author-banner
kim sujin
kim sujin
Author

Novels by kim sujin

Jejak Cinta di Pulau Serenova

Jejak Cinta di Pulau Serenova

Vennesa Sanders, wanita karier sukses yang gila kerja, akhirnya mengambil cuti untuk mengunjungi adiknya di Pulau Serenova — pulau tenang nan indah di selatan Valderis. Namun, pertemuannya dengan Benjamin Addam, pemilik bar berkarisma dengan masa lalu kelam sebagai gigolo dan anggota jaringan gelap, mengubah segalanya. Saat organisasi lamanya mulai mengincar Vennesa, Benjamin terpaksa kembali ke dunia yang telah ia tinggalkan demi melindunginya. Dalam pusaran cinta, penebusan, dan pengkhianatan, keduanya terperangkap di antara harapan dan takdir yang menuntut pengorbanan. Mampukah Benjamin menebus dosanya dan menyelamatkan Vennesa — atau cinta mereka akan tenggelam bersama gelombang Serenova?
Read
Chapter: Episod Akhir: Rumah Adalah Kamu
Langit senja di Pulau Serenova dilukis warna keemasan. Ombak memecah perlahan di pantai, membisikkan lagu perpisahan untuk hari yang panjang. Di beranda vila kecil mereka yang menghadap laut, Ben duduk bersila di atas tikar rotan, memangku bayi kecil yang baru berusia dua minggu. Bryan dan Bryden sedang berlarian kecil di halaman rumput, tertawa bersama Edward dan Vellery yang datang menengok keponakan baru mereka. Vellery kini sudah resmi bertunangan, dan wajahnya tak henti tersenyum sejak pagi. Sementara itu, dari dapur, aroma sedap masakan menyapa angin. Vennesa sedang menyendok sup jagung ke mangkuk, rambutnya diikat rapi. Tubuhnya masih lelah pasca melahirkan, namun wajahnya berseri bahagia. Sesekali ia melirik ke luar jendela, memastikan suaminya tidak ‘menggila’ lagi dengan ide nyeleneh seperti mengajarkan anak-anak bermain gitar metal atau menyanyi lagu rock keras sebagai lullaby. Tapi sore ini, Ben terlihat… tenang. Ben mendekap putri kecilnya—mereka menamainya Elora, yan
Last Updated: 2026-01-21
Chapter: bab 127 - Misi bertahan dari mood Mama
Beberapa bulan setelah pernikahan Benedict Addam, hari-hari di Velmare kembali berjalan penuh warna. Vellery semakin serius menjalani hubungan dengan Edward. Ia sering berkunjung ke rumah keluarga Edward, dan disambut hangat seperti calon menantu. Sementara itu, bisnis kecil Ben yang dijalankan dari rumah berkembang pesat. Ia tetap mengasuh anak-anak sambil mengelola penjualan daring dari produk-produk custom yang dulu dia rintis secara iseng. Vennesa juga tak kalah bersinar. Ia kini telah dipromosikan menjadi Manajer Senior Strategi Pelaburan di perusahaan besar tempat ia bekerja. Dengan pengalaman dan kerja kerasnya, Vennesa menjadi salah satu figur perempuan muda yang diperhitungkan dalam dunia korporat Velmare. Sore itu, langit cerah, angin sepoi-sepoi meniup dedaunan taman kota yang rindang. Di sebuah taman kecil tak jauh dari gedung perusahaannya, Ben duduk santai bersama kedua anak kembarnya yang kini berusia tiga tahun. Mereka asyik makan es krim—berantakan dan meleleh
Last Updated: 2026-01-19
Chapter: bab 126 - Peluang kedua
Dua tahun telah berlalu. Pagi itu, cahaya matahari menari lembut di sela-sela tirai kamar, menyapa wajah Vennesa yang tengah merapikan riasannya di hadapan meja rias. Hembusan angin laut membawa aroma segar yang menerobos celah jendela, membuat helaian rambutnya yang digerai beralun tampak hidup, menari mengikuti irama alam. Dress labuh berwarna biru lembut membalut tubuhnya dengan anggun. Potongannya sederhana, namun begitu serasi dengan keanggunan alaminya. Sentuhan riasan di wajahnya tak mencolok, tapi cukup menonjolkan sisi manis dan dewasa seorang istri, seorang ibu, seorang wanita yang telah tumbuh bersama cinta dan ujian hidup. “Ben! Ben!” panggilnya dari dalam kamar. Tak lama, Ben muncul di ambang pintu, mengenakan kemeja linen putih dan celana panjang coklat muda. Wajahnya berseri saat memandang istrinya. “Kamu cantik sekali, Sayang,” katanya tulus, seolah baru pertama kali melihat wanita itu. Vennesa tersenyum malu, pipinya merona. “Anak-anak sudah siap?” “Sudah, Saya
Last Updated: 2026-01-19
Chapter: bab 125 - Kemaafan
Petang itu, matahari mulai turun perlahan di ufuk barat ketika Ben dan Vennesa melambaikan tangan kepada Edward dan Vellery yang hendak kembali ke kota Velmare. Koper mereka sudah tersusun rapi di bagasi taksi yang menunggu di depan vila. Setelah pelukan singkat dan kata perpisahan, taksi meluncur pergi, meninggalkan jejak kenangan yang hangat. Ben masuk lebih dulu ke dalam rumah. Di ruang tamu, kedua anak kembar mereka tengah merangkak lincah, tertawa dan mengejar bayang-bayang sendiri di bawah cahaya sore yang masuk dari jendela besar. Sementara itu, Vennesa melangkah keluar untuk mengunci pagar. Ketika hendak menutup pintu besi itu, pandangannya tertumbuk pada sesosok pria tua berdiri tak jauh di seberang jalan. Tubuhnya sedikit membongkok, matanya penuh ragu, namun tatapannya tertuju tepat ke arah vila mereka. "Pak?" sapa Vennesa, pelan namun ramah. Pria itu tersenyum kaku. "Saya hanya mau lihat dari jauh..." “Masuklah. Kami di rumah,” ajaknya lembut, lalu membukakan paga
Last Updated: 2026-01-18
Chapter: bab 124 - Malam pertama
“Jadi… kau mau aku lanjutkan?” tanya Ben lirih. Vennesa mendongakkan kepalanya dari dada Ben, menatap matanya yang mulai tenang meski masih menyimpan kelelahan emosional. Ia menggeleng pelan, lalu tersenyum tipis. “Mungkin lain kali,” ucapnya lembut. “Maaf ya, Sayang… aku keterlaluan. Egois. Harusnya aku nggak memaksa kamu buka luka lama.” Ben menggeleng, tangannya membelai pipi Vennesa dengan penuh kasih. “Enggak, Sayang… kamu nggak salah. Aku yang harusnya minta maaf. Aku… bukan lelaki yang baik buat kamu. Masa laluku terlalu kelam.” Vennesa menatapnya dalam-dalam. Kali ini matanya tak lagi bingung atau ragu—melainkan penuh keteguhan. “Kamu baik kok,” katanya dengan suara mantap. “Kamu orang baik… cuma pernah ketemu orang yang salah. Dan itu bukan salahmu.” Ben menunduk, matanya memerah. “Kamu berubah, Ben. Dan itu yang penting. Kamu sudah memilih jalan yang benar. Kita bisa tinggalkan semua masa lalu itu… kita bisa mulai hidup baru. Bersih. Tenang. Bersama.” Ben mengangg
Last Updated: 2026-01-16
Chapter: bab 123 - kisah lalu
“Aku dibawa ke vila mewah milik Mr. John,” lanjut Ben, suaranya kini sedikit lebih tenang, namun matanya masih memandang kosong pada kenangan yang jelas belum pernah ia bagi kepada siapa pun. “Dan di sanalah… aku bertemu Monica.”Vennesa mengerutkan dahi, lalu perlahan menutup mulutnya yang terbuka lebar, matanya membesar. “Maksud kamu… Mr. John itu ayah tiri Monica?”Ben hanya mengangguk pelan. Wajahnya datar, tapi jelas tersimpan beban.“Ibu Monica… mantan istri Mr. John, meninggal karena sakit parah. Setelah itu, Monica dibolehkan tetap tinggal di vila. Mr. John bilang dia sudah seperti anak sendiri.” Vennesa masih diam. Hatinya mulai terasa tidak enak, tapi ia menahan diri. Ia tahu, Ben belum selesai. “Awalnya… aku pikir Mr. John itu malaikat,” Ben melanjutkan, nadanya pahit. “Dia selamatkan aku dari jalanan, kasih tempat tinggal, kasih makanan, ajarin aku banyak hal. Tapi semua berubah… malam itu.” Ben menunduk, menatap jemarinya yang kini menggenggam erat helaian ram
Last Updated: 2026-01-16
Menjahit Hati yang Retak

Menjahit Hati yang Retak

Zoey Sanders pernah percaya bahwa cinta mampu mengalahkan segalanya—hingga pernikahannya dengan Fitch Haskins hancur tanpa penjelasan yang cukup. Meninggalkan pria yang masih ia cintai adalah keputusan terberat yang pernah ia ambil, tapi ia yakin itu adalah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan harga dirinya. Tiga tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali. Fitch—yang dulu dingin dan menjauh—kini kembali hadir, bukan sebagai mantan suami yang penuh luka, tetapi sebagai pria yang siap memperjuangkan cinta yang pernah ia sia-siakan. "Aku ingin kita mulai lagi, Zoey. Dari awal." Zoey ragu. Luka lama belum sembuh, dan bayang-bayang masa lalu masih mengintai. Tapi Fitch bukan lagi pria yang sama. Di antara pertengkaran, kebisuan, dan kenangan yang menyakitkan, perlahan mereka mulai menyusun ulang kepingan hati yang berserakan. Namun, apakah cinta yang patah bisa utuh kembali?
Read
Chapter: bab 223 Sengaja menahannya di sini.
Fitch menoleh ke atas, tatapannya tertahan beberapa detik sebelum akhirnya berdiri. "Ambil cuti hari ini, Zoey. Nolan sudah cukup besar, dia tak butuh pengawasan terus-menerus.""Tapi aku seharusnya bekerja. Bagaimana kalau aku bawa dia ke taman hiburan? Anak-anak pasti suka."Fitch mendadak menegang. "Tak perlu.""Dia pernah ke sana?""Belum.""Lalu kenapa...""Zoey."Ia memanggil namanya lagi, suaranya mendadak serak. "Untuk sekarang, tetaplah di vila. Kalau bosan, kamu bisa ajak Nolan dan Ozzy jalan-jalan keliling area estate. Tempatnya luas, dan masih banyak bagian yang belum kamu lihat." Zoey tak langsung menjawab. Nada suaranya berubah—berat, seolah menyimpan sesuatu.Zoey tak bisa memahaminya. Di hari pertamanya, asisten sempat menyiratkan bahwa ia sebaiknya tetap di dalam rumah. Kini terasa jelas, seolah Fitch memang sengaja ingin menahannya di sini.Ia kebingungan.Fitch pun mengambil cuti, dan selama dua bulan berikutnya, semua rapatnya dialihkan ke pertemuan virtual. Bahkan
Last Updated: 2026-02-09
Chapter: bab 222 mimpi api marak
Memanggil pria besar "tampan" bukanlah pujian yang sesungguhnya. Sudut bibir Fitch sedikit terangkat saat ia meraih salah satu tangan Zoey dan meletakkannya di pipinya. "Mau rasain?" Mata Zoey membelalak kaget, seolah tak menyangka akan mendapat keberuntungan semacam ini. "Serius?" Meski bertanya, tangannya sudah mulai menjelajah dengan patuh. Kulitnya halus, struktur tulangnya tegas. Jemarinya meluncur turun, menekan lembut di jakun pria itu. Tatapan Fitch berubah, tangannya menutupi tangan Zoey dengan sentuhan menggoda. "Kamu boleh sentuh bagian lain juga." Zoey tak benar-benar tahu apa yang sedang dipikirkannya, pikirannya kabur, seolah ada ingatan lama yang tiba-tiba muncul. Ia semakin terpikat pada wajah pria itu, semakin lama dipandang, semakin ia menyukainya. Fitch menegang di bawah belaian lembut Zoey. Orang mabuk sering tak sadar dengan tindakannya, hanya bertindak berdasarkan naluri. Setelah "bermain" selama sekitar sepuluh menit, Zoey tiba-tiba menjilat bibirnya. "Aku
Last Updated: 2026-02-09
Chapter: bab 221 Kamu mirip orang itu
Zoey tertegun. Sejujurnya, sepanjang sore ia memang tegang. Para tamu yang datang ke rumah Fitch pastilah orang-orang berpengaruh atau kaya raya. Ia sangat khawatir telah menyinggung seseorang yang penting—apalagi ini baru hari keduanya tinggal di rumah itu, dan ia sudah terlibat adu mulut.Apa Fitch masih bisa mempercayakan Nolan padanya setelah kejadian seperti ini?Namun, saat mendengar nada suara Fitch yang penuh keyakinan dan dukungan tanpa cela, rasa hangat menjalar ke dalam dadanya. Sebuah benjolan emosional naik ke tenggorokannya, tak terduga.Fitch menatap wajahnya dengan lembut. Ujung jarinya menyusuri pelan bekas merah di pipi Zoey. “Kamu udah kasih sesuatu di pipinya?”“Sudah... aku takut itu tamu penting.” Nada suara Zoey terdengar sungkan.Fitch menatapnya, nada suaranya tenang tapi penuh makna. “Yang penting adalah kamu baik-baik saja.”Hati Zoey terasa makin hangat. Ia hendak membuka mulut untuk merespons, tapi tiba-tiba ponsel Fitch berdering. Wajahnya langsung me
Last Updated: 2026-02-07
Chapter: bab 220 ada di pihaknya tanpa syarat
Begitu keluar dari ruang konferensi, Fitch langsung melihat Sharon duduk di kantornya, wajahnya dipenuhi ketidaksenangan.“Apa yang Zoey lakukan di vilamu?” Sharon langsung menuntut penjelasan, nadanya tajam dan menyudutkan.Ekspresi Fitch langsung berubah dingin saat mendengar nama Zoey. “Jangan bilang kau sudah buat keributan dengannya.”Sharon awalnya berniat melanjutkan interogasinya, tapi raut wajah anaknya membuatnya sedikit bergidik. Ia jarang melihat Fitch menunjukkan emosi—selalu tenang, selalu terkendali. Dari kecil hingga dewasa, bahkan ketika teman-teman masa kecilnya seperti Ian dan Tyler Bennitt mengalami fase pemberontakan, Fitch selalu jadi anak yang paling patuh dan sopan.Marah bukan bagian dari dirinya—hingga hari ini.“Apa maksudmu ‘buat keributan’? Dia yang menamparku! Aku ibumu, Fitch, dan dia berani menamparku! Tak ada hormat sama sekali! Dan setelah semua orang mengira dia sudah mati, dia malah muncul diam-diam seperti ini. Jelas dia punya niat buruk! Dia men
Last Updated: 2026-02-07
Chapter: bab 219 Perasaan hangat dari Nolan
Tak pernah seumur hidupnya Sharon Haskins diperlakukan seperti itu. Ia begitu marah hingga tak mampu merangkai satu kalimat pun. Seluruh tubuhnya gemetar oleh amarah yang membara.Dengan napas terengah, ia mencoba menelepon Fitch lagi—namun tetap tak diangkat. Dibuang seperti tak penting.Sementara itu, di dalam kamar, Zoey duduk di sisi ranjang, jari-jarinya menyentuh pelan pipinya yang masih panas akibat tamparan tadi. Kelopak matanya menunduk, bulu matanya bergetar.Begitu pintu terbuka tadi dan dia melihat wajah itu—wajah Sharon—seberkas rasa familiar langsung menghantam dadanya. Tapi secepat itu pula, kenangan itu memudar. Seolah tubuhnya mengingat lebih banyak daripada pikirannya.Ia menghela napas pelan dan melangkah naik ke lantai atas.Nolan masih asyik membaca, tenggelam dalam cerita dengan alunan musik lembut yang sebelumnya dipasang oleh Zoey. Tapi saat dia menoleh dan melihat bekas merah di pipi Zoey, ekspresinya langsung berubah.Mata kecilnya membulat, lalu mengera
Last Updated: 2026-02-05
Chapter: bab 218 bukan Zoey yang dulu
Zoey nyaris tak membawa apa-apa untuk dibereskan—koleksi barang pribadinya memang sederhana.Kurang dari sepuluh menit, dia sudah turun ke bawah.Setiap staf di rumah itu tampaknya telah diberi pengarahan soal kedatangannya. Mereka menyambutnya tanpa rasa ingin tahu yang berlebihan, penuh respek dalam sikap dan tutur kata.Asisten Fitch mendekatinya dan berkata ramah, “Ada cukup banyak fasilitas hiburan di sekitar mansion ini. Karena Anda hanya akan tinggal selama dua bulan, kalau sewaktu-waktu ingin keluar, beri tahu saya saja. Saya akan atur transportasinya.”Jarak dari rumah utama ke gerbang depan saja memakan waktu hampir sepuluh menit dengan mobil—sebuah petunjuk halus bahwa mungkin lebih baik jika dia tetap berada di dalam area rumah untuk sementara.Namun, Zoey sama sekali tak merasa seperti tawanan. Ia memang datang ke sini dengan tujuan—untuk mendampingi Nolan.“Tentu, saya tidak akan pergi ke mana-mana,” jawabnya ringan.Asisten itu tampak lega mendengarnya. Kekhawatiran te
Last Updated: 2026-02-05
You may also like
JUST WANNA BE WITH YOU
JUST WANNA BE WITH YOU
Romansa · Dina Dwi
2.8K views
Bintangku
Bintangku
Romansa · Wynstelle
2.8K views
PESONA PRIA RIVAL SUAMIKU
PESONA PRIA RIVAL SUAMIKU
Romansa · HaniHadi_LTF
2.8K views
Cinta Posesif Mina
Cinta Posesif Mina
Romansa · Pundalisa
2.8K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status