登入Suasana malam yang sedikit panas seperti hati Alpha pemilik kastil hitam--King Lycan Edward Slovasky. Kedua tangannya mengepal saat kedua matanya membaca deretan kalimat yang menyatakan bahwa pasangannya sedang menjalin kerja sama dengan Orion Pack. "Mengapa harus pada pria itu kamu meminta bantuan, Sweety? Jika untuk membalaskan dendammu saja aku sanggup." Gurat emosi menjalar di setiap kulit lengannya. Alpha berdiri menjulang menatap pada arah timur, bangunan bercorak perak memancar jelas nan jauh. Pandangannya masih mampu melihat semua yang dilakukan oleh pasangannya--Alpha Female Sisilia Sniders. "Bahkan untuk memberiku kabar saja seakan kami sulit. Apakah aku harus menekanku, Sayang? Rinduku sudah memuncak.""Datangi saja, Edward!" bisikan lembut dari serigalanya membuat tubuh Edward mulai bergetar. "Tapi--," jawab Edward ragu. Terdengar tawa sumbang di ujung telinga Edward. Tawa yang begitu membuatnya jengah, tetapi aap yang dikabarkan Beta Ramon begitu menyakitkan hatinya.
"Gila, secepat itu pergerakan mereka!" Suara Alpha Baron menggelegar di ruang kerjanya. Bahkan tapak tangannya sampai menggebrak meja begitu kabar kerjasamanya Alpha Sniders berjalan lancar dengan Orion Pack. Tatapan Alpha Baron menajam pada Luna Cery. Dia merasa kinerjanya Luna tidak maksimal. "Bukan seperti itu, Alpha. Saat itu tujuanku lolos, maka aku pun segera menjauh.""Lalu? Apa harus mundur, tidak! Kita harus segera dapatkan kekuasaan Kastil Perak."Luna Cery diam, dia tidak berani menatap langsung pada alpha. Meskipun lelaki itu adalah pasangannya, tetapi saat dikuasai oleh emosi dia merasa tidak sanggup untuk menghentikan. Yang ada justru tubuhnya yang akan terasa remuk. Hancur. Alpha Baron kembali fokus pada file yang dibawa bawahannya. Dia mencoba berpikir ulang untuk menanggulangi masalah kerjasama kedua pack tersebut. "Bagaimana jika Rhena yang ajukan kerjasama pada Alpha Harlan Stuward?" Usul Alpha Baron, "bukankah dia juga miliki usaha perkebunan anggur?"Dahi Luna
"Lihat, aku tidak apa-apa. Lalu insting yang mana?"Esther tersenyum hambar, lalu dia turun dari atas pohon. Kemudian berjalan meninggalkan tempat tersebut. Namun, baru saja beberapa langkah sebuah anak panah meluncur menuju ke arahnya. Tubuh Esther bergerak ke samping kanan lebih cepat dari laju anak panah tersebut. Melihat apa yang terjadi dengan Esther membuat Alpha merasa bersalah. Dia segera turun untuk memastikan kondisinya. "Bagaimana?""Masih jauh dari nyawa, Nona. Jangan khawatir!""Jaga keselamatanmu, Esther. Kau sangat berarti bagi hidupku untuk selamanya. Ingat itu!"Esther hanya tersenyum tipis, dengan santai dia melangkah meninggalkan Alpha Sisilia Sniders sendiri. Hal ini membuat alpha mendengus kasar. "Dasar seenaknya sendiri saja. Datang dan pergi sesuka hatinya!" Dengus Alpha Sniders. Alpha Sniders pun melanjutkan perjalanannya menuju ke packhouse milik Alpha Sinclair's. Langkahnya terus menerobos pertahanan para warior milik Orion Pack. Mereka hanya berdiri terd
Melihat kilatan peristiwa yang telah dilakukan oleh serigalanya membuat Alpha Ortega menghela napas panjang. Dia terharu akan usaha serigalanya memperjuangkan perasaannya pada wanita penolongnya itu. Luka yang diderita oleh serigalanya secara otomatis menyatu dengan kulitnya. Alpha itu tersenyum masam, dia yang inginkan itu tetapi bukan dia yang memulai. Meskipun begitu luka yang diakibatkan Dia melangkah masuk ke dalam packhouse dan terus melangkah tanpa memedulikan panggilan Beta Ajay. Alpha terus melangkah menuju ke ruang pribadinya, lalu dia duduk di belakang meja kerja yang tersedia di sana. Pikirannya masih terbayang akan perjuangan serigalanya menemui ratu Lycan pujaan hatinya. Perlahan bulir bening keluar dari sudut matanya, dia bersedih. "Terima kasih, Jay. Kau telah berjuang untukku, kini biarkan aku berjuang untukmu!" Setelah berkata kedua mata Alpha terpejam, dia mencoba menyembuhkan luka yang diderita serigalanya hingga tidak menyadari pintu ruangan dibuka oleh omega
Alpha Sisilia Sniders berdiri di atas menara. Tubuhnya yang telah bertransformasi menjadi serigala melolong kuat. Suaranya seakan mengabarkan pada dunia werewolf dialah penguasa alam saat ini. Lolongan yang kuat dan panjang mendapat balasan dari berbagai ruang dan waktu. Suara itu terdengar hingga seantero hutan Jungkla yang telah kuasai oleh beberapa pack. Di sisi hutan utara ada Orion Pack, pimpinan pack yang mampu mendengar suara Queen Lycan tersenyum. Dia mengenali suara itu adalah milik serigala wanita buta yang dulu telah menolong pack nya dari serangan pack lainnya. "My Queen, rupanya kamu sudah bangkit. Aku akan berusaha semampuku untuk dapatkan hatimu." Alpha Sinclair Ortega berkata sesaat setelah dia membalas lolongan Queen Lycan. "Jangan mimpi, dia bukan pasanganmu. Aku tidak merasakan auranya!" kata Jay serigala alpha. "Aku inginkan dia jadi mateku, bukanlah aku punya hak untuk itu?""Iya, tapi ingat derajatmu dalam kawanan pusat. Dia terlahir untuk menjadi seorang ra
Sekelompok serigala berlari, mereka tampak dari golongan Delta dan hunter. Gemuruh suara derap membuat pikiran Alpha menjadi bimbang. Dia memiliki insting yang kuat. Jarak masih cukup jauh, tetapi penciumannya sebagai lycan terkuat tidak diragukan lagi. Edward melangkah panjang ke gerbang utama untuk menyatakan apa yang didengar dan diciumnya. Derap hewan berkaki empat makin dekat jaraknya. Kedua mata alpha menyipit memastikan penglihatannya bersama Beta Ramon. "Seperti mereka lebih cepat dari kabar yang tersiar, Beta.""Sepertinya, Alpha. Apakah yang akan Anda lakukan?""Kita tunggu kabar sesungguhnya!"Asap makin tebal akibat derap langkah kaki para binatang berkaki empat. Hingga jarak makin tipis perlahan kawanan itu melakukan perubahan secara spontan dan bersamaan. Setelah semua sudah dalam wajib manusia, langkahnya pun berbeda. Meraka tidak berani menatap langsung pada wajah alpha. Kepalanya menunduk. "Bagaimana kabar kalian?"Hening, hanya suara deru angin yang bertiup sedi
Bencana demi bencana terus datang secara bertubi di Kastil Perak. Hal ini membuat otak Alpha Sisilia Snidres bergerak cepat mencari jalan untuk bangkit. Tanpa sadar jiwa serigalanya memanggil nama Edward, hal ini membuat lelaki itu bergerak liar. Perubahan yang terjadi pada wanitanya ternyata juga
"Suasana makin tegang, pertempuran mungkin akan sulit dihindari, Alpha Stuward.""Kau tahu semua ini berawal dari serigala buta yang direkomendasikan oleh Azim.""Semua sudah terlanjur dan itu sesuai dengan petunjuk Moon Gooddes. Sulit akan terhindar, lagipula kejadian itu sudah bertahun lamanya te
"Menyerahlah, Rebecca Smith!" ucap Cery sambil menodongkan pintolnya ke arah jantung Rebecca Smith. Rebecca Smith hanya diam, dia masih berdiri tegak menatap ke arah adik tirinya. Dalam otaknya berpikir mungkin inilah takdirnya harus mati ditangan anak haram ayahnya. Semua sudah terjadi, Rebecca
Sisilia merasa kecewa dengan Esther, dia tidak mengerti dengan cara berpikir wanita itu. Mengapa juga identitas ibunya dirahasiakan, apa pula untungnya. Berbagai pertanyaan muncul di otaknya. "Apakah karena fisikku yang tidak sempurna hingga kau melupakan hakku, Esther?"Sisilia berteriak sekuat t







