Share

Mas Mau Coba Pegang?

last update Last Updated: 2025-10-15 07:00:29

Abiyaksa menatap wanita yang berada di hadapannya, yang hanya diam saja tanpa bicara sepatah katapun, mulai dari ketika dia masuk ke dalam sini tadi.

"Bagaimana keadaan kamu? Maaf, saya belum bisa ke sana. Masih sibuk. Banyak pasien dan ya... Meisya agak sedikit manja belakangan ini. Maunya ditemani terus. Oh iya, kenapa kamu ada di sini? Apa kamu habis menemui dokter Anita lagi? Check up?" tanya Abiyaksa.

Nayanika hanya mengangguk perlahan. Lalu kembali diam lagi. Dia tidak merespon satupun kalimat yang terucap dari mulut Abiyaksa dengan kata-kata.

Di dalam kepalanya hanyalah tertanam, bagaimana mengatakan tentang anak ini. Dia cuma ingin ayah anak ini tahu saja, bila akan memiliki anak perempuan.

Tapi sepertinya, dikatakan bagaimana pun juga akan terasa sia-sia serta percuma saja, kalau dia tidak tahu bila anak ini adalah anaknya.

"Aduh!" Nayanika melonjak kaget sambil memegangi perut, ketika merasakan sebuah pergerakan di dalam tubuhnya itu. Sementara Abiyaksa membeliak dan juga
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • NAYANIKA: Gadis Pengganti di Malam Pertama    Apa Kamu Mau Coba Malam Ini?

    Setelah pesta pernikahan usai. Abi pulang bersama dengan Nayanika dan juga keluarganya. Hari ini, mereka pulang ke rumah Nayanika yang sekarang. Karena rumah yang Abi beli dari Nayanika belum selesai di renovasi. Begitulah kalau pekerjaan tidak dipantau setiap hari, lama sekali selesainya. Padahal, Abi berharap bisa langsung pindah ke rumah itu setelah resmi menikahi Nayanika. Tapi ternyata, ia diminta untuk sabar dulu dan menjalani di rumah Nayanika yang sekarang.Mobil yang Abi kemudikan sendiri itu pun tiba juga di kediaman barunya yang sementara. Dia keluar duluan untuk mengambil kursi roda di bagasi belakang dan menyiapkan untuk sang ibu mertua, yang duduk di kursi belakang bersama dengan adik iparnya."Ayo, Ma. Sini Abi bantu ya?" ucap Abi seraya mengangkat tubuh sang ibu mertua dan menaruhnya di atas kursi roda."Nasya masih tidur, Kak?" tanya Mentari yang baru keluar dari dalam mobil kepada Nayanika yang juga baru saja keluar sambil menggendong Nasya."Iya nih. Kecapekan kayak

  • NAYANIKA: Gadis Pengganti di Malam Pertama    Hari Pernikahan

    Keesokan harinya.Tubuh Nayanika sudah berbalut gaun warna navy yang Abi berikan kepadanya. Nasya pun sama. Tapi yang baru Nayanika sadari ketika Abi datang menjemputnya adalah, bila pakaian yang mereka kenakan ini ternyata couple-an. Dia sampai se-effort ini. Nayanika kira, karena takut mempermalukan Abi jadinya dia berikan pakaian. Tapi ternyata Abi ingin menggunakan pakaian yang senada dengan anak dan juga ia calon istrinya."Ayo sini, Nasya. Papa yang gendong kamu ya?" ucap Abi ketika sudah tiba di sebuah gedung serbaguna, yang menjadi tempat acara pernikahan Meisya.Gadis kecil itu sontak datang ke dalam dekapan ayahnya. Dia sangat tenang sekaligus bingung juga melihat tempat asing ini."Ayo kita masuk," ajak Abi dan Nayanika pun langsung meneguk salivanya sendiri. Tidak tahu apa yang akan terjadi di dalam nanti. Tetapi seperti apa yang Abi katakan, tenang saja, ada dia yang mendampinginya.Nayanika jadi lebih bisa merasakan kelegaan. Dia tidak harus menjalani semuanya seorang d

  • NAYANIKA: Gadis Pengganti di Malam Pertama    Belajar Untuk Saling Menerima

    Malam sebelum hari pernikahan Meisya. Abi yang baru pulang dari rumah sakit itupun mendatangi rumah Nayanika. Ada sesuatu yang ia bawa bersamanya dan hendak ia berikan kepada calon istrinya tersebut. Abi ketuk-ketuk pintu rumah dengan pelan, karena tidak mau sampai membangunkan anaknya yang pasti sudah terlelap di jam-jam segini."Naya? Kamu sudah tidur belum?" panggil Abi sambil mengetuk pintunya lagi."Na..."Pintu rumah terbuka juga dan pas sekali Nayanika lah yang membukakan pintunya."Mas? Kenapa? Tumben dateng kesini malam-malam," ucap Nayanika yang sudah berdiri tegak di ambang pintu."Oh iya, maaf kalau aku ganggu kamu. Eum... itu, aku mau kasih kamu sesuatu," ucap Abiyaksa sambil memberikan paperbag kepada Nayanika."Ini apa, Mas?" tanya Nayanika sambil menerima dan mengangkat paper bag yang sudah berada di genggaman tangannya."Untuk besok. Jangan lupa, aku jemput jam empat sore ya? Ya udah. Aku pulang dulu. Aku cuma mampir sebentar ke sini. Cuma mau kasih itu aja ke kamu,"

  • NAYANIKA: Gadis Pengganti di Malam Pertama    Nggak Sabar Nikahin Kamu

    Abi menyantap makanan sambil memperhatikan Nayanika yang sedang menyuapi ibunya. Makanannya sendiri masih utuh dan dia sibuk menyuapi ibunya dulu."Kamu nggak makan?" tanya Abi."Nanti, aku lagi nyuapin Mama dulu," jawab Nayanika yang menarik tisu dan menyeka bibir ibunya.Abi makan dengan tidak tenang. Dia berkali-kali menoleh dan memperhatikan Nayanika yang sedang sibuk mengurusi ibunya tersebut. Abi mengembuskan nafas tiba-tiba, lalu menggeser tempat duduknya untuk lebih dekat lagi dengan Nayanika. Lantas, dia menyentuh sendok di atas piring Nayanika, mengisinya dengan makanan dan menyodorkannya kepada Nayanika."Ini, ayo makan dulu," perintah Abi dan Nayanika pun malah terdiam sambil melihat sendok yang sudah ada di dekat mulutnya itu."Ini, makan dulu," ucap Abi lagi.Nayanika melirik kepada sang adik dan berdehem pelan. "Nggak usah, Mas. Aku bisa makan sendiri," ucap Nayanika sambil menahan malu. Ada-ada saja tingkahnya. Kenapa malah ia juga mau disuapi."Ayo ini. Tanganku pega

  • NAYANIKA: Gadis Pengganti di Malam Pertama    Kamu Marah?

    "Akhirnya, kita sampe juga di rumah," ucap Nayanika saat Abi menghentikan mobilnya di depan rumah Nayanika.Lelahnya. Seharian ini yang telah mereka habiskan untuk melakukan persiapan pernikahan. Lantas saat langit sudah mulai gelap seperti sekarang, mereka baru tiba kembali di rumah. Nasya saja sampai ketiduran saking sudah lelahnya seharian tadi dan seperti biasa, Abi yang mengangkat tubuh malaikat kecilnya itu dan membawanya masuk ke dalam rumah."Ah, Nasya makin berat sepertinya," ucap Abiyaksa sesaat setelah menaruh tubuh anaknya di atas tempat tidur."Iya. Makin besar dia. Aku juga mulai pegel gendongnya. Padahal, waktu itu dia kecil banget. Sekarang tahu-tahu udah sebesar ini aja," ucap Nayanika sambil melihat anaknya di atas ranjang sana."Ya bagus. Berarti, dia tumbuh dengan baik di tangan kamu. Pasti, nanti adiknya juga sama. Bahkan bisa kejar-kejaran besarnya mereka nanti," ucapan yang lolos dari mulut Abi dengan sangat lancar. Tapi agak berat saat dicerna oleh otak Nayanik

  • NAYANIKA: Gadis Pengganti di Malam Pertama    Menikah Lagi

    Ketika akhir pekan datang. Abi membawa Nayanika ke sebuah butik untuk mencoba beberapa gaun pengantin, yang akan digunakan untuk hari bahagia mereka nanti.Si kecil Nasya juga dipilihkan pakaian yang cantik untuk menjadi pengiring kedua orang tuanya nanti.Seperti sekarang, Nasya baru saja digantikan pakaiannya oleh sang nenek dan langsung berlari keluar untuk pamer di depan sang ayah."Papa, Naca cantik?" tanya Nasya dan Abi yang sedang duduk sambil menunggu itu pun berlutut di hadapannya."Cantik. Anak Papa cantik sekali. Bagus ya bajunya? Kamu pakai yang ini ya nanti," ucap Abi sambil memandangi penampilan putrinya yang terlihat begitu lucu dan juga menggemaskan."Ah itu Mama, Nasya," ucap ibunya Abi sambil menunjuk wanita di balik tirai yang baru saja terbuka.Abi menoleh dan lantas terperangah. Dia bangkit dari bawah sana dan menatap calon istrinya di dalam balutan gaun pengantin berwarna putih bersih. Dia bahkan tidak berkata apa-apa dan hanya mengagumi penampilan Nayanika terse

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status