Share

Bab 13

Author: Kancil Putih
last update publish date: 2026-06-23 17:38:41

Malam itu terasa lebih panjang dan sunyi dari malam-malam sebelumnya. Hanya suara jangkrik dari luar dan detak jam dinding yang terdengar jelas, namun di balik kesunyian itu terasa ketegangan yang menyesakkan dada.

Di ruang tengah, Alkan masih duduk tegak di kursi, matanya tetap waspada mengamati setiap gerak dan suara dari luar. Ia memegang ponselnya erat, sesekali memeriksa laporan dari tim keamanan yang sedang bertugas mengelilingi area rumah.

Shireen keluar dari kamar membawa secangkir teh
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • My Crazy Husband (Shireen)   Bab 44

    Masa magang Dika berjalan sangat baik. Ia tidak hanya mengerjakan tugas yang diberikan, tapi juga berinisiatif mempelajari hal-hal lain di luar jabatannya. Jika ada mesin yang bermasalah, ia tidak hanya memperbaikinya, tapi juga mencatat penyebab kerusakan dan cara pencegahannya agar tidak terulang lagi.Ketika masa magang berakhir, pihak perusahaan memutuskan untuk menerima Dika menjadi karyawan tetap. Berita ini membuat keluarga sangat gembira — terutama Randi, yang melihat adiknya sudah bisa berdiri di atas kakinya sendiri dengan cara yang benar.“Selamat, Dik. Ini baru permulaan. Sekarang kamu punya tanggung jawab lebih besar: menjaga kepercayaan yang sudah diberikan,” pesan Randi saat merayakan kabar baik itu bersama keluarga.“Terima kasih, Kak. Aku tidak akan menyia-nyiakannya. Apa pun yang terjadi, aku akan tetap bekerja dengan jujur dan bertanggung jawab,” jawab Dika dengan penuh keyakinan.Namun, seperti biasa, kesuksesan selalu membawa tantangan baru. Di tempat kerjanya, Di

  • My Crazy Husband (Shireen)   Bab 43

    Dika adalah adik kandung Randi, beda usianya hampir lima tahun. Sejak kecil, ia dikenal sebagai anak yang lincah, pemberani, dan punya rasa ingin tahu yang besar. Kalau Randi bersifat tenang, teliti, dan suka berpikir panjang, Dika justru lebih ceria, sedikit terburu-buru, dan suka mencoba hal-hal baru tanpa banyak ragu.Saat Randi dan Laras sudah sibuk bekerja serta mempersiapkan pernikahan, Dika baru saja memasuki tahun terakhir di sekolah menengah atas. Ia bercita-cita ingin melanjutkan kuliah di jurusan teknik mesin, karena sejak kecil ia sudah senang membongkar dan merakit barang-barang rusak hingga bisa berfungsi kembali.“Kak Randi, lihat deh! Aku sudah bisa memperbaiki sepeda motor ayah sendiri, tidak perlu bengkel lagi,” seru Dika suatu sore sambil membersihkan tangannya yang penuh minyak.Randi tersenyum bangga. “Bagus sekali. Tapi ingat, keahlian saja tidak cukup. Harus dibarengi dengan kesabaran dan kejujuran, supaya apa yang kau kerjakan nanti bermanfaat untuk orang lain.

  • My Crazy Husband (Shireen)   Bab 42

    Berita tentang kasus Brian segera menyebar ke seluruh lingkungan kampus. Orang-orang yang sempat ragu dan percaya cerita Brian kini akhirnya mengerti kebenaran yang sesungguhnya. Bisikan-bisikan buruk yang sempat menghiasi nama Laras perlahan menghilang, diganti dengan rasa hormat karena gadis itu bertahan teguh meski mendapat tekanan yang sangat berat.Suatu hari, Laras dan Randi duduk kembali di taman kampus, tempat yang dulu sering menjadi saksi pertemuan mereka maupun gangguan yang datang. Angin sore berhembus sejuk, rasanya sangat berbeda dibandingkan hari-hari penuh ketegangan sebelumnya.“Rasanya seperti mimpi, ya? Selama berbulan-bulan kita harus terus waspada, memikirkan jalan keluar, dan bertahan menghadapi segala cara yang dia lakukan,” kata Laras sambil tersenyum lega.Randi memegang tangannya lembut. “Kita berhasil bukan karena punya kekuasaan lebih besar, tapi karena kita tidak memilih jalan yang salah meski diberi banyak godaan dan tekanan. Kebenaran memang butuh waktu,

  • My Crazy Husband (Shireen)   Bab 41

    Karena tidak ada tanda-tanda Laras akan menyerah, kesabaran Brian benar-benar habis. Ia tidak lagi memikirkan cara halus, melainkan bertindak sewenang-wenang seolah tidak ada yang bisa menghentikannya.Suatu pagi, saat Laras tiba di kampus, ia mendapati namanya tercantum di papan pengumuman dengan tulisan tebal: “Dinyatakan tidak memenuhi syarat kelulusan karena ketidakk lengkapan dokumen administrasi”.Bagi mahasiswa semester akhir, itu adalah kabar yang sangat buruk — artinya ia harus mengulang seluruh proses, menunda rencana masa depan, dan memulainya lagi dari titik yang terasa sangat jauh.Laras berdiri terpaku di depan papan itu, tangan gemetar menahan air mata. Beberapa orang melihatnya, ada yang menghela napas kasihan, ada yang berbisik-bisik, dan ada yang hanya menatap tanpa berani berkata apa-apa.Tidak lama kemudian, Brian datang melangkah santai dan berdiri di sampingnya, seolah hanya kebetulan lewat.“Sudah baca pengumumannya? Ini baru hasil keputusan resmi. Semua yang ka

  • My Crazy Husband (Shireen)   Bab 40

    Karena merasa kesempatan terakhir sudah lewat dan Laras tetap tidak mau menuruti keinginannya, Brian mulai kehilangan kesabaran. Permainannya tidak lagi hanya berupa gangguan halus, tapi mulai terang-terangan menunjukkan kekuasaannya.Keesokan paginya, Laras dipanggil lagi ke ruang administrasi. Kali ini, surat yang diterimanya lebih tegas: status pendaftaran ujian akhirnya ditangguhkan sementara dengan alasan “ketidaksesuaian data yang belum jelas”.“Artinya apa ini? Apakah aku tidak bisa ikut ujian sama sekali?” tanya Laras dengan suara tertekan.“Belum bisa dipastikan. Menunggu keputusan lebih lanjut dari bagian pimpinan,” jawab petugas dengan nada dingin, seolah tidak peduli.Saat keluar dari ruangan, Brian sudah menunggu di koridor dengan senyum yang tidak lagi menyembunyikan maksudnya.“Sudah terima kabarnya? Semua ini baru permulaan. Kalau kau tetap bersikeras, nanti bisa sampai dikeluarkan dari daftar mahasiswa aktif. Ingat, di sini namaku dan ayahku yang berkuasa,” ujarnya de

  • My Crazy Husband (Shireen)   Bab 39

    Batas waktu untuk melengkapi berkas kelulusan semakin dekat, tapi tidak ada tanda-tanda dokumen itu bisa ditemukan secara resmi. Laras merasa waktu berjalan sangat cepat, sementara setiap usahanya selalu terhalang hal yang tidak wajar.Suatu sore, saat ia duduk sendirian di taman kampus sambil memikirkan jalan keluar, Brian datang dan duduk di bangku yang sama tanpa diminta. Kali ini sikapnya tidak lagi sekadar bermain-main, tapi terlihat lebih tegas dan mendesak.“Sudah berpikir matang-matang? Besok adalah hari terakhir. Kalau sampai sore ini kamu belum memberi jawaban, berkas itu akan masuk ke arsip yang dianggap hilang permanen. Artinya, kamu harus mengurus ulang semuanya dari awal — dan itu butuh waktu berbulan-bulan,” ujar Brian dengan nada datar tapi mengandung ancaman nyata.Laras menatap lurus ke depan, suaranya pelan tapi mantap. “Kamu memang pandai mempersempit jalan, tapi jangan kira itu membuatku berubah pikiran. Apa yang kau lakukan ini bukan perhatian, tapi pemerasan.”“

  • My Crazy Husband (Shireen)   Bab 34

    Seminggu kemudian, masalah baru muncul. Laras menerima pemberitahuan bahwa salah satu mata kuliah utamanya, yang sangat penting untuk kelulusan, dinyatakan tidak lulus tanpa alasan yang jelas. Ia segera menghadap dosen pengampu.“Maaf, Laras. Saya sudah memeriksa nilaimu, seharusnya kamu mendapat n

  • My Crazy Husband (Shireen)   Bab 33

    Setelah masalah dengan Sari selesai, suasana kembali tenang. Randi dan Laras bisa fokus belajar tanpa gangguan. Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama.Di awal semester terakhir, ada mahasiswa pindahan baru yang langsung menjadi pusat perhatian seluruh kampus — Brian Dewano. Ia adalah putra ke

  • My Crazy Husband (Shireen)   Bab 32

    Acara tahunan kampus diadakan di aula utama, berlangsung sampai malam hari. Suasana ramai dengan musik, tawa, dan obrolan antar mahasiswa. Sari datang lebih awal, matanya terus mengawasi gerak-gerik Randi dari kejauhan. Rasa dendam dan keinginan untuk memilikinya masih membara di hatinya. “Kalau d

  • My Crazy Husband (Shireen)   Bab 31

    Rasa kecewa dan sakit hati yang mendalam membuat pikiran Sari menjadi gelap. Ia merasa dikalahkan, merasa tidak dihargai, dan benci melihat bagaimana Randi tetap tenang serta dekat dengan Laras. Dalam hatinya yang sudah penuh emosi, ia berpikir: “Kalau aku tidak bisa memilikinya, setidaknya aku aka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status