Masuk“Sasi, aku memberimu kebebasan untuk mencintaiku, karena memang itulah tugasmu sebagai budak. Tapi kau pun harus ingat! Jangan pernah mengharapkan yang sebaliknya. Karena aku akan memberikanmu apa pun itu, kecuali cinta.” Sasi Theresia berharap jika dirinya bisa melakukan semua itu, tapi nyatanya tidak. Hatinya yang lemah, tetap saja mengharapkan balasan untuk cintanya yang usang. “Kenapa Tuhan sejahat itu, menakdirkanku sebagai budak yang tidak pernah pantas untuk dicintai oleh siapa pun.”
Lihat lebih banyak**This is Book Two of the Guardians Trilogy. While it can be read as a standalone book, there are references to events that happened in Book 1. It is recommended that you read the first book, The Broken Warrior’s Daughter, before reading this one.
“Liam!”
I was almost to my car, almost didn’t have to face that she chose him over me.
It had been a long shot. I knew Cara wanted to find her fated mate. It was an even longer shot when I realized that Rik was her mate. But I still had to try. She is an incredible woman. She will make an amazing Luna. Just not my Luna.
I stop. I have to do this. I have to let her know that we can still be friends. Just not now, not for a while.
I turn to her. Even in the dark I can see the tears in her eyes. She just found her mate but she’s worried about me. Of course she is. That’s one of the many reasons I wanted her.
“I’m sor…”
I cut her off. “Don’t. You were always honest with me. I knew you wanted to find your mate and see if it would work. It was a risk I was willing to take.”
I look up and make eye contact with Rik. He’s standing back, giving her this time with me. It’s more than I would be able to do if I were in his shoes.
I look back at her and put my hands on her shoulders. “You always wanted to find your fated mate. Rik is a good man. He’ll be a good Alpha and a good mate to you. And if he isn’t,” I look back at him, “You know where to find me.”
She sniffs, trying to rein her tears in. I wipe them off her cheeks with my thumbs before reaching into my pocket and pulling out her birthday present. I’d had to really dig to find the pictures for the locket, but I found them.
“Happy birthday.” I say, handing her the box.
She unwraps her present and opens the box. She pulls out the locket and looks at me. “It’s beautiful.”
“Open it.” I say to her and I watch as she opens it to find the pictures. One of her parents before she was born and one of them together holding her as a baby in their arms.
Her hand goes to her mouth and the tears start to fall again. “Liam…”
I kiss her forehead. “I have to go away for a while. Take care of yourself.”
I step back as Rik steps up behind her, wrapping his arm around her waist, looking at my gift. I see the surprised look on his face. “Thank you. I know it means a lot to her. To both of us.”
I nod and turn back to my car. Without another word, I get in and begin backing out. They continue to stand there as I pull away, but I don’t look back. Now that I’ve lost my Luna, I need to focus all my attention on finding Eli Gunnar. It’s time for the Banished Beta to pay for killing my mother.
Sasi Theresia mengerang kesakitan. “Tolong jangan siksa aku. Aku akan mengatakan padamu.” Leo menghentikan siksaannya. Tak sabar ingin mendengar pengakuan wanita licik yang sudah tak berdaya tersebut. “Katakan, siapa?” “T-tapi, k-kau harus berjanji. K-kau akan melepaskanku jika akau mengatakan padamu, siapa orang yang telah berkhianat pada kalian.” “Tentu saja, kau bahkan bisa menghirup udara sesuka hatimu, Sayang.” Namun, sebelum Sasi Theresia mengakui, ponsel Leo kembali melengking. Nama Jonathan tertera didepan layar. “Aku akan ke situ dengan Sasi.” Setelah itu, panggilan dimatikan. Leo tersenyum sinis. “Sepertinya kau akan segera lepas dari siksaan ini. Jonathan barusan meneleponku dia akan ke sini beraama dengan Naina.” ** “Kita mau ke mana?” tanya Sasi dengan wajah yang masih tampak sedikit pucat. “Ke tempat Leo.” “Kau mau kembali menitipkan aku di sana?” tanya Sasi penasaran. Jonathan mengacak rambut Sasi dengan lembut. “Tentu saja tidak. Aku i
Pada akhirnya Sasi tertidur dalam pelukan Jonathan. Sedangkan pria itu tampak sedang memainkan gawainya dengan pelan, karena takut gadis itu terganggu tidurnya. Saat dirinya hendak menaruh ponsel di atas nakas, tiba-tiba benda pipih itu bergetar. Satu panggilan atas nama Leo menerobos masuk. “Ada apa, Leo?”“Joe, bisakah kau ke sini sekarang?”Jonathan mengernyit, Leo adalah orang yang begitu tahu kondisi. Pria itu tidak akan menyuruh sang karib untuk datang jika tidak ada kepentingan yang mendesak. “Katakan, ada apa?” tanya Jonathan penasaran. “Anak buahku menangkap Sasi Theresia. Rupanya selama ini budakmu bernama Naina.”“Tolong kau jaga perempuan itu untukku. Karena saat ini aku belum bisa datang ke tempatmu. Sasi terluka dan anak buahmu tahu itu. Jangan kau habisi dulu dia. Biar Sasi yang melakukannya. Dendam, harus dibalas oleh yang bersangkutan.” Suara Jonathan begitu berat. Matanya menatap ke arah Sasi yang masih tertidur pulas dengan keadaan miring. “Tentu saja kawan. Ta
Joe, aku akan mengabdi padamu seumur hidupku.”Jonathan tersenyum, kemudian pria itu memberi kecupan hangat di dahi Sasi. “Terserah apa pun itu, yang kuharap saat ini kau selalu baik baik saja dan lukamu lekas sembuh.”“Joe.”“Ehm.”“Sebenarnya apa yang membuat kau begitu baik padaku. Bukankah aku ini hanya seorang budak?” Lantas ia mengepalkan kedua tangannya. “Aku bahkan tidak menguntungkan apa-apa bagi dirimu. Malah … a-ku terlalu banyak menyusahkanmu. Kuharap, kau tidak terlalu bersikap baik terhadapku.”Jonathan mengernyit. “Kenapa? Kau tidak suka jika aku bersikap baik terhadapmu?”Gadis itu kemudian menatap Jonathan begitu lekat. “Aku tidak ingin kau memberikan harapan padaku. Aku tahu, kau bersikap baik karena aku hanya wanita lemah. Tapi Joe, aku takut berharap lebih padamu. Jangan berbuat baik tanpa alasan. Lebih baik kau memukulku atau mengatakan yang sejujurnya, apa niatmu yang sebenarnya.”Niat yang sebenarnya? Mendadak kepala Jonathan menjadi kosong. Ia sama sekali tid
Ucapan Davin saat itu tentang cairan kuning yang tak ada penawarnya benar adanya. Cairan tersebut tidak berlangsung lama jika penggunanya berusaha mencari tahu tentang kehidupannya. Ada sebagian orang yang memilih untuk menerima takdirnya, melupakan ingatannya dan membiarkan dirinya menjadi budak untuk selamanya. Orang-orang yang seperti itu, membuat cairan obat bekerja lebih lama atau seumur hidup. Davin memang sengaja membuatnya seperti itu. Sebab, itu semua bisa menguntung bagi usahanya. Jika dia menetapkan cairan dosisi tinggi, tidak ada lagi mereka mereka yang akan datang untuk mencarinya, memintanya untuk kembali menyuntikkan cairan agar peliharaan mereka kembali patuh. Oleh sebab itu, tidak jarang bagi pelanggan Davin—mereka kembali datang—untuk meminta agar budaknya disuntik kembali. Tentu karena reaksi cairan pertama telah luruh, budak budak itu telah mengingat jati dirinya lagi. Sehingga mau tidak mau, para tuan harus kembali menyuntik. Tentu suntikan yang kedua ini tidak
Aroma yang tidak asing. Besi karat, serta bau anyir darah. Suara teriakan karena kesakitan yang terlalu menggema, memekakkan gendang telinga. Perlahan, kesadaran Sasi kembali. Darah sedikit mengering rembas dari helai-helai rambutnya. Gadis itu kemudian berusaha membuka kedua matanya. Awalnya, dia
Sasi merengek pada Jonathan. Pasalnya, gadis itu ingin sekali diajak jalan-jalan menikmati suasana di luar sana. Karena merasa tidak tega dengan sang budak—akhirnya Jonathan mengangguk setuju. “Tapi, aku tidak mau membawamu ke pusat keramaian. Di wilayah ini ada sebuah danau bagus. Kau Pasti menyu
Selepas bersenggama, Jonathan menidurkan Sasi di dalam pelukannya. Mereka menghangatkan tubuh satu sama lain di dalam selimut yang sama tanpa mengenakan pakaian. Pikiran Jonathan berkecamuk. Pria itu bahkan tidak bisa memejamkan mata sama sekali. Dia tidak mengerti, padahal dirinya belu
Usai menyuapi Sasi, Jonathan kemudian kembali menghampiri gadis itu, merebahkan tubuhnya, lalu meletakkan kepala Sasi di atas lengannya. “Ceritakan semuanya.” Dengan rasa ragu serta terbata-bata, gadis itu mulai bercerita kenapa dia bisa bertemu dengan Zack, sementara Jonathan memainkan anak ra












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak