LOGINSong Liya, seorang guru olahraga dari dunia modern, terbangun dalam tubuh Murong Shi, tokoh antagonis dalam novel Gelora Cinta Sang Adipati, yang ditakdirkan mati tragis. Terjebak dalam pernikahan politik dengan Adipati Xuan, penguasa Beiyuan yang dingin, ia mewarisi reputasi buruk yang menyeretnya menuju hukuman mati. Menolak takdir itu, Song Liya mengubah hidup Murong Shi; meninggalkan kebiasaan buruk, menjadi disiplin, dan membangun kembali kendali atas kediaman adipati. Namun perubahan itu justru menarik perhatian sang adipati. Ketika ia hampir lolos dari nasib buruknya, Song Liya menemukan rahasia kelam, Murong Shi hanyalah pion keluarga Murong untuk menjatuhkan sang adipati, dan saudari kembarnya, Murong Lian, berambisi merebut identitas, kedudukan, serta suaminya. Kini Song Liya harus melawan takdir novel, menghadapi saudari yang ingin menggantikannya, dan bertahan di dunia penuh intrik, sebelum takdir kematian kembali mengejarnya.
View MoreMatahari pagi menyusup malu-malu di balik jendela kayu Kediaman Long, membawa kehangatan yang sudah lama tidak dirasakan oleh dinding-dinding rumah besar ini. Suasana ruang makan yang biasanya sunyi dan kaku, kini berubah total. Gelak tawa kecil dan denting sumpit yang beradu dengan mangkuk porselen menciptakan simfoni kehidupan yang baru.Di kepala meja, Nyonya Besar Long duduk dengan keanggunan yang kembali memancar dari wajahnya. Guratan-guratan kesedihan yang selama bertahun-tahun mengukir wajahnya seolah sirna dalam semalam, digantikan oleh binar kebahagiaan yang tulus. Di sampingnya, si kecil Long Yuan sibuk mengunyah kue beras dengan pipi yang menggembung, sesekali tertawa saat Xiao Cui menyeka sisa makanan di sudut bibirnya.Mereka semua baru saja tiba kembali di Kediaman Long kemarin, setelah Long Xuan menjemput mereka dari Gunung Yu.Hari ini, aturan ketat tentang kasta dan pelayan dilebur atas perintah Long Xuan. Di meja makan panjang itu, Fan Yi dan Xiao Cui duduk ber
Ketakutan yang tiba-tiba menyergap membuat senyum di bibir Liya mendadak kaku. Bayangan kelam tentang penyakit darah iblis yang kini mengalir di dalam darahnya seolah bangkit, menjadi kabut tebal yang mendadak menutupi kebahagiaannya. Ia tahu betul bagaimana kutukan itu bekerja—rasa sakit yang menyiksa, hilangnya kesadaran, dan haus darah yang mengerikan. Bagaimana jika janin suci ini harus menanggung beban kutukan yang sama?Ia dan Long Xuan sudah mengetahui cara mengatasi sat kambuh walau belum mendapatkan obatnya. Namun bagaimana jika anaknya nanti muncul sakitnya. Apa yang harus ia lakukan.Long Xuan, yang selalu peka terhadap setiap perubahan ekspresi istrinya, menyadari binar kebahagiaan di mata Liya yang mendadak meredup. Ia mengusap pipi Liya yang masih agak dingin dengan ibu jarinya."Shishi, ada apa? Mengapa wajahmu mendadak sedih?" tanya Long Xuan dengan nada rendah, penuh perhatian.Liya memaksakan sebuah senyuman, menggeleng pelan. "Tidak apa-apa, Xuan. Aku hanya ...
Suasana sepi di koridor menuju Paviliun Anggrek seketika pecah saat beberapa pelayan yang membawa nampan berisi teh melintas. Begitu melihat sesosok wanita terkapar tak sadarkan diri di atas lantai batu, salah satu dari mereka menjerit histeris hingga nampan di tangannya jatuh berdentang nyaring."Nyonya Besar! Astaga, Nyonya Besar!"Kepanikan meluas dalam hitungan detik. Beberapa pengawal anak buah Zhang Yu yang berjaga di perimeter luar segera berlari masuk. Di antara kekacauan itu, Fan Yi yang kebetulan sedang berpatroli langsung bergegas mendekat. Wajah Fan Yi itu seketika pucat pasi melihat Liya yang terpejam rapat dengan wajah seputih kertas."Nyonya! Minggir kalian semua!" teriak Fan Yi, langsung berlutut dan memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan Liya. Denyutnya terasa cepat namun sangat lemah. Tanpa membuang waktu, ia mengangkat tubuh sang Nyonya Besar ke dalam gendongannya. "Cepat panggil Tabib Utama ke kamar di Paviliun Anggrek! Sekarang!"Berita pingsannya Liya m
Langkah kaki Liya bergema pelan di sepanjang koridor kediaman Keluarga Long. Tempat ini dahulunya adalah pusat kejayaan keluarga suaminya, tempat tinggalnya, sebelum akhirnya direbut secara paksa dan dikuasai oleh Murong Guan dengan cara yang licik. Kini, setelah Murong Guan tumbang, atmosfer mencekam di dalam kediaman megah itu perlahan mulai terkikis, berganti dengan kesunyian yang asing. Liya berjalan menuju Paviliun Phoenix, tempat tinggal dan bekerja masa lalu milik Long Xuan yang selama masa pendudukan digunakan oleh Murong Guan sebagai ruang pribadinya. Saat jemari lentiknya mendorong pintu kayu yang tebal, pemandangan di dalam kamar membuat Liya menghentikan langkah sejenak. Bentuknya sudah berubah sama sekali. Tirai-tirai sutra berwarna hijau tua khas kamar suaminya telah diganti dengan kain-kain beludru merah marun yang mencolok dan beraroma dupa gaharu yang pekat. Perabotan kayu cendana yang dulu sederhana namun kokoh, kini digantikan oleh meja-meja berlapis emas dan uk
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore