Beranda / Romansa / Menjahit Hati yang Retak / bab 67 Aku jijik sama perempuan

Share

bab 67 Aku jijik sama perempuan

Penulis: kim sujin
last update Terakhir Diperbarui: 2025-10-30 20:00:00

Keringat mulai membasahi tubuh Duke; konsep "tidak memukul wanita" sama sekali tidak ada dalam pikirannya. Namun, ini di rumah sakit, dan keluarga Haskins hanya berjarak satu pintu darinya, jadi ia menahan diri.

Ketika rasa sakit yang tajam mulai mereda, ia perlahan meluruskan tubuh, menatap Zoey tanpa ekspresi. Zoey mengernyit, lalu mengalihkan perhatian dari Duke, lebih memilih untuk fokus pada ruangan tempat Fitch dirawat.

Setelah berdiri selama dua jam yang menyiksa, tubuhnya mulai mati rasa, barulah terdengar suara dari dalam ruangan.

Di bawah tatapan semua orang yang hadir, kelopak mata Fitch mulai bergerak. Mia adalah yang pertama bereaksi, langsung menggenggam tangan kakaknya erat-erat.

“Fitch!”

Fitch m

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menjahit Hati yang Retak   bab 185

    "Zoey, ini kesempatan yang selama ini aku tunggu, dan aku nggak mau melewatkannya."Pada titik itu, apalagi yang bisa disalahpahami oleh Zoey?Henry sudah mengambil keputusan. Kini, dia hanya menyampaikannya.Mereka berdua orang dewasa—sama-sama paham betapa pentingnya karier. Hubungan mereka juga masih sangat baru.Henry tidak akan mengorbankan kesempatan ini demi dirinya.Zoey merasakan perih yang halus namun tajam saat Henry melanjutkan, "Kamu mau ikut pindah ke luar negeri bersamaku?""Maaf, aku nggak bisa meninggalkan orang tuaku. Henry, maksudmu... kita putus?"Keheningan Henry berlangsung beberapa detik sebelum akhirnya ia tersenyum kecut."Aku nggak mau putus denganmu, Zoey. Mungkin kamu nggak percaya, tapi aku benar-benar menyukaimu. Tapi kalau aku menyerah demi kamu, aku takut nanti aku bakal menyesal. Atau mulai mempertanyakan kenapa kamu ada dalam hidupku. Kita harus jadi diri kita sendiri dulu... sebelum bisa jadi pasangan yang utuh."Ia mengulurkan tangan perlahan, meng

  • Menjahit Hati yang Retak   bab 184 rindukan kasih ibu

    Mata Nolan sempat berbinar penuh semangat, tapi seiring ia mendengar kata-kata Zoey, cahaya itu perlahan meredup.Zoey tak berlama-lama. Ia langsung berjalan menuju ruang kelas kecil.Sementara itu, di ruang kepala sekolah, Fitch memeluk putranya erat dan dengan lembut mengusap puncak kepalanya."Sakit nggak?""Daddy, nggak. Nggak sakit," jawab Nolan pelan."Bocah tolol itu sengaja dorong kamu."Itu bukan pertanyaan. Itu pernyataan mutlak.Nolan tidak menjawab, hanya menundukkan kepala perlahan.Fitch sudah melihat detail dari rekaman CCTV dan bahkan membaca gerakan bibir si anak yang mendorong Nolan. Anak itu membisikkan tiga kata ke telinga putranya: “Anak aneh.” Jelas, dorongan itu disengaja.Hari itu adalah hari pertama Nolan masuk kelas, dan dia langsung jadi pusat perhatian di antara anak-anak lainnya.Fitch sendiri cukup terampil membaca gerak bibir, dan dari rekaman itu, dia tahu persis apa yang dikatakan anak itu.Perasaan di antara anak-anak memang murni—begitu juga dengan k

  • Menjahit Hati yang Retak   bab 183 pengasuh pribadi

    Zoey kembali ke ruang kerjanya, mengambil sebutir permen, lalu berjalan menuju ruang perawat. Di dalam, bocah kecil yang tadi mendorong Nolan masih menangis, air matanya mengalir deras seperti keran bocor.Zoey menepuk kepala anak itu lembut. "Kamu keluar dulu, ya. Ibu mau bicara sebentar sama Nolan."Anak itu mengangguk sambil terisak, lalu berjalan keluar dengan langkah berat.Zoey memandang Nolan yang duduk di ranjang—wajahnya jauh lebih tak nyaman daripada sebelumnya. Rasa bersalah menyelinap ke dalam dadanya."Nolan, masih sakit nggak? Mau permen?"Dia meraih tangan Nolan dan meletakkan permen itu di telapak kecilnya.Nolan menunduk, menatap permen berwarna merah muda itu. Bulu matanya merunduk, dan air mata kembali mengalir perlahan.Zoey tertegun, lalu langsung panik.Ia mengambil tisu dari samping dan buru-buru menghapus air mata Nolan."Maaf ya, Nolan. Tadi Ibu nggak bermaksud ngomong seperti itu. Ibu cuma... nggak setuju dengan cara Daddy kamu menangani semuanya. Ucapan I

  • Menjahit Hati yang Retak   bab 182 jangan lampiaskan ke Nolan

    "Aku tahu aku lalai kali ini, jadi aku bawa si kecil untuk minta maaf."Wajahnya tampak tulus saat berbicara kepada Tuan Haskins, "Anak-anak tetaplah anak-anak, Tuan Haskins. Bahkan di prasekolah, guru tidak bisa jadi malaikat pelindung setiap saat. Kadang mereka tersandung di lantai yang datar—kami tak bisa mencegah setiap lecet. Luka kecil itu bagian dari proses tumbuh besar, bukan sesuatu yang harus dibesar-besarkan."Nolan, yang duduk di atas ranjang, bisa merasakan ketegangan yang mulai meningkat. Ketidaknyamanannya makin menjadi, hingga ia berkata, "Daddy... Daddy, nggak sakit kok."Ucapannya berkata begitu, tapi sorot matanya menyimpan kesedihan yang hampir tumpah keluar.Wajah Fitch menggelap, suaranya berubah jadi datar dan tegas, "Aku mau ketemu orang tua anak itu.""Tuan Haskins, kalau Nolan begitu berharga, mungkin lebih baik dia disimpan dalam gelembung di rumah saja daripada sekolah prasekolah," balasnya sengit.Ucapannya tepat sasaran. Zoey bisa merasakan jari-jari No

  • Menjahit Hati yang Retak   bab 181 kecelakaan

    Zoey masih berada di mejanya di ruang guru ketika kabar sampai bahwa Nolan terluka di bagian dahi.Tanpa berpikir panjang, ia langsung berlari menuju kelas. Namun, yang ditemukannya hanyalah beberapa tetes darah di lantai dan seorang anak laki-laki kecil yang menangis tersedu-sedu hingga nyaris sulit bernapas.“Bu March, aku nggak sengaja… aku beneran nggak mau nyakitin siapa-siapa…” isaknya di antara cegukan.Melihat bocah itu begitu menyesal dan ketakutan, Zoey segera berjongkok dan menenangkan.“Tenang sayang, nggak apa-apa. Jangan nangis, ya. Ayo kita cek keadaan Nolan, yuk.”Anak itu masih memeluk erat boneka kucing kertas—yang barusan diperebutkan. Matanya memerah, menatap Zoey penuh penyesalan.“Aku cuma mau kucing Bu March… aku nggak lihat dia berdiri di belakangku…”Hati Zoey terasa diremas. Ia mengusap rambut si bocah perlahan dan berkata lembut, “Kucingnya sekarang milikmu. Yuk, kita minta maaf sama Nolan, ya?”Anak itu mengangguk pelan.Dengan menggenggam tangannya, Zo

  • Menjahit Hati yang Retak   bab 180 tiada tempat untuk Nolan

    “Ya, Mama sekarang punya pacar baru dan udah nggak butuh aku atau Papa lagi.”Itulah yang Nolan katakan dalam hati, matanya menunduk. Ia teringat perkataan Rosemary dulu—bahwa ibu tiri bisa kejam. Mereka bisa membiarkan anak-anak kelaparan, menggigil kedinginan, bahkan dijual ke pelosok yang tak dikenal. Semakin Nolan memikirkannya, semakin dalam rasa kehilangan yang ia rasakan.Saat waktu istirahat tiba, Zoey melangkah keluar dari kelas dan langsung melihat Fitch berdiri tak jauh dari sana.Dia memang bukan sosok yang ia sukai… tapi tetap saja, ia adalah investor terbesar di Zion City. Setidaknya, Zoey merasa perlu bersikap sopan.“Tuan Haskins,” sapanya singkat, sebelum melangkah menuju ruang guru.“Bu March, Anda sedang istirahat, ya?” tanyanya.Zoey memaksakan senyum. Ia sebenarnya enggan mengobrol terlalu lama, tapi tetap menjawab dengan nada ramah, “Ya. Anak-anak akan makan siang dalam satu jam. Saya mau siapkan buku cerita untuk sesi baca sebelum makan.”“Aku ikut,” kata

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status