แชร์

#Bab 10: Legenda Jack the Ripper

ผู้เขียน: Amerta Klandestin
last update วันที่เผยแพร่: 2026-05-02 21:56:45

Malam hari itu, area pasar Distrik Barat, Kalender Bintang – 16 Oktober 2148

“Perhiasannya bagus-bagus ... sepertinya aku akan menabung.”

Malam itu merupakan malam yang senyap di area pasar Distrik Barat. Sayang, kesenyapan itu bukan hal yang bagus di Distrik Barat. Alasannya simpel: karena area ini terkenal akan sebuah legenda.

“London bridge is falling down ... falling down ... falling down ....”

Jangan pernah keluar malam sendirian di Distrik Barat, atau kau akan mendengar lagu anak-anak yan
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan   #Bab 117: Epilog

    “Tunggulah dan berharaplah, Oda Nobunaga, dari kedalaman dendam dan kebencian ...!!”“Tidak ... mungkin! Bisa-bisanya ... aku kalah oleh orang sepertimu, Edmond Dantes ...!!”Prok! Prok! Prok! Prok! Prok! Prok! Prok!“Bukankah pertunjukan dramanya sangat bagus, Jeanne, Florence?”“Iya, tidak salah saya mengiyakan paksaan Florence untuk mengikutimu, Marie.”“Apa kubilang, drama pilihan Marie adalah yang terbaik, Jeanne!”Mengiringi suara tepukan tangan yang menderu ke penjuru gedung teater, suara-suara tiga gadis yang terus memuji pertunjukan terdengar di telinga Dante. Meski seharusnya itu adalah obrolan tiga gadis acak, Dante merasa sangat tidak asing dengannya. Pun ia tersenyum tipis mendengarnya.“Tidakkah menurutmu ... kronik itu akan menjadi kisah yang romantis, Beatrice ...?” gumam Dante.Entah sudah berapa tahun berlalu sejak saat itu, Dante sudah tidak ingat. Mungkin saja sudah ratusan tahun berlalu. Mungkin juga sudah ribuan tahun berlalu. Pun bisa saja beberapa milenium laman

  • Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan   #Bab 116: Kronik Kepahlawanan Yggdrasil – Bagian Akhir

    “Jawab pertanyaan diriku, Dante Alighieri. Apa itu Pahlawan?”Meski tadinya sudah bersikap santai dan mulai bisa menerima bahwa suara Beatrice di hadapannya tak ubahnya program yang digunakan perwujudan Yggdrasil, kini Dante kembali terdiam. Ia tak bisa langsung menjawab pertanyaan butiran cahaya itu. Pikirannya lebih dulu pergi ke banyak ingatan.Ingatan tentang sosok Muramasa Sengo yang menempa karma demi mencegah kehancuran dunia.Ingatan tentang sosok Gadjah Mada yang mengakhiri hidup dalam pujian dewa-dewi pujaannya.Ingatan tentang sosok Qin Shi Huang yang menolak kematian hingga akhir hayat.Ingatan tentang sosok Edmond Dantes, dirinya yang lain, yang merelakan dendam yang terus dipegang teguh seumur hidupnya, lantas berlayar pergi ke dunia yang lebih baik bersama Haydee.Ingatan tentang sosok Hassan-I-Sabbah yang menyeramkan dan mengintimidasi.Ingatan tentang sosok Nitocris yang terlihat ramah meski aslinya penguasa jiwa.Ingatan tentang sosok Richard I yang meraung di medan p

  • Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan   #Bab 115: Kronik Kepahlawanan Yggdrasil – Bagian Awal

    Di awal legenda, dunia berada dalam kekacauan.Bencana melanda, wabah menyebar, hingga Dewi dari Tanah Jauh turun ke dunia.Pada dunia yang kacau, Dewi dari Tanah Jauh menghapus semua peradaban yang menyiksanya, lalu menanamkan ulang benih Pohon Dunia yang menciptakan peradaban-peradaban baru.Tiga peradaban membawa kemakmuran.Tiga peradaban membawa kesengsaraan.Tiga peradaban membawa perubahan.Kesembilan peradaban menumbuhkan benih Pohon Dunia, menginisiasi peradaban kesepuluh—yang berawal damai dan makmur, namun berujung sengsara dan kacau akibat konsep Kematian yang tak pernah diminta penciptaannya.“Wahai manusia. Bila kalian mendamba kedamaian, carilah Cawan Suci di kedalaman Pohon Dunia.”Maka sejak saat itu, ritual megah Pencarian Cawan Suci pun digelar.“Sang Kaisar Pertama yang lolos dari maut, bimbinglah rakyat engkau dalam ritual, maka engkau akan mendapatkan keabadian yang engkau dambakan di akhir hidup engkau.”“Akan muncul di hadapan engkau, Rubah Penguasa Jiwa yang me

  • Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan   #Bab 114: Pertarungan 12 Menit

    Buagh! Buagh! Buagh! Buagh!Di titik itu, baik Oda maupun Dante tak lagi memiliki Muasal Roh yang banyak.Di titik itu, baik Oda maupun Dante sudah tahu dirinya tak lagi lama.Di titik itu, baik Oda maupun Dante hanya bisa mengandalkan tinju masing-masing.Meski begitu, baik Oda maupun Dante tetap bergelut, saling baku hantam demi melihat siapa yang akan benar-benar bertahan di akhir. Tinju demi tinju terus dilayangkan, tak lagi sakit. Pukulan demi pukulan terus dihantamkan, berharap lawan tumbang.Hah ... hah ... hah ...!Bukan duel yang megah memang. Oda dan Dante bahkan sama-sama sempat berhenti jual-beli tinju, mengatur napas. Namun tak selang lama, Oda sudah kembali melayangkan tinju—yang meski gagal karena lengan kanannya itu lebih dulu terlepas dari tubuh, hancur dan menghilang.Sempat terkejut, Dante memanfaatkan momen itu, berusaha balik melayangkan tinjunya ke Oda. Kabar baiknya, ia berhasil menghantam wajah Oda yang sudah memar itu. Kabar buruknya, Oda tidak menyerah meski k

  • Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan   #Bab 113: Tahap Ketiga

    “Terima kasih banyak, Dante Alighieri ... atas perasaanku yang kamu terima ini ...!”Krak! Brak!Marie melepaskan diri dari pegangan Dante, mengakhiri dansa beriringan Waltz mereka seorang diri. Langkahnya menghancurkan dataran es yang menyelimuti penjuru Yggdrasil. Lalu, pecahan-pecahan esnya membentuk sebilah pedang yang melayang beberapa senti di atas kepalanya.“Marie—“Syuuu—syat!!Terlambat. Dante gagal mencegah pedang es melayang di atas kepala Marie menjatuhkan bilahnya. Bak guillotine, pedang es itu mengakhiri riwayat Marie dalam sekejap. Meski begitu, pengorbanan itu agaknya tak berujung sia-sia.Ketika Dante menyadarinya, tubuhnya sudah dipenuhi Muasal Roh dingin milik Marie, membuatnya jauh cukup mampu untuk lanjut melepas Tahap Ketiga Pelepasan Penuh Api Jiwa miliknya.“Sayalah yang berterima kasih, Marie,” tidak terasa, air mata Dante pun mengalir membasahi pipinya, “Akan saya terima perasaanmu kalau kita memang bertemu lagi di kehidupan berikutnya ...!!”Iya, efek akhir

  • Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan   #Bab 112: Pergi ke Surga

    “Menari hingga akhir ... Marie, jangan bilang kau juga ...?!”Dante hanya bisa terus mempertanyakan alasan Marie menahan tangannya untuk menolong Jeanne dan Florence di bawah sana. Situasi sudah terlanjur kacau balau. Dante agaknya sudah tidak sanggup jika harus kehilangan teman lainnya.Meski begitu, Marie justru tertawa kecil, “Kamu benar-benar berubah dibanding saat pertama kali kita bertemu,” ujarnya, “Tapi tenang saja, kalau kamu mau berdansa denganku, kita mungkin akan bisa menyelamatkan Jeanne dan Kak Flora,” ia tersenyum meyakinkan.Dante menelan ludah, berusaha menenangkan diri, “Bagaimana ...?”“Kamu ingat Api Jiwa milikku, kan,” ujar Marie membalas.Dante mengangguk.“Meski efeknya hanya membekukan sekitar untuk sesaat, lalu menghancurkan semua bak guillotine mengeksekusi terdakwa, Muasal Roh mereka yang dihancurkan akan tersalur ke tempat yang kuingin,” Marie menjelaskan ulang, “Seharusnya itu cukup untukmu mencapai Surga, kan?”Dante melebarkan mata, “Tapi dengan Muasal R

  • Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan   #Bab 4: Gadis Suci di Medan Perang

    Suatu gudang di Distrik Barat, Kalender Bintang – 13 Oktober 2148“M—Mati? Tunggu dulu ... saya baru saja hampir mati ...!”Malam itu mungkin salah satu malam terpanjang untuk Dante. Ia baru saja hampir dibunuh dua temannya yang entah sekarang ada di mana. Tidak berselang lama, monster sebesar gunu

  • Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan   #Bab 3: Ujian Kelayakan Pencari Api

    Suatu gudang di Distrik Barat, Kalender Bintang – 13 Oktober 2148[Embers #444 – Kode Nama: Asterios]Berbeda dengan sebelumnya, suara yang menyerupai sistem yang tak asing bagi Dante itu kembali dalam bentuk teks yang tampak begitu saja di penglihatannya. Tentu saja Dante sendiri tidak paham maksu

  • Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan   #Bab 2: Dia yang Tidak Ingin Menjadi Pahlawan

    Suatu gudang di Distrik Barat, Kalender Bintang – 13 Oktober 2148Dor!!Dante seharusnya masih dibingungkan dengan semacam bilah notifikasi yang tiba-tiba muncul di hadapan matanya siang ini. Namun kemalangan yang datang silih berganti membuatnya tidak bisa berpikir. Saat ini pun, James dan Holmes

  • Menulis Ulang Takdir di Tengah Perang Para Pahlawan   #Bab 1: (Bukan) Yang Terpilih

    Di suatu kafe di Distrik Barat, Kalender Bintang – 13 Oktober 2148[Anda terpilih sebagai Pencari Api. Selamat!][Sebagai langkah terakhir, silakan konfirmasi nama Anda untuk mengikuti ritual]“Apa ... ini? Terpilih ... sebagai Pencari Api?”Siang itu, Dante sedang berdiskusi tentang tulisannya ber

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status