempit yang terlihat cukup ketat untuk tubuh kekarnya. Sementara celananya bermodel slim dan berwarna senada. Daripada peserta program, Cade merasa pakaian ini lebih seperti agen mata-mata.Sepanjang langkahn

  • Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan   BAB 159 - Bertemu Cade

    Alan tertegun mendengar pernyataan Vincent. Cade benar-benar berhasil sampai ke Sanctuary Dome sendirian. Tanpa perlu ditangkap oleh siapa pun. Sesuai dengan yang Shin ceritakan padanya.“Kata penjaga pos keamanan di gerbang, dia mengendarai motor.” Vincent melanjutkan. “Segera temui dia. Kamu yang harus menjelaskan semuanya.”Vincent langsung meraih tangan Alan dan menyeretnya keluar. Mereka berdua melewati lorong demi lorong bersama para penjaga keamanan lainnya, hingga sampai di pos pemeriksaan pertama. Yang merupakan tempat Alan berpisah dengan Rose beberapa hari yang lalu.Alan mematung sesaat setelah Vincent membawanya ke ruang tunggu di pos pemeriksaan. Cade duduk di bangku panjang, kepalanya menunduk dalam. Namun, begitu pintu dibuka, dia menengadah. Terlihat jelas wajahnya yang tampak lelah. Bekas lebam di pipinya belum pudar sepenuhnya. Goresan kecil di dekat pelipisnya pun masih terlihat, membentuk codet merah.“Cade ....” Alan berjalan cepat menghampiri Cade, lalu berh

  • Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan   BAB 138 - Dia Datang

    “Sample dari mana?” tanya Miller, “kamu sempat mengambil sample dari penduduk yang terinfeksi? Jika sesuai dugaan kita, bukannya mereka akan bertingkah tak karuan seperti orang gila atau bahkan zombie?”“Memang itu yang terjadi pada petunjuk Danshire.” Alan menunjuk botol kaca virus itu. “Tapi, yang ini aku ambil tubuh Rose saat dia terinfeksi.”Kelima teman Alan sudah berebutan mengambil botol itu untuk melihat lebih dekat. Elliot mengingatkan agar hati-hati membawanya. Jika botolnya sampai jatuh dan pecah, bisa gawat. Sirius menganga, “Ini ... benar-benar virusnya? Kok, bisa lolos pemeriksaan?”“Yah, aku juga tak menyangka bisa lolos pemeriksaan. Hanya itu yang bisa kubawa dari semua peralatan medisku setelah diserang Riders saat itu. Aku berpikir itu adalah yang paling berguna nanti. Dan benar saja, kita membutuhkannya sekarang,” cerita Alan.Jonathan menimpali, “Apa skenario yang ada di kepalamu, Alan? Kita tak mungkin membuat skenario palsu dengan sengaja menyebarkan ini di

  • Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan   BAB 137 - Diskusi Tenaga Kerja

    Alan menatap layar komputer di hadapannya dengan kedua tangan bertumpu di meja. Di sekelilingnya, beberapa tenaga kesehatan lain sibuk memeriksa kertas berisi data Rose yang telah mereka dapatkan dari pos pemeriksaan depan. Mereka belum mendapatkan sampel darah Rose, tapi data pemeriksaan fisik Rose bisa menjadi pertimbangan di awal.Sesuai dugaan Alan, hasil pemeriksaan fisik Rose yang kini terpampang di komputer menunjukkan bahwa sel telur Rose termasuk yang subur. Bukti inilah yang menyelamatkan Rose, sekaligus menjadi jalan bagi Alan agar bisa mendatangkan Cade kemari.“Apa yang Vincent diskusikan denganmu waktu itu? Kudengar, Rosalia Gringer masih diperbolehkan tinggal di sini meski belum menjalankan program dengan siapa pun.” Sirius mendekati Alan, menarik kursi untuk duduk di sebelahnya. Matanya turut mencermati hasil pemeriksaan Rose di komputer. “Aku bilang padanya kalau kenal seseorang yang bisa membuat Rose mau menjalankan program ini. Dia orang yang pernah kuceritakan

  • Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan   BAB 156 - Kabur

    “Cade!” Barulah ketika Shin mencoba menaikkan nada bicaranya, Cade menoleh padanya.Beruntung tidak ada yang mendengarnya. Setengah berbisik, Shin memberitahu Cade soal pisau tersebut dan menyuruhnya membuka borgolnya sendiri. Seolah-olah baru mendapat tenaganya kembali, Cade bergerak perlahan mengambil pisau tersebut dengan hati-hati.Leon dan Shin bernapas lega bersamaan saat Cade berhasil meraihnya. Dengan pisau di tangannya, Cade bisa mencoba membuka borgol secara paksa. Agak sulit memang, tapi melihat kekacauan yang makin menjadi, mereka tak perlu khawatir. Tidak akan ada orang yang menyadari perbuatan mereka.Tak sampai lima menit, tangan Cade terbebas dari borgol. Segera saja dia menghampiri Leon dan Shin yang sudah ingin lepas dari tadi. Dalam diam, Cade berusaha membuka borgol kedua temannya. Sementara Shin dan Leon terus memperhatikan Riders yang saling berseteru. Berjaga-jaga jika ada yang melihat mereka.“Selesai!” Cade berseru kecil. “Ke mana kita harus pergi sekaran

  • Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan   BAB 155 - Jadi Buronan

    Leon melotot mendengar jawaban Shin. River Barry, katanya? Artinya, dia adalah mantan atasan Shin. Juga seseorang yang sama tidak warasnya dengan Thomas.Mata Leon mengikuti gerak-gerik River, memperhatikan penampilannya setelah masker topengnya terlepas. Tubuh River sama tingginya dengan Thomas, hanya saja sedikit lebih kurus. Garis wajahnta tegas. Berbeda dengan Thomas yang jenggotnya tebal, River hanya memiliki jenggot tipis di dagunya. Rambut ikalnya yang lebat berwarna merah kecokelatan. Menyadari ada persamaan gaya rambut antara River dan Shin, Leon kini menengok pada Shin. “Kalian ada hubungan darah? Atau kamu terobsesi dengannya sampai meniru gaya rambutnya?”“Terobsesi, matamu! Dia sendiri yang membuat gaya rambutku mirip dengannya sejak awal merekrutku!” bantah Shin, “dan aku juga tidak ada hubungan darah dengannya! Mataku dan matanya saja berbeda! Justru dia yang telah membiarkan ayahku terbunuh!”“Iya, iya, santai saja, Bung,” cibir Leon yang tak menyangka reaksi Shin

  • Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan   BAB 24 - Peta Wilayah Luar

    “Aku menyuruhmu membuangnya, tapi kenapa kamu malah memungutnya?!” Rode berteriak marah ketika melihat Cad kembali dengan menyeret Leon dan membantunya naik ke mobil. Cade tidak menjawab, lanjut menaiki mobil dan melajukannya kembali. “Hei! Jangan abaikan aku!” bentak Rose tepat di samping tel

  • Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan   BAB 8 - Cade Datang

    Sedikit miris bagi Rose mendapati dirinya justru membayangkan Cade di saat-saat seperti ini. Dia pun mengumpat dalam hati, menyalahkan perasaannya yang sejenak menjadi lembek karena dihadapkan oleh situasi yang mengerikan.‘Sialan, kenapa aku malah memikirkan dia! Dia juga sama saja mau menjualku.

  • Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan   BAB 7 - Tertangkap, Lagi

    “Rupanya dia wanita, ya. Hebat kamu, Leon! Dengan begini, kita bisa dapat 500 juga Goldyn!” Ketua Perampok berjenggot tebal yang bernama Milan, merangkul dan mengusap-usap rambut pirang LeonBeberapa jam lalu. Rose tidak bisa berkutik ketika Leon mengangkutnya ke mobil jeep pada perampok. Kakinya

  • Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan   BAB 1 - Si Pengelana

    “Lepaskan! Lepaskan aku, dasar lelaki menjijikkan!”Rose meronta-ronta di balik jaring-jaring yang menutupi seluruh tubuhnya. Entah terbuat dari apa, jaring itu menempel pada kulitnya sehingga dia tidak bisa bergerak bebas. Raungan Rose terdengar makin keras, membuat seorang lelaki yang mendekatiny

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status