Início / Romansa / My Other Happiness / MOH - TIGA PULUH DUA

Compartilhar

MOH - TIGA PULUH DUA

Autor: Pipit_vie
last update Data de publicação: 2026-11-03 21:51:01

Rega baru kali ini mengikuti pelajaran biologi dengan tidak fokus lantaran memikirkan siapa yang membuat ulah akan video itu. Sedangkan Awan yang berada di sebelahnya hanya diam karena tidak tahu harus membantu apa.

Namun seketika Rega teringat ketika Chery melakukan video call dengan Sanaya kala itu. Dan video yang tersebar diinfo Moresnet kan memang waktu mereka tengah video call-lan. Segera saja dia mengeluarkan ponselnya dari kolong meja. Dia mengetik pesan dengan diam-diam takut kalau ke
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • My Other Happiness    MOH - TIGA PULUH TIGA

    "Nggak usah jemput, aku bentar lagi pulang kok." /".....""Iya, Rega yang terhormat, aku bisa jaga diri kok." /"....""Okayy, Assalamualaikum." Sanaya memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas. Dia kemudian menatap wajah Raffa yang kini tertidur di gendongannya. Dengan cekatan dia merapatkan jaket kepada Raffa agar tidak kedinginan.Matanya celingukan untuk mencari taksi yang tak kunjung lewat di depannya. Dia masih menunggu taksi di depan gang kampung Maduya. Dalam hati dia merutuki dirinya yang lupa waktu karena sudah larut mengobrol dengan Revi sampai tak sadar waktu sudah malam. Tin tinSanaya menyipitkan matanya kala lampu mobil dari arah utara menyorot ke arahnya. Sanaya mengedipkan matanya beberapa kali supaya bisa melihat dengan normal lagi. Mobil itu berhenti di depannya dan kaca mobil bagian kemudi tiba-tiba turun."Halo, gadis manis!" Sanaya terkejut dibuatnya ketika tahu siapa yang baru saja menyapanya. "Eh, Om, hehehe~ Ketemu lagi." Sanaya hanya membalas seadanya sa

  • My Other Happiness    MOH - TIGA PULUH DUA

    Rega baru kali ini mengikuti pelajaran biologi dengan tidak fokus lantaran memikirkan siapa yang membuat ulah akan video itu. Sedangkan Awan yang berada di sebelahnya hanya diam karena tidak tahu harus membantu apa. Namun seketika Rega teringat ketika Chery melakukan video call dengan Sanaya kala itu. Dan video yang tersebar diinfo Moresnet kan memang waktu mereka tengah video call-lan. Segera saja dia mengeluarkan ponselnya dari kolong meja. Dia mengetik pesan dengan diam-diam takut kalau ketahuan gurunya. (Gw crga sm st org.)☑️☑️ Tanpa menunggu lama, pesan Rega berubah menjadi biru. ✅✅ (Oke. Biar gw yg urus tuh cwek bngke.) (Y.)✅✅ (Dih sngkt amat njer.) Rega hanya membaca saja pesan terakhir dari Angga, setelah itu dia kembali memperhatikan penjelasan gurunya karena urusan ini sudah diurus oleh si Angga, mantan Sanaya. Dalam hati dia tak menyangka kalau akan berteman dengan lelaki itu. - oOo - Sanaya

  • My Other Happiness    MOH - TIGA PULUH SATU

    Di apartemen, Sanaya tengah menatap Raffa yang tertidur pulas. Dengan air mata yang terus mengalir, dia mengelus pipi Raffa pelan, setidaknya dengan cara ini dia sedikit melupakan masalah yang sedang menderanya. Sanaya menghentikan tangisnya kala mendengar bunyi pintu yang di buka. Segera saja dia keluar dari kamar dan matanya mendapati Rega pulang dengan keadaan yang berantakan. "Rega..." Sanaya berlari menghampiri Rega yang mematung di tempat. "Kamu kenapa? I-ini kenapa pipi kamu bisa biru sama luka gini?" Sanaya tak mampu menahan tangisnya, dia menangis karena mungkin perasaannya yang campur aduk. Sanaya menangkup pipi Rega dengan kedua tangannya kemudian mengelusnya pelan, "S-sakit??" Tanpa aba-aba Rega langsung memeluk Sanaya erat sembari mengucap kata 'maaf' berulang kali. Sedangkan Sanaya hanya mengangguk sambil menangis haru. Sanaya mengurai pelukannya dan menyeret Rega untuk duduk di sofa ruang tengah depan televisi. Dia kemudian berlari untuk mengambil obat. Selanjutny

  • My Other Happiness    MOH - TIGA PULUH

    Seorang lelaki berjaket jeans yang membungkus seragam sekolahnya tengah duduk di depan warung yang tutup, tepatnya berada di sebelah sekolahnya yaitu SMA Yugoslavia. Tak lupa sebatang rokok yang tersempil diantara kedua bibirnya. Hanya sendirian tanpa teman lelaki itu duduk di kursi panjang.Mengeluarkan ponselnya, lelaki itu melihat pesan dari salah satu kepercayaannya yang membuat matanya membelalak dan segera mematikan rokoknya yang belum habis itu.>> Jone Mrsnt.(Bro, Sanaya dikluarkn dr sklh krn video yg k unggh di info Moresnet. D stu jg ad l yg dtduh slngkhn Sanaya.) Erlangga, lelaki yang biasa di sapa Angga itu menggeram marah, ketenangannya di usik hanya dengan video tak bermutu saat lelaki itu usai menonton video di info Moresnet. (Bngst! Cri tau sp dalang dibalik ini semua. Stlh itu biar gw yg urus. )✅✅>> Jone Mrsnt.(Ok. scptny gw tmuin dlngny.)(Thnks, l sllu bs gw andalin.)✅✅Angga memasukkan ponselnya kembali ke dalam saku. Dia berdiri hendak menuju motornya. Bugh

  • My Other Happiness    MOH - DUA PULUH SEMBILAN

    Sekitar pukul tiga pagi, Sanaya terbangun karena mendengar suara bel yang berbunyi tanda ada orang yang bertamu. Dengan mata yang menahan kantuk, dia berjalan untuk membukakan pintu. "Assalamualaikum, Bu... Bos..." Nampak sosok Jerrick di depannya dan Rega yang setengah sadar tengah dirangkul oleh Jerrick. "Ini Rega kenapa?" Tanya Sanaya panik. Dia kemudian menyuruh Jerrick untuk membawanya masuk dan membaringkan Rega di sofa ruang tamu. "Gue nggak tahu kenapa tiba-tiba Rega bisa di club. Kebetulan sepupu gue liat dia lagi di club dan liat si Rega minum dan teriak-teriak manggil nama Er... Er... Ah iya, Erlangga!" Sanaya menepuk pipi Rega mencoba menyadarkan Rega lalu dia menoleh ke arah Jerrick, "Dia ke club? Apa sebelumnya dia sering ke club?" Jerrick menggeleng, "Rega bahkan nggak pernah mau nginjakin kakinya ke club, Bu Bos. Nggak tahu kenapa dia bisa kayak gitu, ngamuk kayak orang kesetanan. Gue aja kuwalahan bawa dia." Jerrick melihat mata bengkak Sanaya yang bisa dia sim

  • My Other Happiness    MOH - DUA PULUH DELAPAN

    Suara celotehan Raffa begitu bergema di apartemen kecil Rega dan Sanaya. Setelah kejadian di taksi kemarin, Sanaya mencoba mengajak bicara Raffa lagi untuk mengetes apakah kemarin dia salah dengar atau kah memang Raffa sudah bisa bicara meskipun belum lancar sekaligus pengalihan masalah yang masih bercokol di otaknya. "Hayo!! Raffa mau sarapan apa?" Tanya Sanaya sambil menyiapkan roti selai untuk Rega karena kata lelaki itu ingin sarapan dengan roti. "Buuuurrr Ma-ma..." Balas Raffa sambil menggerak-gerakkan kedua tangannya ke atas ke bawah dengan girang di pangkuan Rega. "Bubur? Oke, Prince! Mama buatin dulu yaa..." Sembari membuatkan bubur untuk Raffa, sesekali mata Sanaya melirik ke arah Rega yang hanya diam dan makan roti selai sembari melihat ke ponselnya. "Ga?" panggil Sanaya pada akhirnya. Rega hanya mendongak dan menaikkan sebelah alisnya, tentu hal itu membuat Sanaya merasa aneh dengan Rega. Apa ada dengan Rega? "Kamu nggak apa-apa kan?" Rega hanya mengendikkan

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status