LOGINAngela was surprised when her mom introduced her boyfriend to her one day. Akala niya matanda na ang boyfriend nito ngunit kabaliktaran ang nangyari. Her mom has a boyfriend younger than her. Mukhang ka-edad lang niya ang guwapo at hot na boyfriend ng mommy niya. Unang kita pa lang niya sa boyfriend ng mommy niya na ang pangalan ay Edward nakaramdam na siya ng kakaibang attraction. In short, na-in love siya rito. Ano'ng gagawin ni Angela na minamahal niya rin ang lalaking iniibig ng mommy niya? Ipagpapatuloy pa ba niya ang pagmamahal na nararamdaman dito? Paano kung ipagpatuloy niya ang nararamdaman na pagmamahal kay Edward? Paano kung 'yon ang maging dahilan ng pagkasira ng magandang relasyon nila ng mommy niya? Angela needs to choose between her mom and the man she loved.
View More"Sorry Clara! Janinmu tidak tumbuh. Sepertinya, kamu dan pasanganmu harus berusaha lagi."
"Dok, bagaimana mungkin?" lirihku.
Dokter di hadapanku menggeleng. "Dari hasil pengujian, kami menemukan penurunan produksi hormon androgen pada indung telurmu"
Mataku membelalak. Aku masih muda, usiaku memasuki angka 24 tahun dan memiliki gaya hidup sehat. Gen keluargaku juga baik. Lantas, bagaimana ini bisa terjadi?
Seolah menyadari kebingunganku, dokter itu pun berbicara, "Ini sepertinya karena pil kontrasepsi yang kamu gunakan terlalu berlebihan. Untuk berhasil, kamu dan pasangan harus bekerja sama lebih giat. Selain itu, hindari pil kontrasepsi!"
Deg! "Dokter, aku tidak pernah meminum pil kontrasepsi sejak menikah" Demi Dewi Bulan, bagaimana mungkin aku meminum itu? Orangtua Benigno yang sudah lanjut usia memaksaku harus segera punya anak.
Kini, sang Dokter yang menatapku tak percaya. "Apakah hasil pengujiannya salah?!"
"Jika demikian, kapan aku harus melakukan check-up ulang?" tanyaku cemas.
"Anda harus melakukannya sebelum siklus berikutnya dimulai. Pastikan pasanganmu bekerja sama dengan baik," sahutnya cepat, "kulihat pasanganmu tak pernah ikut tiap pemeriksaan."
Mendengar itu, aku terdiam. Entah mengapa, pasanganku sibuk dinas luar kota setiap hari pemeriksaan tiba. Selalu ada panggilan mendadak dari kantornya. "Apa yang harus kulakukan? Dia selalu sibuk"
"Pulanglah, tenangkan dirimu!" ucap sang Dokter bijak.
Dapat kurasakan tatapan kasihan dari wajahnya. Bahkan, perawat tua yang di sampingnya pun menatapku dengan pandangan yang sama.
"Tolong jangan kasihani aku. Doakan saja aku cepat hamil," kataku memohon.
Suster Raina–wanita paruh baya yang sudah mengenalku beberapa tahun ini–akhirnya mengangguk. Bahkan, dia menemaniku menuju parkiran dan membantu membuka pintu mobil. Namun sebelum pergi, dia menyampaikan nasehat, "Aku tahu kamu kecewa. Seharusnya, kamu membawa pasangan setiap pemeriksaan. Mendapatkan anak, bukanlah tanggung jawab perempuan saja!"
Kalau kamu mau, kamu bisa mencoba cara alternatif dengan herbal dan pijat perut," ucap suster itu lagi. Dia mengambil ponselku lalu melakukan pindai nomornya. "Jangan terburu-buru mengambil sikap. Dokter Joni sudah ahlinya, tetapi alternatif juga bisa dicoba bersama pasanganmu."
Aku mengangguk lemah. Meski demikian, secercah harapan terasa muncul. Setidaknya, Benigno harus setuju dengan metode alternatif ini. Hanya saja, perkara ini tidak semudah yang kubayangkan.
Aku merasa tidak nyaman saat mengemudi menuju rumah. Beberapa kali, mobilku hampir bertabrakan dengan mobil lain–seperti saat ini. Ciitt!
"Hey, Nona! Kau mau mencari mati?" teriak seorang pria paruh baya yang baru saja turun dari mobil Porsche mewah berwarna merah terang.
Tadi, mataku terasa sakit dan berkunang-kunang karena terkena pantulan sinar matahari yang melewati mobil tersebut. Sekarang, aku sontak merutuki diri kala pria itu tanpa basa-basi menggedor kaca depan mobil dengan marah. Brakkk!
Suara retakan kaca terdengar akibat pukulan pria itu. Marah dan terkejut, aku pun mengambil tongkat baseball untuk melawan pria itu. "Anda akan mati kupukul kalau masih berani menghajar mobilku!" geramku.
Pria itu seketika terkejut saat aku berani membalasnya. Dia menghindar pukulan dengan melompat mundur namun ia kembali mencoba menendang lampu kodok mobilku. Sebelum ia bisa menendang untuk kedua kalinya, aku menyingkat dan membantingnya ke tanah.
Bugh! Bunyi gedebum disertai lolongan parau terdengar dari mulut keriputnya. "Perempuan sialan! Kau mematahkan tulang ekorku!"
"Aku tidak peduli kalau harus meremukkan seluruh tubuhmu!" kataku lebih kejam. Kutendang kaki pria itu dengan ujung sepatuku yang lancip. Sontak saja, suara kesakitan meraung-raung dari mulutnya
"Stop!!" Suara bariton terdengar bergema dari mobil merah. Sepasang kaki panjang dengan setelan kemeja berwarna sama berdiri di hadapanku. Pemiliknya adalah pria tampan dengan fitur wajah setengah dewa. Matanya hijau dengan kulit coklat bagaikan biji kenari yang halus. Rahangnya kokoh dengan hidung tinggi. Dan harum tubuhnya, terasa seperti aroma kayu manis bercampur ebony yang kuat.
"Anda membuat supir saya kaget karena memotong jalur. Kenapa Anda malah memukulnya juga, Nona?" Kata-katanya terdengar lembut, tetapi tajam menusuk kupingku.
Aku menghela napas panjang. "Jika saya salah, dia bisa menyuruh saya minta maaf tanpa perlu merusak mobil," kataku berusaha menjawab dengan sopan.
Pria rupawan itu melirik mobilku sekilas dan melihat kaca depan yang retak.
"Baiklah. Anggap saja impas. Kami tidak menuntut ganti rugi atas luka tulang ekor belakang dari supir saya yang retak karena Anda hajar."
Hanya saja, di saat yang sama, supirnya yang kurus itu, tampak melotot. Dia sepertinya masih ingin mengumpat lagi.
"Apa?!" kataku, balas melotot ke arahnya. Tak lama, aku pun bergegas kembali ke mobilku.
Tidak peduli dengan rusaknya kaca depan, aku mengemudikan mobil ke arah rumahku yang merupakan hadiah pernikahan dari keluarga suamiku yang kebetulan jauh dari pemukiman penduduk. Hanya saja, aku terkejut melihat mobil Benigno terparkir rapi di teras dalam. Keningku mengerut. ‘Ada apa ini? Mengapa Benino pulang cepat tanpa meneleponku?’
Aku merasakan suasana yang sepi. Meskipun ada pelayan di rumah, ini bukan hari libur mereka. Aku mencoba berpikir positif, berharap bahwa dia hanya pergi ke rumah tetangga untuk bergosip.
Menyadari kemungkinan di rumah hanyalah kami berdua, roh serigala dalam diriku tiba-tiba bangun. "Sesekali kau boleh menjahili pasanganmu," ucapnya memberi ide. Aku tersenyum.
Jendela kamar kami kebetulan memang tinggi. Jadi, segera kutarik sebuah kursi dan memanjatnya, untuk mengagetkan Benigno. Baru kepalaku menjulur dan hendak membuka mulut untuk memanggilnya, tubuhku seketika menegang.
Aku mendengar suara manja mendesah dari kamarku … Itu adalah suara Benigno dan juga pelayanku---Uriya!
"Kung 'yon po ang sinabi niya ay wala talaga tayong magagawa. Maraming salamat sa pagsabi sa akin na hindi ko puwedeng isama bukas si Edward sa pagpunta ko sa bahay namin. Maraming salamat po!" nakangusong tugon ni Angela sa Tita Mercy niya sa kabilang linya."Walang anuman 'yon, Angela. Sinabi ko lang 'yon para malaman mo, eh. Ikaw lang talaga ang gustong patawarin ng mommy mo at hindi ang boyfriend mo na si Edward. Wala talaga tayong magagawa dahil 'yon ang desisyon niya. We need to respect it," sagot ni Mercy sa kanya. "Sasabihin ko na bukas ka pupunta sa bahay n'yo para alam nga niya, Angela.""Sige po, Tita Mercy. Maraming salamat po sa tulong mo na 'to. Maraming salamat po talaga!" pasalamat ni Angela sa Tita Mercy niya sa pagtulong nito sa kanya."Walang anuman 'yon, Angela. Ginagawa ko lang ang parte ko para magkaayos kayong dalawa sapagkat ayaw ko na nagkakaganito kayo. Kagaya nga ng sabi ko sa 'yo na hindi dapat kayong dalawa nagkakaganito dahil mag-ina kayo. Imbis na nagmam
Dina took a very deep breath before she speaks to her sister Mercy who asked that questions. Sasagutin niya 'yon ngunit hindi lang diretso. "Kung napilitan ako, eh, desisyon ko na 'yon. Kung naiintindihan ko naman na 'yon o hindi ay desisyon ko pa rin 'yon, Mercy. Ako ang may kontrol sa sarili ko. Hindi kung sino man sa paligid ko, okay? Hindi ikaw, hindi kung sino pa d'yan. May sarili akong pag-iisip at hindi ako dapat na naniniwala sa sinasabi ng iba lalo na kung sa tingin ko ay hindi ko dapat paniwalaan," seryosong sagot ni Dina kay Mercy na kapatid nga niya na tumango-tango naman pagkasabi niya."Yeah, I know that, Dina. You have your own mind. Sana talaga ay tama ang naging desisyon mo at hindi ka napipilitan. Well, masasabi ko sa 'yo na tama ang naging desisyon mo. Magandang magkaayos kayong dalawa ng anak mo na si Angela. Anak mo pa rin siya kahit balik-baliktarin pa ang mundo. Walang magbabago, okay? Hindi dapat kayo nagkakaganitong dalawa. Imbis na mag-away kayo at magtanim
Ilang minuto na rin ang lumipas ngunit hindi pa nagsasalita si Dina sa kapatid niya na si Mercy kaya ibinuka muli nito ang mga labi para magsalita sa harapan nito."Pakinggan mo kasi ang sinasabi nilang dalawa lalo na ng anak mo, Dina. Hindi naman niya nilandi o inagaw sa 'yo si Edward. Kailangan mo na tanggapin na hindi ka talaga niya mahal dahil ang anak mo na si Angela ang mahal niya. Nasaktan ka man, naiintindihan kita kung bakit ka nagagalit ng ganyan ngunit isipin mo naman ang relasyon n'yong dalawa ng anak mo na si Angela. Hindi dapat kayo nagkakaganito dahil lang sa iisang lalaki. Patawarin mo na sila, Dina. Huwag mong hayaan na mawala ang anak mo na si Angela. Alam ko na mahal mo pa rin siya kahit ganoon ang nangyari sa inyong dalawa. Hindi 'yon maalis-alis kahit ano'ng gawin mo dahil ina ka at anak mo siya. Kung hindi mo kayang patawarin si Edward ay okay lang. Basta mapatawad mo si Angela na anak mo at magkaayos kayong dalawa ay mabuti. Kung patatawarin mo silang dalawa ay
"May iba pa po bang sinabi sa 'yo si mommy, Tita Mercy?" malumanay na tanong ni Angela sa Tita Mercy niya kung may iba pa bang sinabi ang mommy niya tungkol sa kanilang dalawa."Wala namang iba, eh. Iyon lang naman na sinabi ko sa 'yo, eh. Nalulungkot ako sa nangyaring 'to sa inyong dalawa ng mommy mo. Hindi dapat kayo nagkakaganito," nakangusong sagot ng Tita Mercy niya sa kanya."Ganoon rin naman po ako, Tita Mercy. Ayaw ko naman po na maging ganito kaming dalawa ni mommy. Mahal ko po siya at nalulungkot rin po ako sa nangyayaring 'to, eh. Sana po talaga ay mapatawad niya kami," sagot rin ni Angela sa Tita Mercy niya na nakanguso.Her aunt slowly nods her head and said, "Magtiwala ka lang na magkaayos kayong muli ng mommy mo, Angela. Gagawa ako ng paraan para magkaayos kayong dalawa. Nandito ako, okay? Ako ang bahala. I'll talk to her again."Napaluha pa si Angela sa sinabing 'yon ng Tita Mercy niya gagawa ito ng paraan para magkaayos silang dalawa ng mommy niya. In short, tutulunga
Nagkita nga sa wakas sina Angela at Carl na kaibigan ng boyfriend niya na si Edward sumunod na linggo. Sa isang restaurant sila nagkita kung saan wala silang tatlo pasok sa kanilang trabaho. Hindi na nila sinayang pa ang pagkakataon na 'yon. Masayang-masaya silang tatlo lalo na sina Angela at Carl d
Sumunod nga na araw ay nagsimula nang mag-apply si Edward para magkaroon muli siya ng bagong trabaho. Iba't ibang kompanya ang in-apply-an niya. Pumasok pa rin si Angela sa kanyang trabaho. Hindi naman kailangan na maapektuhan nito sa nangyayaring 'yon sa kanila. Pinaalam naman niya kaagad sa kaibig
Labag sa kalooban ni Angela ang pag-alis sa bahay nila ng mommy niya ngunit wala naman na siyang magagawa pa. Kailangan na talaga nilang dalawa ni Edward na boyfriend niya umalis doon dahil pinapaalis na sila ng mommy niya. Kahit ayaw niya ay kailangan niyang gawin 'yon. Tahimik lang silang dalawa n
Matapos ang ginawa nilang dalawa na pag-aayos ng mga gamit nila ay nagpahinga na muna sila. Five o'clock in the afternoon na silang dalawa umalis sa apartment nila para mag-grocery ng kanilang mga kailangan. Hindi naman gaanong karami ang pinamili nila sa grocery store. Iyong mga kailangan lang tala






Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.