Mendengar ancaman Anton, Nayara bergegas masuk ke kamarnya di ujung lorong. Ia membanting pintu dengan keras dan segera memutar kuncinya dua kali. Di luar sana, terdengar Om Anton bicara dengan Tante Riris yang baru keluar dari kamar mandi.Berada di rumah ini sama saja dengan menunggu bom waktu meledak. Tatapan Om Anton semakin hari semakin berani. Hari ini lelaki itu mencoba menyentuhnya, esok lusa, siapa yang tahu apa yang akan terjadi jika Tante Riris sedang pergi jauh?Nayara berjalan perlahan ke ranjang. Di ujung, terdapat boneka teddy pemberian Darrel. Ia mengambil boneka, topi, pulpen dan semua benda yang pernah diberikan Darrel ke dalam kantong plastik besar.“Besok, kalian akan menjadi penghuni tempat sampah!” ujarnya kesal.Tok! Tok! Suara ketukan di pintu membuat Nayara menghentikan kegiatannya."Nay, buka pintunya!"Nayara menarik napas panjang, berusaha menstabilkan suaranya sebelum memutar kunci dan membuka pintu perlahan. Matanya sedikit sembab dengan wajah datar yan
Last Updated : 2026-10-06 Read more