LOGINDemi lolos dari perjodohan paksa, Hazel Vance nekat mengambil keputusan paling gila yaitu menjadi kekasih bayaran Lucas Sterling, CEO triliuner berhati dingin yang irit bicara. Bermodal sandiwara cinta demi fasilitas kartu kredit unlimited, Hazel justru terjebak dalam medan perang keluarga yang penuh intimidasi dan intrik. Skenario mereka diuji habis-habisan saat ibu Lucas melancarkan sidak mendadak, memaksa pasangan palsu ini tampil mesra di depan publik. Namun, di balik argumen konyol, ketegangan yang intens, hingga insiden-insiden intim tak terduga, benteng es sang CEO perlahan terkikis. Kisah ini mungkin terdengar seperti romansa klise biasa, tapi apakah kamu yakin tebakanmu soal akhir sandiwara miliaran dolar ini benar-benar tepat?
View MorePerjalanan singkat menuju kediaman utama keluarga Sterling di kawasan pinggiran kota ditempuh Lucas dalam keheningan yang mencekam. Begitu mobil mewah itu berhenti di halaman depan, Lucas langsung melangkah keluar dengan langkah lebar, diikuti oleh Thomas yang setia mendampingi di belakang. Pintu utama rumah besar itu sudah terbuka lebar seolah menyambut kedatangan sang buronan. Tanpa perlu mengetuk, mereka berdua langsung melangkah masuk ke dalam ruang keluarga. Di sana, Tuan Richard Sterling dan Nyonya Eleanor sudah duduk menunggu dengan aura kemarahan yang pekat. "Mommy, Daddy. Aku datang," ujar Lucas datar, berusaha mempertahankan ketenangannya di tengah badai yang siap meledak. Nyonya Eleanor mendengus tajam, menatap putranya dengan sorot mata penuh kekecewaan. Tuan Richard Sterling menaikkan sebelah alisnya, menunjuk sofa kosong di hadapan mereka. "Duduklah, Lucas. Ada begitu banyak hal yang perlu kita baha
Senyum miring terukir jelas di bibir Hazel. Tanpa ragu, ia menepis tangan Lucas yang masih berada dekat di wajahnya dengan gerakan kasar. "Kau mengancam orang yang salah, Tuan Sterling," desis Hazel tajam, menatap lurus ke dalam iris mata abu-abu pria itu dengan kilatan amarah yang tak kalah pekat. "Aku benar-benar sudah muak denganmu, dan aku akan mengakhiri kontrak ini sekarang juga!" Lucas mematung di tempatnya. Kalimat itu meluncur begitu saja dari bibir Hazel, menghantam telinganya bagaikan sambaran petir di tengah badai. Sebelum Lucas sempat membuka mulut untuk merespons atau menahan langkahnya, Hazel sudah berbalik badan dan melangkah cepat meninggalkan pria itu di ruang tamu. Brak! Pintu kamar Hazel tertutup dengan hantaman keras, menyisakan keheningan yang mencekam di seluruh sudut penthouse. Lucas mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat, rahangnya mengeras membentuk garis tegas yang menahan emosi meluap-luap di dadanya. °°° Keesokan paginya, sinar matahari merayap
Langkah kaki Lucas berderap tegas di atas lantai keramik minimarket. Pria itu sama sekali tidak memedulikan tatapan ngeri dari kasir maupun pengunjung lain yang langsung menyingkir memberi jalan. Dalam hitungan detik, ia sudah berdiri tepat di depan meja tempat Hazel duduk menikmati mie instannya. Tanpa sepatah kata pembuka, tangan besar Lucas terulur. Ia menyambar pergelangan tangan Hazel dengan cengkeraman kuat, lalu menarik tubuh gadis itu berdiri secara paksa dari kursinya. "Yak!! Lucas, apa-apaan ini?! Lepaskan aku!!" pekik Hazel kaget, setengah mangkuk mie kuahnya hampir tumpah akibat tarikan mendadak itu. Lucas tetap bungkam. Wajah datarnya diliputi amarah tertahan yang jauh lebih menakutkan daripada bentakan. Ia menarik pergelangan tangan Hazel, menyeret gadis itu melangkah keluar meninggalkan sisa makanan yang belum habis. "Lepaskan aku, sialan!!" teriak Hazel marah, mengerahkan seluruh tenaganya untuk menarik balik lengannya. Melihat Lucas sama sekali tidak berge
Lucas masih berdiri mematung di dekat bangkai taksi yang ringsek. Derasnya guyuran air hujan malam itu membasahi seluruh tubuhnya, membuat setelan jas mahal yang dikenakannya melekat erat di kulit. Namun, rasa dingin di luar sana sama sekali tidak sebanding dengan hantaman rasa panik yang sejak tadi membekukan rongga dadanya. Pikiran sang CEO berputar cepat, merangkai setiap pecahan informasi yang baru saja ia dapatkan. Jika taksi yang dinaiki Hazel ditemukan dalam keadaan kosong saat kecelakaan maut itu terjadi, maka hanya ada satu kemungkinan logis yang tersisa. "Tuan Lucas!" panggil Thomas cemas, setengah berlari menerobos genangan air dengan memayungi bosnya dari hempasan hujan. Lucas menoleh lambat, menatap asisten setianya dengan sorot mata yang menyisakan sisa ketakutan luar biasa. "Thomas, taksi ini... ini benar-benar taksi yang dinaiki Hazel." Thomas terperanjat hebat, matanya melebar menatap bangkai mobil kuning di hadapan mereka. "Jadi... Nona Hazel terlibat kecelakaan












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.