My Mafia Saviour

My Mafia Saviour

last updateHuling Na-update : 2025-03-13
By:  Orchid inkOngoing
Language: English
goodnovel18goodnovel
10
34 Mga Ratings. 34 Rebyu
61Mga Kabanata
4.4Kviews
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

"Touching you right now means I'll have access to your body whenever and wherever i want it, no other man will have access to you apart from me!!" his voice was cold and husky. "yess..., "You would regret this the next morning-” "No, i won't-" She had no idea why she felt inexplicable trust towards him, perhaps it was due to the fact that he save her or perhaps it was beacuse he had not hurt her even after she had kissed him like that. However she had not considered the premitive insticts of a man. "You're offering yourself to me, when you don't know what I'm capable of. You have a chance to stop your self now, else after this night you won't have any Chance to back out" he said Coldly and got up about to leave, when the girl pulled his shirt ripping it apart. ******** Nadia was running away from one trouble to get herself into a bigger one, being saved by the ruthless big boss of a mafia gang, and ended up spending a night with him, brought changes to her life. Lust, love, betrayal and revenge….which do you think will win?

view more

Kabanata 1

NADIA

SUAMI DAN MERTUA TAK TAHU AKU BANYAK UANG 1

 

 

 

"Lihat ini, Heri, enak banget hidup adikmu itu punya istri anak orang kaya, tinggal di rumah besar dan mewah, ga kaya kamu, apes! Malah nikah sama rakyat jelata, jadi hidupmu gini-gini aja ga ada kemajuan" celetuk ibu mertua sambil memandang layar ponsel.

 

Aku yang sedang menghidangkan teh dan camilan di atas meja hanya bisa bersikap biasa saja, dihina dan dibandingkan dengan Rista yang tak lain istrinya Ardan adik iparku sudah jadi makanan sehari-hari.

 

"Lihat tuh di rumahnya ada kolam renang, gede dan juga bersih, enak banget ya jadi Rista tiap hari bisa foya-foya ga kaya kita," celetuk ibu lagi masih memandang ponsel android-nya.

 

Mas Heri menggeser posisi duduknya dekat ibu lalu dua pasang mata itu melihat layar ponsel bersamaan, memandang takjub benda pipih itu.

 

"Iya ya, Bu, enak banget jadi Ardan padahal sebelum nikah sama Rista dia pengangguran, eh sekarang jadi orkay mendadak, lah aku dari dulu kerja keras malah dapet ...."

 

Mas Heri tak melanjutkan ucapannya ia malah melirikku dengan sinis.

 

"Dapet apa, Mas? kamu nyesel karena punya istri kaya aku yang hanya tukang pentol aja?" sahutku dengan santai, ngapain emosi bikin darah tinggi saja.

 

"Fikir aja sendiri," sahut Mas Heri sedikit ketus.

 

"Coba aja kalau kamu punya istri seperti Rista yang kaya raya, pasti hidupmu enak ga perlu kerja keras, Ri," celetuk ibu lagi.

 

Aku memilih masuk ke dapur dari pada mendengar keluhan dua manusia tak bisa bersyukur itu, mau hidup enak tapi enggan berusaha, mana ada yang seperti itu dimana-mana kalau mau kaya ya harus usaha.

 

Hari ini rumah sederhanaku akan kedatangan tamu yang katanya istimewa, siapa lagi jika bukan Ardan dan Rista--putri seorang pengusaha sukses yang terkenal di kota ini--

 

Yang kudengar dari ibu mertua, keluarga Rista memiliki supermarket paling besar di kota ini dan memiliki beberapa cabang, berbeda denganku yang hanya anak seorang penjual daging di pasar, tak heran baik ibu ataupun Mas Heri selalu membandingkan aku dengan istrinya Ardan itu.

 

"Ma, aku mau kue yang ada depan itu, tapi ga dibolehin sama nenek," rengek Nasya--putriku yang berumur delapan tahun--

 

Tiba-tiba saja hatiku merasa geram, kue itu aku yang beli masa Nasya tak boleh memakannya walau sepotong.

 

"Ya sudah biar Mama yang pintain." 

 

Aku bergegas ke ruang tamu.

 

"E-eh, main comot-comot aja, ini tuh kue buat Rista sama Ardan," celetuk ibu sambil menepis tanganku yang hendak mengambil sepotong kue di atas meja.

 

"Nasya mau, Bu, kasih ajalah sedikit lagian dia ga minta semua kuenya kok," jawabku sedikit kesal.

 

"Kalau Nasya mau kue beli aja di warung sana, ini kue mahal dan spesial buat mantuku, mereka ke sini mau ngasih kejutan buat Ibu, jadi harus disambut sama makanan enak dan spesial" jawab ibu sinis.

 

"Lagian kue ini Heri yang beli tadi khusus buat menyambut adiknya, jadi kamu jangan ngambil seenaknya ya."

 

"Yang beli memang Mas Heri, tapi uangnya dari aku, Bu!" tegasku sambil mengambil sepotong kue brownis itu dan membungkusnya dengan tissu.

 

"Hahhhh, yang bener aja masa iya kamu punya uang buat beli kue semahal ini." Ibu memandangku remeh.

 

"Yaiyalah punya, Ibu lupa kalau aku juga bisa mandiri cari uang sendiri," balasku sambil menyeringai.

 

"Halaaah, cuma jualan seblak sama pentol  aja bangga! Tuh lihat Rista dia anak pengusaha tapi ga sombong!" tegasnya dengan wajah memerah.

 

Mereka tak tahu saja berapa penghasilanku perharinya yang didapat dari jualan seblak, bahkan gaji Mas Heri sebulan saja ketinggalan jauh, setengah hasil jualan kutabung untuk masa depan dan setengahnya untuk menutupi kekurangan sehari-hari.

 

Mas Heri bekerja sebagai seorang security di sebuah pabrik industri, gajinya hanya 3juta itu pun penghasilannya dibagi dua dengan ibunya, belum uang bensin dan rokok, tak heran jika uang yang diberikan padaku diminta lagi olehnya.

 

Entah bagaimana jadinya jika aku tak jualan seblak dan pentol, gajinya hanya cukup untuk beli beras dan kebutuhan selama dua Minggu, sedangkan kebutuhan listrik, air dan yang lainnya memakai uangku dari hasil jualan.

 

"Nah, itu mereka sudah datang."

 

Kami serempak celingukan ke arah luar, benar ternyata Ardan dan Rista keluar dari mobil mewahnya itu, lalu di  belakangnya ada mobil pick up datang membawa motor Honda PCX berwarna merah.

 

"Wah ada motor, jangan-jangan motor itu kejutan buat ibu," ujarnya begitu ceria.

 

Aku menyeringai sambil mengikutinya keluar.

 

"Ya ampuun motornya bagus banget warna merah lagi, harusnya kalian ga perlu repot-repot lah beli hadiah semahal ini," ujar ibu sambil menggandeng Rista.

 

"Nih lihat, Amira, menantu kesayangan Ibu beliin motor bagus, kamu mah mana sanggup." Ibu mengejekku.

 

"Hei ibu-ibu lihat nih menantu saya yang kaya raya itu beliin motor loh, duhh baik banget 'kan dia," teriak ibu pada tetangga yang sedang ngerumpi di rumah sebelah.

 

Sontak saja beberapa orang ibu-ibu itu menghampiri, menatap takjub motor yang hendak diturunkan oleh pegawai dealer.

 

"Dengan Bu Amira?" tanya salah seorang pegawai dealer itu, ia berjalan begitu saja melewati ibu.

 

"Iya betul Pak." Aku mengangguk.

 

"Loh kok malah nanya Amira, motor itu buat saya atas nama Bu Ninik, Anda salah orang, Pak," sahut ibu membuatku ingin terbahak.

 

"Maaf, Bu. Tapi motor ini yang beli atas nama Bu Amira  bukan Bu Ninik," jawab lelaki itu lalu menyerahkan kunci.

 

"Apa?! Amira? ... engga! ga mungkin! Dia cuma jualan pentol ga mungkin bisa kebeli motor," ujar ibu dengan mata membelalak.

 

Bersambung.

 

Like, komen dan follow akunku

 

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Mga Ratings

10
100%(34)
9
0%(0)
8
0%(0)
7
0%(0)
6
0%(0)
5
0%(0)
4
0%(0)
3
0%(0)
2
0%(0)
1
0%(0)
10 / 10.0
34 Mga Ratings · 34 Rebyu
Sulatin ang Repaso

RebyuMore

AUTHOR ORCHID
AUTHOR ORCHID
How often are chapters updated?
2025-02-17 01:04:11
1
0
Tehilah
Tehilah
So sad that Nadia had to go through all of that on her wedding day. Interesting read so far.
2024-11-29 09:44:16
2
0
Lizzy Gold
Lizzy Gold
Her fiancee is definitely a jerk, her parents are nothing to write home about
2024-11-26 18:11:27
1
0
Aya Starr
Aya Starr
I feel so bad for Nadia, I'm hooked from the first state.
2024-11-26 17:13:19
1
0
George of the Jungle
George of the Jungle
from the first chapter I was hooked, her fiance is such an asshole, not to even talk about her family
2024-11-26 16:56:09
1
0
61 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status