LOGINMati dalam kesepian karena diabaikan suami di kehidupan sebelumnya, Thalassa Eleana bertransmigrasi ke tubuh seorang istri bangsawan yang dikenal kasar dan pembangkang. Thalassa Esmeralda. Seseorang yang memiliki nama hampir sama dengannya. Di kehidupan baru ini, ia justru menghadapi Kaelen Aristhos, suami yang sangat posesif dan mencintainya dengan intensitas yang hampir gila. Jika pemilik tubuh yang asli membenci kekangan Kaelen, Thalassa yang haus kasih sayang justru merasa aman dalam "sangkar emas" tersebut. Ia berubah menjadi istri yang sangat penurut dan manja, sebuah perubahan yang membuat Kaelen terjebak antara kecurigaan dan obsesi yang semakin dalam. Di dunia ini, Thalassa akhirnya menemukan bahwa menjadi milik seseorang sepenuhnya adalah surga yang selama ini ia cari.
View MoreTatjana kini telah berusia enam bulan. Ia sudah bisa duduk tegak, meski masih sering oleng dan tertawa geli setiap kali melihat ayahnya mondar-mandir dengan wajah tegang. Namun, kedamaian di kastel Aristhos terusik oleh sebuah surat bersegel emas yang datang dengan pengawalan khusus dari ibu kota. Kaelen membacanya di ruang kerja, lalu melempar perkamen itu ke meja dengan kasar. "Perjamuan musim gugur di Istana Kekaisaran. Mereka secara spesifik meminta kehadiran Tatjana untuk diperkenalkan di depan kaisar." Thalassa, yang baru saja masuk membawa Tatjana dalam gendongannya, membaca surat itu dengan tenang. "Ini undangan kehormatan, Kaelen. Kita tidak bisa menolaknya begitu saja." "Aku bisa," jawab Kaelen dingin. "Aku akan mengirim surat balasan bahwa perbatasan utara sedang tidak stabil karena aktivitas gerombolan liar di pegunungan. Itu alasan yang cukup kuat untuk membuat Kaisar memaklumi absennya seorang Duke." Thalassa mendekat, lalu menyerahkan Tatjana ke pelukan Kaelen. "Kae
Di tengah-tengah mereka, Tatjana Aristhos tengah tertidur lelap setelah sesi menyusu yang panjang. Tubuh bayi perempuan itu tampak sangat gembul, lengan dan kakinya memiliki lipatan-lipatan lemak yang menggemaskan, seperti roti yang mengembang dengan sempurna. Pipinya yang kemerahan begitu berisi hingga menutupi sebagian kecil lehernya, sebuah bukti nyata betapa rakusnya ia menghabiskan asupan dari sang ibu. "Lihat dia, Thalassa," bisik Kaelen. "Dia semakin berat. Setiap kali aku menggendongnya, aku bisa merasakan betapa padat tubuhnya. Dia benar-benar tumbuh dengan sangat pesat." Thalassa, tersenyum kecil. "Tentu saja dia gembul, Kaelen. Dia menyusu seolah-olah besok makanan akan hilang dari muka bumi. Aku bahkan mulai merasa punggungku pegal karena berat badannya saat menggendongnya." Mendengar kata 'pegal', tatapan Kaelen seketika berubah tajam. "Jika kau merasa lelah, berikan dia padaku atau pelayan," ujar Kaelen tak terbantah. "Aku tidak ingin kau kelelahan karena harus men
Tiga bulan telah berlalu sejak Tatjana Alice Seraphina Aristhos lahir. Hari ini, udara pegunungan Utara terasa lebih sejuk dari biasanya, namun suasana di pelataran kastel justru memanas oleh antisipasi ribuan rakyat yang memadati area luar dinding pertahanan. Mereka datang dari kota bawah, desa terpencil, hingga kawasan tambang, semua ingin menyaksikan sosok yang akan memimpin mereka di masa depan. Kaelen berdiri di balkon utama kastel, mengenakan seragam militer formal yang disematkan dengan jubah bulu serigala hitam kebesaran. Di lengannya, ia mendekap Tatjana yang dibalut gaun sutra putih dengan renda halus. Bayi itu tampak jauh lebih gembul, pipinya yang bulat memerah karena udara dingin, dan kakinya yang gemas terus menendang-nendang jubah ayahnya. Meski terlihat tenang, rahang Kaelen mengeras. Matanya menyapu kerumunan di bawah dengan tatapan waspada, seolah sedang memindai medan perang untuk mencari potensi ancaman bagi putrinya. "Tenanglah, Kaelen," bisik Thalassa, yang be
Malam itu, suasana di kediaman Aristhos terasa lebih sunyi dari biasanya. Thalassa telah memberikan instruksi tegas kepada seluruh pelayan agar tidak mendekati kamar utama sampai pagi hari. Ia ingin membuktikan bahwa mereka bisa mengurus Tatjana tanpa bantuan siapa pun. "Kau benar-benar yakin tidak butuh bantuan pelayan jaga?" tanya Kaelen. Pria itu berdiri kaku di samping ranjang bayi, menatap Tatjana yang sedang terlelap. "Buku panduan bilang, bayi usia beberapa minggu memiliki pola napas yang belum stabil. Bagaimana jika dia berhenti bernapas saat kita terlelap?" Thalassa menarik selimutnya ke atas bahu dan menatap suaminya dengan sabar. "Tatjana baik-baik saja, Kaelen. Dia butuh tidur, begitu juga kita. Tidurlah." Baru saja lampu dipadamkan dan keheningan menyelimuti ruangan, suara tangisan nyaring memecah suasana. Tatjana terbangun dan mulai menangis dengan suara yang sangat keras. Kaelen melompat dari tempat tidur lebih cepat daripada gerakannya saat diperintahkan memimpin pa
Kaelen tampak ragu, seolah jika ia menurunkan kewaspadaannya sedikit saja, sesuatu yang buruk akan terjadi. Namun, melihat tatapan memohon dari Thalassa, ia akhirnya menghela napas panjang dan menyandarkan punggungnya pada kursi, meski tangannya tetap menggenggam ujung gaun tidur Thalassa. Thalass
Malam kembali memeluk menara utara dengan keheningan yang pekat, namun di salah satu sudut tersembunyi kastel Aristhos, suasana terasa jauh lebih hangat. Kaelen ingin merayakan pulihnya Thalassa. Ia ingin menghapus seluruh memori tentang masa-masa sulit saat istrinya terbaring tak berdaya dengan wa
Tatapan Kaelen menggelap mendengarnya. Ia merapatkan jubah bulu cerpelai yang membungkus tubuh Thalassa, memastikan tidak ada ruang bagi udara luar untuk menyelinap masuk ke balik pakaian istrinya. "Apakah kehangatan yang kuberikan di dalam kamar selama ini masih kurang nyata bagimu?" tanya Kaelen
Pasar ibu kota pagi itu sangat padat. Aroma rempah yang kuat, wangi roti mentega yang baru matang, serta hiruk-pikuk suara pedagang menjadi musik yang sangat dirindukan oleh Thalassa. Baginya, suasana ini adalah kebahagiaan nyata setelah berminggu-minggu terkurung dalam kemewahan rumah yang kaku. M
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews