Share

11. Mencari Perhatian

Penulis: ReyNotes
last update Tanggal publikasi: 2026-10-12 17:25:36

Setelah pengumuman itu, suasana makan malam langsung berubah menjadi ajang unjuk gigi yang terang-terangan.

Jenny menjadi orang pertama yang melemparkan senyum paling manis yang terlihat begitu dipaksakan di wajah sinisnya. Ia langsung menuangkan air hangat ke gelas Pak Benny sambil mendesah penuh perhatian.

"Papa harus lebih minum banyak air putih, ya,” ucap Grace dengan nada mendayu.

“Jangan terlalu stres memikirkan proyek-proyek baru itu, serahkan saja pada kami anak-anak Papa," imbuh Jenny
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (10)
goodnovel comment avatar
Viva Oke
ya ampun Allan, Naya cuma tanya loh. koq dibalas pertanyaan to the point, kamu mau minta ya? wkwkwk
goodnovel comment avatar
Viva Oke
pada caper semua ke pak Benny demi warisan. dih dasar serakah jenny, Grace dan Andrew. Allan mah santai
goodnovel comment avatar
ronaldowati
oh yang lain anak tiri hanya Allan yang anak kandung
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • NIKAH KILAT DENGAN LELAKI DINGIN   24. Jangan Mengganggunya!

    Allan melirik arloji, menghitung perkiraannya. "Dalam penerbangan," ujar pria itu dengan suara tenang. "Mama baru akan datang nanti malam, dan aku sendiri yang akan menjemputnya di bandara lalu kami langsung kemari."Mendengar hal itu, Nayara mengangguk paham. Ia merasa sedikit lebih lega karena setidaknya ada waktu jeda bagi Allan untuk menata situasi di rumah sakit sebelum ibunya tiba di tengah ketegangan keluarga ini."Kalau begitu, aku tidak perlu berlama-lama di sini," kata Nayara sambil merapikan tasnya. "Kebetulan malam ini aku sudah berjanji untuk makan malam dengan Harris. Kami mau membahas toko peninggalan orang tua kami.""Makan malam dengan Harris?" ulang Allan dingin. "Baiklah. Aku akan meminta sopirku untuk mengantarmu.”Nayara tidak menolak. Ia tahu bahwa di tengah situasi genting seperti ini, mematuhi instruksi praktis dari Allan adalah pilihan terbaik.Setelah berpamitan singkat, Nayara melangkah meninggalkan area ICU. Ia turun ke lantai dasar, menunggu mobil jemputan

  • NIKAH KILAT DENGAN LELAKI DINGIN   23. Tentang Mama Allan

    Nayara tidak melanjutkan kalimatnya. Ia langsung merasa tak sopan menanyakan hal pribadi pada ayah mertuanya.Benny tersenyum simpul. “Ini salah satu yang papa suka darimu, Nay. Kamu selalu terus-terang.”“Maaf, kalau Nay nggak sopan. Nggak usah dijawab kalau Papa keberatan.”Pak Benny menghela napas panjang, tatapannya menerawang jauh menembus dinding putih ruangan itu, seolah mengenang masa lalu yang penuh duri.“Nggak papa. Itu sudah berlalu cukup lama.” Benny menjeda sejenak ceritanya.​"Andrew, Jenny, dan Grace... tidak pernah bisa menerima pernikahanku dengan ibunya Allan," tutur Pak Benny lirih, suaranya sarat akan beban penyesalan. "Bagi mereka, kehadiran istriku adalah bentuk pengkhianatan terhadap kenangan ibu kandung mereka.”“Kala itu istri pertamaku sedang sakit parah. Emosinya sangat tidak stabil. Marah-marah dan selalu berprasangka buruk. Aku sungguh kewalahan merawatnya–serba salah. Apalagi, aku tetap harus bekerja.”“Kuakui, pada masa itu aku akhirnya dekat dengan Ala

  • NIKAH KILAT DENGAN LELAKI DINGIN   22. Bergantian Menjaga

    “Semalam papa demam tinggi karena ISK.” Allan menjelaskan secara singkat tentang keadaan Benny saat ini.Infeksi saluran kencing?Sebuah ingatan melintas di benak Nayara. Selama beberapa kali bertemu atau berinteraksi, Pak Benny memang hampir tidak pernah terlihat memegang segelas air putih. Saat berkunjung ke toko, tangan Benny selalu memegang gelas berisi kopi atau teh.Dan di usianya yang tidak lagi muda, sebuah infeksi yang dianggap sepele ternyata bisa memicu efek domino yang berbahaya. Begitu hasil tes laboratorium keluar, penurunan fungsi tubuh secara menyeluruh atau penurunan organ akibat komplikasi usia membuat kondisi Pak Benny memburuk dengan cepat. “Demamnya belum turun?” tanya Nayara lagi.“Sudah.” Allan mengangguk. “Tapi, kami diminta standby.”Nayara merasa kasihan pada Allan. Lelaki itu belum sempat tidur. Penampilannya yang biasa rapi kini agak berantakan.“Kamu mau istirahat dulu? Biar aku yang gantiin kamu jaga.”Allan melirik area duduk. Di sana kakak-kakak tiriny

  • NIKAH KILAT DENGAN LELAKI DINGIN   21. Hilang Kesabaran

    Meskipun dadanya berdebar kencang dan intuisinya membisikkan bahaya, Nayara menolak untuk terlihat gentar. Ia menarik napas pelan, menegakkan bahunya, lalu mempertahankan senyum ramah yang tetap tenang.Ia mengangguk halus, menatap lurus mata wanita di hadapannya."Oh, Anda kenalan Allan, ya?" sapa Nayara dengan suara lembut namun stabil. "Salam kenal, saya Nayara."Wanita itu tidak menyambut uluran keramahan Nayara. Sebaliknya, sudut bibirnya terangkat, membentuk sebuah senyum miring yang mencemooh. Dengan sikap tubuh congkak, ia membetulkan posisi tas branded di lengan sebelum menatap Nayara dari balik bulu mata palsunya yang lentik."Amanda," cetusnya singkat, menyebutkan namanya dengan nada angkuh. "Aku Amanda—sahabat dekat Jenny, kakak tiri Allan."Nama itu seketika memutar memori Nayara. Ia ingat, Amanda disebut-sebut Jenny sebagai wanita yang ingin ia jodohkan dengan Allan. "Senang bertemu anda, Kak Amanda," balas Nayara santai, tetap mempertahankan ketenangannya.Amanda terke

  • NIKAH KILAT DENGAN LELAKI DINGIN   20. Tamu Cantik

    Allan mengembuskan napas panjang. Satu tangannya memijat dahi sambil mengangguk pelan. Setelah menutup telepn, ia langsung bangkit dari ranjang.Nayara, yang terbangun karena suara dering dan pergerakan mendadak di sampingnya, ikut membuka mata. Ia terduduk setengah badan, merapatkan selimutnya, lalu menatap bingung ke arah Allan yang sudah berdiri tegak di sisi tempat tidur."Allan?" panggil Nayara dengan suara serak khas orang setengah terbangun, keningnya mengernyit cemas. "Ada apa? Jam segini... siapa yang menelepon?"Allan tidak langsung menjawab. Sambil berjalan cepat menuju walk-in closet, ia melepas kaus tidurnya dan langsung meraih kaos lengan panjang dan celana longgar. Gerakannya begitu cepat, efisien, dan terlatih menghadapi situasi mendadak."Kamu tidur saja," ucap Allan singkat. "Papa memintaku datang. Mungkin aku akan menginap.”Nayara hanya bisa menatap pintu kamar yang tertutup. Meski begitu, ia merasa lega karena ia bisa ten

  • NIKAH KILAT DENGAN LELAKI DINGIN   19. Canggung di Ranjang

    Nayara menyambut tawaran itu dengan senyuman cerah dan anggukan tegas. Bekerja untuk proyek yang sangat memang bidangnya pasti sangat menyenangkan.Namun, hanya beberapa saat kemudian, senyum di wajah cantiknya perlahan memudar. Sebuah keraguan tiba-tiba menyusup ke dalam pikirannya."Tapi... Allan," panggil Nayara ragu seraya merengut. "Bagaimana dengan toko barang antikku? Kalau aku harus fokus dan standby di museum setiap hari, siapa yang akan menjaga toko? Aku kan nggak punya pegawai.”Mata cokelatnya Allan melihat kebimbangan pada diri Nayara. Ia jadi sadar, bagi Nayara, toko peninggalan ayahnya itu adalah harta paling berharga yang tak ingin ia telantarkan begitu saja.Lelaki itu, berpikir sejenak sebelum akhirnya mendapat solusi."Soal itu kamu tidak perlu khawatir," sahut Allan datar tanpa beban. "Toko itu bisa ditutup sementara waktu dengan alasan renovasi."Nayara mengedipkan matanya, sedikit terkejut. "Renovasi?""Ya," lanjut Allan, memajukan tubuhnya sedikit. "Toko itu mem

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status