My Enemy, My  Mate

My Enemy, My Mate

last updateTerakhir Diperbarui : 2025-07-29
Oleh:  TestimonynduTamat
Bahasa: English
goodnovel18goodnovel
9
1 Peringkat. 1 Ulasan
99Bab
2.8KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Emmeline Gray's fate was sealed. Her father, Lord Gray, had betrayed the Lunar Council, and now she had to pay the price. The Council had condemned her to serve the ruthless Rogue King, Cedric Silver. As Emmeline entered the dark castle, she felt trapped. The air reeked of malice, and Cedric's piercing gaze cut through her like a knife. "Speak out of turn, and you're dead," Cedric warned, his voice low and menacing. His eyes seemed to bore into her soul, and Emmeline felt a shiver run down her spine. "You'll submit, Emmeline," Cedric continued, his voice dripping with an undercurrent of desire. "Your father's sins won't be forgiven, but maybe you can earn redemption." Emmeline's heart pounded in her chest as their gazes met. She recognized the unmistakable spark – Cedric Silver, the feared Rogue King, was her mate. Cedric's eyes seemed to burn with an inner fire as he took a step closer to her. "You're mine now, Emmeline," he whispered, his breath hot against her skin. "And I always claim what's mine." Emmeline's pulse quickened as she felt the weight of Cedric's gaze. She knew she should be afraid, but a part of her was drawn to the darkness that lurked within him. Tied to the man who embodied her family's destruction, Emmeline's life was now a twisted dance between loyalty, survival, and her own heart. Would she find redemption, or would darkness consume her?

Lihat lebih banyak

Bab 1

Chapter one

Aku adalah seorang dosen. Awalnya aku memiliki kehidupan pernikahan yang bahagia dan sempurna, tetapi beberapa hari terakhir ini aku merasa sangat tertekan.

Hal ini dikarenakan istriku yang bertubuh mungil, sepertinya tidak sanggup menahan fisikku yang kuat dan "alat besar" milikku yang bahkan lebih perkasa daripada pria Afrika. Setiap kali kami berhubungan intim, sebelum aku sempat merasa puas, dia sudah menutupi bagian bawahnya dan memohon agar aku berhenti.

Istriku, Marsha Gilda, akhirnya memutuskan untuk pisah ranjang denganku. Padahal usia pernikahan kami belum genap tiga bulan, tetapi dia sering sekali pulang ke rumah orang tuanya, bahkan sempat melontarkan keinginan untuk bercerai.

Keponakannya yang baru masuk kuliah pun sampai tahu tentang ketidakharmonisan hubungan ranjangku dengan Marsha.

Tina Devinka, keponakan istriku, tahun ini baru masuk semester satu dan kebetulan diterima di universitas tempatku mengajar. Saat awal perkuliahan, tentu saja aku sebagai paman, harus membantunya mengurus keperluannya.

Saat aku mengetuk pintu dan masuk ke kamar asramanya, aku melihatnya sedang menunduk merapikan koper.

Tubuhnya yang muda sedikit membungkuk. Menampakkan bokong yang padat dan bulat, yang bergerak perlahan, membuat jantungku berdesir.

Gadis itu lalu mendongak dan melihatku. Dia tampak sedikit terkejut, tetapi segera kembali tenang dan menyapa dengan manis, "Paman!"

Tina tidak terlalu tinggi, hanya sekitar 160 cm. Kulitnya putih bersih dengan tubuh yang ramping. Rambut panjangnya diikat asal, memancarkan vitalitas anak muda.

Dia mengenakan kaus longgar dan rok pendek yang nyaris hanya menutupi bokongnya, hingga sudut celana dalamnya hampir terlihat samar. Sepasang kakinya di bawah sana terlihat jenjang dan cantik. Kulit putihnya membuat kerongkonganku terasa kering. Dadanya yang berukuran 36D terlihat menonjol di balik baju, pantas saja dia langsung diakui sebagai primadona kampus di forum diskusi universitas.

Pasti karena akhir-akhir ini istriku tidak memuaskanku, sehingga melihat Tina saja sudah membuatku berimajinasi liar.

Terutama saat aku tidak sengaja melihat sehelai pakaian dalam indah, yang tergeletak di tepi tempat tidurnya. Renda merah muda yang membentuk siluet menggoda.

Hatiku bergejolak, membayangkan bagaimana pakaian dalam itu akan membungkus tubuhnya. Seolah kerasukan, tanganku terulur membelai bokongnya, merasakan kekenyalan dan kelembutan kulitnya.

Tina terpaku sejenak, lalu rona merah muncul di wajahnya. Dia berkata lirih dengan nada malu-malu, "Paman, apa yang sedang Paman lakukan?"

Aku terpesona oleh sikapnya yang polos dan lugu ini, lalu sengaja menggodanya, "Pemalu sekali? Apa Tina belum pernah lakukan hal gini?"

Tina menatapku dengan tatapan bingung. Tatapan sucinya itu justru membuat bagian bawah perutku menegang, rasanya area selangkanganku akan segera meledak.

"Benar-benar belum pernah? Kamu sudah dewasa, lho. Kalau nggak pernah bersentuhan dengan pria sedikit pun, bagaimana kamu bisa punya pacar nantinya?"

Mendengar ucapanku, Tina terlihat jelas merasa gugup. Sepertinya dia sangat memikirkan hal ini.

"Mau bagaimana lagi Paman, nggak ada yang pernah mengajariku apa yang harus dilakukan."

Dia terlihat begitu lemah, seolah-olah boleh diperlakukan apa saja.

Aku pun menggerakkan tanganku yang berada di bokongnya, mulai menjelajahi area yang padat dan lembut itu.

Dia tersentak dan refleks ingin berteriak, tetapi aku segera menutup mulutnya dengan tanganku.

"Sst, bukannya Paman ini juga pria? Jadilah gadis penurut, Paman sendiri yang akan mengajarimu."

Matanya memancarkan binar kejutan tapi senang, penolakan yang sebelumnya ada kini melunak dan menjadi patuh.

Akhirnya, dia mengangguk.

Tanganku meremas kuat salah satu belahan bokongnya, mempermainkannya sesuka hati. Ujung jariku samar-samar menyapu ujung roknya, mencoba mencari celah di antara kedua belah bokongnya.

Mulutnya yang kututup, mengeluarkan rintihan tertahan. Saat jemariku menarik pinggiran celana dalamnya lalu melepaskannya hingga berbunyi "peletak", dia refleks gemetar. Mulutnya sedikit terbuka, dan ujung lidahnya yang lembut menyentuh telapak tanganku.

Seketika, bagian bawah tubuhku membentuk tonjolan yang sangat jelas. Celanaku pun tak sanggup lagi menyembunyikan keperkasaan alat itu.

Aku berdiri sangat dekat dengannya, membuat tonjolan itu menekan langsung ke roknya.

Dia tertegun, menunduk menatap bagian itu, dan wajahnya seketika memerah padam.
Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Ulasan-ulasan

Fayvie
Fayvie
I already love the book especially Lord Cedric. Nice book, would recommend
2025-01-04 00:23:19
1
0
99 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status