Transmigrasi Menjadi Milik Sang Duke Posesif

Transmigrasi Menjadi Milik Sang Duke Posesif

last updateLast Updated : 2026-05-20
By:  Gauri NayaraUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
6Chapters
12views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Mati dalam kesepian karena diabaikan suami di kehidupan sebelumnya, Thalassa Eleana bertransmigrasi ke tubuh seorang istri bangsawan yang dikenal kasar dan pembangkang. Thalassa Esmeralda. Seseorang yang memiliki nama hampir sama dengannya. Di kehidupan baru ini, ia justru menghadapi Kaelen Aristhos, suami yang sangat posesif dan mencintainya dengan intensitas yang hampir gila. Jika pemilik tubuh yang asli membenci kekangan Kaelen, Thalassa yang haus kasih sayang justru merasa aman dalam "sangkar emas" tersebut. Ia berubah menjadi istri yang sangat penurut dan manja, sebuah perubahan yang membuat Kaelen terjebak antara kecurigaan dan obsesi yang semakin dalam. Di dunia ini, Thalassa akhirnya menemukan bahwa menjadi milik seseorang sepenuhnya adalah surga yang selama ini ia cari.

View More

Chapter 1

Bab 1 Napas Kedua Setelah Kematian

Embun beku menusuk tulang di malam musim dingin, sama seperti rasa dingin yang telah lama bersarang di dada Thalassa. Di ranjang yang luas, ia terbaring sendirian, matanya menatap langit-langit yang dihiasi ukiran mewah. Sebuah ukiran yang tak pernah ia perhatikan di tahun-tahun pernikahannya.

Tangannya yang pucat meraba selimut sutra dingin, berharap sentuhan hangat suaminya akan datang, seperti yang selalu ia harapkan di setiap malam yang sunyi. Namun seperti biasa, ranjang di sebelahnya tetap kosong, dan hatinya tetap hampa.

Sepanjang hidupnya, ia telah menjadi istri yang sempurna. Setia, penurut, dan sabar. Ia mencintai pria itu dengan seluruh jiwanya, membenarkan setiap pengabaiannya sebagai bentuk kesibukan, setiap tatapan kosongnya sebagai kelelahan.

Tapi kini, saat napasnya semakin memburu dan tubuhnya meredup, ia tahu. Itu bukan kesibukan. Itu bukan kelelahan. Itu adalah ketiadaan cinta. Ia mati, bukan karena penyakit yang menggerogoti fisiknya, melainkan karena luka hati yang tak pernah tersembuhkan.

Di saat-saat terakhirnya, sebuah penyesalan menusuknya: Mengapa ia menghabiskan hidupnya demi seseorang yang tak pernah menganggapnya ada?

Thalassa tersentak, paru-parunya seolah dipaksa menghirup oksigen yang terlalu tajam. Ia tidak lagi berada di kamarnya yang suram. Ia terbangun di sebuah ruangan megah yang didominasi warna gelap dan emas, dengan aroma kayu cendana dan parfum maskulin yang berat memenuhi udara.

Tubuhnya terasa berbeda. Lebih hidup, namun penuh dengan sisa-sisa amarah yang bukan miliknya. Ingatan asing membanjirinya seperti air bah, tentang seorang wanita bernama Thalassa Esmeralda yang dibenci oleh pelayannya sendiri, seorang istri yang dikenal sebagai pemberontak yang tak segan melempar piring ke wajah suaminya.

"Kau sudah bangun, rupanya. Apakah drama pingsanmu sudah selesai?"

Suara itu rendah, dalam, dan bergetar dengan kemarahan yang tertahan. Thalassa menoleh dan jantungnya hampir melompat keluar. Di ambang pintu, berdiri seorang pria yang tampak seperti dewa kematian yang turun dari langit malam. Kaelen Aristhos. Rahangnya tegas, matanya menatap tajam di balik kacamata yang ia kenakan, dan aura posesifnya terasa begitu nyata hingga membuat bulu kuduk Thalassa berdiri.

Dalam ingatan pemilik tubuh asli, Kaelen adalah monster yang mengekang. Namun bagi jiwa Thalassa yang pernah mati karena diabaikan, tatapan tajam dan intens Kaelen adalah sebuah kemewahan. Pria ini tidak mengabaikannya. Pria ini menatapnya seolah ia adalah satu-satunya hal yang ada di dunia ini, meski tatapan itu penuh dengan kecurigaan.

Kaelen melangkah mendekat, bayangannya menutupi tubuh Thalassa yang kecil di atas tempat tidur. Ia bersiap untuk mendengar makian atau melihat istrinya itu melemparkan bantal ke arahnya. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Thalassa tidak berteriak. Ia tidak membangkang. Dengan gerakan pelan yang sangat asing bagi Kaelen, wanita itu justru mengulurkan tangannya yang gemetar, menyentuh ujung lengan kemeja Kaelen dengan ragu.

"Tuan... Kaelen..." bisik Thalassa, suaranya serak dan lembut. Ia menatap Kaelen dengan mata yang berkaca-kaca, tatapan seorang wanita yang akhirnya menemukan pelabuhan setelah tersesat di samudra yang dingin. "Jangan pergi. Tetaplah di sini... bersamaku."

Kaelen membeku. Seluruh otot di tubuhnya menegang. Ini bukan Thalassa yang ia kenal. Harusnya wanita ini mengusirnya dengan penuh kebencian. Namun, melihat kerapuhan di mata istrinya, sesuatu yang gelap dan posesif di dalam diri Kaelen yang selama ini ia tekan, tiba-tiba meledak.

Untuk pertama kalinya dalam pernikahan mereka, Kaelen tidak berbalik pergi. Ia duduk di tepi ranjang, mencengkeram jemari Thalassa dengan kekuatan yang hampir menyakitkan, seolah takut wanita itu akan menghilang jika ia melonggarkannya sedikit saja.

"Apa yang kau rencanakan, Thalassa?" geram Kaelen di dekat telinganya. "Jika ini adalah permainan baru untuk membuatku lengah, kau berhasil. Karena aku tidak akan pernah melepaskan tangan ini lagi."

Thalassa meraih pergelangan tangan Kaelen dengan kedua tangannya yang gemetar. "Kunci aku, Kaelen. Jika kau takut aku lari, maka dekap aku lebih erat. Jangan biarkan aku sendirian di ruangan ini... aku benci kedinginan."

"Apa kau sedang mencoba menggoda agar aku melunakkan pengawasan?" Kaelen mendekatkan wajahnya, napasnya yang hangat menerpa bibir Thalassa. "Jika ini permainan, kau bermain dengan api, Thalassa."

Thalassa justru tersenyum kecil. "Kalau begitu, bakarlah aku dalam apimu, Tuan Kaelen. Aku lebih baik terbakar bersamamu daripada harus membeku sendirian seperti dulu."

"Kau yang memintanya," geram Kaelen dengan suara serak yang penuh ancaman. "Mulai detik ini, jangan harap kau bisa melihat dunia luar tanpa ada aku di sisimu. Kau adalah milikku, seutuhnya."

Thalassa tersenyum tipis, sebuah senyuman penuh kepasrahan yang manis. Ia tidak takut pada cengkeraman itu. Ia justru menikmatinya. Di kehidupan ini, ia akan menjadi sangkar bagi obsesi pria ini, dan ia akan memastikan bahwa Kaelen tidak akan pernah berpaling darinya, meski itu artinya ia harus menjadi istri yang paling penurut di dunia.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
6 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status