Share

12. Informasi Baru

Author: ReyNotes
last update Petsa ng paglalathala: 2026-10-12 19:12:20

Nayara terbelalak. Tuduhan tersirat dalam ucapan Allan mendadak menyenggol harga dirinya dengan telak. Ia memutar tubuhnya menghadap Allan, matanya menatap tajam pria di sampingnya dengan kilat amarah yang tak sanggup lagi ia sembunyikan.

"Tunggu dulu," sanggah Nayara cepat, suaranya naik satu nada. "Jangan sembarangan menuduh. Aku sama sekali tidak ada niat untuk meminta satu sen pun dari dana perwalianmu itu!"

Allan tidak bergeming, namun jemarinya di atas paha mengetuk pelan, menunggu kelanj
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (13)
goodnovel comment avatar
Viva Oke
loh Nayara punya kakak toh. kenapa Naya GK pernah bahas ini ya
goodnovel comment avatar
ronaldowati
es ketemu es jadilah salju.wkwkwk
goodnovel comment avatar
Puput Assyfa
woalah ternyata mereka sodara tiri pantes gak akur
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • NIKAH KILAT DENGAN LELAKI DINGIN   25. Hari Lahir

    “Kak? Sejak kapan kamu memanggilku begitu?” “Aku hanya mencoba santun.” Allan membalas santai.Tentu saja Amanda kesal. Sejak dulu, Allan tidak pernah melabelinya dengan panggilan tersebut yang jelas-jelas membeberkan gap usia mereka.Sementara Allan terkekeh dalam hati. Ia mendapat ide itu saat mendengar Nayara menceritakan tentang Amanda. Tiba-tiba saja ia merasa panggilan yang digunakan Nayara cocok untuk Amanda.Padahal, jangankan dengan Amanda, Grace, Jenny dan Andrew yang jelas-jelas memiliki hubungan darah satu bapak saja tidak pernah ia panggil dengan panggilan ‘Kak’.“Kamu semakin menyebalkan.” Amanda menghela napas kasar.“Kalau begitu, jangan dekat-dekat.”Amanda menghentakkan kakinya menjauhi Allan. Ia duduk bersama Jenny dan Grace dan terlibat pembicaraan serius dengan kedua kakak tiri Allan tersebut.Tak peduli, Allan kembali sibuk dengan ponselnya. Matanya melirik pintu ICU saat Andrew keluar. Ia segera berdiri.“Mau ke mana?” tanya Andrew. “Papa sudah mau tidur lagi s

  • NIKAH KILAT DENGAN LELAKI DINGIN   24. Jangan Mengganggunya!

    Allan melirik arloji, menghitung perkiraannya. "Dalam penerbangan," ujar pria itu dengan suara tenang. "Mama baru akan datang nanti malam, dan aku sendiri yang akan menjemputnya di bandara lalu kami langsung kemari."Mendengar hal itu, Nayara mengangguk paham. Ia merasa sedikit lebih lega karena setidaknya ada waktu jeda bagi Allan untuk menata situasi di rumah sakit sebelum ibunya tiba di tengah ketegangan keluarga ini."Kalau begitu, aku tidak perlu berlama-lama di sini," kata Nayara sambil merapikan tasnya. "Kebetulan malam ini aku sudah berjanji untuk makan malam dengan Harris. Kami mau membahas toko peninggalan orang tua kami.""Makan malam dengan Harris?" ulang Allan dingin. "Baiklah. Aku akan meminta sopirku untuk mengantarmu.”Nayara tidak menolak. Ia tahu bahwa di tengah situasi genting seperti ini, mematuhi instruksi praktis dari Allan adalah pilihan terbaik.Setelah berpamitan singkat, Nayara melangkah meninggalkan area ICU. Ia turun ke lantai dasar, menunggu mobil jemputan

  • NIKAH KILAT DENGAN LELAKI DINGIN   23. Tentang Mama Allan

    Nayara tidak melanjutkan kalimatnya. Ia langsung merasa tak sopan menanyakan hal pribadi pada ayah mertuanya.Benny tersenyum simpul. “Ini salah satu yang papa suka darimu, Nay. Kamu selalu terus-terang.”“Maaf, kalau Nay nggak sopan. Nggak usah dijawab kalau Papa keberatan.”Pak Benny menghela napas panjang, tatapannya menerawang jauh menembus dinding putih ruangan itu, seolah mengenang masa lalu yang penuh duri.“Nggak papa. Itu sudah berlalu cukup lama.” Benny menjeda sejenak ceritanya.​"Andrew, Jenny, dan Grace... tidak pernah bisa menerima pernikahanku dengan ibunya Allan," tutur Pak Benny lirih, suaranya sarat akan beban penyesalan. "Bagi mereka, kehadiran istriku adalah bentuk pengkhianatan terhadap kenangan ibu kandung mereka.”“Kala itu istri pertamaku sedang sakit parah. Emosinya sangat tidak stabil. Marah-marah dan selalu berprasangka buruk. Aku sungguh kewalahan merawatnya–serba salah. Apalagi, aku tetap harus bekerja.”“Kuakui, pada masa itu aku akhirnya dekat dengan Ala

  • NIKAH KILAT DENGAN LELAKI DINGIN   22. Bergantian Menjaga

    “Semalam papa demam tinggi karena ISK.” Allan menjelaskan secara singkat tentang keadaan Benny saat ini.Infeksi saluran kencing?Sebuah ingatan melintas di benak Nayara. Selama beberapa kali bertemu atau berinteraksi, Pak Benny memang hampir tidak pernah terlihat memegang segelas air putih. Saat berkunjung ke toko, tangan Benny selalu memegang gelas berisi kopi atau teh.Dan di usianya yang tidak lagi muda, sebuah infeksi yang dianggap sepele ternyata bisa memicu efek domino yang berbahaya. Begitu hasil tes laboratorium keluar, penurunan fungsi tubuh secara menyeluruh atau penurunan organ akibat komplikasi usia membuat kondisi Pak Benny memburuk dengan cepat. “Demamnya belum turun?” tanya Nayara lagi.“Sudah.” Allan mengangguk. “Tapi, kami diminta standby.”Nayara merasa kasihan pada Allan. Lelaki itu belum sempat tidur. Penampilannya yang biasa rapi kini agak berantakan.“Kamu mau istirahat dulu? Biar aku yang gantiin kamu jaga.”Allan melirik area duduk. Di sana kakak-kakak tiriny

  • NIKAH KILAT DENGAN LELAKI DINGIN   21. Hilang Kesabaran

    Meskipun dadanya berdebar kencang dan intuisinya membisikkan bahaya, Nayara menolak untuk terlihat gentar. Ia menarik napas pelan, menegakkan bahunya, lalu mempertahankan senyum ramah yang tetap tenang.Ia mengangguk halus, menatap lurus mata wanita di hadapannya."Oh, Anda kenalan Allan, ya?" sapa Nayara dengan suara lembut namun stabil. "Salam kenal, saya Nayara."Wanita itu tidak menyambut uluran keramahan Nayara. Sebaliknya, sudut bibirnya terangkat, membentuk sebuah senyum miring yang mencemooh. Dengan sikap tubuh congkak, ia membetulkan posisi tas branded di lengan sebelum menatap Nayara dari balik bulu mata palsunya yang lentik."Amanda," cetusnya singkat, menyebutkan namanya dengan nada angkuh. "Aku Amanda—sahabat dekat Jenny, kakak tiri Allan."Nama itu seketika memutar memori Nayara. Ia ingat, Amanda disebut-sebut Jenny sebagai wanita yang ingin ia jodohkan dengan Allan. "Senang bertemu anda, Kak Amanda," balas Nayara santai, tetap mempertahankan ketenangannya.Amanda terke

  • NIKAH KILAT DENGAN LELAKI DINGIN   20. Tamu Cantik

    Allan mengembuskan napas panjang. Satu tangannya memijat dahi sambil mengangguk pelan. Setelah menutup telepn, ia langsung bangkit dari ranjang.Nayara, yang terbangun karena suara dering dan pergerakan mendadak di sampingnya, ikut membuka mata. Ia terduduk setengah badan, merapatkan selimutnya, lalu menatap bingung ke arah Allan yang sudah berdiri tegak di sisi tempat tidur."Allan?" panggil Nayara dengan suara serak khas orang setengah terbangun, keningnya mengernyit cemas. "Ada apa? Jam segini... siapa yang menelepon?"Allan tidak langsung menjawab. Sambil berjalan cepat menuju walk-in closet, ia melepas kaus tidurnya dan langsung meraih kaos lengan panjang dan celana longgar. Gerakannya begitu cepat, efisien, dan terlatih menghadapi situasi mendadak."Kamu tidur saja," ucap Allan singkat. "Papa memintaku datang. Mungkin aku akan menginap.”Nayara hanya bisa menatap pintu kamar yang tertutup. Meski begitu, ia merasa lega karena ia bisa ten

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status