Share

Bab 52

Penulis: Wei Yun
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-09 11:23:09

Pagi itu, suasana di depan gerbang Akademi Shin Yue tampak begitu sibuk. Kereta-kereta kuda mewah pengantar putra-putri bangsawan berjajar rapi. Liya baru saja melepas Long Yuan masuk ke kelasnya ketika matanya mulai menyapu area sekitar dengan tatapan tajam. Pikirannya masih tertuju pada potongan tali pelana yang tersimpan rapat di tasnya. Investigasi mandiri ini harus dimulai sekarang.

​Target pertamanya adalah Chen Yuan. Namun, baru saja ia hendak melangkah, Liya menyadari bahwa berdiri terl
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 99

    Lentera di Paviliun tempat tinggal Murong Shi di kediaman Keluarga Murong bergoyang pelan, menciptakan bayangan yang menari-nari di dinding kayu. Long Xuan menatap istrinya dengan rahang yang mengatup rapat. Suhu tubuh Liya bukan lagi sekadar panas karena gairah, melainkan membara seolah akan meledak akibat dosis obat perangsang yang terlampau tinggi.​"Keparat! Siapa yang berani memberikan racun ini padamu?" desis Long Xuan dengan suara parau yang menahan amarah.​Melihat bak mandi kayu yang masih terisi penuh, Long Xuan segera mengangkat tubuh mungil istrinya. Byur! Ia merendam istrinya ke dalam air dingin guna menurunkan suhu tubuh yang membahayakan itu. Liya tersentak, namun jemarinya justru mencengkeram leher Long Xuan lebih erat. Air dingin memberikan kontras yang menyengat, membuatnya sedikit tenang sejenak, namun bara di dalam nadinya tetap menyala. Air bukan solusi akhir; racun itu harus disalurkan melalui pelepasan hasrat."Xuan ... dingin ... tapi di dalam ... ahh, panas

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 98

    Lampu-lampu lampion berwarna merah darah bergantung anggun di sepanjang koridor kediaman Keluarga Murong. Aroma masakan kelas atas dan wangi dupa mahal memenuhi udara, menyambut para undangan yang terdiri dari bangsawan terpandang dan saudagar lintas wilayah. Pesta ulang tahun Nyonya Qin digelar dengan kemegahan yang menegaskan dominasi keluarga Murong di lembah sungai Changxu. ​Di tengah keriuhan itu, Murong Shi berdiri sebagai pusat perhatian. Ia mengenakan jubah sutra berwarna biru malam dengan sulaman benang perak yang membentuk motif ombak. Wajahnya dipoles dengan teknik make-up dari ingatan dunia modernnya, penekanan pada tulang pipi dan binar mata yang membuatnya tampak misterius sekaligus elegan. Ia sengaja tampil berbeda dari Murong Lian agar tak ada yang salah mengenali mereka. Namun, di balik senyum sopan yang ia berikan pada tamu, hatinya terasa hampa. ​"Nyonya tampak tidak bersemangat," bisik Xiao Cui yang setia berdiri di belakangnya. "Apakah karena Tuan Adipati tidak

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 97

    Fajar menyingsing di ufuk timur Changxu, membawa semburat cahaya pucat yang menembus celah jendela paviliun. Namun, bagi Liya, malam seolah tak pernah berakhir. Matanya terjaga, menatap langit-langit ranjang kelambu yang mewah namun terasa mencekik.​Di sudut kamar, Xiao Cui masih terlelap di atas dipan kecil. Napasnya teratur, kontras dengan badai yang berkecamuk di dalam benak Liya.​"Asal-usulku ... orang tua Yuan’er ... intrik pernikahan ini," gumam Liya pelan, suaranya nyaris hilang ditelan kesunyian pagi. "Mengapa semuanya datang bersamaan seperti air bah?"​Ia berguling ke sisi kanan, lalu ke kiri. Pikirannya buntu. Mengetahui bahwa dirinya hanyalah pion politik yang dipungut dari sungai untuk melemahkan Long Xuan membuat hatinya perih. Murong Shi yang asli mungkin hanya seorang wanita manja, tapi ia digunakan sebagai senjata untuk menghancurkan reputasi pria yang kini mulai ia kagumi.​Haruskah aku kembali menjadi wanita bodoh yang temperamental? pikirnya getir. Hanya agar pa

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 96

    Cahaya bulan yang pucat menembus kisi-kisi jendela kamar Murong Lian. Ia menutup pintu kamarnya dengan senyum kepuasan yang masih tertinggal, membayangkan hati kakaknya, Murong Shi yang hancur karena kenyataan pahit tentang hal yang baru diketahuinya. ​Namun, sebelum ia sempat melangkah menuju ranjang, sebuah tangan kekar menyambar pinggangnya dari kegelapan. Lian tersentak pelan, namun sedetik kemudian ia tertawa kecil saat mengenali aroma tubuh pria itu. ​"Kau lama sekali, Lian. Aku sudah lama menunggumu di sini," bisik Murong Xie, suaranya serak dan penuh tuntutan. ​Lian berbalik dalam pelukan kakak tirinya, menyandarkan jemarinya di dada bidang Xie yang terbungkus sutra perak. "Sabar, Kak Xie. Aku harus memberikan sedikit 'hadiah perpisahan' untuk kakakku tercinta. Aku tahu kau tak sabar, matamu seharian tadi terus memandanginya, bukan?" ​Xie menyeringai gelap, matanya berkilat di bawah sinar lentera. "Kau selalu tahu apa yang kupikirkan. Sekarang, aku ingin melampiaskan se

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 95

    Liya melangkah keluar dari ruang belajar Murong Guan dengan lutut yang terasa lemas, namun punggungnya tetap tegak. Kata-kata Murong Guan bergema di kepalanya seperti lonceng kematian. Eksekusi. Long Xuan pernah mengeksekusi kakak iparnya sendiri demi kesetiaan pada Beiyuan. Kini ia mengerti mengapa suaminya selalu menatapnya dengan penuh kecurigaan. Di mata Long Xuan, setiap wanita yang dikirim oleh keluarga bangsawan ke dalam keluarganya adalah potensi pengkhianat. Dan ia, Murong Shi, adalah bom waktu yang akan diledakkan tepat di jantung paviliunnya. ​"Nyonya ... wajah Nyonya pucat sekali," bisik Xiao Cui yang mencegatnya di lorong gelap. "Apa yang dikatakan Tuan Besar? Apakah beliau memarahi Nyonya?" ​Liya tidak menjawab dengan segera. Ia hanya menggenggam tangan Xiao Cui dengan dingin, menyalurkan kegelisahan yang membeku. "Siapkan barang-barang kita, Xiao Cui. Kita tidak akan tinggal di sini lebih lama lagi. Besok pagi-pagi sekali, kita kembali ke Beiyuan." ​"Tapi Nyonya, b

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 94

    Udara di dalam ruang kerja Murong Guan terasa kian mencekik oleh ketegangan yang memuncak. Liya merasakan ujung jemarinya mendingin, namun api amarah di dadanya justru berkobar makin panas. Pertanyaan ayahnya tentang perubahan sikapnya membuat lidah Liya kelu sejenak. Ia tidak menjawab, namun rahangnya mengeras, tatapannya tajam menantang mata ayahnya yang penuh kelicikan. ​Murong Guan menyesap tehnya perlahan, lalu meletakkan cangkir porselen itu dengan denting yang menyakitkan telinga. Ia menyipitkan mata, menatap putrinya seolah sedang membedah isi kepalanya. ​"Murong Shi yang aku kenal tidak pernah berani menatap mataku seperti sekarang," ucap Guan dengan nada curiga yang kental. "Siapa yang mengajarimu bersikap lancang seperti ini? Apakah Long Xuan yang mengajarimu untuk membangkang pada ayahmu sendiri?" ​Liya menarik napas dalam-dalam, menegakkan punggungnya hingga ia tampak lebih tinggi dari sebelumnya. "Aku berubah atau tidak, itu bukan urusan Ayah lagi. Aku adalah istri Ad

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status