LOGINWhere to find the perfect man? You program him of course. I'm a genius, lonely, touch-deprived genius. Roman is a top programmer for a robot company, he's trying to create a new program to introduce human feelings to the bots. Deciding to get a Bot for himself to keep him company it all went well until that night. The robot with the artificial intelligence classified his creator as a little, being treated like a little wasn't that weird first until the first punishment. Roman just did his biggest mistake, or best decision yet. Warning: This story is DDLB, MDLB, CGL story, don't like it don't read it. Apologies for any misspelling or grammar mistakes.
View MorePria dengan wajah kejam dan dingin itu berdiri menatap ke arah seorang gadis bernama Selena tanpa belas kasihan, lalu berkata penuh ancaman.
"Hutang yang harus orangtuamu bayarkan adalah 10 Milyar, jika lusa kalian tidak membayarkan uang itu, orangtuamu harus menerima akibatnya!" "Lusa?" Selena sangat terkejut. "Bagaimana Aku bisa mengumpulkan uang sebanyak itu hanya dalam waktu dua hari?" "Saya tidak peduli bagaimana kamu mendapatkan uang itu! Terpenting bagi saya adalah uang itu kembali!" Selena Eveline, Gadis berusia 20 tahun itu tampak begitu putus asa. Hutang kedua orangtuanya yang dipakai untuk perawatan dirinya yang menderita penyakit jantung sedari kecil. Hutang-hutang itu semakin menumpuk seiring berjalannya waktu hingga membuat kondisi ekonomi keluarga Selena yang tadinya termasuk orang yang berada, kini bangkrut dan malah terjerat hutang berbunga. "Beri saya waktu 3 bulan, Saya pasti akan membayarnya lunas." ucap Selena dengan nada tegas. "Apa saya tidak salah dengar? Kamu meminta waktu lagi untuk melunasi hutang-hutang itu?" Rocky menatap remeh pada Selena, pasalnya hutang-hutang itu sudah bertahun-tahun dan berbunga, memberi tenggat waktu lagi sama saja menambah hutang juga bunganya. "Saya yakin, Hutang itu pasti akan saya bayar lunas!" Kedua orangtua Selena, Ferdy dan Rosmala memegang lengan putri mereka, merasa ragu dengan apa yang di ucapkan oleh putri mereka. Rocky mendekati Selena dengan tatapan tajam. "Baiklah, ini untuk yang terakhir kalinya saya memberikan kalian kesempatan, jika kali ini kalian tidak membayar tidak ada ampun lagi!" "Pegang perkataan saya," tegas Selena tanpa ragu. "3 bulan lagi kamu akan mendapatkan uang itu!" Mendengar Selena yang begitu percaya diri membuat Rocky terkekeh lalu kembali menatap Selena dingin. "Hutang itu akan semakin berbunga selama waktu 3 bulan, jadi kamu harus membayar 10 Milyar 100 juta, Bagaimana?" Bibir Selene menyungging meremehkan Rocky, Lintah darat sepertinya memang tidak pernah kenyang soal uang. "Kamu akan mendapatkan lebih dari itu, sekarang pergilah dari sini, hentikan kekacauan yang kamu timbulkan!" Kembali Rocky terkekeh, dia tidak percaya begitu saja dengan ucapan gadis itu. Rocky lalu memerintahkan anak buahnya untuk menangkap Ferdy, untuk di jadikan sebagai jaminan jika Selena akan menepati janjinya. "Ayah!" "Suamiku!" Selena dan Rosmala terkejut saat Ferdy di bawa oleh orang-orang Rocky untuk menjadi tawanan. "Lepaskan Ayah saya! Apa yang kamu lalukan!" pekik Selena ingin melepaskan Ferdy dari cengkraman anak buah Rocky. Segera Rocky menghalangi Selena dan memberikan peringatan. "Pria tua itu akan jadi sandera sampai kamu membawa uang itu. jika kamu tidak membawa uangnya, Pria tua itu akan saya b u n u h. Mengerti!" Walau bagaimanpun, Rocky tidak ingin mengambil resiko jika keluarga itu akan kabur. Jika Ferdy dijadikan sandera, tentu mereka tidak akan berpikir untuk kabur. Tanpa memperdulikan lagi ucapan Selena, Rocky berserta anak buahnya membawa Ferdy pergi. Selena dan Rosmala hanya bisa menangis dan berpelukan untuk saling menguatkan melihat Ferdy di bawa oleh Rocky dan antek-anteknya. Rosmala menyusut air matanya dan menatap Selena dengan serius. "Bagaimana kamu akan mengumpulkan uang sebanyak itu hanya dalam waktu 3 Bulan, Nak?" Saat ini memang Selena belum tahu akan mencari uang itu kemana, terlebih dia juga baru lulus kuliah. Namun Selena mencoba tersenyum agar membuat hati ibunya yang gusar menjadi tenang. "Selena sudah di tawari pekerjaan di perusahaan asing, Bu. Program dari Universitas yang menyalurkan Mahasiswi berprestasi. Selena terpilih." Terpaksa Selena harus berbohong, agar suasana tidak menjadi semakin menekan ibunya. Rosmala lantas memeluk Selena, ada tangis bahagia mengiringi. Putri semata wayang mereka memang selalu membanggakan orangtuanya. "Syukurlah Nak, Ibu sangat bangga padamu." Rosmala membingkai wajah Selena. "Kita bisa segera membebaskan Bapak dari para lintah darat itu." Selena hanya bisa tersenyum dan menganggukkan kepala untuk menjawab ibunya. "Maafkan Selena sudah membohongi ibu." Batin Selena. Dengan lembut Selena memapah ibunya untuk duduk di sofa. Jika di tanya perasaan, Selena juga sangat menderita dengan keadaan ini. Tapi dia harus bisa bersikap kuat dan tegar di hadapan kedua orangtuanya. Supaya mereka yakin, jika Selena bisa menyelesaikan permasalahan ini. Rosmala tidak berhenti menangis karena memikirkan suaminya. Dia takut jika suaminya akan di siksa terus dan tidak di beri makan dengan layak. Segala upaya Selena lakukan agar ibunya menjadi tenang. Lelah karena menangis, sang ibu akhirnya tertidur sendiri. Perlahan Selena beranjak dari tempat tidur ibunya dan kembali ke kamarnya. Di raihnya gawai yang tergeletak di atas nakas, lalu menghubungi kontak dengan nama Lily. Nada tersambung dan beberapa saat diangkat oleh Lily. "Halo Li, Aku ambil tawaranmu kemarin." >> Di kafe.. "Kamu sudah serius dengan keputusanmu, Sel?" "Ya. Aku sangat serius." Setelah telepon tadi, Selena mengajak Lily untuk bertemu di kafe untuk membicarakan tentang tawaran Lily beberapa hari yang lalu. Lily menatap Selena dengan lekat. "Sekali lagi aku ingatkan, Sel. Sekali kamu terjun 'kedunia' ini, hidupmu akan berubah drastis." Mendengar itu Selena justru tertawa. "Hidupku sudah hancur, Li. Hanya kedua orangtuaku yang menjadi alasanku tetap bertahan." "Oke, berarti kamu sudah setuju untuk menjadi seorang sugar Baby." Lily menjentikkan jarinya. "Aku akan mengenalkanmu pada seseorang yang akan memenuhi syarat darimu." Selena menarik nafas dalam lalu menghembuskan perlahan, dia tidak menyangka bahwa di masa depan akan 'menjual diri' seperti ini. Tapi tidak ada cara lain, cara ini lah yang paling cepat mengumpulkan uang sebanyak itu. "Kalau bisa malam ini juga, Li. Aku sudah siap." "Kamu serius?" Selena hanya mengangguk. Baiklah, Aku akan mencoba menghubungi Sugar Daddy ku, karena dia yang punya kontak Tuan William. "Apapun akan aku lalukan untuk kedua orangtuaku." Ucap Selena dalam hati. >> Lily sudah memberikan alamat sebuah bar kepada Selena untuk dia datangi. Di sana Selena akan bertemu dengan calon Sugar Daddynya yang bernama William Masimmo. Selena mempersiapkan diri dengan baik, gaun berwarna merah muda dengan panjang selutut menjadi pilihannya. Rambut hitam dan panjangnya dia biarkan terurai lalu menyisipkan jepit rambut mutiara di sisi kanan kepalanya. Riasan yang tidak terlalu mencolok menampilkan kecantikan yang natural dari Seorang Selena Eveline. "Kamu harus terlihat ceria di hadapan Tuan William, Sel. Karena Tuan William ingin memiliki Sugar Baby yang membuatnya nyaman saat bersama." Ucapan dari Lily itu yang selalu teringat oleh Selena. Di depan cermin Selena mencoba untuk menunjukkan senyumnya. Bagaimanapun, Selena harus mendapatkan pekerjaan ini agar bisa melunasi hutang-hutang itu. Dengan menggunakan kendaraan yang di siapkan oleh Lily, Selena pergi dengan tekad yang bulat. Bukan lagi tentang harga diri yang Selena pikirkan, saat ini yang terpenting dalam hidupnya adalah kedua orangtuanya. "Jalan Pak." Mobil Mercedes benz itu melaju membelah jalanan ibukota membawa Selena ke tempat tujuan. 30 menit perjalanan, Selena tiba di Bar Starlight. Perasaan Selena tiba-tiba menjadi gugup. "Ayolah Selena, Tenangkan dirimu."Brianna POV. I'm the queen of my own world, I always get what I want, my parents always pressured me into being the best I could be and so I am, I became queen bee, in high school, a bitch in college, and a badass in work. But that was never enough for them, they kept pressuring me for more, they wanted me to find a guy to date uncaring that I'm gay, not bi, I'm completely into woman and woman alone, but did they give one freaking fuck, heck no! That's when I met Roman, the son of the company CEO, he was a great choice, except for one tiny problem, he wasn't interested, I tried to do my usual style with him, to talk him into just being with me even if it's for a date or two before I could call it off. Even his mother approved of our non-existent relation. Long, well extremely long story short, he rejected me, but that wasn't enough for me, and neither for him, the little brat decided to take his revenge on me and that's when my story began. I have three bots, all sexual bots in my
The doctor didn't take long to come over, he's another bot, daddy did ask me if I want a human or a bot one, I prefer to have a bot one, he didn't mind and called for one. Humans judges, bots, they are programmed to do their job, they don't care if we are dressed in a onesie or sexy lingerie. I waited in my bedroom with Eva cuddling me the whole time, I might have cried a little bit with how cold I was feeling, my temperature didn't go down on its own. In the waiting time, Eva had some cold compress against my forehead, she even took them down a bit down to my neck, I hated those, the tears kept going down on their own. There was a knock on the door, daddy left for a minute before coming back with another bot, he had some scrubs with teddy bears on them, he smiled at me, did daddy ordered a pediatrician for me?"I heard there was a little one who's not feeling good tonight," the doctor says, I didn't know littles had special doctors, I smiled at him, yes I wasn't feeling good at all
After my very needed nap, I woke up still in a bad mood, even with Eva still cuddling and hugging me I wasn't in a good mood, I felt like I was extremely fussy. I didn't want to wake up, when she shook me to wake up, I slapped her hands off but she kept going until I finally woke up, all groggy and sad. "What's wrong baby" Eva asks but I just huff and fuss, she pulls me toward the bathroom, taking my onesie off me, I shivered with cold when the onesie came off, my house was freezing, why is it freezing. She set me on the toilet seat taking off the pull-up, I was very quick to do my business and jump up, she dressed me again making me sigh with relief, finally some warmth. "Why is the house freezing?" I ask her my teeth were snapping against each other with how freezing I'm feeling, Eva frown at my complaint. "The house temperature is the same as always Roman," she says, well it didn't feel like that, it felt freezing cold."Raise the temperature please," I ask her nicely, I'm too l
"Don't want to wear this" I say still going with my big pout, I don't even know why I'm giving Damien hard time. I miss him like hellz but after concurring my parents, I felt like I could take over the world, well I wanted to take over the world now, starting with refusing to wear any of my clothes. "Roman, we went through your whole wardrobe, do you want daddy to chose for you?" He asks me while I fuss just sitting there in with a towel around my shoulders keeping me warm. "Nu, nu want this" I say again, not wanting any of my big clothes or little clothes. "What does my bunny want to wear then?" He asks me raising a brow at me. "Nu know" I reply honestly, I didn't want to wear anything, I was good as I am. "You can't just stay naked baby" he says in a baby voice, but that was a great idea! To stay naked so I won't have to worry about what to wear! "Wanna stay nakey" I say skipping off the bed, letting the towel fall on the bed while I took off running, I don't think he saw it c






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.