LOGINBangun sebagai tokoh antagonis yang ditakdirkan mati, Song Liya menolak tunduk pada alur novel. Dalam tubuh Murong Shi, ia menantang intrik, pernikahan politik, dan rahasia keluarga berdarah. Ketika perubahan dirinya justru memikat Adipati Xuan yang dingin, cinta dan bahaya berjalan beriringan. Saat rahasia kelam keluarga Murong dan saudari kembar tersembunyi terungkap, cinta, ambisi, dan pengkhianatan bertabrakan. Dalam permainan takdir ini, satu pilihan salah, berarti kematian dan Murong Shi bersumpah akan menang.
View MoreSuasana di ruang makan utama kediaman Murong terasa lebih dingin daripada salju yang turun di Beiyuan. Lilin-lilin besar yang menyala di dinding perak seolah tidak mampu mengusir kebekuan yang merayap di meja panjang itu. Liya duduk tegak, tangannya melipat di bawah meja, sementara indranya menangkap setiap getaran intimidasi yang diarahkan kepadanya. Murong Guan, ayahnya, menyesap supnya perlahan sebelum meletakkan sendok dengan denting porselen yang tajam. "Kudengar Toko Kain Qing Fen di distrik timur sedang naik daun," suara Murong Guan memecah kesunyian. Matanya yang setajam elang menatap Liya tanpa berkedip. "Bagaimana Long Xuan? Apakah sang Adipati yang kaku itu mendukung ambisi istrinya berdagang seperti rakyat jelata?" Liya tersentak. Jantungnya berdegup kencang, bukan karena takut, melainkan karena kesadaran yang menghantamnya. Bagaimana dia bisa tahu? Selama ini, ia yakin usahanya di Beiyuan dilakukan dengan rapi dan tanpa diketahui keluarga Murong. Firasatnya yang sel
Roda kereta kuda berderit pelan saat melintasi batas wilayah Changxu, meninggalkan bentang tanah Beiyuan. Liya menyingkap tirai sutra, menatap deretan prajurit berseragam biru tua dengan lencana ombak sungai yang kini mengawal jalannya. Inilah pasukan keluarga Murong, simbol kedigdayaan sang penguasa jalur sungai yang tak tertandingi.Perjalanan menuju kediaman utama Murong memakan waktu hampir setengah hari. Menjelang senja, kereta akhirnya berhenti di depan sebuah gerbang megah. Tidak ada riuh sambutan; suasana begitu sunyi seolah kepulangannya adalah rahasia yang tak perlu dirayakan. Hanya seorang pelayan tua yang membungkuk khidmat, membantu menurunkan barang-barang menuju sebuah paviliun yang letaknya agak terisolasi dari bangunan utama, satu sudut tempat Murong Shi menghabiskan masa gadisnya.Liya mengamati sekeliling dengan saksama. Kediaman ini sangat mewah dan impresif, hampir menandingi keagungan Keluarga Long. Sesampainya di Paviliun tempat tinggalnya semasa gadisnya, ia
Di sebuah paviliun yang seolah melayang di atas hamparan awan Gunung Lu, Penasihat Istana Bao Cheng menuangkan teh dengan gerakan yang sangat terukur. Uap panas mengepul tipis, mengantarkan aroma melati kelas atas ke hadapan tamunya, Murong Guan.Bao Cheng menyunggingkan senyum tipis, jenis lengkungan bibir yang tak pernah menyentuh binar matanya. "Kaisar sedang diliputi kegelisahan, Tuan Murong. Beliau tidak menyukai kabar yang berembus dari Beiyuan belakangan ini."Murong Guan melemparkan tatapan tajam, menembus ketenangan semu sang penasihat. "Jelaskan makna di balik ucapanmu itu, Penasihat Bao.""Rencana awal kita mengirim putrimu ke Beiyuan adalah untuk menjadi beban, pengalih perhatian, dan jika memungkinkan, melumpuhkan pengaruh Adipati Beiyuan dari dalam. Namun, apa yang terjadi sekarang? Distrik Timur bangkit, pasar tradisional menjelma menjadi episentrum ekonomi baru, dan rakyat Beiyuan kini memuja nama klan Long lebih dari sebelumnya."Murong Guan menyesap tehnya dengan
Angin sore di tepian Danau Beiyuan berembus membawa aroma tanah basah dan sisa-sisa amis darah yang mulai memudar. Di bawah sebuah pohon willow tua, sebuah gundukan tanah baru berdiri sunyi. Na Ying dan Liya baru saja menyelesaikan pemakaman sederhana untuk Bibi Wan. Tidak ada nisan mewah, hanya tumpukan batu alam sebagai tanda bahwa seorang tabib hebat telah beristirahat di sana. Kereta kuda sewaan Liya yang membawanya tadi telah lenyap, kemungkinan besar kusirnya melarikan diri karena ketakutan saat melihat komplotan berpakaian hitam menyerang. "Naiklah ke kudaku," perintah Na Ying singkat sembari menuntun tunggangannya. Suaranya kembali dingin, namun ada gurat kelelahan yang tak bisa disembunyikan di balik cadarnya. Liya menurut, namun sebelum ia menginjakkan kaki di sanggurdi, ia menahan lengan Na Ying. Jantungnya berdegup kencang. Rahasia yang ia simpan sejak semalam terasa menyumbat tenggorokannya. Ia tahu, momen ini mungkin tidak akan datang dua kali. "Kak Na, tunggu se
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore